
Satu unit mobil mewah Pajero sport berwarna hitam terparkir di area jalan Situhiang berjejer rapi dengan mobil Mewah Marcedez Benz C-Class yang baru saja tiba di bawa oleh Asep Sunandar.
Dua pemuda pun langsung masuk ke dalam rumah yang baru saja beres di renovasi dan membungkuk hormat kepada pemuda yang usia nya di bawah mereka berdua.
"Tuan Muda Awan.." Ucap Iyus Saputra dan anggukan Asep Sunandar.
"Sep... Iyus.... Apakah sudah di persiapkan semuanya.?" Tanya Awan..
"Sudah Tuan Muda... Mereka menunggu di parapatan jalan Pramuka.. Empat mobil Toyota Yaris dan satu mobil Avanza Veloz serta satu unit mobil mewah X Fander Crros.." Terang Iyus.
"Bagus....... Kalau begitu kita berangkat dan mengakhiri semua kisah pemuda hebat seperti dewa season satu ini.." Kata Awan..
"Ijin bertanya Tuan Muda.." Ucap Asep Sunandar.
"Silahkan Sep." Jawab Awan.
"Apakah novel Pemuda Hebat Seperti Dewa akan ada lanjutannya atau kah sudah sampai segini.?" Tanya Asep.
"Insyaallah akan ada season dua dengan musuh yang begitu kuat.." Jawab Awan.
"Siap Terima Kasih.. Tuan Muda kami akan menunggu nya." Ucap Asep dan Awan pun langsung berjalan menuju dimana para wanita hebat sudah menunggu nya.
"Ayo kita berangkat semua nya lest' Go'..." Kata Awan kepada mereka yang ada di ruangan keluarga... Lisnawati dan Azzahra bersama yang lainnya tersenyum mengangguk.
Bunda Azzahra dan Bunda ku beserta Nabil ikut dalam mobil ku... Sedangkan yang lainnya Nenek dan teh Dena serta Kang Ujang dan bapak ikut di mobil yang di bawa oleh Asep dan Iyus.." Kata Awan.
"Ok.... Anakku yang paling ganteng.." Kata Lisnawati berjalan kearah mobil Marcedez Benz C-Class..
Setelah semua masuk kedalam mobil Pajero Sport dan Marcedez Benz C-Class, serta kedua adik kandung dan keponakan Muhammad Awan Pratama pun ikut menuju menemui keluarga Besar Fatharani.
Dua unit mobil mewah keluar dari jalan Situhiang menuju sebuah jalan provinsi labuan Cianjur.. Para tetangga Lisnawati berdecak kagum tak menyangka bahwa anak nomor tiga itu mampu mengangkat derajat keluarga Lisnawati yang kehidupan jauh dari kata mampu..
__ADS_1
Setelah sampai di lokasi jalan parapatan lampu merah mobil yang di kemudikan oleh pemuda tampan nan rupawan itu berhenti dan memberikan klakson kepada mobil mobil yang terparkir di depan ruko kecil yang di pake tempat berdagang Azzahra Masika Fatharani tempat bertahan hidup di kota kecil itu.
Mendengar klakson dan terlihat bahwa yang memberi klakson adalah mobil majikannya itu, keempat mobil Toyota Yaris yang di kendarai oleh empat murid Mama Sepuh dan dua mobil lainnya Avanza Veloz yang di dalam nya ada Tarmin bersama keluarga Teh Siti Lara lalu menghidupkan mobilnya masing masing untuk mengiringi perjalanan di siang itu menuju kediaman Tuan Besar Tedi Ferdiansyah yang tak jauh dari jalan itu.
Jalanan di siang itu tampak lenggang dengan sinar matahari yang begitu terik di waktu siang itu.. Iringan mobil berbagai tipe yang di komandoi oleh mobil mewah Marcedez Benz C-Class itu melesat menuju jalan desa Maleber...
Sesampainya di Mansion yang sangat megah dan berkelas internasional... Sang kemudi pun langsung memencet klakson mobil, meminta satpam tersebut untuk di buka gerbang pagar itu.
Setelah gerbang pintu pagar di buka, satu persatu mobil mobil yang beriringan pun langsung masuk menuju area parkir yang tampak mobil mobil mewah lainnya telah terparkir di halaman Mansion itu.
"Kita sudah sampai ayo kita turun.." Ucap Awan kepada Nabil dan dua wanita hebat yang duduk di kursi belakang.
"Ayo Kak... " Ucap Nabil tersenyum bahagia.. Lalu pintu di buka oleh empat murid Mama Sepuh membukakan ke empat pintu mobil majikan nya.
Di teras rumah Keluarga Besar Fatharani sudah menunggu kedatangan mereka dengan di dampingi keluarga Tedi Ferdiansyah tak lupa Bu Dewi bersama suami dan kedua anaknya juga ada... Lisnawati bergetar seluruh tubuhnya begitu juga dengan suaminya Hilman.. Ia tak menyangka dan tak menduga bahwa anaknya mempunyai koneksi yang sangat luas.
"Sayang kamu temui keluarga mu bersama bunda mu.." Titah Awan berbisik.. Nabil pun mengangguk dan langsung melangkah menuju ibu nya yang berdiri di samping Lisnawati.
"Bunda Azzahra peluk lah mereka dan lepaskan semua yang ada dalam hati Bunda.. Rasa kecewa, dendam dan marah kepada mereka... Lapangkan hati Bunda untuk memaafkan tentang kesalahan masa lalu.." Kata Awan memberi nasehat..
"Terima Kasih Anak ku... Terima Kasih banyak atas semua ini.." Ucap Azzahra sambil memeluk Muhammad Awan Pratama seraya menangis
Fatharani dan kedua anaknya yang tak lain Orang Tua Azzahra Masika Fatharani, tak bisa tak mengeluarkan air mata nya saat itu... Di hadapan yang berjarak seratus meter anak satu satu nya yang telah lima tahun mereka usir kini berada di hadapannya...!
"Sudah.... Sudah..... Ayo kita temui keluarga Bunda." Ucap Awan melepaskan pelukannya seraya menyeka air matanya yang jatuh menelusuri pipi mulus wanita yang masih terlihat kecantikan nya itu.
Azzahra dan Nabil berjalan kearah teras rumah dengan hati yang berdebar." Apakah ini nyata atau hanya mimpi saja.." Batin mereka berdua bergejolak sesuatu yang ada di hadapannya sungguh tak menyangka.
Sedangkan Awan sendiri menggenggam erat tangan ibunya yang berjalan di samping Azzahra..." Anakku kau memang anak yang di banggakan oleh Uyut mu.." Kata Lisnawati pelan..
"Terima Kasih Bunda.. Semoga Awan tidak terlena dengan semua ini.." Membalas perkataan dari sang Ibu.
__ADS_1
"Hehehehe.. Awas saja kalau sampai kau terlena dengan semua ini, hingga membuatmu sombong dan angkuh.." Ancam Lisnawati kepada anaknya.
"Doa kan saja anak mu ini dan selalu ingatkan Bun.. Bila salah.." Ucap Awan...
"Pasti.." Balas Lisnawati singkat karna sudah di hadapan keluarga besar Azzahra.
Di hadapan Awan dan Lisnawati serta segenap pemain Pemuda Hebat Seperti Dewa.. Tuan Abdullah dan Nyonya Abdullah selaku Kedua Orang Tua Azzahra Masika Fatharani dan Kakek serta Nenek Nabil Nur Fadillah, mereka memeluk kedua wanita yang telah di usir oleh mereka karna termakan nya omongan dari keluarga Abanoub, akan pitnah yang menimpa Azzahra Masika Fatharani selingkuh dengan bawahannya itu.
Sedang Tuan Besar Fatharani sendiri lalu membungkuk hormat di hadapan sang pemuda berusia 16 tahun dengan kata kata ucapan terima kasih banyak yang sebesar besarnya.
"Baiklah semua sudah selesai sekarang. Kini waktu undur diri. Aku Muhammad Awan Pratama mendoakan semoga semua pembaca setia novel ini di berikan kesehatan, rejeki yang banyak serta anak yang Sholeh dan Solehah. Amiin Yaa Robball Allamiin.
"Kami segenap pemeran dari Pemuda Hebat Seperti Dewa undur diri dulu. Semoga pembaca semua terhibur.!
TAMAT.
Salam hormat dari saya, semoga kalian semua para pembaca setia karya receh saya ini dapat terhibur.
Maaf jika karya saya ini tidak bisa memberikan motivasi, mendidik serta banyak kekurangan di sana sini, itu adalah kelemahan saya yang nyata.
Bila ada sumur di ladang
boleh lah menumpang mandi
bila ada umur panjang
boleh lah kita bertemu kembali.
Salam hangat Kang Haji RIS sang author ecek ecek dari kota kecil Jawa Barat.
####
__ADS_1