Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Akang Satu, Enam tujuh Dan Sutisna berangkat


__ADS_3

Akang. Satu. Kenapa.?" Kau terlihat gelisah.!! Tadi bercanda ria penuh tawa bahagia.?" Tapi sekarang kamu terlihat gusar.?" Tanya Sutisna tiba tiba datang dari arah dapur.


"Entahlah Kang Sutisna. Pikiran dan hatiku merasakan ada sesuatu yang akan terjadi pada majikan kita. Bisa kah kau telepon bos Awan sedang di mana sekarang posisinya." Pinta Akang satu lelaki berusia 25 tahun itu.


"Sebentar Akang satu. Aku mengambil ponsel dulu di kamar." Kata Sutisna. Lalu melangkah menuju kamarnya di ikuti oleh Akang satu.


Setelah itu. Ponsel pun telah di bawa oleh Sutisna. Lalu Ia mengirim pesan singkat, tak enak hati bila menelepon karna bos Awan sendiri pernah bilang akan bermalam mingguan bersama Nabil. Jadi Ia hanya meminta ijin untuk terlebih dahulu melalui pesan singkat.!!


"Assalamualaikum. Bos maap mengganggu. Posisi sedang di mana. Kalau di ijin kan bolehkah saya menelepon." Pesan Sutisna terlihat Contreng dua di wasttap Sutisna.!!


"WaallAikum Salam. Saya sedang berada di jalan Benying. Tepatnya di sebuah restoran mewah berbintang sedang makan bersama Nabil dan Asep Sunandar." Nanti saya telepon balik." Balas dari Awan.


"Akang satu. Bos Awan sedang berada di restoran di pinggir kota Cipanas. Jalan yang mengarah Ke daerah Cikalong. Nanti di telepon balik kata nya.!!


"Kang Sutisna. Hatiku sangat gelisah. Apakah kamu tahu jalan menuju ke sana. Aku ingin memantau dari kejauhan sampai bos Awan sampai ke rumahnya." Pinta Akang satu.


"Aku. Tahu Akang satu. Aku bisa mengantar mu." Jawab Sutisna. Akang satu mengangguk dan tersenyum.


"Baik. Bos. Mohon maap mengganggu." Balas Sutisna yang tadi dia acuhkan terlebih dahulu karna bercakap terlebih dahulu dengan Akang satu.


"Bahar. Akang tujuh. Cecep Akang Enam. Kalian berdua ikut dengan saya dan Sutisna. Sisa nya meditasi bersama sama. Aku dan yang tadi sebutkan akan pergi memantau bos kita yang ada di pinggiran kota Cipanas." Perintah dari Akang satu.


"Siap. Akang satu." Jawab mereka serentak. Cecep dan Bahar mengangguk lalu pergi mengambil persiapan.


"Mudah mudahan. Bos Awan belum pergi sampai kita sampai di sana." Kata Akang satu kepada Sutisna dan kedua Akang yang di tugaskan ikut bersamanya.


"Mereka bertiga mengangguk.!! Lalu Sutisna dan Cecep melangkah menghampiri dua unit motor yang terparkir di depan teras rumahnya. Salah satu nya motor Jupiter MX kepunyaan majikannya yang sementara di pake terlebih dahulu oleh Sutisna.!!


*********

__ADS_1


Sementara di kampung Situ Babakan, tepatnya di kediaman rumah yang begitu megah dan luas di samping nya berjejer rumah rumah kontrakan, tawa lepas candaan terdengar di salah satu kontrakan yang sedikit jauh dari kontrakan lainnya.


Rantai Bumi dan ke tiga anak buahnya dan seorang lelaki setengah tua, malam ini sudah yakin dan akan berpesta karna buruan dan target akan berhasil tanpa rencana kedua di jalankan.


Hasil kabar dari anak buah yang terus membuntuti pemuda yang menjadi target buruan nya. Yang kini sedang berada di salah satu restoran mewah dengan situasi malam, memungkinkan akan bersaksi. Rantai Bumi pun menyuruh anak buahnya satu lagi dan beberapa para preman lain' untuk segera membuntuti pemuda itu bila sudah keluar dari restoran itu dan di jalan yang sepi langsung menghadang nya.!!


"Ketua. Bos Engkos Kosasih. Apakah kita harus ikut dalam pesta malam ini.?" Tanya anak buahnya dengan wajah mempunyai guratan pisau di sebelah pipinya.


"Hahahaha. Tak perlu lah. Biarkan Si Kobra dan Si Cungkring dan beberapa para preman yang menjalankan tugas nya. Kita di sini hanya menerima hasilnya." Jawab Engkos dengan tawa lepas.


"Hehehehe. Bukan begitu bos. Tangan ku terasa kaku dan kesemutan karna sudah lama tidak berolahraga." Protes Anak buah yang Bertanya itu.


"Kolor Ijo. Kau bisa aja. Nanti aku carikan musuh untuk bahan percobaan tangan mu yang kesemutan dan rasa kaku." Timpal Rantai Bumi.


"Siap. Ketua. Anda selalu mengerti." Kata Lelaki yang di sebut Kolor Ijo tersebut.


"Rantai Bumi. Aku akan beristirahat dan tidur nyenyak karna esok pas bangun mendapatkan kabar bahwa anak si Lisnawati sialan itu sudah tewas. Kalian keluar lah jalan jalan hepi hepi cari wanita yang menemani malam minggu ini." Titah Engkos Kosasih. Lalu mengeluarkan Uang warna merah segepok.


"Hahahahaha. Kau tak usah sungkan begitu. Kita sudah menjadi saudara. Ingat Rantai Bumi dan kalian bertiga, selalu memakai obat kuat dan pengaman." Tawa Engkos Kosasih. Lalu meninggalkan mereka.


"Siap. Bos. Terima Kasih. Itu sudah pasti hahahahaha. Ayo kita bersenang-senang. Kita minum dan cari perempuan." Ajak Rantai Bumi.


Mereka berempat langsung keluar menuju mobil yang terparkir. Sementara Engkos Kosasih kembali ke rumah nya. Ia menghampiri Istri nya yang sedang menonton televisi siaran sinetron Ikatan Cinta.


"Sayang. Kemana anak gadis kita sudah pukul sembilan malam tak kunjung pulang.?" Tanya Engkos Kosasih.


"Hmmmmmm. Sayang Anak itu. Kamu tahu sendiri kalau malam Minggu pasti pulang nya larut." Jawab Titin Kharisma sekilas tersenyum kearah suaminya lalu pandangan kembali kearah televisi.


"Sama siapa dia keluar nya.?" Tanya Engkos Kosasih.

__ADS_1


"Tadi keluar sama anak Pak RW. Si Mimin. Kata nya Teman nya ulang tahun mau di rayakan di puncak Bogor." Jawab nya.


"Biarkan aja. Sayang. Anak gadis kita sudah besar kamu tidak usah menghawatirkan nya." Kata Titin Kharisma.


"Ia. Sayang. Engkos berjalan kearah dapur ingin membuat kopi dan nonton televisi bersama istri tercinta.


**


Tak lama kemudian. Engkos Kosasih berjalan kearah Titin Kharisma dengan membawa secangkir kopi yang sudah ia seduh. Ia tersenyum kearah Istri nya yang pokus dengan tayangan televisi Ikatan Cinta yang bikin emak emak emosi di buat nya.


"Sial lagi seru serunya. Malah iklan." Rutuk Titin Kharisma.


"Sayang. Kamu bikin Kopi. Kenapa tidak menyuruh aku membuatnya.?" Tanya Titin Kharisma berkerut kening nya.


"Hmmmmmm. Orang kamu dari tadi sibuk nonton film sinetron kesukaan kamu. Mana berani aku menyuruhmu." Jawab Engkos Kosasih. Ia duduk di samping istrinya.


"Hehehehehe. Maap Cintaku. Suamiku. Sayangku. Kekasihku." Puji Titin Kharisma manja.


"Hmmmmmmm. Sayang aku punya film bagus. Kamu mau melihatnya nggak.?" Tanya Engkos Kosasih.


"Wah. Yang benar.!! Film apaan Suamiku.?" Tanya Titin Kharisma.


"Film Blue. Pemeran utamanya. Artis yang menjadi Fans kamu. Maria Ozawa." Jawab Engkos Kosasih.


"Hmmmmmmmm. Nanti ahk sudah selesai sinetron Ikatan Cinta." Kata Titin Kharisma menolak, karna dia memilih film sinetron ketimbang film yang di katakan oleh suaminya. Yang ujung ujungnya akan terjadi pertempuran di atas ranjang.


"Hehehehehe. Tapi kalau udah beres sinetron nya. Janji ya kita menonton bersama sama." Rengek Lelaki setengah tua itu.


"Iya. Sayang. Aku janji. Apa sih yang nggak buat kamu Suamiku. Muaaahhhhhhhh. Titin Kharisma mencium bibir Engkos Kosasih.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2