Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pertemuan Iyus dan Irsyad Maulana


__ADS_3

"Ok.! Balas wanita itu dalam aplikasi wasttap nya.!!


Wanita itu langsung bangkit dan beranjak pergi ke salah satu ruangan rumah yang menjadi markas besar nya.!!


Setelah sampai di ruangan yang di tuju. Tampak beberapa orang yang sedang berpesta dengan di suguhi minuman keras internasional. Wanita itu menghampiri salah satu dari empat lelaki yang sedang menenggak minuman keras.!!


"Ayah. Ketiga mangsa kita sudah berangkat dari perumahan Elit Leles Residance." Kata wanita tersebut.


"Mantap...!! Baiklah kalau begitu. Ayah bersama Rantai Bumi dan anak buah lain' akan bersiap siap." Jawab lelaki yang kemungkinan suaminya.!!


"Ok." Sayang....!! Balas manja wanita itu.!!


Engkos Kosasih dan Rantai Bumi beserta Kedua anak buah nya lalu melangkah keluar meninggalkan Wanita tersebut yang ada di ruangan seorang diri. Engkos Kosasih juga setelah sampai di luar yang di hadapkan dengan dua puluh lebih para preman berjiwa sadis dan sangat kejam sudah bersiap menyambut kedatangan ketiga mangsa nya.!!


"Rantai Bumi....!! Sisihkan beberapa preman menjaga tempat ini. Sisa nya ikut dengan saya di sawah yang menuju bangunan ini." Kata Engkos Kosasih memberi perintah.


"Siap bos perintah anda akan saya laksanakan." Jawab Rantai Bumi.!!


Sueb dan Kadir yang mengerti arti kedipan dari ketua nya langsung memberi aba aba kepada para preman yang ada di halaman bangunan yang telah usang dan tak layak berpenghuni.. Tapi siapa sangka dalam bangunan itu di jadikan alat transaksi bisnis ayam kampung nya Engkos Kosasih.


Semua sudah berada dalam posisi masing masing.!! Sueb memberitahu kan kepada Engkos Kosasih.


"Ayo... Kita berangkat. Biarkan Sueb dan dua preman yang akan menjemput ketiga manusia itu.... Kita tunggu di tengah tengah sawah untuk membunuh nya." Kata Engkos Kosasih.!!


"Siap... Saat nya olahraga malam." Riang Rantai Bumi dan Kadir bersama sisa preman yang sudah berjaga di posisi masing masing.!!


********************


Sementara di jalan raya labuan Cianjur tepat nya di perbatasan penghubung jalan utama antara kabupaten Cianjur dan Bandung Barat.! Seorang pemuda yang sedari tadi menikmati waktu istrahat nya di tukang dagang cincau yang ada di batas jalan labuan Cianjur.

__ADS_1


"Dreaat..........!! Dreaat.................!!


Ponsel pemuda itu bergetar. Ia mengambil ponsel itu dari atas samak. Tampak pesan wasttap masuk ke ponselnya.


"Assalamualaikum.!! Kang saya sudah berada di lokasi yang tak jauh dari jembatan Citarum." Pesan dari seorang yang tak di kenal sudah di baca oleh pemuda tersebut.


"Siap. Tunggu lima menit saya bayar dulu es cincau." Balas Pemuda yang sedang berada di tukang dagang cincau.


"Baik Kang.!! Saya tunggu. Saya mengendarai mobil Honda Civic." Kata pengirim pesan tersebut.!!


Iyus pun tak membalas lagi. Ia segera membayar es cincau ke Ce Rodiah yang sudah menjadi pedagang cincau satu tahun lama nya di jalan penghubung dua kabupaten itu.


Setelah urusan nya selesai dengan membayar es cincau dan satu bungkus rokok. Iyus pun langsung menuju motor yang di parkir tepat di hadapan nya ia duduk.!


Tak lama kemudian. Iyus pun sudah sampai di samping mobil Honda Civic...!! Dalam mobil Civic keluar lelaki setengah tua memakai jas berwarna abu abu dan sepatu hitam mengkilat.


"Kang Iyus Saputra." Sapa Lelaki setengah tua itu.!!


"Perkenalkan nama saya Irsyad Maulana..!! Kita bicara di dalam mobil kang Iyus." Pinta Lelaki setengah tua memperkenalkan dan mengajak nya.


"Baik Tuan." Jawab Iyus singkat.. Mereka berdua melangkah masuk ke dalam mobil milik lelaki setengah tua itu.


Dalam mobil mewah tersebut.. Irsyad lalu menceritakan tentang dirinya yang di suruh oleh Aden Haruman yang tak lain guru nya sendiri untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam majikan Iyus Saputra...!!


"Kang Iyus tadinya saya mau ketemu jam 20:00 malam ini kediaman yang ada di perumahan Elit Leles Residance... Tetapi tadi pukul sembilan malam mendapatkan kabar telepon dari Muhammad Awan Pratama bahwa dirinya membatalkan pertemuan dengan saya tanpa alasan yang kuat. Setelah saya desak kepada Awan akhir Ia menceritakan malam ini menjadi target orang orang dari para preman yang di bayar oleh tetangga nya dan yang bikin saya tercengang bahwa anak Bu Dewi yang jadi Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa sudah di sandera bersama yang lainnya." Kata Irsyad Maulana berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataan nya.


Iyus sendiri tidak berani menyela pembicaraan dari lelaki yang baru beberapa menit Ia kenal.


Setelah Muhammad Awan Pratama menjelaskan semua nya... Saya pun ikut dalam menyelamatkan para sandera yang sedang di sekap oleh istri dari tetangga nya Awan itu..... Awal nya Ia menolak tapi setelah saya ceritakan bahwa saya di tugaskan khusus oleh Aden Haruman.. Maka Awan pun menyetujuinya. Lalu setelah itu Awan pun memberikan nomor Kang Iyus kepada saya, untuk terlebih dahulu memantau pergerakan dari para preman yang telah menyekap sandera sandera tersebut.

__ADS_1


"Begitu lah Kang.!! Cerita nya, satu kehormatan bagi saya ketika kunjungan saya ke kota ini langsung bisa membantu orang yang di minta oleh guru saya yaitu Aden Haruman." Kata Irsyad Maulana panjang lebar.


"Baiklah kalau begitu... Sebaiknya kita bergerak sekarang.!! Mungpung masih ada waktu sekitar dua jam lagi bos Awan tiba ke lokasi ini." Kata Iyus memberi saran.!!


"Iya. Kang dan saya juga udah menghubungi beberapa anggota padepokan yang sangat terlatih di daerah cabang Sukabumi kemungkinan sekitar 40 menit lagi mereka akan sampai di lokasi ini." Kata Irsyad Maulana.


"Mantap Tuan." Jawab Iyus singkat tersenyum.!!


Obrolan mereka berdua terhenti ketika ponsel mereka berdua sama sama bergetar tanda pesan masuk ke aplikasi wasttap.!!


Iyus Saputra maupun Irsyad Maulana sama sama membuka pesan tersebut..!!


"Saya bersama Nabil dan Bu Dewi.!! Mulai berangkat.!! Sepuluh murid Mama Sepuh dan Teh Lara sudah bergerak menuju jalan pintas sebaiknya. Iyus posisi dimana. Apakah sudah bertemu dengan seseorang yang di suruh menemui mu." Pesan dari Awan telah terbaca oleh Iyus Saputra.


"Siap Tuan Muda.!! Saya sedang mengobrol bersama Tuan Irsyad. Posisi saya berada tidak jauh dari lokasi para pedagang cincau." Balas Iyus Saputra.


"Baiklah saya satu jam lebih sudah sampai dalam titik penjemputan oleh para tersangka.. Lindungi Nabil dan Bu Dewi." Pesan Awan memberi perintah.!..


"Baik... Tuan Muda. Saya akan melindungi mereka berdua dengan taruhan nyawaku." Balas Iyus.!!


"Terima Kasih Iyus.!!


"Sama. Sama Tuan Muda.! Sudah menjadi tugas ku.!! Pesan terkirim dan tak ada balasan lagi dari Muhammad Awan Pratama.!!


"Sudah kang berkirim Pesan nya.?" Tanya Irsyad Maulana.!!


"Sudah.! Majikan ku sudah berangkat.! Kita harus melindungi Nabil dan Bu Dewi pesan Awan kepada saya." Kata Iyus.!!


"Siap Kang kita akan sama sama." Jawab Irsyad. Lalu Iyus Saputra pun mengangguk tersenyum.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2