Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Persetan Dengan Cinta


__ADS_3

Ia. Lihat ponselnya tertera angka 23:00 Satu jam lagi menunjukkan tengah malam, Kenapa mata ini tidak bisa terpejam, Apakah karna terlalu banyak minum kopi hari ini." Ucap pemuda dalam kesendirian di malam itu.


"Mira. Kiara dan Irma. Maapkan saya, Karna ulah kedengkian dan rasa iri hati terhadap ku dan keluarga ku. Kalian akan menjadi target seseorang yang tidak suka terhadap diriku dan keluarga ku.


Belum beres permasalahan Bunda Azzahra dan Nabil. Kini timbul lagi masalah ketiga sahabat ku. Pusing aku ya Tuhan." Awan berbicara sendiri sambil mengacak rambutnya.!!


"Aden Awan." Tegur seorang wanita dari arah belakang. Hingga pemuda yang di tegur pun membalikkan badannya seraya tersenyum.!!


"Bu Ida.!! Ucap nya.


"Boleh Ibu duduk.," Pinta wanita beranak tiga itu.


"Silahkan Bu." Jawab nya.


"Aden Muda. Kenapa belum tidur.?" Ini sudah larut. Tak baik dengan kesehatan mu Nak.?" Tanya Bu Ida penuh dengan perhatian.


"Aku juga tak tahu Bu. Malam ini mataku sulit untuk terpejam. Apakah terlalu banyak minum kopi atau banyak pikiran yang saat ini aku pikirkan. Ibu sendiri kenapa belum tidur.?" Tanya pemuda itu balik bertanya.!


Sesaat senyuman manis terukir di bibir wanita itu. Lalu ia mulai berbicara. Ibu barusan tidur sebentar sambil menidurkan anak yang paling bungsu. Karna teringat belum melaksanakan ibadah salat isya, makanya terbangun dan melihat Aden Muda masih di luar dengan kesendirian nya.


"Aden Muda. Emang apa yang sedang di pikirkan oleh mu Nak.?" Tanya Bu Ida.


"Biasa Bu. Mikirin cinta. Hahahahaha." Ia berbohong sambil tertawa. Bu Ida tersenyum.


"Aya, Aya wae Aden Muda mah.! Tak gunalah Aden Muda sampai mikirin cinta. Hidup ini realita, kita tidak di napkahi oleh yang namanya cinta, percuma Aden hanya punya tampang cantik, tampan, tetap dalam kehidupan sehari-hari yang di butuhkan oleh sebuah pasangan adalah materi bukan cinta. Ibu sendiri sudah merasakan akibat mengejar cinta dari seseorang hingga seluruh harta habis dan kehidupan yang sangat menderita." Ucap wanita beranak tiga itu.

__ADS_1


Pemuda itu kaget bukan main setelah mendengar perkataan dari wanita yang bekerja di rumahnya. Tadinya hanya iseng saja dan candaan receh menjawab tentang cinta, tapi itu membuat luka lama dalam diri Bu Ida terbuka kembali.


Bu Dewi dulu pernah berkata kepada pemuda itu. Bu Ida adalah orang yang mempunyai harta yang melimpah dari warisan kedua Orang Tua nya. Ia anak satu satunya. Tapi karna mencintai seorang lelaki yang menjadi ayah dari ketiga anaknya, keiinginan orang yang di cintai nya ia berikan hingga seluruh harta peninggalan dari kedua Orang Tua nya habis.


Setelah semua nya habis, Bu Ida di tinggalkan begitu saja dengan anak anaknya sampai saat ini suaminya tak kunjung kembali. Mungkin karna Bu Ida sudah tidak mempunyai apa apa lagi.!!


PERSETAN DENGAN CINTA YA BU. Ucap pemuda itu.


Bu Ida mengangguk.!! Mata nya berkaca kaca mengingat kebersamaan bersama seorang yang sangat Ia cintai hingga terkena dengan kata kata manis dan menyerahkan seluruh harta yang di berikan oleh Ayah dan Ibu nya, karna percaya nya dengan kata kata cinta.


"Maapkan Awan Bu. Telah membuat Ibu sedih dan membuka luka lama serta kenangan pahit kehidupan Bu Ida." Kata Awan memohon.


"Ahk. Aden Muda kenapa harus meminta maap. Itu masa lalu yang harus di kubur dalam dalam. Kini masa depan Ibu sudah terlihat bahagia berkat pertolongan dan perantara dari Bu Dewi, hingga bisa bekerja dengan Aden Muda.. Anak anak juga Alhamdulillah bisa sekolah. Ibu saat ini sangat bersyukur mempunyai majikan yang baik seperti Aden Muda." Jawab wanita itu dengan keikhlasan hatinya.


"Syukur Alhamdulillah Ibu sudah bahagia. Awan ikut senang mendengar nya." Ucap pemuda itu tersenyum.


#################################


Kabut tipis masih menyelimuti suasana pagi ketika seorang lelaki berusia 20 tahun bersama dengan tetangga di kampung nya menginap di rumah yang jauh dari pemukiman warga.


Tak lama kemudian Jamil pun terbangun dan menjejakan kaki turun dari rumah panggung yang terletak di lereng Gunung Slamet. Jarak tempuh dari tempat penyimpanan mobil kami hanya sekitar 8 km dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit berjalan kaki menuju rumah Jono anak dari dukun santet yang sedang bertapa di kaki bukit Gunung Slamet bersama Bob Hidayat dan Betmen.


"Mas, Jono apakah saya boleh meminta tolong, kepada sampean.?" Tanya Jamil ketika Ia turun sambil menghirup udara segar di pagi hari itu.


Silahkan. Tuan Bos Jamil. Apa yang bisa saya bantu." Jawab Pemuda yang di panggil Jono itu.

__ADS_1


"Begini. Mas Jono mungkin beberapa para pengawal ku, Membutuhkan sarapan di pagi ini untuk sekedar mengganjal perut yang keroncongan. Bila tidak keberatan untuk membelikan beberapa makanan dan kopi untuk di santap pagi ini." Kata Jamil, Ia membalikkan badan nya.


"Ohk. Tentu bisa Tuan Bos Jamil." Jawab Jono dengan senyuman manisnya, terlihat berjejer rapi gigi putih nya.


"Terima Kasih Mas Jono jangan lupa sekalian beli rokok beberapa bungkus" Kata Jamil lalu memberikan uang lima lembar berwarna merah.


"Siap. Tuan Bos Jamil. Pemuda itu lalu beranjak pergi meninggalkan gubug tempat para tamu yang ingin bertapa dan meminta bantuan dari ayahnya.


Setelah kepergian Jono untuk membeli beberapa makanan dan kopi serta rokok, yang mungkin satu jam ia kembali lagi ke gubug reot ini. Jamil pun lalu beranjak naik untuk mengambil ponsel yang Ia cas untuk menelepon beberapa anak buahnya yang Ia susupkan di kalangan internal Tedi Ferdiansyah dan Excel serta Robi Asisten Tuan Besar.


Setelah ponsel itu di hidupkan, tak lama kemudian dari beberapa aplikasi wasttap dan telepon terlihat dan terdengar suara notifikasi pesan masuk dan panggilan telepon tak terjawab.


"Hmmmmmmm. Ada lima panggilan tak terjawab dalam telepon seluler dan tiga panggilan tak terjawab dalam panggilan wasttap serta sepuluh pesan masuk." Ucap Jamil dengan sibuk dengan ponselnya.


Ketika Jamil mau membalas pesan masuk, tiba tiba ponsel nya bergetar dan berdering tanda panggilan masuk ke ponsel miliknya, Ia pun langsung mengangkat nya.


"Halo. Selamat pagi bos Jamil. Saya Ikhsan mau melaporkan beberapa informasi penting." Kata satu suara di sebrang telepon.


"Silahkan Ikhsan.!! Jawab Jamil.


"Menurut informasi dan pemantauan saya dan beberapa anak buah yang di susupkan di kalangan mereka, bahwa Tuan Aidil dan Ahmad sudah bertemu dengan orang yang di cari. Kabar nya Tuan Ahmad dan Aidil akan segera membawa mereka berdua kembali menuju ke negaranya." Kata Ikhsan memberikan laporan hasil pemantauan tersebut.


"Laporan dari anda saya terima. Sekarang segera persiapkan untuk pencegahan pemberangkatan mereka, kita akan menyerang dan membantai dari sisi kiri kanan depan belakang." Titah Jamil dari sambungan telepon.


"Baik Bos saya mengerti.! Ucap Ikhsan lalu mengakhiri panggilan telepon nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2