
Sementara kita tinggalkan dulu perjalanan Muhammad Awan Pratama, bersama dendam Bob Hidayat kepada Ustadz Jay dan perusahaan Future Nugraha Company, kita pusat kan terlebih dahulu bab ini menuju negara dimana Azzahra Masika Fatharani dan anaknya Nabil Nur Fadillah lahir.
Disalah satu yang sangat jauh sekali dari perjalanan pemuda yang tampan dan tengil tapi mempunyai kecerdasan yang sangat menjanjikan tepatnya di Negara Piramida.
Sebuah Rumah bak Istana kerajaan yang begitu mewah dan besar dengan halaman yang begitu luas, serta di dalamnya terdapat barang barang yang begitu mewah dan harga yang sangat pantastis bila di jual. Saat itu sedang berkumpul nya para pejabat penting di kediaman milik Moch Ismail, orang terkaya nomor sepuluh di Negara tersebut.
Pukul 03:00 dini hari Moch Ismail orang terkaya nomor 10 di Negara Piramida itu menghembuskan nafas nya untuk yang terakhir di pangkuan adiknya Yaitu Moch Aidil. Kedua anaknya dan Saudara serta sanak kerabatnya berdatangan setelah menerima kabar dari Asistennya. Mereka tidak menyangka kabar tentang kematian yang begitu cepat karna sehari sebelum kematiannya Moch Ismail tampak begitu sehat serta memimpin rapat perusahaan dengan para jajaran staf dan direksi di perusahaan milik nya itu.
Malam itu pukul 20:00 Moch Ismail dan Ahmad serta Adik nya Moch Aidil berada di ruangan kerja milik Moch Ismail sedang berbincang bincang dengan begitu serius.
"Adikku......' Dan kau Asisten ku...! Mungkin ajal ku tidak akan lama lagi. Kemungkinan esok hari aku sudah tidak ada di bumi ini...! Kata nya seraya menatap kepada dua orang lelaki yang sedang duduk bersama dirinya.
"Ahk.....! Kakak ku...! Kau jangan bicara begitu. Dan melawan Takdir....! Mati dan hidup nya Seorang mahkluk tidak ada yang mengetahui...! Kau Akan berumur panjang." Jawab Adik nya memberi nasehat.
"Adikku.....! Terlalu banyak kejahatan yang telah aku perbuat. Terlalu banyak dosa yang telah hinggap dalam perjalanan hidupku. Adikku dan Kau Asisten ku. Aku hanya punya satu permintaan dari kalian berdua." Ucapnya sambil Air mata nya mengalir dari kelopak mata nya sehingga pipinya basah seketika.
Ahmad, Asisten Moch Ismail selama dia mengikuti Tuan nya yang sudah lama. Baru kali ini dia mengeluarkan Air mata nya, Sehingga. Ia sendiri ikut meneteskan Air mata nya hingga terjatuh.
"Kakak......! Moch Ismail Apa yang kau minta dari kami berdua.! Jawab Adik nya.
Ismail...... memberikan satu map lengkap dengan Poto dan berkas berkas penting lainya yang sudah dia tanda Tangani dan Syah di mata hukum.
__ADS_1
Moch Aidil. Menerima berkas dari kakak'nya langsung membuka map itu serta membaca nya.
Dia manggut - manggut dan memahami semuanya. Karna di saat terjadi pengusiran terhadap istrinya. Tiga hari berlalu Moch Aidil menemukan Azzahra Masika Fatharani bersama anak atas informasi dari selir Moch Ismail yang merasa kasihan atas pitnah yang ia dapatkan. Azzahra lalu menjelaskan semua tentang di usir oleh suami dan tidak di terima oleh kedua Orang Tua nya.
#Plasback Off#
Azzahra Masika Fatharani. Lima tahun yang lalu seorang ibu rumah tangga yang mempunyai anak perempuan satu satunya yaitu Nabil Nur Fadillah dia istri kedua dari seorang Tuan besar terkaya nomor sepuluh di Kairo Mesir.
Akibat ulah dari saudara saudara almarhum istri pertama dan selir selir yang menemani nya dia dituduh berjina dan berselingkuh dengan bawahan suaminya.
Bukti dan rekayasa Azzahra selingkuh dengan bawahan tampak begitu jelas setelah Ia sedang tidur dengan seorang pelayan Mansion akibat di beri minuman oleh salah satu selir suami nya itu.
Dia masih ingat saat sebelum kejadian itu Azzahra sedang meminta bantuan kepada pelayan nya untuk menjemput Nabil yang sedang bersekolah. Karna dia merasakan tidak enak badan.
Bawahan yang bernama. Salim itu membopong nya sampai ke kamar Nona muda kecil bersama Nyonya Azzahra dari belakang mengikuti nya.
Di saat Salim sedang membaringkan anak majikannya bersama Nyonya Azzahra dari belakang pukulan benda keras pun secara bersamaan menuju tekuk lehernya. Dan seketika mereka berdua pingsan saat itu.
Entah apa yang terjadi selanjut nya. Saat mataku terbuka karna di siram air oleh suamiku aku sedang tertidur dengan bawahan ku tampa sehelai benang pun.
Malam itu agak mendebarkan. Perasaan gelisah campur ketakutan menyelimuti hati wanita usia 35 tahun itu. Adzan berkumandang persis mendukung situasi yang ku alami. Untuk menutupi kegelisahan itu, wanita itu melangkah pergi ke kamar mandi dan pergi menunaikan salat.
__ADS_1
Selesai melaksanakan salat nya, Ia termenung dan mengingat awal mula hatinya terpincut kepada seorang lelaki tampan nan gagah berstatus duda anak dua yang bernama Moch Ismail.
Aku tak mendengar apapun tentang dia. Tak juga kucari tahu sebelumnya. Tentang jiwa yang menurutku cerdas, dan (maaf) dengan lancang aku harus ungkapkan bahwa memandangnya aku tenang.
Setiap kali mendengar sebuah nama, seakan mata dan hatiku tertuju tanpa disuruh. Nama itu telah merenggut sebagian dari kemerdekaan ku untuk memilih. Aku dibuatnya tak bisa berpaling dan aku pun bebas mengarungi hatinya lewat imajinasi yang membawa kepada duka dan nestapa.
Aku dibuatnya tak merdeka lagi oleh jiwa yang ku anggap gagah namun meninggalkan luka yang dengan sadisnya menikam dan mempitnah hati dengan perlakuan yang tak berperikemanusiaan. Mirisnya, aku mengiyakan tikaman itu sampai sekujur tubuhku bermandikan peluh dan malu atas perbuatan yang wajib ku tanggung tanpa mengeluh.
Sosok dia ku gambarkan tanpa ada rekaan. Di waktu Zuhur aku dibuatnya gemetar. Di hadapan kedua Orang Tua ku sosok seorang suami yang menjadi pelindung ku dan anakku mempitnah diriku berhianat bersama pelayan dan saat itu dunia terasa runtuh.
Aku dan Anakku di usir oleh suamiku dan kedua Orang Tua ku serta memutuskan tali ikatan darah antara ayah karna menanggung rasa malu teramat hina.
Aku dan Anakku pergi meninggalkan tempat kelahiran ku. Entah akan pergi kemana. Satu hari berlalu aku dan anakku berjalan yang tidak mempunyai arah tujuan. Moch Aidil datang bersama seorang wanita yang Azzahra tahu bahwa dia selir suami nya yang selalu membantu nya menemukan ku dan Nabil Nur Fadillah, lalu membawaku dan anak ku ke sebuah restoran untuk makan dan sekedar bertanya akan pergi kemana.
"Kakak, Ipar sebaiknya Makan lah dulu sebelum kita mengobrol.'' kata Aidil setelah hidangan berada di meja restoran di sajikan oleh pelayan restoran.
"Baiklah......! .Ucap Azzahra seraya menatap kearah Nabil Nur Fadillah anaknya yang duduk di samping nya.
Mereka bertiga makan dengan lahapnya. Tampa sepatah kata pun keluar dari mulut mereka bertiga.
Setelah 30 menit lama nya mereka bertiga pun selesai makan. Di restoran mewah tersebut. Adik Suaminya lalu mulai bertanya.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.