Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Identitas Awan sudah di ketahui oleh Firmansyah


__ADS_3

Kantor Besar Future Nugraha Company Group. Di dalam Ruangan direktur perusahaan. Seorang pemuda tampan sedang duduk di kursi pimpinan bersama dengan sang Asisten ayah nya yaitu Tuan Robi.


"Kak. Robi. Apakah kau sudah meninjau lokasi lahan yang akan di buat Mall terbesar di kota kecil tempat adikku tinggal.?" Tanya Pemuda itu.


"Tuan Muda.! Semua perintah dari anda sudah saya cek dan pantau ke kantor badan pertanahan Nasional bahwa surat itu bener adanya adalah milik haji Sunarti yang di beri kuasa secara langsung kepada Muhammad Awan Pratama.


"Berapa harga yang harus di keluarkan oleh pihak perusahaan kita. Untuk mendapatkan lahan tersebut.?" Tanya Excel dengan tahan mengetuk ngetuk meja dengan jari nya.


"Mohon. Maapkan saya. Tuan Muda.. Masalah harga lahan tersebut tidak memberi jawaban. Katanya semua yang berurusan dengan lahan tersebut bisa di tanyakan langsung kepada pemberi kuasa." Jawab Robi.


"Tidak apa apa Kak Robi. Itu lebih baik. Jadi aku tinggal menelepon adik ku. Excel mengeluarkan ponselnya dan memencet tombol kontak telepon untuk menelepon pemuda yang ada di kota kecil daerah Jawa Barat.


Nada dering terdengar oleh seorang pemuda yang di panggil Tuan Muda itu.


"Halo.


"Kak Excel. Ada apa nelepon di siang ini.?" Tanya satu suara dari sebrang telepon.


"Hehehehe. Awan. Apakah mengganggu nggak. Kakak nelepon di siang ini.?" Tanya Excel dengan senyuman terkekeh.


"Tidak Kak. Kebetulan Awan sedang berada di rumah Bunda. Sedang bersama sahabat dan keluarga." Jawab pemuda itu yang bernama Awan itu.


"Ada penting apa hingga Kak. Excel menelepon.?" Tanya Awan.


"Begini adikku. Kakak mau menanyakan tentang perihal lahan yang pernah kamu ajukan untuk pembikinan Mall terbesar di kota kamu. Kakak sudah berdiskusi bersama Robi dan staf lainya bahwa mereka sudah setuju. Kira kira berapa dana yang harus di keluarkan.?" Dan apakah surat surat tanahnya ada di siapa.?" Tanya Excel dalam sambungan telepon.


"Alhamdulillah. Kalau sudah di setujui oleh semua pihak perusahaan. Kalau masalah harga pemilik lahan memberikan harga 25 miliar, dan surat surat nya di pegang oleh aku." Jawab Awan tersenyum bahagia siang itu, akhirnya lahan yang di beri kuasa oleh almarhum Pak Diki istrinya haji Sunarti akan segera berakhir.


"Baiklah....! Awan.. Diel. Kakak, akan meluncur lusa dan segera akan meninjau dan mensurvei lokasi lahan tersebut.


"Siap. Kak, Awan tunggu. Kalau begitu Awan akan segera menyiapkan segala sesuatunya." Kata Awan di sebrang telepon.

__ADS_1


"Ok. Adikku. Kau sibuk lah di sana. Kakak akan menjalani aktivitas kembali di sini." Kata Excel.


"Siap. Kak. Tut........ Tut........ Tut......... Panggilan telepon pun berakhir.


Excel dan Robi pun lalu beranjak pergi keluar sesudah selesai dengan panggilan telepon dengan pemuda yang menjadi media atas proyek yang akan di eksekusi oleh perusahaan Future Nugraha Company Group.


"Tuan Muda. Kita akan kemana.?" Tanya Robi di sela berjalan menuju pintu keluar dari ruangan direktur.


"Kak. Kita kerumah sakit. Katanya Teh Erna istri almarhum Paman Andri Setiawan sudah melahirkan.'' Jawab Excel.


"Alhamdulillah. Apakah mereka berdua selamat Ibu dan anak nya.?" Tanya Robi.


"Kata adik iparnya. Persalinan normal dan ibu serta bayi nya selamat. Ayah dan ibu serta adikku Friska sedang menuju rumah sakit, untuk sekedar menjenguk." Jawab Excel dengan senyuman.!!


Satu unit Mobil Lamborghini Sian bergerak melaju keluar dari area kantor besar Future Nugraha Company Group, menuju rumah sakit harapan bunda yang ada di kota Jakarta.


Satu jam kemudian mobil mewah Lamborghini Sian pun masuk ke area parkir rumah sakit tersebut, mobil mewah tersebut bergerak melaju pelan dan berhenti tepat di samping mobil Pajero Sport mewah milik ayahnya yang mungkin telah tiba terlebih dahulu.


Obrolan masih berlanjut antara Firmansyah dan Tuan Safir di kediaman Mansion mewah milik Agus Ferdiansyah Orang Tua dari Firmansyah.


Tiba tiba ponsel milik pemuda itu berdering keras hingga memekakkan telinga mereka berdua. Pemuda itu langsung melihatnya.


"Hmmmmmmmm." Jamil. Gumam pemuda itu dan langsung menggeser layar ponselnya untuk menjawab panggilan telepon nya.


"Kriiiiing''...............!!


"Kriiiiing''...............!!


"Kriiiiing''...............!!


"Halo. Jamil. Ada informasi terbaru yang akan kau sampaikan hari ini.?" Tanya pemuda itu menjawab panggilan telepon.

__ADS_1


"Bos Besar. Semua informasi tentang pemuda yang tempo hari di pertemuan malam itu sudah ada dalam genggaman saya." Lapor Jamil dalam sambungan telepon.


"Bagus........ Kamu memang bisa di andalkan. Apakah ada informasi tambahan tentang anak nya Tedi Ferdiansyah dan Asisten nya.?" Tanya Seorang yang di panggil Bos Besar itu.


"Menjawab Anda bos besar. Tuan Muda Excel dan Asisten baru saja keluar dari kantor perusahaan menuju rumah sakit harapan bunda. Tujuan nya untuk menjenguk istri dari almarhum Andri Setiawan, karna mendapatkan kabar bahwa istrinya sudah melahirkan. Tuan Besar dan Nyonya Besar beserta Nona Muda Friska sudah berada di rumah sakit.


"Hmmmmm. Biarkan saja mereka sibuk dengan aktivitas yang tak bermanfaat. Sekarang kau segera untuk datang kesini. Kita akan segera meluncur untuk menemui pemuda itu." Titah Bos besar itu, mengacuhkan informasi kegiatan pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group.


"Siap Bos Besar. Segera saya akan meluncur dan datang ke tempat anda." Kata Jamil.


"Ok." Saya tunggu..........!! Lalu mengakhiri panggilan telepon.


"Tuan Safir. informasi jati diri pemuda yang membawa anak dari Moch Ismail sudah berada dalam genggaman tangan anak buah ku." Kata Firmansyah setelah selesai dengan laporan dari anak buah nya melalui sambungan telepon.


"Hah........ Apakah Tuan Firmansyah. Tidak sedang bercanda atau hanya memberikan kabar surga kepada saya." Jawab Safir terkejut.


"Hmmmmmm." Apakah saya terlihat sedang bercanda Tuan Safir.?" Tanya Firmansyah.


"Bukan. Begitu maksud saya Tuan.! Saya hanya terkejut bisa secepat itu menemukan pemuda itu yang sedang menggandeng tangan gadis berusia 15 tahun di malam pertemuan itu.


"Hahahahahahah. Sebaiknya kita tunggu kedatangan anak buah saya yang sedang menuju kesini Tuan." Jawab Firmansyah tak mau ambil.


"Baik. Baik. Tuan Firmansyah. Saya ikut apa kata anda." Pasrah Safir. Pemuda itu hanya tersenyum melihat lelaki setengah tua di hadapannya.


"Tok.........!! Tok........!! Tok.........! Setelah menunggu hampir tiga puluh menit ketukan pintu ruangan khusus terdengar dari arah luar. Firmansyah pun beranjak untuk membukakan pintu tersebut.


"Ceklek. Ensel kunci terdengar dan pintu pun terbuka, senyuman mengembang dari bibir pemuda itu setelah seorang lelaki berusia 30 tahun terlihat di balik pintunya.!!


"Jamil. Ayo masuk. Tuan Safir sudah menunggu tentang informasi yang kau dapat." Kata Firmansyah mempersilahkan.


"Terima Kasih Bos. Lalu berjalan masuk setelah masuk di ruangan itu. Jamil pun langsung membungkuk hormat kepada lelaki berusia 40 tahun dengan hidung mancung terlihat bukan warga negara asing.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2