Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pipit Di tolong Oleh Azzahra Masika Fatharani


__ADS_3

Malam pun semakin larut, wanita berusia 30 tahun terus berjalan bagaikan seorang wanita gila dengan rambut acak acakan melewati perkampungan yang sangat padat penduduk, sesekali di tertawa kan serta di katai orang gila oleh beberapa anak kecil seraya di lempar oleh beberapa batu kerikil.


"Orang gila........ Orang gila....... Orang gila....... Orang gila..... Begitu lah anak anak memanggil Pipit di saat dia berjalan tanpa arah dan tujuannya.


Dia tersenyum tapi hatinya menangis, ini hukuman yang di berikan tuhan kepada nya. Ini azab yang dia terima oleh nya atas penghianatan rumah tangga nya. Karna rasa lelah berjalan terus menerus wanita yang di sangka gila pun kini duduk di salah satu pos ronda dengan kaki di selonjor kan ke depan badan di tempelkan ke badan pos sambil mata menatap Kedepan dengan tatapan kosong.


Satu jam lamanya dia terus menerus merenung dalam dinginnya malam, hingga dia lalu beranjak pergi melanjutkan langkah nya lagi menuju arah kaki yang melangkah, tak terasa waktu menunjukkan pukul 22:30 tepat di salah satu kios yang masih terbuka. Pipit pun langsung menghampirinya, untuk sekedar beristirahat atau meminta sesuatu yang akan di makan karna rasa lapar dari perutnya yang terus menerus bernyanyi.


"Bu....... sedekah nya Bu......... sedekah nya Bu........ saya belum makan dari pagi." Ucap Pipit kepada pemilik warung di pinggir jalan tengah malam itu.


Kemudian Nabil Nur Fadillah mendengar suara meminta sedekah di malam itu Ia bangkit dari duduknya untuk memberikan beberapa roti untuk di makan oleh seorang wanita yang ia minta minta.


"Aaaaaaaaaa Setan. " Pekik Nabil anak perempuan Azzahra Masika Fatharani seketika ia sembunyi di bawah kolong dagangan nya itu.


Sementara Azzahra yang terkejut mendengar teriakkan anaknya langsung berlari dari arah belakang yang sedang mencuci beberapa piring kotor langsung masuk kedalam kios dan melihat anaknya sedang bersembunyi di kolong laci tempat menaruh uang.


"Bil Nabil kenapa kau berteriak dan bersembunyi di sini.?" Tanya Azzahra cemas.


"Bun..... Bund..... Bunda....... Ada setan di depan warung." Ucap Nabil ketakutan.


Lalu Azzahra berdiri dari jongkoknya dia melihat celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan serta ke depan tidak terlihat ada sesuatu yang mencurigakan.


"Sayang Anakku tidak ada apa apa, bunda lihat kesana kemari." Kata Azzahra.


"Ada....... Bunda coba lihat keluar.! Titah Nabil masih sembunyi di kolong tempat penyimpanan uang.


Azzahra pun keluar dari kios dan terus melangkah berjalan memutar untuk menuju kios depan, dia terkejut melihat seorang wanita sedang memakan satu buah roti, penampilan baju yang penuh dengan noda tanah becek dan rambut berantakan milik kuntilanak.

__ADS_1


"Jadi ini yang bikin anakku berteriak ketakutan." Ucap Azzahra. Membuat Pipit langsung berbalik badan menatap kearah suara yang baru saja terdengar.


"Maapkan saya Bu, saya lapar dan tidak bermaksud menakuti anak ibu." Jawab Pipit dengan suara serak.


"Tidak apa apa Nak.!! Ayo sini kamu sebaiknya mandi dan ganti seluruh pakaian mu, hingga anakku tidak ketakutan." Pinta Azzahra iba dan kasihan melihat wanita itu.


Pipit hanya menunduk, Air mata nya jatuh. Lalu dia berdiri dan mengikuti ajakan dari ibu pemilik warung itu berjalan menuju rumah kontrakan yang ada di belakang kios dagangan nya itu.


"Siapa nama mu Mbak.?" Tanya Azzahra ketika pemilik warung itu membukakan pintu kontrakan rumah nya.


"Pipit Bu." Lirih wanita yang di sangka hantu oleh Nabil Nur Fadillah.


"Nama yang Indah. Saya Zahra.........! Kenapa kamu bisa begini keaadaan nya.?" Tanya Azzahra.


"Cerita nya panjang Bu." Ucap Pipit seraya menyeka Air Mata nya yang mengalir dari kelopak bola mata indahnya.


"Yaa......... Sudah nanti saja kamu ceritakan kepada saya, sebaiknya bersihkan dulu seluruh badanmu." Titah Azzahra seraya membawa Pipit pergi ke kamar mandi.


"Mbak Pipit baju dan celana serta yang lainnya. Aku taro di kursi.......! Kalau sudah beres mandi nya kamu tunggu aja di rumah. Aku mau tutup warung dulu." Kata Azzahra dengan suara nada tinggi.


"Terima Kasih banyak Bu sebelumnya. Silahkan." Teriak Pipit dalam kamar mandi.


*******************************************


Sementara di salah satu rumah pasangan suami istri setengah tua dan terkaya di kampung Situ Babakan. Engkos Kosasih yang baru tiba perjalanan jauh nya mengunjungi rumah gurunya yang sangat sakti mandraguna. Baru saja tiba dan di sambut hangat oleh istrinya Titin Kharisma malam itu.


"Sayang baru sampai.! Bagaimana hasilnya.?" Tanya Titin seraya mencium tangan milik suaminya.

__ADS_1


"Pokoknya mantap dan akan langsung mengenai sasaran sampai ke ulu hati Lisnawati dan Romlah." Jawab Engkos senang dan bahagia.


"Wuis.... Mantap sayang. Ayo masuk, aku kasih servis yang memuaskan biar rasa capek dan lelahnya hilang." Goda Titin.


"Istriku emang tahu keinginan suami." Ucap Engkos Lalu merangkul istrinya untuk masuk kedalam rumah.


Tak lama setelah itu pasangan suami istri itu kini berada di dalam rumah. Engkos pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh badan nya yang lengket karna keringat dan wajah yang terkena debu jalanan. Sedangkan Titin Kharisma menyiapkan minuman serta obat penambah stamina untuk pertempuran di malam hari ini, guna menyenangkan suaminya yang habis perjalanan jauh untuk meminta pertolongan dari dukun sakti yang ada di daerah pesisir pantai selatan.


"Istriku dari tadi ayah tidak melihat anak perawan ku. Kemana dia.? Tanya Engkos setelah keluar dari kamar mandinya.


"Lisa nginep di rumah Nenek." Jawab Titin Kharisma seraya mengaduk ngaduk minuman yang ada di gelas nya.


"Tumben dia mau nginep di rumah Nenek nya, biasa anak gadis kita suka ogah dan malas." Kata Engkos penasaran.


"Kayak tidak tahu aja, sipat anak mu kaya Angin." Jawab Titin lalu memberikan minuman kepada suaminya.


"Mantap............! Ucap Engkos setelah minuman yang ia minum teguk sampai habis.


"Sayang kamu tunggu di kamar ya. Aku mau membersihkan terlebih dahulu Goa kenikmatan yang ada di tubuhku." Ucap Titin seraya memegang batang yang menjulang tinggi milik suaminya.


"Aww.......... Nikmat......! Pekik Kosasih.


Titin langsung pergi ke kamar mandi dengan senyuman menggoda. Sedangkan Engkos langsung berjalan masuk kedalam kamarnya.


Tak lama setelah itu Titin pun lalu keluar dari kamar mandi dia berjalan menuju kamarnya dengan pakaian lingerie yang tampak menjulang gunung besar berdempetan dan di bawah gunung itu terlihat jelas Goa hitam yang memekak di tumbuhi pohon pohon yang berwarna hitam saling berkerumun.


Melihat istrinya datang dengan pakaian yang sangat menggoda, hingga air liur pun mengalir dari mulut Kosasih. Mata nya tajam menatap kearah Istri nya yang seakan akan siap melahapnya di malam ini.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2