Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Awan Tiba di Mansion Tang Tang Dor


__ADS_3

.............................. "Aku harap pemuda itu bisa menolong Kedua Orang Tua ku dari hal hal yang tak kasat mata." Kata Liem Tank Cie.


"Berapa pun yang di minta oleh pemuda itu, asalkan Ayah dan Ibu ku bisa sembuh sedia kala, aku akan membayarnya.." Sambung Liem Tank Cie.


"Saya percaya kedua Orang Tua anda Nona Muda pasti sembuh dengan jalan dan perantara dari Muhammad Awan Pratama." Ucap Ahong.


"Mudah Mudahan. Ko Ahong." Kata Liem pelan.


Obrolan mereka sudah hampir tiga puluh menit lamanya.. Tiba tiba ponsel Asisten Tuan Tang Tang Dor pun berdering, tanda panggilan masuk ke ponselnya.


"Kriiiiing''......................!


"Kriiiiing''......................!


"Kriiiiing"......................!


"Nona Muda, ijin untuk mengangkat telepon." Ucap Ahong, Lalu mengambil ponsel yang di simpan dalam saku celana setelah jawaban anggukan kepala di berikan oleh Liem Tank Cie.


"Halo.. Selamat sore dengan siapa saya berbicara.?" Tanya Ahong menjawab telepon masuk yang tak ada dalam daptar telepon.


"Selamat sore juga, Tuan.. Apakah ini nomor Pak Ahong Asisten Tuan Tang Tang Dor..?" Tanya balik sang penelepon dari sebrang.


"Iya saya sendiri... Dengan siapa ini... Tapi suara anda tidak asing bagi saya, apakah ini dengan Tuan Awan.?" Kata Ahong.


"Hehehehe.... Iya Tuan saya Awan... Saya sudah sampai di Jakarta dan sudah berada di area rumah sakit tempat dimana majikan anda di rawat." Jawab sang penelepon yang tak lain Muhammad Awan Pratama.


"Panjang umur Tuan Awan, baru saja saya bersama dengan Nona Muda Liem Tank Cie membicarakan anda. Anda sudah berada di area rumah sakit. " Puji Ahong.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Awan, mohon menunggu sepuluh menit saya bersama dengan Nona Muda sekarang menuju area rumah sakit." Kata Ahong lagi.


"Siap Tuan Ahong.. Saya tunggu di kantin rumah sakit." Jawab Awan.. Lalu mematikan panggilan telepon nya.


Setelah telepon berakhir.. Ahong pun langsung bangkit dan mengajak anak majikannya untuk menemui pemuda yang di tunggu kedatangan nya, untuk menjenguk Tuan Tang Tang Dor dan ibu nya.


"Nona Muda. Mari kita ke kantin rumah sakit.. Tuan Awan sudah menunggu." Ajak Ahong sang Asisten. Lalu Liem Tank Cie pun bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menuju pintu keluar restoran menuju rumah sakit rakyat yang berada di samping nya itu.


########


Sementara di samping bangunan restoran mewah tepatnya di salah satu kantin di rumah sakit itu, Muhammad Awan Pratama yang sedang duduk di kursi bersama Nabil dan dua orang pengawal nya yaitu Lara dan Asep Sunandar. Menunggu kedatangan Asisten dan anak pemilik perusahaan Tang Tang Group.


Tak lama kemudian setelah hampir sepuluh menit menunggu, mereka berdua pun datang dan langsung menghampiri pemuda itu yang sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi yang sudah di pesan oleh nya.


"Tuan Awan..." Tegur Ahong dan senyuman dari Liem Tank Cie.. Membuat Awan dan Nabil pun serta dua pengawal nya langsung menoleh kearah suara yang menegurnya itu..


Awan pun tersenyum dan langsung bangkit dari kursinya.." Tuan Ahong.. Nona Muda Liem.. Silahkan duduk." Pinta Awan mempersilahkan.


"Kopi atau Teh.." Tuan Ahong, Nona Liem.?" Tanya Awan.


"Boleh lah kopi hitam." Pinta Ahong..." Kalau Nona Liem.?" Awan menoleh kearah gadis bermata sipit itu dengan bertanya.


"Teh aja Tuan Awan." Balas nya singkat.


Pemuda itu pun langsung melambaikan tangan nya kepada pemilik kantin dan meminta pesanan untuk dua orang yang baru datang itu.


Sepuluh menit berselang setelah mereka basa basi dalam obrolan di sore itu. Ahong pun langsung mengajak pemilik perusahaan Anugrah Awan Sentosa itu pun langsung ke ruangan tempat Tang Tang Dor di rawat.

__ADS_1


Sesampainya di depan pintu ruangan itu, aura mistik hitam pun tampak terasa oleh Awan dan Lara serta Asep Sunandar, wajar saja bagi dua pengawal Muhammad Awan Pratama bisa merasakan aura hitam itu, karena sejati nya mereka berdua anak yang mengetahui Selak beluk urusan ghaib.


"Tuan Muda... Banyak aura ghaib dalam ruangan ini.. Mungkin kah penyakit yang di alami oleh Tuan Tang Tang Dor ada kaitannya dengan makhluk yang tak kasat mata." Bisik Asep Sunandar.


Awan mendengar bisikan dari Asep Sunandar hanya tersenyum dan mengangguk.. Mata nya menatap kearah kaca yang tampak melihat sosok sepasang suami istri paruh baya terbaring kaku di ranjang.


"Tuan Awan silahkan masuk." Titah Ahong.. Ia membukakan pintu ruangan inap tersebut. Penjagaan nya super ketat, orang orang berbadan besar pun dengan setia berdiri di samping pintu masuk ruangan itu.


Dengan langkah kaki dan tarikan napas serta ucapan dalam hati seraya membaca doa meminta petunjuk dari sang pencipta dengan perantara Abah Aden Haruman dan Abah Juned, Awan pun membuka mata batinnya dan ingin melihat sosok lelaki dan wanita yang terbaring kaku diam tak bergerak, kondisi wajahnya tampak pucat pasi.


Tampak terlihat sepasang suami istri yang terbaring kaku di ranjang itu, sedang di kerumuni oleh para makhluk yang sangat mengerikan dengan wajah hitam lebam dan gigi bertaring, Awan pun tak kuasa melihatnya hingga cucuran keringatnya mengalir begitu saja dalam tubuh, padahal dalam ruangan itu ber-AC.


"Tuan Ahong dan Nona Liem Tank Cie. Aku sudah tahu sumber penyakit yang di derita oleh Tuan Tang Tang Dor dan istrinya." Kata Awan sekilas setelah menatap dua manusia paruh baya itu dengan mata batinnya.


"A... Ap.... Apa..... Tuan Awan benar dengan ucapan yang baru saja di katakan.?" Tanya Liem terbata bata.. Sedangkan Ahong tersentak kaget, ia sepenuhnya percaya kepada pemuda yang menjadi rekan bisnis majikannya, bahwa ia mengetahui hal hal yang di luar nalar yang di dapatkan informasi dari para anak buahnya Tang Group.


"Iya Nona Liem Tank Cie." Balas Awan singkat.


"Sebaiknya kita menuju kediaman rumah anda dan melihat kondisi sumber utama penyakit yang di derita oleh Kedua Orang Tua anda dan berdiskusi bersama untuk menyembuhkan nya." Kata lagi Awan melihat mereka berdua terpaku sejenak.


"Mari... Mari.... Mari.... Tuan Awan.." Kata Liem bersemangat, harapan kepada pemuda bernama Muhammad Awan Pratama sangat besar dan akan mampu menyembuhkan penyakitnya Kedua Orang Tua nya.


Sesampainya di salah satu Mansion yang terbilang megah di antara yang lainnya.. Dua unit mobil mewah pun langsung masuk ke area halaman Mansion setelah beberapa para pengawal pribadi yang berjaga di sekitaran Mansion itu membukakan gerbang pintu masuk.


Para bodyguard khusus itu langsung berlari menyambut kedatangan mobil anak majikannya dan sesampai di salah satu mobil paling depan, salah satu bodyguard pun membuka pintu mobil dan langsung membungkuk hormat.


"Silahkan kalian bertugas kembali." Titah Liem Tank Cie kepada para bodyguard nya.

__ADS_1


"Siap Nona Muda." Jawab mereka serentak.


Bersambung.


__ADS_2