
Kesepakatan telah di musyawarah kan oleh pemuda pemilik perusahaan Anugrah Awan Sentosa dan anak dari perusahaan penyuplai makanan Tang Tang Group. Liem sepenuhnya percaya kepada pemuda itu mampu menyembuhkan kedua Orang Tua nya yang kata nya terkena kiriman sihir dari orang yang pernah di sakiti oleh keluarga Tang Tang Dor.
Langit pun tampak sudah berubah gelap, waktu adzan magrib berkumandang di Masjid Jami Al Azhar Jakarta Selatan, seorang pemuda turun dari mobil nya bersama seorang Gadis cantik berkulit putih dan hidung mancung menuju tempat susuci untuk melaksanakan wudhu terlebih dahulu sebelum Ia berdiri tegak menghadap ilahi Robbi.
Sedangkan teh Lara dan Asep Sunandar yang menjadi pengawal mereka berdua kemana pun kaki nya melangkah ikut dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim yang sangat taat.
Hampir tiga puluh menit mereka beraktivitas di Masjid Jami itu. Awan pun langsung keluar dan akan beristirahat di hotel yang sudah di siapkan oleh Tuan Ahong Asisten Tuan Tang Tang Dor.
Langkah kaki baru saja menginjak area parkir dan ponsel baru saja di hidupkan, tiba tiba ponselnya pun berdering panggilan masuk dari seseorang yang meminta untuk bertemu malam esok.
"Kriiiiing''........................" Kriiiiing''.................."
Awan pun langsung menggeser layar ponsel nya dan sebelum kata terucap, memberi kode terlebih dahulu kepada gadis yang berjalan di sampingmu dengan jari di simpan dalam bibir Awan.
"Halo.. Nona Muda." Kata Awan menjawab telepon masuk.
"Halo juga Tuan Awan.. Apakah Tuan sudah berada di Jakarta.?" Tanya seorang wanita yang di panggil Nona Muda.
"Yaa.. Saya sudah di kota Jakarta dari sore hari. Ada hal penting apakah anda menelepon saya.?" Bukan kah besok kita bertemu.?" Kata Awan keningnya berkerut kenapa menelepon Magrib ini.
"Tuan Awan mohon maap bila saya mengganggu waktu malam ini.. Akan tetapi bisakah malam ini kita bertemu, karna ada yang lebih penting yang harus di sampaikan malam ini juga." Kata Wanita itu.
"Emang harus ya malam ini.?" Tanya Awan mata nya menatap kearah Nabil dan Lara sedangkan Asep Sunandar berada dalam mobil.
"Tuan Awan mohon maafkan saya, sejujurnya saya juga tadi nya mau menemui anda, sesuai janji pas waktu itu kita bicarakan. Malam Minggu sudah sepakat agar ada alasan kepada kakak nya. Tapi setelah menerima informasi dari orang yang sangat di percaya dan mereka akan bergerak esok atau lusa, maka informasi ini harus segera di beritahukan kepada anda, agar bisa mencegah atau pun menghadang nya selain itu kakak saya juga posisi nya sedang tidak ada Terang wanita itu memberikan alasan nya.
"Hmmmmmm baiklah Nona Muda Tiara.. Anda tinggal kirim aja alamatnya, saya akan menemui mu sekarang juga. " Jawab Awan dalam sambungan telepon.
__ADS_1
"Siap Tuan Muda.. Kalau begitu saya akhiri telepon nya dan langsung memberi serlock posisi saya kalau sudah di lokasi." Kata wanita yang bernama Tiara.
"Silahkan Nona Muda.! Kata Awan lalu menutup panggilan telepon nya.
Awan berpikir keras pikiran nya melanglang buana kepada sang penelepon yang baru saja Ia terima kenapa mendadak ingin bertemu sekarang bukankah dia berjanji akan bertemu esok malam.
"Kak.... Awan........" Nabil menegur Awan yang hanya diam mematung dirinya penasaran siapa yang menelepon barusan hingga pemuda di sampingnya sesaat termenung berkerut kening memikirkan sesuatu.
"Iya.... Bil.... Ayo kita masuk ke mobil." Ajak Awan.. Seraya tersenyum kearah Nabil dengan menggenggam tangan nya.
"Ayo Kak.... Ehk Kak Awan yang barusan siapa nelepon mu, kok suara nya terdengar perempuan.?" Tanya Nabil berpura pura.
"Hehehehe... Iya perempuan. Kamu cemburu ya.?" Tanya balik Awan..
"Uhk.... Bukan nya jawab malah bertanya yang lain." Keluh Nabil lalu masuk ke dalam mobil.
"Siap Tuan Muda.!
"Asep dan Teh Lara nanti kalian berdua di meja yang berbeda ya... Jangan bergabung satu meja dengan saya dan Nabil serta orang yang akan di temui." Kata Awan memberi perintah.
"Menjalankan perintah Tuan Muda." Ucap mereka berdua yang duduk di jok paling depan.
"Kak... Awan emang siapa yang akan di temui oleh kakak.. Dari tadi aku bertanya tidak mendapatkan jawaban dari mu." Kesal Nabil.
"Nona Muda Tiara.. Adik dari Firmansyah Ferdiansyah.. Tadi nya kakak sudah berjanji akan bertemu malam Minggu untuk membicarakan kerjasama antara kakak dan Tiara Putri dari Agus Ferdiansyah." Jawab Awan.. Membuat mereka bertiga terkejut.
"Tu... Tua.... Tuan...... Muda.....! Asep terbata bata mata nya menatap kearah kaca spion yang ada di dalam mobil dengan tatapan penuh kecemasan.
__ADS_1
"Tenang lah kalian tidak usah kaget dan terkejut.. Waktu itu aku juga pas menerima telepon dari Tiara, kagetnya bukan main walaupun dalam panggilan telepon.. Tetapi setelah mendengarkan penjelasan nya dari panggilan telepon, aku mencoba untuk berbaik sangka bahwa anak dari Putri Agus Ferdiansyah tidak akan mencelakai ku dan kemungkinan terbesar akan membantu mengikis kekuatan yang sedang kita hadapi sekarang." Terang Awan.
"Kenapa Tuan Muda mempunyai pemikiran bahwa adik dari orang yang akan mencelakai anda dan Nona Nabil, sampai mempunyai pemikiran kesana.?" Tanya Asep Sunandar pandangan pokus ke depan jalan.
"Apakah sudah di selidiki terlebih dahulu sebelum Tuan Muda berjanji untuk bertemu.?" Tanya lagi Asep.
"Belum Asep.. Aku hanya mengandalkan insting ku saja bahwa orang yang akan saya temui adalah orang yang akan berpihak kepada saya, walaupun posisi orang tersebut adalah garis keturunan dari orang orang yang jahat." Jawab Awan santai.
"Kalian bertiga cukup dengarkan saja instruksi dari saya.." Jawab Awan lagi.
"Siap." Kata mereka berdua... Nabil sendiri hanya bisa mengangguk pasrah.
#########
Seorang gadis berusia 20 tahun keluar dari kamar nya berjalan menghampiri seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi roda dengan di temani Asisten rumah tangga nya.
Terukir senyum manis dari sang Ibu ketika melihat sang gadis itu keluar dari kamarnya dan akan menjalankan perubahan yang besar buat keluarganya..
"Bunda aku berangkat dulu ya.. Doa kan anakmu ini, mudah mudahan ini titik awal keluarga kita seperti dulu." Pinta sang anak setelah tiba di hadapan wanita paruh baya itu dan berjongkok.
"Doa ibu menyertaimu Nak.. Hati hati dalam melaksanakan semua pekerjaan ini. Kamu harus percaya dan menyerahkan semua keputusan ini kepada pemuda yang akan kau temui malam ini." Pesan Bunda.
"Baik.. Bunda... Anakmu ini pasti akan berhati hati dan menyerahkan semua keputusan kepada pemuda itu." Ujar Tiara.. Lalu Ia mencium tangan nya dan langsung bangkit.
"Kalian berdua jaga ibu saya.." Titah Tiara kepada dua Asisten rumah tangga yang sudah bekerja cukup lama di Mansion mewah itu.
"Baik Nona Muda.!
__ADS_1
Bersambung.