Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Setuju


__ADS_3

Di dalam ruangan rumah mewah, tampak hadir beberapa orang dengan wajah yang begitu serius, terlihat tak ada senyum di wajah mereka, karna pembahasan yang di ucapkan oleh seorang wanita setengah tua sore menuju senja itu.


Pak Subadra.... Bersama dengan dua temannya di temani dengan Pak Arianto, sedang mendengarkan penuturan dari Lisnawati, yang menerangkan keluarga Ai. Sejauh mana tetangga nya itu ikut terlibat dan berhubungan dengan Istri dari Engkos Kosasih.


Hasil dari BAP yang di lakukan penyidikan oleh Kanit Reskrim Polsek Kota.... Bahwa Titin Kharisma sebelumnya Bertemu dengan saudara Ai untuk melakukan penculikan terhadap tiga gadis cantik yang tak lain adalah sahabat nya anak Bu Lisnawati yang menjadi target pembunuhan oleh para preman yang telah di bayar oleh majikan nya.


Lisnawati tersentak kaget saat pertanyaan pertanyaan yang di berikan oleh Pak Subadra dan dua teman nya, membuat darah wanita itu membara.


*****


Sementara di ruangan keluarga pemuda bernama Awan sedang mengobrol bersama Bu Dewi dan Bunda Azzahra dan yang lainnya, sambil menunggu selesainya Lisnawati yang sedang di tanya tanya oleh pihak kepolisian guna menyelesaikan dan pengembangan kasus yang akan membunuh dirinya oleh orang orang yang tak suka kepada Anak pasangan suami istri Hilman dan Lisnawati.


"Bunda Azzahra, Bu Dewi. Malam ini, Awan mau keluar menemui seseorang yang sudah janji ingin bertemu di salah satu Kafe yang ada di pusat kota." Kata pemuda itu berbicara hati hati.


"Nak kamu tuh baru saja sembuh dan keluar dari rumah sakit. Jangan buat kita semua khawatir dan cemas. Apakah tidak ada waktu hari esok saja keluar." Jawab Bu Dewi dengan wajah yang di tekuk kesal kepada pemuda yang meminta ijin untuk keluar menemui seseorang..


"Iya..... Anakku sayang. Apa yang di ucapkan oleh Bu Dewi. Kamu tuh bukan robot yang tidak mempunyai rasa capek dan lelah kamu tuh butuh istirahat....... Kamu tuh manusia biasa yang harus istirahat. Pokok Bunda dan Bu Dewi serta yang lainnya tidak mengijinkan kamu keluar malam ini titik gak pake koma." Kata Azzahra ikut berkomentar.


Sementara Nabil yang duduk di samping pemuda itu memasang wajah jutek dan mata melotot ke arah Awan. Pemuda berusia 16 tahun yang tampan dan rupawan..!!


"Tapi........... Bunda..........!! Tapi Bu Dewi......!!


"Tidak ada tapi tapian." Kata dua wanita serentak yang usia nya hampir sama dan berbeda bulan saja lahir nya, menyela ucapan pemuda itu yang keukeh meminta ijin.


"Waduh kalau dia wanita hebat ini sudah berkata dan melarang untuk keluar malam ini. Bagaimana aku sudah berjanji dengan murid dari Abah Aden Haruman yang jauh jauh datang guna menemui ku." Kata Awan dalam hati.

__ADS_1


"Anakku. Muhammad Awan Pratama. Kamu jangan coba coba mengelabui kita semua. Bunda sudah tahu dalam hati dan pikiran mu untuk mencari alasan bagaimana kita semua memberi ijin untuk kamu bisa keluar malam ini kan." Kata Azzahra menebak isi hati Awan, karena terlihat jelas pemuda itu sedang berpikir.


"Hehehehe........! Kekeh Awan sambil garuk garuk kepalanya, Ia di ketahui isi hati nya oleh Azzahra.


"Nyengir kaya kuda Nil...." Ledek Nabil masih kesal kepada Awan..


"Biarin kaya kuda Nil juga. Tapi kamu suka kan padaku." Balas Awan...!!


"Nggak....!! Sewot Nabil.


"Wah. Jangan bohong. Nanti dosa kalau kamu berbohong...! Kata Awan dengan cekikikan.!!


"Biarin wey.! Nabil meledek Awan dengan menjulurkan lidahnya..


Mereka Azzahra Masika Fatharani dan Dewi serta Lara, hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah mereka berdua Awan dan Nabil bila sudah saling ledek meledek...!!


"Tuh..... Kak Awan Bunda." Sahut Nabil tak merasa bersalah.!!


"Kok jadi kakak sih yang di salahkan.. Bukan kah Nabil yang duluan." Bela Awan gak mau kalah.


"Sudahhhhh........ " Kata Azzahra dengan sedikit nada tinggi, pusing melihat mereka berdua bila sudah tak sejalan dengan pikirannya. Dua dua nya tak mau mengalah..!!


"Sayang apakah orang yang sudah berjanji ingin bertemu dengan mu, tidak bisa di esok hari kan saja. Apakah orang itu begitu penting buat kamu.?" Tanya Azzahra.


"Awan juga belum tahu Bunda. Apakah orang itu penting atau tidak, akan tetapi piling dan insting ku menyatakan bahwa orang yang akan menemui Awan termasuk orang yang mempunyai pengaruh kelas internasional." Kata Awan matanya sesaat terpejam dan tak lama terbuka kembali. Entah apa yang di pikirkan oleh pemuda itu.

__ADS_1


"Hmmmmmmmmm''. Gumam Azzahra. Ia berpikir keras dengan perkataan dari pemuda itu." Bagaimana kalau orang itu suruh datang saja kesini." Saran Azzahra.!!


Azzahra.. Nabil dan Lara pun mengangguk bersama dan berkata serentak..


!!SETUJU.!!


"Hehehehe. Ok lah kalau begitu." Kata Awan pasrah dengan keadaan. Walau bagaimana pun mereka tidak akan mengijinkan untuk keluar rumah sementara ini.


"Nah gitu dong sekarang kamu cepat hubungi orang itu melalui telepon. Minta maap kalau ketemu nya di pindahkan di sini saja. Awan bilang saja yang sejujurnya.. Pasti dia mengerti." Titah Bu Dewi.


"Baiklah Bu." Kata Awan singkat.... Lalu Ia mengambil ponsel yang di simpan di meja ruangan keluarga di hadapan nya.!!


"Tut.......... Tut.......... Tut........... Terdengar suara sambungan telepon yang belum di angkat oleh seorang yang di sebrang telepon ketika Awan memencet tombol panggilan telepon.


"Halo.. Anak muda ada apa ya menelepon? Bukan kah malam ini kita sudah berjanji akan bertemu.?" Tanya suara lelaki setengah tua dari arah sebrang telepon.


"Pak Irsyad sebelumnya saya minta maaf, bila mengganggu waktu senja anda.!! Tetapi ada yang mau saya bicarakan." Kata Awan dalam sambungan telepon itu.


"Ahk.... Anak muda. Anda terlalu sungkan.... Saat ini saya kebetulan sedang santai. Silahkan apa yang ingin di bicarakan saya mendengarkan nya." Pinta lelaki yang di panggil Irsyad itu.


"Baiklah. Pak Irsyad saya akan mengatakan nya... Begini Pak mengenai janji saya menemui anda malam ini pukul delapan di Kafe yang tak jauh dari hotel Pusaka Mulya.. Apakah boleh tempat nya di ganti dan kita bertemu di rumah saya, karna kondisi badan saya yang baru keluar dari rumah sakit di tambah Orang Tua saya tidak mengijinkan untuk keluar sementara ini." Kata Awan menjelaskan keaadaan saat ini.


"Ohk.... Hal itu yang ingin Anak muda katakan... Tidak apa apa kok... Tapi saya belum mengetahui alamat rumah kamu anak muda." Kata Irsyad kebingungan..


"Akan.. Saya kirim Pak.. Lokasinya melalui pesan singkat..! Kata Awan tersenyum.

__ADS_1


"Baik. Nak saya tunggu lokasi nya." Kata Irsyad... Lalu panggilan pun berakhir.!!


Bersambung


__ADS_2