Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Urusan Ghaib sepenuh nya selesai


__ADS_3

Saat keadaan mulai tak terkendali, kabut asap pun datang secara tiba tiba dari atas langit merebak masuk dengan cepat memenuhi seisi area pertarungan di atas kawasan wisata Cibodas. Setiap makhluk ghaib yang tadi maju menyerang Aden Haruman tiba tiba langsung jatuh tak berdaya dan mungkin pingsan.


Di tengah kekacauan yang terjadi Mangku Bumi dan Juned sempat melihat ada sosok bocah kecil berdiri di tengah Aden Haruman dan Suanggi.


Aden Haruman mengirim suara melalui telepati nya kepada sahabatnya Mangku Bumi untuk segera pindah dari tempat ini dan membawa Juned ke kampung Situhiang membantu Kusuma dan Suryana yang kini sedang menghadapi sosok makhluk ghaib jelmaan perbudakan manusia malam yang biasa di panggil Chernebog. Kiayi Mangku Bumi pun langsung membaca mantra.


"Ajian pemindah raga.!


Dalam sekejap Kiayi Mangku Bumi dan Abah Juned kini sudah tiba di kampung Situhiang dan apa yang di ucapkan oleh sahabat nya Aden Haruman melalui telepati bener kenyataan bahwa Kusuma bersama Suryana dukun santet yang menghabisi Bob Hidayat dengan santet nya, sedang berjibaku melawan beberapa sosok makhluk ghaib yang bermacam macam rupa.. Sedangkan Purnama Siddiq dan Jalaludin tengah duduk di Masjid Jami di tengah tengah warga yang sedang khusuk membaca dzikir bersama para warga.


Para makhluk piaraan yang di kirimkan oleh dukun dukun yang sengaja di bawa dan di berikan tugas untuk membunuh Nyonya Azzahra Masika Fatharani tak bisa mendekati posisi Azzahra yang sedang duduk bersama Lisnawati di aula Masjid yang sedang khusuk nya membaca kalimat kalimat lafadz Allah bersama para warga dengan di tambah nya dua sosok ulama kharismatik yang tak terlihat oleh para warga malam itu.


Lindungan dari dua ulama yang sangat sakti dan tak lain masih kakek dan buyut nya Muhammad Awan Pratama.. Saat ini Azzahra Masika Fatharani tak tersentuh sedikit pun santet yang di kirim oleh Dukun asal negeri Thailand itu.


Mangku Bumi yang baru datang bersama Juned langsung bergerak membantu Kusuma dan Suryana yang tampak terlihat sedikit kerepotan menghadapi anak buah mahluk perbudakan manusia malam yang di datangkan dari dalam kerak neraka itu, khusus membunuh Nyonya Azzahra Masika Fatharani secara ghaib.


"Juned...... Ayo kita musnahkan pimpinan makhluk jelek itu dan kita langsung selesaikan semua permasalahan Cucuku yang ada di alam ghaib.." Kata Mangku Bumi kepada ayah dari Tarmin..

__ADS_1


"Dengan senang hati Kiayi Sepuh.." Jawab Juned... Lalu Ia melesat dengan cepat menyerang menuju Chernebog yang berdiri tegak dengan empat tangan dan kepala bertanduk.


"Sialan kau Juned main serang aja.." Ucap Mangku Bumi yang baru saja berkata Abah Juned sudah duluan menyerang..


Dua lelaki paruh baya berwujud Sukma itu dengan kekuatan penuh menyerang makhluk mengerikan tersebut di atas Masjid Jami Al ikhlas yang tak jauh dari rumah Nenek Romlah...


Jelas pertarungan tak kasat mata itu, hingga menimbulkan kilatan kilatan cahaya petir dan suara geledek di malam itu, membuat para warga yang sedang khusuk membaca dzikir bersama, beranggapan bahwa akan turun hujan deras.. Tapi siapa sangka dan duga pemikiran Lisnawati dan Nenek Romlah, bahwa di atas masjid yang sedang Ia tempati dengan para warga bahwa di atas atap masjid itu sesuatu yang tak terlihat sedang terjadi perkelahian besar.


"Anakku.... Muhammad Awan Pratama.. Kau terlalu gegabah Nak.. Dan terlalu jauh melangkah hingga hal hal ghaib pun langsung turun tangan.." Batin Lisnawati bergejolak dalam Irama dzikir bersama.. Hal serupa pun di rasakan oleh Sang Nenek malam itu.


##


"Bocah sialan, mau apa kau kesini hah..?" Tanya Aden Haruman pada sosok anak kecil yang tiba tiba datang mengganggu, di tengah pertarungan sengit yang sedang berlangsung.


Sementara sosok anak kecil itu malah terlihat sibuk melihat keadaan sekitar seakan mencari sesuatu di balik kabut asap tanpa memperdulikan apa yang baru saja di katakan seseorang yang nampak kesal melihat kedatangan nya.


Setelah menemukan target buruan nya, anak kecil itu lantas melemparkan sebuah bola api seukuran telapak tangan ke bawah. Suara yang memekakkan telinga keluar dari bola tersebut membuat tulang tulang kokoh yang menyangga ke seimbangan tubuh seakan rontok tak berdaya.. Mahluk Suanggi yang kala itu nampak di penuhi perasaan emosi langsung terjatuh lemas kehilangan keseimbangan tubuhnya. Membuat nya hanya mampu melihat kejadian di depan matanya tanpa bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


Di hadapan mata nya, bersamaan dengan menghilang nya kepulan asap penidur yang memenuhi kawasan wisata Cibodas itu, menghilang juga lah dua sosok yang kini menyisakan Suanggi sendiri yang masih terkulai lemas tak berdaya. Jangankan untuk berdiri dan kembali ke majikannya mengangkat satu jari nya saja terasa amat berat... Kini dia hany bisa pasrah dan masih bernasib baik karna tidak di musnahkan oleh Aden Haruman atau pun bocah misterius yang mempunyai kekuatan hukum alam yang sangat sakti mandraguna guna itu.


###


Kini Aden Haruman dan sosok bocah kecil itu berada di sebuah bangunan yang tampak terlihat megah dan halaman yang begitu luas... Bocah kecil misterius itu langsung menarik tangan Aden Haruman untuk segera turun dan menuju sebuah ruangan VIP yang tampak terlihat dua sepasang suami istri paruh baya yang kondisi nya sangat memperihatinkan...


Aden Haruman dan bocah kecil itu langsung menghampiri lelaki paruh baya itu terlebih dahulu yang sedang di tunggu oleh wanita berusia 20 tahun dengan kulit yang begitu mulus dan mata sipit.....!


"Aku adalah guru nya Muhammad Awan Pratama.. Kedua Orang Tua mu esok sudah sembuh dan semua penyakit yang ada di Orang Tua mu sudah hilang.. Terima Kasih atas bantuan dari anda Nona Muda Liem Tank Cie karna telah mengirimkan bantuan SDM melawan musuh musuh dari Cucuku.." Ucap Aden Haruman dalam wujud tak terlihat oleh Liem Tank Cie.. Hal itu membuat sang pewaris perusahaan penyuplai makanan terbesar di negara nya merinding ketakutan dan bercucuran keringat.


"Ayo kita pergi dari sini dan menuju kampung Situhiang.." Kata bocah kecil itu setelah tugas nya selesai membersihkan aura hitam yang membuat pasangan suami istri paruh baya itu, tergeletak di kasur rumah sakit akibat kiriman santet dari orang yang di kirim nya.


Aden Haruman mengangguk dan langsung melesat dari bangunan megah bertingkat itu, menuju sebuah kota kecil yang ada di pelosok Jawa Barat itu.


Tak lama kemudian hanya beberapa detik saja, mereka berdua pun langsung sampai di kampung Situhiang dan menyaksikan keempat orang yang di perintahkan nya sudah selesai dengan tugasnya mengalahkan makhluk ghaib yang di kirimkan oleh dukun dukun DUO Holding Company Group.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2