Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kelam nya Masa Lalu Azzahra dan Nabil Nur Fadillah


__ADS_3

Seruput.............. Ahk............. Nikmat............. Ucap pemuda itu setelah menyeruput kopi yang sudah di sediakan oleh wanita beranak satu itu.


Ketika pemuda itu sedang asyik menikmati kopi yang di suguhkan dan ngobrol bercanda dengan dua wanita yang statusnya berbeda tapi perjalanan hidup yang hampir sama. Seorang gadis cantik dengan rambut terurai dan masih basah muncul dari arah belakang kios, tersenyum manis kearah pemuda yang sedang duduk sambil menghisap rokok.


"Nabil........ Calon istri idaman. Ayo sini duduk sama kakak." Pinta Awan..... Sehingga Dua wanita setengah tua lalu menoleh kearah suara kaki yang terdengar.


"Dasar....... Kak Awan pagi pagi sudah menggombal. Tak tanggung-tanggung gombalannya di depan Bunda sama mbak Pipit." Keluh Nabil dengan wajah jutek tapi menghampiri pemuda itu dan duduk di sampingnya.


"Huh......... Anak Bunda lucu....... Wajahnya jutek tapi tetap duduk di samping Awan." Ledek Azzahra. Tersenyum manis.


"Betul Mbak. Anak ini aneh." Timpal Pipit.......


Awan hanya terkekeh melihat mereka bertiga bila saling meledek satu sama lain.!


"Mbak...... Aku mau mandi dulu, lalu berangkat kerja." Ucap Pipit.


"Yaa....... Sudah sana.! Pipit pun lalu melangkah keluar dari kios menuju rumah kontrakan yang ada di belakang warung.


"Bunda ada hal penting yang harus Awan bicarakan empat mata. Nanti kalau Bunda sudah tidak sibuk." Kata Awan.


"Serrrrrrr...... Darah Nabil seketika berdesir. Apakah pembicaraan tentang hal semalam." Batin Nabil.


Azzahra hanya menatap..!!


"Kak...... Awan......... Ucap Nabil.


"Awan hanya mengangguk.!! Nabil pun terdiam tapi matanya berkaca kaca.!!


"Ada apa anakku.?" Tanya Azzahra penasaran.!


"Apakah ada sesuatu hal yang penting. Hingga kamu ingin berbicara empat mata sama Bunda.?" Tanya Lagi Azzahra, melihat gelagat Nabil menahan Air mata nya.


"Iya....... Bunda.......! Nanti bila Bunda sudah santai." Jawab Awan.

__ADS_1


"Azzahra bergeming Ia diam tanpa menjawab lagi obrolan dari pemuda yang duduk di samping anaknya. Ingatan nya seketika kembali ke lima tahun kebelakang di saat hidupnya begitu menderita, mungkin tanpa ada uluran anak kecil itu, ia sudah menjadi gelandangan atau pun di perkosa serta mati di bunuh oleh kejam nya hidup di jalanan.


#Plasbakon#


Lima tahun kebelakang...............!!


Bandara internasional Soekarno-Hatta telah mendarat pesawat kelas ekonomi dengan selamat, para penumpang di pesawat itu lalu memasuki lorong VIP untuk pemeriksaan.


Tiga puluh menit berlalu tampak seorang wanita berkerudung hitam tengah menggendong tas ransel dan tangan menuntun seorang anak berusia 10 tahun keluar dari ruangan pemeriksaan tersebut.


Setelah mereka sampai di pintu keluar bandara wanita yang sedang berjalan dengan gadis kecil itu lalu menyetop taksi dan meminta untuk di antar ke terminal kampung rambutan. Tujuan utamanya adalah kawasan puncak Bogor.


Azzahra Masika Fatharani, hanya punya satu tujuan dalam hidupnya yaitu jauh dari keluarga suaminya dan saudara saudara pihak orang tua nya, makanya dia mengacuhkan perintah dari Aidil adik tiri suaminya untuk menemui sahabatnya yang ada di kota gudeg.


Sesampai di terminal kampung rambutan, Azzahra dan anaknya langsung turun dan membayar ongkos taksi tersebut. Sial bagi dirinya. Uang yang ada di sakunya itu berbeda dengan alat pembayaran yang ada di negara dimana mereka sekarang berada.


Karna tidak tahu apa apa. Azzahra pun meminta bantuan dari sopir taksi itu untuk membawanya ke salah satu bank untuk penukaran uang asing. Tanpa ada rasa curiga dalam diri Azzahra Masika Fatharani dan anaknya yang masih terbilang belia. Lalu supir taksi itu membawa nya kesalah satu kota kecil kawasan Jawa barat.


Dalam hati dan pikiran supir taksi ini, malam ini dia akan mendapatkan mangsa seorang bidadari cantik dan beberapa uang asing bila di tukarkan dengan rupiah akan sangat sangat pantastis nominalnya.


Tampa tending eling, sopir taksi itu lalu mengirim pesan SMS kepada temannya bahwa dia punya mangsa yang sangat kaya dan sudah dalam genggaman nya. Bila kamu mau ikut dalam mencicipi wanita kaya ini sebaiknya meluncur ke jalan labuan Cianjur saat ini juga. Pesan SMS yang di kirim kepada teman sesama supir taksi itu.


"Siap....... Brow....! Gaskan........ Balas supir taksi temanya itu.


Tiga jam lama nya menempuh perjalanan menuju sebuah kawasan yang berada di daerah jalan Pacet Cipanas, tepatnya di salah satu pinggir jalan, mobil taksi tersebut berhenti. Sementara penumpang yang ada dalam taksi itu Azzahra dan anaknya masih terbius tanpa sadarkan diri.


Seorang lelaki berusia 40 tahun itu lalu keluar dari mobil taksi dan langsung melangkah ke tukang vila yang biasa nongkrong di pinggir jalan itu.


"Kang sewa vila permalam berapa.?" Tanya supir taksi itu.


"Siap bos.... Mau yang berapa kamar mau nya.?" Tanya Tukang Vila itu.


"Kalau ada yang dua kamar Kang.

__ADS_1


"Ada bos....... 500. Satu malam." Jawabnya.


"Waduh mahal Kang. Bisa kurang." Tawar Supir taksi itu. Tiga ratus di kasih nggak.?" Tanya nya.


"Empat ratus Bos. Bagaimana." Tukang Vila itu ngasih turun harga.!!


"Baiklah Kang, Dil ya empat ratus." Kata supir itu.


"Dil. Jawab Tukang Vila.


Setelah selesai. Dengan transaksi tawar menawar harga sewa vila permalam. Supir taksi itu pun mulai mengikuti motor yang telah bergerak di depan, membawa penyewa itu menuju vila vila yang di sewakan.


Sesampainya di lokasi Villa yang di sewa mobil taksi itu mulai memasuki area parkir dan berhenti tepat di samping motor Tukang Vila itu.


"Bos silahkan masuk. Apakah cocok dengan Vila nya.?" Tanya Tukang Vila.


"Mari.!!


"Hmmmmmm. Silahkan...!! Ucap Supir taksi itu.


Dua pria yang hampir seumuran itu pun langsung masuk ke dalam Vila, untuk melihat lihat yang ada di ruangan dan berkata.


"Kang cocok. Aku ambil Vila ini." Ucap nya lalu mengeluarkan uang berwarna merah empat lembar dan memberikan uang itu kepada tukang vila itu.


"Siap Bos........ Terima Kasih. Selamat bersenang senang. Kata tukang vila itu lalu pergi keluar menuju motornya.


Setelah kepergian Tukang Vila, supir taksi yang bernama Yono itu duduk di kursi dan memikirkan untuk membawa wanita yang sedang tertidur akibat di berikan air yang bercampur obat tidur, untuk di bawa nya masuk kedalam Vila tanpa di ketahui oleh orang orang di sekitarnya.


"Joni......... Sudah sampai dimana." Gumam nya teringat dalam lamunannya.


Lelaki yang berprofesi sebagai pengemudi mobil taksi itu lalu mengeluarkan ponsel Nokia tipe 2100 dan mulai menelepon sesama pengemudi taksi yang biasa nongkrong di bandara internasional Soekarno-Hatta.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2