
Tarmin............. Sudah saat nya malam ini kau menjemput Lara dalam meditasi nya, langsung bawa ke Curug Sawer yang ada di bawah kaki Gunung Halu." Titah lelaki paruh baya yang biasa di panggil Abah Juned atau pun Ki Juned.
"Bukan kah nanti pukul 04 : 00 Pagi dini hari selesai bertapa nya.? Tanya Tarmin.
"Lelaki paruh baya mengangguk.! Emang bener Tarmin. Tapi kamu mau berangkat nya nanti pukul tiga dini hari saat malam tiba mending sekarang sebelum langit gelap." Kata Juned Ayah nya itu memberi saran.
"Hehehehe. Nggak. Abah. Lebih baik sekarang. Nunggu di sahung atas aja. Kalau berangkat nanti malam bisa bisa Apay Apay yan." Jawab Tarmin terkekeh.
"Huh. Anak ini cara berpikirnya lambat. Cepet sekarang berangkat. Baju dan beberapa bahan bahan makanan untuk di jadikan bubur, untuk asupan pertama agar seluruh kondisi pencernaan dalam tubuhnya merespon, apakah kau sudah di siapkan.?" Tanya lelaki paruh baya itu sekedar mengingatkan nya.
"Sudah.!! Semua tinggal di bawa.! Jawab Tarmin singkat saja.
"Bagus........ Sebaiknya kamu berangkat sekarang.! Ingat ikuti apa yang telah di ajarkan oleh Abah dan Umi. Agar perjuangan Nak Lara tidak sia sia." Pesan Lelaki paruh baya itu kepada anaknya. Tarmin pun tersenyum dan mengangguk.!
Setelah sedikit memberi arahan lelaki paruh baya kepada anaknya. Karna bertepatan di malam ini pasangan suami istri yang berprofesi sebagai Dukun itu mempunyai pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan begitu saja.
Ketika pemuda itu mau berdiri dan melangkah menuju rumah nya. Lelaki paruh baya berkata peringatan kepada anaknya itu.
"Abah peringatan kan kepadamu. Tarmin. Buang lah terlebih dahulu sipat rasa suka mu terhadap wanita anak nya Wongso. Walau bagaimana pun itu juga demi kebaikan mu. Abah dan Umi tidak mau kamu menjadi budak cinta dari Nak Lara. Untuk saat ini." Kata Juned memberi peringatan. dan penekanan.
"Abah.......... Tapi.!!
"Anakku. Tidak ada tapi tapian. Kecuali Hati Nak Lara sendiri yang menyukaimu. Abah tidak akan melarang mu dan akan merestui mu." Kata Juned penuh penekanan. Tapi pasrah bila keduanya saling ada rasa suka.
"Baik. Abah, Tarmin akan selalu mengingat perkataan dari Abah. Dan berusaha sebisa mungkin agar Lara mencintaiku tanpa ada paksaan atau pun rasa balas budi " Ucap Tarmin. Lalu dia melangkah menuju rumahnya untuk membawa bekal dan beberapa baju untuk di bawa ke puncak gunung halu.
Setelah siap dengan pembekalan dan beberapa pakaian untuk di pake oleh wanita yang sedang bertapa selama tiga hari tiga malam tanpa ada yang mengganggu dari pihak orang orang. Tarmin pun berangkat menuju puncak gunung halu seorang diri.
*************
Pukul 16:40 sore menjelang senja.
__ADS_1
Sementara di salah satu terminal Pasir Hayam yang ada di kota kecil tersebut setelah berhenti satu mobil Elef jurusan terminal Pasir Hayam - Campaka Warna, yang membawa beberapa penumpang dari daerah pelosok yang jauh dari perkotaan.
Seorang pemuda berusia 20 tahun dengan kulit sawo matang dan rambut ikal turun dari mobil angkutan umum dengan di ikuti oleh sepuluh orang yang terlihat kampungan dan memakai sarung serta peci warna putih.
Sutisna yang biasa di panggil Tisna. Pemuda itu di suruh oleh Mama Sepuh untuk membawa murid didiknya yang akan di tugaskan untuk menjaga keselamatan seorang pemuda yang menjadi murid kesayangan Abah Aden Haruman.
"Akang. Akang. Sebaiknya kita menunggu terlebih dahulu di salah satu warung nasi yang ada di ujung terminal, sebelum aku menelepon bos Awan." Ajak Tisna kepada sepuluh orang murid dengan ilmu yang sangat mumpuni.
"Mangga Mang Tisna. Kata satu dari sepuluh orang itu dan yang lainnya hanya mengangguk saja.
"Hmmmmm..! Lest'. Go'." Tisna berjalan terlebih dahulu.!!
Tak lama kemudian mereka pun sudah berada di warung nasi yang terletak di ujung barat terminal Pasir Hayam. Sutisna mengajak sepuluh orang tersebut untuk segera makan terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan orang yan akan menjemput nya. Sutisna juga sudah mengirimkan pesan kepada Bos Awan. Bahwa sudah berada di terminal.
"Kriiiiing"................!!
"Kriiiiing''................!!
"Kriiiiing''................!!
"WaallAikum Salam. Tisna. Tunggu dulu saya tiga puluh menit lagi segera menjemput mu dan murid murid dari Mama Sepuh. Kalian makan dulu dan ngopi. Nanti biar aku yang bayar." Titah Seorang pemuda yang menelepon di sore itu.
"Siap Bos.! Kalau begitu saya akan menunggu kedatangan Bos." Jawab Seorang pemuda bernama Tisna.
"Ok." Tut..... Tut..... Tut.....!!
Tisna pun langsung masuk kedalam warung nasi dan bergabung bersama mereka untuk sekedar mengisi perut yang kosong.!!
**
Dua unit mobil Toyota Avanza Veloz keluar dari jalan Desa Maleber menuju jalan utama membelah jalanan di sore hari itu.
__ADS_1
**
Sementara Tisna yang sudah selesai dengan aktivitas mengisi perut yang keroncongan bersama sepuluh orang yang di bawa dari pondok pesantren Darul hikmah. Sedang menikmati kopi sambil hisapan rokok kretek di sore itu.
**
Mobil Toyota Avanza Veloz pun membelokkan setirnya masuk menuju pintu utama terminal Pasir Hayam lalu bergerak dengan pelan menuju lokasi yang di kirim oleh Sutisna.
"Tujuan anda sudah sampai. Terima kasih telah menggunakan layanan google maps, semoga hari mu menyenangkan." Ucap seorang operator google maps.
"Iya Cerewet google cantik." Balas pengemudi cekikikan seorang diri dalam mobil itu dan berhenti tepat di depan warung nasi yang ada di dalam terminal.!!
Pemuda dengan memakai kaos dan bergaya seperti preman mempunyai kulit berwarna sawo matang melihat dua mobil berhenti tepat di depan warung nasi yang Ia tunggu kedatangan bos nya itu, segera keluar melangkah menuju mobil tersebut.
"Tisna. Sapa pemuda berusia di bawah nya dari dalam mobil Avanza yang baru datang itu.
"Bos. Awan." Jawab nya lalu menghampiri nya.!!
"Ayo. Berangkat. Coba tanya berapa yang harus di bayar.?" Titah Pemuda yang di panggil bos itu seraya memberikan uang lembar berwarna merah.
"Siap. Bos.!! Tisna pun menuju kasir pemilik warung nasi tersebut.!!
Dua pengemudi Avanza Veloz pun keluar dan menuju warung nasi untuk menyapa sepuluh murid didik Mama Sepuh.
"Akang. Akang. Ayo kita berangkat. Kita menuju langsung kantor pusat Anugrah Awan Sentosa. Karna senja pun akan tiba, sebaiknya kita melaksanakan sholat magrib di mushola yang ada di kantor tersebut." Ajak Awan.
"Sepuluh Murid Mama Sepuh yang sudah di sumpah dan di beri amanat oleh guru nya sekaligus ayah kedua nya. Langsung berdiri dan membungkuk hormat.
"Siap Bos Besar." Jawab Mereka serentak. Hingga pemilik warung ternganga mendengar jawaban serentak dari sepuluh orang orang yang dari tadi duduk setelah selesai makan.
Bersambung.
__ADS_1