
"Abil besok pagi kamu belanja ke pasar yaa, mami tadi sore tak sempat belanja karna, uang nya kurang di pakai dulu bayar sewaan rumah." Ucap wanita itu menyuruh anaknya.
"Gak mau ahk mami.............. malas.! Ucap gadis yang di panggil Abil itu.
"Kenapa sayang..... Biasa nya kamu paling semangat tanpa di suruh belanja juga." Kata ibu kandung nya penasaran dengan anak gadis nya itu.
"Pegawai di kios Pak Kohar udah hampir dua bulan tidak bekerja." Jawab Abil tertunduk malu mengucapkan nya.
"Cie..... Cie....... Cie........ Anak Mami punya hati kepada Nak Awan pegawai Pak Kohar itu." Goda Azzahra ibu kandungnya.
"Hmmmm." Siapa yang menaruh hati pada cowok itu." Ucap Abil berbohong.
"Kalau gak menaruh hati, kenapa Mami suruh belanja tidak mau, biasanya juga kamu paling semangat, kadang menanyakan kepada Mami kapan mau belanja." Kata Azzahra seraya tersenyum.
"Bukan begitu Mami, kalau ada kak Awan, biasanya belanjaan Abil suka di prioritaskan dan kadang di bawakan langsung menuju mobil angkot." Kata Abil Nur Fadillah memberi alasan agar mami nya tidak menggodanya.
"Kan pegawai yang lainnya juga sama, suka mendahulukan belanjaan mami, atau pun membawakan belanjaan sampai menuju mobil angkot." Menjawab alasan anaknya itu.
"Nggak....... Ahk..........! Balas singkat Abil anaknya itu.
"Hmmmmm." Yaa sudah...... Esok mami yang belanja, tapi kamu jagain dagangan gorengan mami, selama mami pergi kepasar, bagaimana.! Tanya Azzahra membeli pilihan.
"Siap gerak mami yang paling cantik." Jawab Abil cekikikan.
"Bu Zahra berapa total semua nya." Ucap pemuda yang sedang nongkrong bersama kekasih nya, di saat wanita paruh baya itu sedang mengobrol dengan anaknya.
"Ehk....... Nak sandi sama apa lagi selain kopi dan rokok." Kata Azzahra, lalu meneruskan lagi ucapan nya, pada mau kemana masih siang begini loe." Ucap Azzahra seraya tersenyum.
"Ini Bu mau ke pasar malam dulu di wilayah Cipanas, ini Bu sama gorengan tiga dan Sukro dua, jadi berapa semua nya Bu Zahra.?" Tanya pemuda itu yang biasa di panggil Sandi.
"Jadi tiga puluh lima ribu total semuanya," Jawab Azzahra pemilik kios itu.
Pemuda itu mengeluarkan uang lima puluh ribu lalu dia memberikan kepada wanita setengah tua dan menerima kembalian nya.
"Terima Kasih Nak Sandi Nak Lisa, hati hati di jalan nya." Ucap Azzahra sopan dan ramah.
"Sama sama, Bu Zahra, kami pamit dulu." Ucap Lisa, lalu beranjak menuju motor kekasih nya.
__ADS_1
Azzahra hanya tersenyum dan mengangguk lalu kembali mengobrol dengan anaknya seraya menunggu waktu malam dan menutup dagangan nya sampai pukul 22:00 malam hari.
*********************.
Sementara di kampung Situhiang tepatnya di madrasah Aliyah tempat pemuda itu dan ketiga sahabat nya belajar mengaji yang di pimpin oleh Ustadzah Marhamah dalam keadaan hening dan khusyuk mendengar kan petuah dan nasehat yang di berikan oleh guru ngaji nya itu.
Karna malam ini mengaji nya hanya mendengar kan kandungan isi ceramah dari Ustadz hilal suami dari Ustadzah Marhamah.
dalam kandungan ceramah yang di sampaikan oleh Ustadz hilal tentang tema sabar.
"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
"WaallAikum Salam warahmatullahi wa barakatuh.
Setiap manusia tentu pernah mengalami cobaan dan ujian hidup. Ujian tersebut dapat berupa sakit, miskin, kehilangan orang tersayang, dan berbagai musibah lainnya.
Sebagai manusia biasa,tentu ada kalanya kita merasa tidak terima dengan ujian hidup tersebut. Hingga tidak sedikit orang yang mengeluhkan ujian yang dihadapinya dan murka dengan Allah. Perbuatan ini tentu sangat tercela. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menerapkan sikap sabar.
"Anak anakku yang ganteng ganteng dan cantik cantik.
Hadist lain tentang sabar yaitu, “Seorang muslim yang diuji dengan rasa sakit karena duri atau yang lebih dari itu, maka Allah pasti akan menebus kesalahan kesalahannya karena musibah itu, sebagaimana suatu pohon menggugurkan daunnya. (Muttafaq ‘alaih).
Dari hadist tersebut, dapat diketahui bahwa setiap ujian yang kita hadapi pada dasarnya mengandung keberkahan. Allah selalu memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan makhluk-Nya. Oleh karena itu, janganlah marah dan kecewa ketika menghadapi peristiwa yang sulit. Sebaliknya, kita harus berdoa dan memohon kepada Allah agar diberikan kesabaran agar mampu melewati masalah tersebut.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
****
Tak lama setelah beres nya pengajian rutinan setiap seminggu sekali yang di bawakan langsung oleh ustadz hilal, Muhammad Awan Pratama langsung pulang menuju ke rumahnya dan berencana akan menemui ayahnya yang ada di kampung tipar Babakan bersama istri kedua dan anak anak nya.
Walaupun dirinya membenci sosok seorang ayah, tapi tetap dia menghormati nya dan atas titah dari Bunda nya untuk menemui nya terlebih dahulu perihal masalah sawah dan rumah yang baru dia beli, karna yang di takutkan kedepan nya anak anak dari pihak istri kedua ayahnya menggugat harta milik Bu Lisnawati.
"Sarwan................ Teriak tiga gadis dari arah belakang memanggil pemuda yang hendak pulang menuju rumahnya.
"Pemuda itu lalu membalikkan badannya dan tersenyum kearah ketiga sahabatnya itu.
"Awan, loe mau pulang.?" Tanya Mira.
__ADS_1
"Iya....... lah........! emang mau kemana lagi." Jawab Awan.
"Hehehehe....... dikira mau ke warung.! Ucap Mira terkekeh.
"Wan nongkrong dulu ya kan ini baru juga pukul 19:30 masih siang." Ucap Mira.
"Aduh maap Mira, gue mau kerumah ayah gue yang ada di kampung Tipar Babakan.
"Yaa...... sudah gue ikut ya......" Ucap Mira, kalian berdua ikut gak....." Ajak Mira kepada Irma dan Kiara.
"Hmmmmmmm." Sory Mira gue berdua tidak bisa ikut kaya nya karna ada kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, Ucap Irma di angguki oleh Kiara.
Malam ini giliran Mira dulu nanti tinggal giliran gue." Ucap Kiara dalam hati.
"Jadi gimana Awan...........! Tanya Mira.
"Yaaa...... Udah kita berangkat berdua aja." Ucap Awan acuh.
"Siap, aku pulang dulu ganti baju.......!
"Ok," Aku tunggu di belakang pos ronda ya.....! Jawab Awan lalu jalan pulang kerumahnya untuk mengambil motor dan berganti pakaian.
"Thank you my friend." Ucap Mira seraya memeluk kedua sahabatnya.
"Same good luck." seraya mengelus punggung Mira.
Tampa di sadari mereka bertiga sedang di perhatikan oleh seorang wanita dan pembicaraan terdengar di telinga wanita yang sejak tadi memperhatikan dari kejauhan.
"Huh........... Dasar otak kalian bertiga licik." Gumam Nabil lalu pergi meninggalkan mereka bertiga bersembunyi di pos ronda.
Sedangkan mereka bertiga berjalan kearah rumah nya masing masing.
Tidak lama setelah itu Awan pun pulang menuju rumah nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1