
Rumahku istanaku adalah kiasan yang populer untuk menggambarkan rumah yang nyaman dengan segala isi dan fasilitasnya. Namun bagi kaum konglomerat di Jakarta, kiasan ini dapat diartikan secara harfiah. Mereka mampu membeli perumahan elit Jakarta yang bentuknya serupa dengan istana megah.
Tentu harga yang harus dibayar untuk dapat membeli rumah elit tidaklah kecil. Oleh karena itu perumahan elit tidak terbuka untuk semua orang. Hanya sebagian kalangan saja yang mampu mengakses rumah dengan harga selangit ini.
Gadis dengan hidung mancung dan kulit putih yang baru turun dari mobil mewah itu, sangat takjub dengan pemandangan sebuah rumah yang begitu sangat besar dan megah.
Rumah yang begitu megah bak seperti Istana mengingatkan kepada lima tahun kebelakang waktu itu Ia bersama Bunda tinggal di Mansion ayahnya di Kairo Mesir.
Mansion Tuan Tang Tang Dor merupakan bangunan dua lantai yang dibagi menjadi dua bagian yang berbeda layaknya sebuah villa. Keduanya memiliki ukuran yang terlihat besar. Jika Anda masuk ke bagian lantai pertama mansion ini, Akan terasa sekali ini adalah zona pribadi keluarga.
Lounge dan dapur didesain berdekatan sehingga ini menjadi spot yang memudahkan baginya untuk memasak atau bersantai bersama rekan-rekan.
Setiap kamar berada di lantai kedua yang dilengkapi dengan dinding kaca serta atap yang berkubah.
Nampaknya, Tang Tang Dor menyukai konsep rumah yang menyatu dengan alam. Sehingga, setiap kamar dilengkapi dengan balkon terbuka.
Tidak ada kombinasi warna yang mencolok di dalam mansion ini. Layaknya mansion di pedesaan, setiap dinding ruangan mansion hanya dicat berwarna putih. Suasana mansion kian homey dengan digunakannya lantai bermaterial kayu.
Semua dekorasi Mansion milik perusahaan Tang Tang Group hampir mirip dengan Istana milik ayahnya, hingga tampak terlihat gadis itu termenung dengan lamunan seorang diri.
"Nabil..... Kenapa... Kok tidak duduk.." Pinta Awan membuyarkan lamunan gadis itu.. Hal itu membuat Nabil kaget
"Ehk... Itu... Iya.... Kak.." Kaget Nabil... Lalu duduk di samping Awan.
__ADS_1
"Ada apa...?" Tanya Awan kepada Nabil..
"Suasana dan bangunan Mansion mewah Tuan Tang Tang Dor, mengingatkan masa kecilku bersama Ayah dan Bunda di tempat kelahiran ku." Bisik Nabil pada telinga Awan.
"Sebentar lagi... Kamu bersama Bunda akan kembali ke kampung halaman." Balas Awan.. Membuat Nabil hanya berdiam tak membalas lagi bisikan telinga Awan.. Ia sedang mencerna ucapan dari pemuda yang menjadi perisai diri nya.
Tak lama berselang minuman pun di hidangkan oleh pembantu Tuan Tang Tang, kepada mereka berempat dan Liem Tank Cie pun kini sudah duduk berserta sang Asisten perusahaan, untuk berdiskusi bersama Muhammad Awan Pratama tentang masalah Kedua Orang Tua nya yang kemungkinan terbesar terkena santet dari orang lain.
"Tuan Awan.. Nona Nabil dan Nona Lara serta Tuan Asep silahkan di minum dan di cicipi hidangan nya." Kata Liem mempersilahkan dan mencairkan suasana.
"Terima Kasih... Nona Liem.." Ucap Awan lalu mengambil gelas berisi minuman untuk meminumnya.
Diam sejenak dalam ruangan tamu itu.. Nabil dan Lara serta Asep Sunandar sejenak mengambil minuman yang di hidangkan oleh pembantu Mansion begitu juga dengan anak pemilik rumah serta Asisten Tuan Tang Tang Dor.
"Menjawab anda Tuan Awan.?" Silahkan mau bertanya apa.
"Apakah Nona Liem... Percaya kepada saya, akan berhasil menyembuhkan penyakit Orang Tua anda.?" Tanya Awan.
Sesaat gadis bermata sipit itu terdiam, dengan pertanyaan yang di berikan oleh anak muda yang usia nya jauh dari dirinya. Jujur dalam hati Liem Tank Cie sewaktu pertama kali bertemu di restoran yang ada di daerah Cipanas, dia tidak percaya begitu saja kepada Muhammad Awan Pratama.
"Mungkin Nona Liem bertanya tanya dalam hati, kenapa saya bertanya begitu kepada anda... Karna waktu kita pertama kali bertemu di restoran lima hari yang lalu, pikiran dan hati anda tidak sepenuhnya percaya kepada saya karna terbenturnya usia lebih tua dari pada saya." Sambung Awan.
"Tuan Awan mohon maapkan saya waktu itu, mungkin orang lain juga akan berpikir sama seperti saya... Hal utama dan prioritas saya saat ini.. Seandainya Tuan Awan bisa menyembuhkan penyakit yang sedang di alam oleh Orang Tua ku bisa sembuh dan terlepas dari kejahatan orang lain.. Saya sepenuhnya akan percaya kepada anda.. Dan saya berjanji apa yang di minta oleh anda akan saya kabulkan sebatas kemampuan saya dan Kedua Orang Tua saya." Kata Liem tidak ada jalan lain untuk saat ini hanya bisa percaya dan mengandalkan pemuda yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Hampir puluhan dokter dan rumah sakit internasional Ia datangi untuk menyembuhkan penyakit Orang Tua nya tetapi semua tidak ada yang mampu sama sekali.. Sempat ia memanggil paranormal tingkat tinggi yang biasa di posting dalam dunia Maya, tapi hasilnya nihil dan tidak ada titik temu.
"Baiklah kalau begitu saya tidak akan sungkan lagi.. Untuk menyelesaikan segala syarat syarat yang di minta oleh orang yang akan menyembuhkan penyakit kedua Orang Tua Nona, biar itu menjadi tanggung jawab saya." Terang Awan.
"Silahkan Tuan... Saya pribadi mempercayakan penuh semuanya kepada anda Tuan Awan." Jawab Liem tersenyum manis.
Awan pun langsung mengangguk dan tersenyum.. " Asep dan Teh Lara... Coba lihat lihat dulu sekeliling Mansion ini dan taburkan tanah ini, supaya kita bisa mendeteksi aura hitam dan mengetahui siapa yang telah berani berani nya mengirim santet kepada Tuan Besar dan Nyonya Besar Tang Tang Dor." Pinta Awan sambil menyodorkan bungkusan hitam yang di beri oleh Abah Juned.
"Siap Tuan Muda." Jawab mereka berdua bersamaan dan bangkit dari duduknya.
"Nabil ikut." Pinta gadis berdarah Mesir itu yang duduk di samping Awan.
Lara dan Asep Sunandar menatap kearah majikannya, sesaat di balas anggukan oleh Awan dengan senyuman kearah Nabil.
"Tuan Awan. Kalau boleh tahu sebenernya penyakit apa yang di derita oleh majikan saya.?" Tanya Ahong karna rasa penasaran.
Wajar saja Ahong bertanya begitu, karna Ahong orang yang paling dekat dengan Tuan Tang Tang Dor dan Ahong sendiri mengetahui bahwa majikannya tidak mempunyai riwayat penyakit yang sangat serius itu.
"Majikan anda terkena santet, atau bisa di bilang sihir. Santet atau sihir merupakan salah satu ilmu hitam yang sangat berbahaya. Orang yang terkena sihir, santet atau guna-guna akan merasakan sakit bahkan hingga kehilangan nyawa.
"Santet atau sihir maupun guna-guna adalah satu upaya jahat seseorang untuk mencelakai orang lain dengan menggunakan ilmu hitam dari jarak jauh. Makhluk halus atau makhluk tak kasat mata yang akan menjadi perantara untuk ilmu hitam yang berupa santet ataupun sihir.
"Sakit hati, dendam atau pun syirik terhdap nasib orang lain, bisa menjadi alasan bagi orang untuk melakukan perbuatan yang dilarang agama ini." Terang Awan kepada Ahong dan Liem Tank Cie.
__ADS_1
Bersambung.