
Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkk.......................... Bundaaaaaa Bu dewiiiiiiiii. " Teriak pemuda itu histeris melihat kedua wanita itu ambruk di samping kiri dan kanan akibat tembakan beruntun dari orang orang asing yang muncul secara tiba tiba.
"Hahahaha. Hahahaha. Hahahaha. Hahahaha. Orang Orang asing itu tertawa terbahak bahak setelah menembaki dua wanita yang sedang mengapit pemuda tampan nan rupawan.
"Bajingan.........!!
"Setan........... Alas..........!!
"Bangsat......................!
Puncak amarah dari pemuda itu lalu bangkit dan menyerang orang orang yang telah sangat keji dan kejam menembak kedua wanita yang sangat berarti bagi Awan.
"Hiaat.....................!!
"Wuzzzzzzzzzzzzzz. Ketika pukulan Awan mulai menyerang kearah lelaki berkulit hitam itu menghilang begitu saja. Lalu Ia arahkan kepada lelaki yang di samping nya, sama hal ketika pukulan dan tendangan akan mengenai sasarannya tiba tiba menghilang begitu saja.
"Ada apa ini, kenapa mereka setiap aku akan menghajar nya tiba tiba menghilang begitu saja.?" Tanya pemuda itu dengan perasaan prustasi dan mengacak ngacak rambutnya.
Pemuda itu lalu membalikkan badannya untuk melihat keaadaan Bunda dan Bu Dewi yang terkena tembakan beruntun. Aneh dan tak masuk akal dalam tubuh mereka berdua tidak mengeluarkan darah dan tak ada bekas tembakan dari para penjahat itu, tetapi mereka ambruk seolah olah mereka berdua sudah tidak bernyawa.
"Bunda.......... Bangun........!! Bunda bangun Awan Mohon. Bunda........" Lirih Awan dengan tangisan yang histeris mencekam jiwa di malam itu tepat di hamparan Padang Pasir.
Sama hal nya kepada wanita yang di samping Lisnawati. Awan pun memohon untuk bangun kepada Bu Dewi. Jangan tinggalkan Awan. Bu Dewi bangun bangun.
Akh.................. Bunda.................!!
"Akh................ Bu Dewi................!!
"Bangun Kalian berdua. Aku Mohon bangun lah." Teriak Awan sambil Air mata mengalir deras.!!
Di saat pemuda itu sedang berteriak kencang memanggil kedua wanita yang terbaring tak bernyawa di hamparan Padang Pasir, tiba tiba sekilas cahaya sinar yang begitu terang menghampiri mereka bertiga.
__ADS_1
"Bleszzzzzzzzz.............. Awan pun terbawa dengan memutar di atas putaran, Ia tersedot ke dimensi lain, terbawa terbang entah kemana.
"Bughh..............!!
"Ahrkh................ Ringis pemuda itu ketika terpental kedalam satu ruangan yang sangat megah dan berkilauan emas intan permata yang tak jauh dari dirinya jatuh.
Ia bangkit dari jatuh nya dan menatap keseluruhan bangunan megah bak layak nya sebuah istana kerajaan, Pemuda itu mulai berjalan dengan hati hati mencoba mencari tahu sedang dimana dirinya.
Ketika langkah kaki nya menuju sebuah pintu yang terbuat dari kayu yang begitu mahal dengan gagang pintu terbuat dari logam emas berkarat, Ia coba untuk membukakan pintu tersebut. Tetapi tangan nya tak bisa menggapai pintu gagang itu.
Pemuda itu tersentak kaget setelah itu. "Ada apa ini.? Kenapa aku tidak bisa menyentuh gagang pintu itu. Atau kah aku ini sudah meninggal dan ini hanya Arwah ku yang melayang.!
Rasa penasaran dengan semua yang terjadi dengan dirinya dan rasa keingintahuan tempat ini, pemuda itu mencoba menembus pintu itu dengan seluruh tubuh nya.
Alhasil Ia bisa menembus pintu yang menjulang tinggi itu, kini Ia berada di halaman rumah yang mirip istana itu. Tampak terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam layaknya seperti para pengawal.
Pemuda itu melihat keseluruh halaman rumah itu, tiba tiba satu unit mobil Mewah Lamborghini Sian datang dari arah gerbang dan mulai bergerak perlahan memasuki area halaman itu dan berhenti tepat di hadapan pemuda yang tak terlihat oleh orang orang yang berada di sana.
Tak lama seorang pria berusia 30 tahun turun dan mengililingi mobil mewah itu tepat di pintu sebelah kiri lalu membukakan pintu mobil mewah itu.
"Hah.......... Apakah aku bener bener kembali dimana Nabil berusia sepuluh tahun dan masih tinggal di negara nya." Kata pemuda itu berdecak penasaran di buatnya.
Lelaki berusia 30 tahunan itu melangkah meninggalkan mobil mewah itu berjalan menuju pintu utama dan masuk kedalam nya, pemuda yang menjadi arwah nya saja mengikuti langkah lelaki yang berjalan tergesa gesa.
"Nyonya. Besar........ Nona Muda tadi pingsan di dalam mobil badannya panas." Kata lelaki itu ketika sudah tiba di dalam ruangan istana megah itu.
"Bun...... Bund....... Bunda........ Zahra. Itu bener bener Bunda Azzahra Masika Fatharani." Pemuda itu bener bener terkejut dengan semua penglihatan nya.
"Salim Cepat bawa anakku ke kamar." Titah Azzahra. Salim pun langsungkan berjalan kearah kamar Nona Muda Nabil Nur Fadillah.
Tiba di salah satu kamar yang begitu besar ukurannya bagi seorang anak kecil itu sangat berlebihan tapi horang kaya nya bebas. Salim pun langsung membaringkan Nabil yang tertidur dalam keadaan demam.
__ADS_1
Tampak terlihat oleh mata pemuda itu, tiga orang yang memakai pakaian serba hitam dan wajah tertutup cadar dan tangan membawa sebuah balok di tangan mereka masing masing.!!
Tiga orang yang terlihat dari arah berjalan nya dengan pinggul bergoyang seksi menandakan bahwa mereka bertiga berjenis kelamin perempuan.
"Bugh............!!
"Bugh...........!!
"Bugh............!!
Pukulan balok kayu sangat keras dan kuat mengarah kepada majikan perempuan dan bawahan lelaki berusia 30 tahunan itu mengakibatkan mereka ambruk seketika.
Setelah ambruknya Azzahra Masika Fatharani dan bawahan nya yang bernama Salim. Beberapa orang yang di duga kuat sebagai wanita yang menjadi budak *** majikan lelaki nya itu berdatangan dan membawa mereka berdua menuju kamar utama majikan.
Para selir dan tiga wanita bercadar yang memegang balok itu, lalu membuka seluruh pakaian Azzahra Masika Fatharani dan bawahan, Lalu mereka berdua di baringkan dengan di tutupi oleh selimut.
Setelah pekerjaan nya selesai Para selir itu bersama ketiga yang sudah mengeksekusi nya, lalu berjalan kearah pintu keluar istana itu.
Awan pun yang ikut menyaksikan siasat dari para selir dan ketiga wanita cadar untuk merusak nama baik Azzahra langsung mengikuti ketiga perempuan dan beberapa selir tersebut. Ia ingin mengetahui tujuan mereka melakukan itu kepada Ibu kandungnya Nabil Nur Fadillah.
Dua puluh menit berlalu tiga unit mobil beriringan pun tiba di salah satu Rumah yang tak kalah megah dari rumah yang di tempati oleh Nabil dan Azzahra.
Dari dalam ketiga mobil itu secara bersamaan Para selir dan ketiga perempuan bercadar turun dan berjalan masuk ke pintu utama dengan terpampang jelas dalam pintu itu sebuah nama keluarga.
!!KELUARGA ABANOUB.!!
Mereka di sambut baik oleh dua orang pemuda kembar berusia 18 tahunan dan seorang lelaki setengah tua berusia 40 tahun.
"Bagaimana Tugas kalian.?" Tanya Lelaki setengah tua itu langsung pada intinya.
"Semuanya sudah berjalan lancar. Tinggal tunggu kedatangan Tuan Besar Moch Ismail pulang dari kantornya." Jawab dari mereka yang baru datang.
__ADS_1
"Bagus.......................!!
Bersambung.