
Rencana Engkos Kosasih
Setelah kepulangan Hajah Markonah dan anak nya, Titin Kharisma pun langsung bertanya kepada suaminya, tentang maksud ucapan nya yang mengatakan untuk tenang. Dan mempunyai rencana lain agar sawah milik almarhum Jalaludin tidak di ambil oleh Lisnawati.
"Suamiku rencana apa yang kau punya agar Lisnawati dan Nenek peot itu tidak membayar hutang Hajah Markonah.?" Tanya Titin kharisma penasaran.
"Aku akan mengirim guna guna kepada salah satu dari mereka berdua, agar uang untuk membayar hutang si Markonah itu, di pakai untuk berobat dan mereka tidak bisa membayar hutang kepada kita, dengan ini jelas sawah milik si Tua Bangka Jalaludin yang sudah mampus menjadi milik kita berdua." Ucapnya dengan senyuman licik.
"Berarti malam ini juga akan pergi ke pesisir pantai selatan untuk menemui guru mu yang bernama Mbah Wongso, Dukun santet yang tinggal di pelosok kota kecil.
"Tidak malam ini tapi esok pagi pas tepat malam esok nya malam Jumat Kliwon sangat cocok untuk mengirim guna guna kepada salah satu dari mereka berdua, atau dua dua nya saya akan mengirim guna guna." Jawab Engkos Suaminya.
"Baiklah aku mendukungmu, terus apa saja yang harus di persiapkan, agar rencana nya berhasil.?" Tanya Titin.
"Istriku kau suruh pegawai kita untuk mengambil tanah di halaman rumah Siti Romlah dan Lisnawati dan persiapkan kembang tujuh rupa serta minya Elisabeth Arden untuk di mandikan oleh anak perawan kita agar bisa memikat anak anak orang kaya, dan kita bisa memeras uangnya untuk kepentingan kita semua." Titah Engkos Kosasih kepada istrinya.
"Hah............! Kaget istrinya mendengar perkataan dari suaminya, jadi tujuan suaminya menuju Dukun itu sudah di rencanakan jauh jauh hari untuk memasang aura kecantikan anak satu satu nya yang baru keluar dari sekolah SMA.
"Tidak usah kaget begitu kali, Istriku, kan kamu tahu sendiri Lisa Kosasih Angraeni ingin kuliah di kota Besar dan di universitas yang notabene orang orang berduit semua sedangkan kuliah di sana kita harus mempunyai uang yang cukup besar." Kata Engkos Kosasih.
Titin Kharisma tersenyum. Suamiku memang pintar dan licik.............! Ucap Istrinya dari tersenyum berubah tertawa terbahak bahak.
"Hahahahaha." Kan aku belajar dari kamu sayang." Ucap Engkos manja.
"Siapa dulu atuh, Titin gtu loh.....! Puji Titin memuji dirinya sendiri.
__ADS_1
"Sayang........! Pusaka warisan leluhur menjulang tinggi keatas...... kita kuda kudaan yu." Ajak Suaminya.
"Ihk........ Mesum...... nggak ahk sebentar lagi magrib." Tolak Istri nya tersenyum menggoda.
"Ayo......... Dong sayang sudah gak kuat ni." Rengek suaminya seraya menunjuk benda pusaka yang sudah menyembul keluar karna resleting nya di buka.
"Wow, itu terong sangat hitam memekat dan besar......... membuat Goa kecil ku terasa basah dan geli." Goda istrinya seraya tersenyum cekikikan.
"Ayo........ Ahk sayang....... Kata Engkos menarik paksa tangan Istrinya.
"Yaaa...... Sudah ayo....... Sayang kamu tunggu di kamar aku mau membasuh Goa dengan lubang kecil tersebut dengan sabun wangi, agar semakin menggelora dan bergairah." Bisik istrinya ketelinga suaminya, membuat suami nya tersenyum merekah dan bersemangat.
"Baik.......... Sayangku jangan lama lama ya, karna benda warisan leluhurku sudah mau mengeluarkan lava panas nya.
"Percintaan pasangan setengah tua tidak saya rangkumkan dalam bab ini, karna takutnya tidak akan lolos review." Pesan Author.
******************
Sementara masih satu kecamatan hanya berbeda tempat dari pasangan setengah baya yang sedang bertempur di atas ranjang panas serta bergelora itu.
Disalah satu tempat nongkrong di jalan perapatan yang menggabungkan antara jalan desa dan jalan utama labuan Cianjur Bandung, sepasang muda mudi sedang asyik mengobrol berdua di warung kopi tersebut.
"Sayang, apakah kau serius ingin kuliah di Jakarta, kamu bener bener tega mau meninggalkan ku di kota ini." Rengek lelaki pacarnya gadis berusia 19 tahun itu.
"Maapkan saya A Sandi ini demi masa depan ku dan cita cita ku ingin menjadi artis terkenal." Jawab gadis bernama Lisa Kosasih Angraeni putri dari pasangan suami istri Engkos Kosasih dan Titin Kharisma.
__ADS_1
"Terus Aa bagaimana di sini, masa kau tega meninggalkan ku, sayang.! Kata lelaki itu seraya mata nya berkaca kaca.
"A Sandi kalau bener bener cinta ma Lisa, seharusnya A itu mendukung ku, atau ikut Kuliah sama sama di kota Jakarta, mungkin Lisa akan bahagia bila kita berdua sama sama pergi dan kuliah bareng." Kata Lisa.
"Sayangku, permata hatiku, bukan nya A gak mau kuliah bareng sama kamu, tapi kau tahu sendiri, biaya dari mana untuk kuliah di universitas ternama dan terbesar di negara kita, hanya orang orang berduit yang masuk di kampus itu." Lirih Sandi prustasi.
"Yaa...... Sudah aa tunggu di kota ini, dan harus bisa menjaga cinta Lisa, jangan sampai menduakan atau bermain cinta bersama wanita lain, Lisa juga akan setia dan menjaga hati ini buat A sandi." Ucap Gadis itu meyakinkan kekasihnya.
***
Sementara di dalam kios warung kopi parapatan itu seorang wanita berusia 40 tahun memiliki wajah yang sangat cantik berhidung mancung dan mata bening menandakan dia bukan warga negara asli, pemilik warung kios itu sedang menuliskan barang barang yang sudah habis untuk esok subuh dia belanja menyuruh anaknya yang masih libur sekolah nya.
Warung kios itu cukup ramai di siang hari atau pun sore, karna pemiliknya hanya seorang wanita yang tidak mempunyai suami, atau pun berstatus Janda, menurut informasi dari para pembelinya, maka banyak kalangan lelaki sekedar untuk minum kopi agar menarik dan merayu wanita itu agar mau menjadi istrinya, atau pun sekedar menemani kesepian di tempat tidurnya.
Akan tetapi godaan dan rayuan dari para pembeli atau pun para lelaki yang biasa nongkrong di tempat itu, bisa dia tolak tanpa menyinggung hati para lelaki itu.
Azzahra Masika Fatharani. Wanita berusia 40 tahun itu berwarga negara Mesir di usir oleh suaminya Moch Ismail dan kini dia berada di negara Indonesia atas bantuan dari seorang selir suaminya yang merasa kasihan atas pitnah yang ia dapatkan dari saudara almarhum istri pertama nya itu.
Azzahra Masika Fatharani. Kini sudah tiga tahun dia tinggal di kampung karang anyar dan mengontrak rumah milik seorang juragan batako yang tinggal di kampung Situhiang, wanita paruh baya itu, tinggal berdua dengan putri tercinta yang kini berusia 16 tahun dan masih sekolah di SMA Pasundan yang tidak jauh dari Ibu nya berjualan.
"Abil besok pagi kamu belanja ke pasar yaa, mami tadi sore tak sempat belanja karna, uang nya kurang di pakai dulu bayar sewaan rumah." Ucap wanita itu menyuruh anaknya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1