
Tiba tiba di saat lelaki yang duduk di lantai sambil air mata mengalir di saksikan oleh para tetangga yang hadir sekedar menjenguk. Dari pintu masuk dua orang wanita berbeda usia berjalan menghampiri ruangan keluarga milik mantan majikannya.
Melihat kedatangan wanita yang tadi siang mengaji di hadapan suaminya. Nuraeni Handayani bersama Hamdan dan kedua anaknya lalu berjalan menghampiri nya.
Lis..... Lisna....... Lisnawati........! Kami sekeluarga memohon maap dan berterima kasih kepada mu telah menjenguk kepala keluarga kami dan bersedia mengajikan untuk kesembuhan Indra Lesmana serta Alhamdulillah sarea,at dari Lisnawati suami nya sembuh serta pulang dari rumah sakit tadi waktu senja belum datang." Lirih Wanita Paruh baya dengan uraian air mata yang sangat deras keluar dari kelopak mata itu.
"Alhamdulillah." Bu Nur bila Pak Indra Lesmana sudah sembuh sehat wall Afiat. Serta kembali lagi kerumah." Jawab Lisnawati seraya memeluk wanita itu dan mengelus ngelus punggung nya.
Tak lama setelah itu Lisnawati dan menantu nya kini sudah duduk di ruangan keluarga bersama tetangga lainnya duduk bersama keluarga Indra Lesmana, terdiri Istri dan ketiga anak serta dua menantu dari pemilik rumah mewah itu.
Hening sejenak dalam ruangan itu tidak ada suara yang membuka terlebih dahulu. tiba tiba dari salah satu dari mereka yang hadir membuka suara nya bertanya kepada wanita yang baru duduk itu.
"Bu Lisnawati. Nak Awan kemana, apakah tidak bersedia dan datang kerumah kami. Apakah Nak Awan masih membenci suami saya." Lirih Nuraeni Handayani bertanya kepada mantan pembantu itu.
Lisnawati tersenyum kearah wanita paruh baya yang bertanya keberadaan anak nya. Lalu menjawab dengan senyuman manis.
Entah lah Bu terakhir Muhammad Awan Pratama pergi bersama Nak Irma dan kedua sahabat nya Kiara dan Mira dan sampai saat ini belum pulang. Tapi mereka bertiga sudah ada di sini." Jawab Lisnawati menunjuk kepada tiga sahabat Awan yang sedang berdiri karena tidak kebagian kursi.
Mereka yang hadir kini mata nya menatap kearah tiga gadis yang di tunjuk oleh ibu kandung sahabat nya itu. Salah satu dari mereka bertiga yang di tatap membuka suaranya.
__ADS_1
"Awan tadi berkata kepada ku mau ada urusan bersama Bu Dewi guru pembimbing dan akan pulang mungkin malam hari atau esok pagi. " Kata Irma dengan jantung berdetak kencang.
Mereka semua mengangguk setelah mendengar penuturan dari teman yang selalu ada di lingkungan pemuda itu.
Busyet seumur hidup gue baru dua kali merasakan jantung dan hati berdetak kencang serta badan menggigil satu saat Awan mengetahui rencana kami bertiga dan kedua saat semua orang memandang dan menatap dengan mata yang sulit di artikan kepada ku tentang PEMUDA HEBAT SEPERTI DEWA itu. Ucap Irma dalam hati.
Sama hal yang di rasakan oleh Kiara dan Mira dalam hati nya saat ini.
Ini kesalahan terbesar gue sudah merencanakan acara jalan jalan dan pemuda bernama Awan yaitu sahabat gue di jadikan ajang taruhan dalam mengungkapkan perasaan hati gue. Tapi Irma tidak berkata apapun kepada gue dan Mira masalah tadi jalan jalan seolah olah dia bungkam setelah kepulangan bersama Muhammad Awan Pratama. Ucap Kiara dalam hati mungkin Mira juga berpikiran dalam hatinya.
"Bu Lisnawati.....!! Saya Indra Lesmana beserta keluarga sekali lagi memohon maap atas insiden sebulan yang lalu yang telah menghina dan mencaci maki keluarga anda. Untuk ini di hadapan beberapa sesepuh dan tokoh masyarakat di kampung kita. Sebagai ungkapan permintaan maap dari saya sekeluarga. Kami akan merenovasi rumah milik Bu Lisnawati. " Kata Indra dengan mata yang berkaca-kaca.
Lisnawati menjawab Pak Indra Lesmana.
"Pak Indra dan sekeluarga. Saya dan sekeluarga sudah memaapkan anda sekeluarga jauh jauh hari dan tidak sedikit pun mempunyai rasa dendam di hati keluarga.
Terima Kasih atas kebaikan dan maksud tujuan dari anda sekeluarga. Tetapi dengan rasa menyesal saya tolak permintaan anda merenovasi rumah milik kami. Sebaiknya uang untuk merenovasi rumah milik saya. Ada bagus nya Pak Indra di berikan kepada Anak Anak yatim atau orang yang membutuhkan.
Ustadz hilal dan Pak Lukman mengangguk dan kagum kepada wanita yang menolak permintaan dari Pak Indra. Padahal keluarga nya setahu mereka berdua dan para warga lain. kehidupan nya serba kekurangan tapi keluarga nya tidak di bolehkan untuk meminta minta atau pun menolak pemberian dari seseorang kecuali keaadaan yang memaksa.
__ADS_1
"Baiklah Bu Lisnawati bila anda sudah berbicara begitu insyaallah akan saya berikan kepada anak anak yatim-piatu, jompo dan pakir miskin sesuai keiinginan anda sekali lagi saya dan keluarga berterima kasih banyak sudah memaafkan kesalahan yang begitu fatal.! Ucap Indra Lesmana berdiri dan membungkuk hormat kepada Lisnawati.
"Pak Indra Lesmana aduh......! Tidak usah berlebihan sampai sampai anda membungkuk kepada saya yang bergelimang dosa dan hina." Kata Lisnawati buru buru mencegah mantan majikan nya itu.
Semua orang-orang tahu siapa Lisnawati Cucu dari ulama besar yang sudah di pastikan surga tempat kembalinya. kearifan kerendahan hati dan keikhlasan yang di jalani oleh Lisnawati menurun dari kakek nya. kehidupan yang serba kekurangan tidak membuatnya mengeluh, kesakitan hati dari seorang suami yang telah menghianati dia pendam dan tidak menjadikan dendam bagi dirinya. Sama hal waktu dia terima penghinaan caci maki oleh majikan nya tidak mempunyai dendam sedikitpun. Berbeda dengan anaknya yang bernama Muhammad Awan Pratama di saat ibu kandungnya di hina di maki di caci. Ia langsung datang membalasnya dengan cara lain. Sehingga orang orang yang mencaci menghina ibu nya menyesal.
Drama Obrolan panjang di keluarga pasangan paruh baya Indra Lesmana dan Nuraeni Handayani pun berlanjut dan waktu pun semakin malam tetangga tetangga nya satu persatu meninggalkan rumah Indra Lesmana. Begitu juga dengan Lisnawati dan menantu nya.
**************
Pukul 11:30 di salah satu hotel bintang tiga di kawasan Cipanas Cianjur. Lelaki berusia 50 tahun keluar dari kamar hotel dan mengetuk salah satu kamar hotel nya. Tak lama kemudian dari dalam kamar hotel keluar seorang lelaki berusia 45 tahun bernama Andri Setiawan direktur keuangan PT Future Nugraha Company.
Andri.....! Ayo kita keluar kita temui Iwan dia mengirim pesan singkat kepada saya bahwa dia sedang berada di jalan desa yang menuju gunung mananggel kehabisan bensin dia memakai motor pelayan hotel ini." Kata Tedi Ferdiansyah memberi tahukan kepada pegawai sekaligus sahabatnya.
"Baiklah Tuan......! Balas Andri yang baru tidur melenyap sebentar walaupun ada rasa kesal dalam hatinya.
Dua Pria pun berjalan meninggalkan kamar hotel dan Andri dalam langkah kaki nya sedang menelepon meminta serlock kepada Anak buah nya yang kehabisan bensin di daerah pinggir kota kecil itu.
!!! Warning sudah baca wajib like dan komen bos. bila yang punya vote jangan lupa berbagi.
__ADS_1
Bersambung.