
Satu unit mobil mewah Ferrari 488 Pista Rosso Corsa. Bergerak perlahan dari area parkir hotel berbintang menuju pintu keluar.
Tampak pengemudi mobil mewah tersebut sedang berbicara sendiri, siapa duga bahwa Ia sedang menelepon dengan seseorang yang sangat jelas terdengar oleh gadis yang duduk di samping pengemudi mobil mewah itu.
Tuan Safir, apakah ada perintah bagi saya dan anak buah ku yang sedang memantau pergerakan Tedi Ferdiansyah bersama keluarganya.?'' Tanya pengemudi itu.
"Tuan Firmansyah. Sebaiknya kita tunggu terlebih dahulu kedatangan orang orang kuat yang sudah di siapkan oleh Tuan Muda Jabar dari negara sakura dan negara negara lainnya. Setelah saya memantau pergerakan pemuda yang menjadi perisai dari Azzahra Masika Fatharani dan anaknya Nabil Nur Fadillah, pemuda itu tidak bisa di anggap enteng, konon kata anak buah saya yang memantau pergerakan nya pemuda itu bisa berhubungan dengan alam Ghaib." Kata Safir dari sebrang telepon.
"Tapi..........!! Tuan Safir saat ini pemuda itu sedang berada di rumah sakit rakyat, lemah tak berdaya, bukan kah situasi menguntungkan pihak kita kita untuk bergerak.?" Kata Firmansyah memberikan masukan nya.
"Yaa.......!! Aku tahu. Justru pengawalan itu semakin ketat.!! Anak buah ku sudah memantau pergerakan pemuda itu dari dirinya berkelahi dengan para preman dan masuk nya rumah sakit, sudah aku tahu. Tugas dari anda Firmansyah hanya memantau dan memberikan informasi serta menyiapkan beberapa orang orang kuat bila bentrok itu terjadi." Kata Safir memberi tahukan.
"Baik. Tuan." Kata Firmansyah singkat dan mengakhiri panggilan telepon nya.!!
Mobil mewah Ferrari itu pun berhenti tepat di terminal kampung rambutan depan kantor direktorat jenderal pendidikan tinggi.
"Kamu yakin Ingin pulang dulu ke kampung mu.?" Tanya pengemudi mobil mewah tersebut.
"Iya. Aa Firman. Lisa harus membereskan dahulu masalah Orang Tua ku dengan bandot tua sang lintah darat." Jawab Gadis kampung itu.
"Apakah perlu Aa temenin." Kata Pemuda yang di panggil Firman tersebut.
"Tak.! Usah. Pokoknya setelah urusan Lisa selesai. Aku akan kesini lagi, menemui Aa Firman." Jawab Lisa.
"Yaa....!! Sudah kalau begitu mah. Kamu hati hati di sana. Kalau ada apa apa segera hubungi Aa." Pinta Firmansyah.
"Iya. Aa pasti.! Kalau begitu Lisa pamit dulu. Aa di sini baik baik jangan bergadang dan main perempuan." Kata Lisa penuh perhatian.!!
"Firmansyah mengangguk tersenyum.!!
__ADS_1
*****
Sementara di kota kecil tepat nya di rumah sakit rakyat, di ruangan VIP kelas satu, seorang wanita tampak sedang menikmati sarapan pagi berupa bubur yang sedang di suapi oleh pemuda yang seusia nya tak jauh berbeda.
Siti Lara, wanita beranak satu dengan status janda mati itu, tidak mengalami cedera yang parah dia hanya pingsan akibat terkuras tenaganya yang mendatangkan sosok arwah Nyi Dewi Sekar Arum pada perkelahian malam itu.
Akibat tindak tanduk perjalanan hidupnya dengan niat dari awal ingin membalaskan dendam kematian suaminya dan telah menghancurkan kehidupan dirinya entah sekarang tidak tahu keberadaan anak dan ibunya.
Walaupun jalan Siti Lara ingin menempuh perjalanan menuju ke tobatan nasuha, tapi perjanjian awal dengan bangsa siluman tidak bisa di langgar begitu saja.
"Aa Tarmin bagaimana keaadaan Tuan Muda Awan sekarang.?" Tanya wanita itu setelah asupan bubur yang terakhir selesai.
"Tuan Muda Awan, sampai saat ini masih terbaring tak sadarkan diri, dokter dan para ahli sedang berusaha menyelamatkan hidupnya." Jawab pemuda itu.
"Ini semua gara gara aku aa. Andai saja malam itu api dendam itu tak datang tiba tiba, mungkin aku tidak akan menggunakan ilmu pemanggil arwah yang di dapatkan waktu bertapa di Gunung Halu itu." Lirih Lara dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak ada yang perlu di salahkan Nak Lara dalam kasus ini." Tiba tiba satu suara datang dari arah pintu dan berjalan kearah Lara dan Tarmin.
"Nak Lara sebaiknya istrahat jangan banyak bergerak dulu." Pinta Bu Dewi mencegah untuk bangkit.!!
"Terima Kasih Bu Dewi." Lirih Lara pelan.! Bu Dewi tersenyum.
"Bagaimana keaadaan mu Nak.?" Tanya Bu Dewi dia kini duduk di samping Lara.
"Alhamdulilah. Bu. Lara tidak apa apa.!!
"Syukurlah Nak. Ibu cukup senang mendengarnya.!! Nak Tarmin kalau boleh Ibu minta tolong, apakah Nak Tarmin bersedia.?" Bu Dewi bertanya kearah pemuda yang masih memegang mangkuk bubur.
"Insyaallah Tarmin bersedia Bu Dewi." Jawab pemuda itu dengan senyuman.!!
__ADS_1
"Nak Tarmin bersama dengan Asep berangkat menuju ke salah satu pesisir pantai selatan. Menjemput seorang wanita paruh baya dan seorang anak kecil yang sudah di amankan oleh Hendra dan Hendri dua orang pegawai perusahaan Anugrah Awan Sentosa.
"Baik Bu Tarmin bersedia." Jawab pemuda itu dengan senyuman manis.
"Bagus....... Kalau begitu temui Asep Sunandar yang sedang berada di area parkir rumah sakit ini menunggu kamu Nak." Titah Bu Dewi.!! Tarmin langsung mengangguk dan bangkit dari duduknya.
"Aa Tarmin." Kata Lara malu malu.!!
"Iya. Nenk.! Jawab pemuda itu.!!
"Hati hati.! Ucap Lara dengan wajah yang memerah tapi perasaan tidak bisa di sembunyikan begitu saja.!
"Makasih. Atas perhatian nya.! Timpal Tarmin hati nya berbunga bunga, Ia yakin cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.!
"Uhuk....... Uhuk....... Uhuk...... Suara batuk Bu Dewi membuyarkan dua insan yang di Landa kasmaran tentang cinta. Membuat Tarmin langsung bergegas pergi dengan cepat.!!
Bu Dewi sendiri terkekeh melihat Pemuda itu langsung mengeluarkan jurus kaki langkah cepat, sementara Lara sendiri muka nya seketika memerah kaya kepiting rebus.!!
"Anakku. Siti Lara. Boleh ibu memberi saran dan masukan kepada dirimu.?" Tanya Bu Dewi sesaat terdiam setelah Tarmin menghilang dari balik pintu ruangan rawat inap.
"Lara akan mendengarkan saran dan masukan dari Bu Dewi, orang yang paling Lara hormati.!Jawab Wanita itu yang kini sudah tidak memerah lagi mukanya.
"Begini Nak Lara. Setelah Ibu dan Pak Arianto berdiskusi bersama tentang kejadian semalam. Kasus itu tidak sederhana mungkin dan akan melibatkan pihak kepolisian. Apakah Nak Lara bersedia bila suatu saat di panggil oleh pihak kepolisian untuk di mintai keterangan sebagai saksi bagaimana jahat nya saudara Engkos Kosasih dan para preman." Kata Bu Dewi terdiam sesaat,
Bu Dewi menatap kearah wanita itu dengan tatapan mata yang begitu tajam.!! "Ini semua demi kebaikan kita semua Nak. Sudah ada contoh malam itu Nak Lara bertindak dengan dendam dan menghadirkan sosok arwah yang haus akan darah.
"Cukup Majikan kita Muhammad Awan Pratama yang menjadi korban atas ulah balas dendam Nak Lara, kedepannya jangan sampai terjadi lagi, maka dengan ini Ibu bersama Pak Arianto dan Bunda nya Awan akan menyerahkan kasus Nak Lara kepada pihak kepolisian.
"Apakah Nak Lara bersedia dan ikhlas bila perbuatan Engkos Kosasih dan anak buahnya di limpahkan kepada pihak kepolisian, mereka akan di hukum sesuai ketentuan hukum di negara ini." Kata Bu Dewi......!
__ADS_1
Bersambung.