Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Edas Awan Keren


__ADS_3

Sesampainya di area halaman parkir restoran itu..................................


"Awas................... Tuan Muda.......... " Teriak Asep Sunandar dan Iyus bersamaan..


Dua pemuda itu pun langsung melemparkan dua pusaka Kujang Kembar ke arah lelaki bule yang akan membopongnya dari arah belakang ketika Awan yang sibuk dengan perkelahian nya menghadapi Mister Brown Ketua Gangster yang di datangkan oleh Duo Holding Company Group.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.............!


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.............!


"Belezzzzzzzzzzzzzzzz...................!


"Belezzzzzzzzzzzzzzzz....................!


"Arkh......................" Lelaki bule yang akan menyerang Muhammad Awan Pratama dari belakang terkena dua senjata Kujang Kembar di punggung nya Seketika ambruk di lantai tanah..


"Brugh.......................!


"Arkh............... Ketua...." Ringis lelaki bule itu memanggil bos nya dan kalimat terhenti karna raga dan Arwah nya mungkin sudah terpisah.


"Mati sia......." Ucap Asep Sunandar.. Lalu berjalan kearah lelaki yang sudah terkapar itu bersama Iyus Saputra.


Sedangkan Awan masih sibuk melawan mister Brown yang sangat lihai dan sesekali Awan terkena pukulan nya tapi itu tak berarti bagi dirinya...


Sukmaji dan Sutisna serta Ujang pun sibuk dengan dunia nya, melawan tiga lelaki bule anak buahnya Ketua Gangster di negara kangguru itu... Sementara Excel sendiri memberantas para preman kelas bawah yang tidak tahu bahwa kang Dayat selaku Ketua Preman dari lawan nya Excel itu sudah di kalahkan oleh dua pemuda yang baru tiba.


Kini pertahanan mister Brown pun terbuka celah sedikit, atas kejadian yang barusan di lakukan oleh dua pemuda yang menyerang anak buahnya yang akan membopong Muhammad Awan Pratama dari belakang menggunakan dua senjatanya hingga anak buahnya ambruk dalam keadaan darah bercucuran.


"Tuan Bule..... Kau sedikit lengah hehehehehe..." Ucap Awan.. Lalu pukulan tangan Awan pun langsung tepat mengenai wajahnya..


"Bugh............! Pukulan sangat keras hingga gigi geraham nya terlepas.


"Arkh.............. Bajingan kau......... Anak Muda......" Ringis Brown....

__ADS_1


Brown langsung membalasnya, tapi setiap serangan yang di lancarkan oleh nya mampu, di tangkis oleh Muhammad Awan Pratama.


Walaupun mampu di tahan oleh majikan nya, tapi serangan yang di arahkan oleh Mister Brown dengan kekuatan penuh. Membuat Awan kewalahan dan akan sulit untuk membalasnya hanya bisa mengandalkan bertahan.. Asep dan Iyus Saputra yang melihatnya itu buru buru mencabut dua Pusaka Kujang Kembar nya yang menempel di punggung lelaki asing itu.


"Asep... Ayo kita selesaikan..." Ajak Iyus... Tak di lama lama kan lagi setelah anggukan dan senyuman dari Asep Sunandar kepada Iyus Saputra...


Mereka berdua pun langsung menyerang Mister Brown dari arah belakang.. Dengan masih ada nya kekuatan yang di bawa oleh Pusaka Kujang Kembar itu... Asep dan Iyus pun kedua tubuh nya terasa ringan, hingga mampu mengarahkan kedua senjata itu tepat di punggung kaki Brown.


"Hiattttttttttttt..................... Teriak mereka berdua melompat bagaikan kapas yang di serbu angin, melayang lalu kedua nya mengarahkan senjata ke punggung kaki Lawan nya itu.


"Blezzzzzzzzzzzzzzzzz.............!


"Blezzzzzzzzzzzzzzzzz.............!


Tusukan dari Asep Sunandar dan Iyus Saputra tepat mengenai kaki punggung Mister Brown.......!


"Arhkk......................... Bajingan kalian berdua membopongku dari belakang.......


"Bugh.............................!


"Bugh.............................!


Sesaat Mister Brown meleos dan langsung membalikkan badannya ketika terkena dua tusukan di atas kaki belakangnya dan langsung menyepak satu persatu Iyus dan Asep, hingga kedua nya terpental dan mengenai bahu mobil...!


Sang pemuda hebat seperti dewa pun tidak di sia sia kan kesempatan itu.. Melihat lawannya setelah menyepak Iyus dan Asep dengan sangat keras, Brown yang posisi nya membungkuk untuk mencabut dua senjata yang tertanam dalam belakang kaki atas nya itu, Awan sambil berkata.


"Selamat tinggal Tuan Bule... Semoga di kehidupan yang akan datang kau akan menjadi orang baik.." Ucap Awan.. Lalu berlari dan langsung menangkap kepala Brown yang sedang membungkuk dan membanting kan nya ke tanah... Mirip perkelahian di TV antara Jhon Cena menghadapi lawannya.


"Brugh..................... Tuan Bule pun ambruk dengan seluruh badan telungkup serta wajah menempel ke lantai tanah..


"Tuan Muda.... Edas keren gaya nya.." Teriak Asep dan acungan jempol dari Iyus Saputra.


"Ada yang lebih keren dan mantul.. Asep.. Iyus.." Kata Awan seraya membalikkan badannya Mister Brown..

__ADS_1


"Tunjukkan pada kami berdua Tuan Muda.." Pinta Iyus dan senyuman Asep Sunandar.


"Ok.......... Singkat Awan membalas nya dan langsung seluruh jari nya ia kibaskan kepada muka Tuan Bule yang sudah terkapar di lantai..... Lalu tangan kanan nya Ia naikan ke atas dan............................................


"Bugh........................ Kraak........................


Tampak terdengar suara patah tulang leher Mister Brown dan seluruh tubuh nya meregang bersamaan, lalu beberapa detik kemudian terhenti.. Apakah masih hidup atau sudah mati..


"Woy........ Gaya petarung Smeck Down.. Jhon Cena.." Teriak Iyus dan Asep bersamaan.


Iyus dan Asep pun langsung bangkit dari duduknya setelah beristirahat sebentar akibat terkena sepakan kaki dari Mister Brown yang sudah tumbang di tangan sang Tuan Muda... Sedangkan ketiga murid Mama sepuh pun Sutisna dan Sukmaji serta Ujang sudah berhasil menghadapi lawannya..... Excel berjalan kearah Awan dengan rambut yang acak acakkan dan napas ngos ngosan.


"Kak..... Excel... Bagaimana ada yang terluka..?" Tanya Awan. Ia pun berjalan ke arah Excel yang sama sama Excel pun berjalan ke arahnya..


"Tidak Adikku..... Sekarang kita kemana..?" Tanya Excel..!


"Sebentar...... Awan pun langsung mengeluarkan ponselnya dan memberi pesan kepada Bu Dewi.. Posisi di bawah sudah aman.. Tinggal bagian pembersihan saja menjadi tanggung jawab anak buah Kanit Subadra dan Kanit Diki.


"Ayo kita selesaikan permasalahan ini dengan menangkap bos besar nya dan membebaskan sahabat ku serta Nona Friska yang ada di kawasan taman wisata Cibodas.." Kata Awan, bersiap berangkat.


"Siap lest' Go'..............." Mereka serentak menjawab nya....!


Mereka pun langsung berjalan menuju mobil dan motor masing masing yang ada di area halaman parkir itu.. Tak lama ketika mereka sudah memasuki mobil dan motor nya... Beberapa anggota kepolisian dengan memakai pakaian pun datang guna membersihkan area tersebut.. Yang sebelumnya di Vila yang tak jauh dari restoran itu sudah di bersihkan dan tampak Kang Dayat pun ada dalam mobil terbuka yang duduk dengan baju berlumuran darah dan tangan nya di borgol.


Awan turun sejenak dan menghampiri salah satu dari anggota kepolisian yang bagian pembersihan saja... Tampak terlihat oleh Excel dan yang lainnya.. Lelaki yang di tahu namanya Kanit Budianto itu sedang mendengarkan instruksi dari Muhammad Awan Pratama dengan sesekali mengangguk kan kepalanya..


Tiga menit berselang obrolan mereka berdua pun selesai.. Awan menunjukkan rasa hormat nya dengan hormat kepada lelaki itu sambil tangannya Ia simpan dalam keningnya.


Awan pun langsung berjalan kearah Mobil nya dan siap untuk berangkat menuju pertempuran yang lebih dahsyat.. Yang dimana mereka para anak buahnya dan murid murid Mama sepuh dan Asisten perusahaan Future Nugraha Company Group serta anggota dari macan tutul sudah menunggu nya.


"Kak.............. Awan tunggu..... Kita ikut...." Teriak Nabil


Bersambung.

__ADS_1


Insyaallah tamat novel pemuda Hebat Seperti Dewa akan langsung ke novel aku bukan dukun cabul.


__ADS_2