Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pesan Aden Haruman untuk Awan


__ADS_3

Obrolan masih berlanjut di ruangan tamu Aden Haruman. Awan memberi tahukan segala rencana rencana yang akan di jalankan oleh nya guna menjaga keselamatan Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani.


Aden Haruman bangkit dari kursinya. Ia masuk kedalam kamar Khusus. Awan sendiri mengeluarkan ponselnya lalu membuka beberapa pesan masuk yang terlihat di aplikasi wasttap. Ada beberapa pesan dari Nabil, Amel dan Kakak iparnya serta informasi terbaru dari Sutisna.


"Assalamualaikum. Kak Awan sedang dimana.?" Pesan Dari Nabil.


"Awan Adik Ipar ku. Kamu sedang dimana. Bunda nanyain kamu." Pesan Dari teh Dena.


"Assalamualaikum. Kak Awan sehat. Kemana aja. Amel sedang bersama Bunda dan Ayah menjemput Kak Aris di bandara internasional Soekarno-Hatta." Pesan dari Amel.


"Bos. Titin Kharisma sudah bertemu dengan perempuan yang bernama Ani. Tetangga rumah Orang Tua bos. Mereka sudah merencanakan sesuatu. Bila bos sedang sibuk tolong hubungi saya." Pesan masuk dari Sutisna.


Satu persatu Pemuda itu membalas pesan masuk tersebut dengan kata yang sama bahwa dirinya sedang berada di kawasan puncak. Tampa di sadari pemuda itu. Aden Haruman sudah kembali duduk di kursi nya.


"Awan kamu nanti pulang ke rumah ibu mu, dan pas langit sudah malam langsung mandi, Air nya kamu campurkan dengan air yang ada dalam botol ini. Tata cara nya seperti biasa, baca Shahadat tiga kali dalam satu tarikan napas dan tujuh kali siukan gayung." Titah Aden Haruman.


"Siap seperti biasa. Abah mandinya. Telanjang bulat kan. Hehehehe." Kekeh Awan. Abah mengangguk.!!


"Anakku Muhammad Awan Pratama. Kamu jangan kaget dan terkejut ketika hari Minggu malam ada yang menelepon dan meminta bertemu. Sebaiknya kamu temui." Kata Lelaki paruh baya Aden Haruman itu.


"Emang siapa Abah.?" Apakah bangsa Karuhun atau bangsa manusia.?" Tanya pemuda itu terkekeh.


"Ngaur omongan mu. Jelas jelas bangsa manusia. Masa bangsa Karuhun menelepon mu. Dasar Anak Jin Kuya." Kesal Aden Haruman.


"Hehehehe. Maap Abah. Awan bercanda.!!


"Canda mu. Buat tensi darah Abah naik." Ketus Aden Haruman.


"Hahahaha. Jadi siapa atuh Abah.?" Tanya Awan penasaran.!!


"Dia anak anak kan Abah. Nanti Minggu kebetulan dia sedang berada di kota kamu. Sekalian Abah meminta untuk menemui mu." Kata Aden Haruman.

__ADS_1


"Baik. Abah Awan akan menemui nya." Kata nya.


"Ok." Kamu utarakan saja semuanya. Tentang permasalahan yang sedang di hadapi dan tentang mengawal dua wanita yang anaknya adalah pewaris perusahaan terbesar di negara Piramida itu.


"Siap. Abah. Kalau begitu Awan ijin pamit. Doa kan anakmu ini, semoga urusan dan permasalahan serta tanggung jawab yang sedang di jalani, bisa berjalan dengan mudah dan rintangan cepat selesai." Ucap nya lalu mencium tangan milik lelaki paruh baya yang sudah menjadi ayah kedua dari pemuda hebat seperti dewa itu.


"Doa Abah selalu menyertai mu. Ingatlah Nak nanti kamu bertemu dengan anak anak kan Abah. Bijak lah dalam mengambil keputusan. Memilih dan memilah harus kau pikirkan matang matang, untuk kedepannya lebih baik." Pesan Aden Haruman.


"Baik. Abah. Awan mengerti.!! Lalu beranjak melangkah menuju mobil yang terparkir tak jauh dari rumah Aden Haruman.


#Back to the beginning#


Hari pun sudah terlihat gelap waktu itu, pertemuan di vila mewah telah usai, semua mobil saling beriringan keluar menuju pintu gerbang yang menjulang tinggi.


Mobil Mewah Pajero Sport bergerak dengan pelan di ikuti oleh Mobil Honda br-v dan Mobil Toyota Alphard keluar di senja itu membelah jalanan ibu kota.


Satu jam kemudian Mobil Mewah Pajero Sport pun memasuki salah satu hotel berbintang tersebut dengan di iringi dua mobil lainnya.


Seorang pemuda tampan pun turun dari mobilnya di ikuti oleh beberapa bodyguard nya, dan melangkah menuju lobby hotel bersama dua pengemudi mobil Toyota Alphard dan Honda Br-v.


"Kalian semua berjaga di sini. Aku ada sesuatu yang harus di bahas dengan Tuan Bob Hidayat dan Jamil bersama Pak Betmen.' Titah pemuda itu.


"Siap Tuan Muda Firmansyah.!! Ucap satu dari beberapa bodyguard nya.


"Jamil. Tuan Bob dan Pak Betmen. Mari kita duduk di restoran itu.


"Mari. Tuan Muda. Ucap Bob Hidayat. Lalu melangkah masuk mengikuti seorang pemuda di depan nya.


Setelah mereka duduk di salah satu restoran yang berada di hotel berbintang itu. Tak lama pelayan hotel itu pun datang untuk memberikan menu makanannya.


"Silahkan. Tuan Tuan, mau pesan apa." Ucap ramah pelayan hotel tersebut.

__ADS_1


"Hidangkan saja menu spesial di restoran ini." Pinta Firmansyah tak mau ambil pusing.!!


"Baik. Tuan. Mohon bersabar untuk menunggu." Ucap pelayan itu membungkuk hormat. Lalu beranjak pergi meninggalkan meja makan restoran setelah di berikan anggukan oleh firman dan yang lainnya.


"Tuan Bob. Apakah kamu mengenal keluarga dari pemuda yang pernah berurusan dengan mu waktu itu.?" Tanya Firmansyah di sela obrolan nya.


"Tuan Muda. Mohon maaf kan saya. Saya tidak mengenal dengan keluarganya. Tetapi orang orang dari CV Hansel Mandiri yang bernama Haji Epen dan Pak Sutarman dia mengetahui nya." Jawab Bob Hidayat.


"Apakah mereka berdua bisa di ajak sama. Tuan Bob.?" Tanya Firmansyah seringai licik.


"Hmmmmm. Mereka orang yang sangat jujur. Susah untuk di ajak kerjasama. Tetapi ada bawahan yang bisa di ajak kerjasama dan di andalkan di CV Hansel Mandiri." Jawab Bob dengan nada senyuman manis.


"Bagus. Aku suka. Aku suka. Tuan Bob, apakah bisa mengurus nya! Untuk masuk kedalam internal kita kita membasmi pemuda itu yang menjadi duri penghalang. Tuan Bob juga mempunyai dendam kepada pemuda tersebut." Kata Firmansyah.


"Dengan senang hati Tuan Muda. Tapi anda tahu sendiri. Kantong celana ku sudah menipis. Anda mungkin mengerti tentang semua ini. Apalagi seluruh Nomor rekening ku sudah di bekukan oleh pihak kepolisian." Kata Bob Hidayat mencari alasan untuk mendapatkan uang.


"Tuan Bob. Tidak usah khawatir tentang masalah itu. Hal itu sangat mudah bagi saya." Jawab nya. Bob pun tersenyum mengembang di bibirnya.


"Terima Kasih.Tuan Muda selalu mengerti keinginan bawahan nya. Bob dan Betmen akan selalu setia kepada anda." Kata Bob bersumpah untuk meyakinkan anak dari Agus Ferdiansyah itu.


"Tuan Bob. Anda terlalu sungkan. Hehehehehe.!


Tak lama ketika obrolan mereka berempat sedang serius, para pelayan restoran pun datang menghidangkan menu spesial yang ada di restoran mewah bintang lima itu.


"Silahkan. Tuan Tuan selamat menikmati hidangan dari restoran kami." Ucap pelayan itu setelah selesai dengan menghilangkan makanan yang di pesan oleh Firmansyah.


"Terima Kasih." Ucap Bob Hidayat.


"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu." Kata Firmansyah.


"Silahkan Tuan Muda.!!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2