Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Mengunjungi Abah Aden Haruman


__ADS_3

Liem.......... Mengangguk...!!


"Jadi tujuan anda bertemu dengan saya. Hanya sekedar mendengarkan curhatan tentang keluarga anda.?" Tandas Awan....... Ia berusaha bangkit dari duduk nya dan beranjak... Tapi di tahan oleh wanita keturunan China itu.


"Tunggu.... Jangan pergi... Saya belum selesai bicara sepenuhnya." Tahan Liem.


"Aku mau ke kamar kecil.... Apakah Nona muda Liem mau ikut. Hehehehe." Kata Awan terkekeh..!!


"Uhk.!! Di kira.! Kecut Liem.!


"Tunggu.!! Sebentar sebaiknya anda meminta ruangan khusus di kafe ini untuk menjelaskan semua yang ada dalam hati Nona." Pinta Awan.!!


"Baiklah.......! Anggukan kepala dari wanita tersebut menyetujui nya.


Awan pun melangkah menuju tempat toilet yang ada di dalam kafe tersebut... Liem sendiri menyuruh bodyguard nya untuk memesan ruangan khusu untuk mengobrol secara empat mata.... Sepenuhnya Ia percaya kepada pemuda tersebut mampu menyelesaikan problem yang ada dalam interen keluarganya.


Lima menit kemudian mereka berdua sudah duduk kembali dan berada dalam ruangan khusus yang ada mereka berdua.........!!


"Sebentar.! Aku akan mengirim pesan Wasttap kepada orang rumah tentang kepulangan ku yang kemungkinan akan telat... Maklum anak mamah hehehehehe." Kekeh Awan dengan mencairkan suasana kaku wanita tersebut.!!


"Hmmmmmmmmm''.! Pemuda Hebat Seperti Dewa tapi masih dalam pemantauan orang rumah." Cibir Liem.!


"Hehehehe.!! Maklum Kekawatiran seorang ibu." Timpal Awan.!


"Nona Liem silahkan melanjutkan lagi cerita tentang keluarga anda dan masuk rumah sakit nya Tuan Tang Tang." Pinta Awan.!


"Begini Awan........ Seminggu setelah mendapatkan ancaman dari Bu Nuri..... Keluarga ku tidak ada kejadian yang sampai membuat celaka Ibu dan ayahku atau pun diriku sendiri.........


Tetapi tepat pada pukul 02 dini hari....

__ADS_1


Qing Mei nama Ibu ku mendadak perutnya membesar seperti sedang hamil sembilan bulan....... Aku yang tinggal di apartemen tidak mengetahui seluk beluk nya Ibu ku seperti itu.


Ibu ku di bawa oleh Asisten rumah tangga dan beberapa pelayan di Mansion milik nya ke sebuah rumah sakit ternama dan tercanggih di kota besar........ Tapi setelah di scan simpel darah dan di lihat dari layar komputer dalam perut ibu tidak ada apa apa nya.?"


"Aku dan Ayah pun membawa ibu ku ke luar negri dengan rumah sakit yang lebih canggih dan hasilnya nihil.... Para dokter dan staf ahli bahwa ibu ku tidak mempunyai penyakit yang sangat serius dan perut nya semakin membesar itu di luar nalar pengetahuan orang orang awam.!!


"Aku yang notabene nya seorang wanita yang tidak percaya dengan hal hal yang ghaib dan tidak percaya ada nya Tuhan........ Mendengar obrolan ayah yang sedang menelepon bersama Asisten nya...... Dalam obrolan tersebut. Sang ayah memberitahu kan kondisi Ibu ku dan menyebut tentang nama mu Muhammad Awan Pratama...!


"Koko..... Bila kau pergi ke kota kecil untuk meninjau barang barang yang bekerjasama dengan PT Anugrah Awan Sentosa..... Tolong beritahukan kepada pemilik nya seandainya posisi aku sudah tidak sadarkan diri, Muhammad Awan Pratama untuk menengoknya dan memberitahu kan semuanya. Tampak jelas Obrolan waktu itu terdengar di telingaku." Terang Liem Tank Cie kepada pemuda yang bernama Awan itu.


"Hehehehe.!! Awan hanya terkekeh.... Cerita yang di utarakan oleh Liem sama dengan yang di katakan oleh Asisten Tuan Tang Tang.!


"Apakah ada yang lucu dari penuturan ku.?" Tanya Liem kesal melihat pemuda itu hanya terkekeh setelah semuanya di terangkan kepada pemuda tersebut.


"Tidak." Jawab Awan singkat.!


"Ohk... Itu penuturan mu dengan Asisten ayah mu sama tidak ada beda nya." Jawab Awan santai.!


"Hmmmmmmm.! Aku kira dan sangka seorang pemuda yang di suruh ayahku untuk menemuinya itu adalah seorang dokter hebat tapi..............!


"Tapi. Apa.?" Tanya Awan.!


"Hanya seorang bocah yang jauh dari usia nya.! Jawab Liem berterus terang.!!


"Hehehehehe.! Yaa..... Begitu lah.! Awan santai dalam berkata.


"Uhk.! Raut muka Liem terlihat kesal di buat nya." Kapan kau mau menemui ayah ku.?" Tanya Liem.!


"Mungkin...... Esok.! Karna sudah berjanji kepada Asisten Tuan Tang Tang." Kata Awan.!!

__ADS_1


"Yaa.... Aku tunggu..... Ayahku percaya penuh dengan dirimu.... Walaupun buat ku sendiri tidak percaya dan tidak ada yang spesial dalam segi penampilan mu." Kata Liem seraya memandang rendah pemuda tersebut.!


"Terima Kasih.! Atas kepercayaan dari Ayahmu.! Ucap Awan tersenyum manis. Walaupun Ia di pandang rendah oleh wanita tersebut.!


"Baiklah. Pertemuan ini kita akhiri saja... Saya tunggu kedatangan anda.... Mudah-mudahan ada jalan titik baik dengan kehadiran mu di kondisi Ayah ku serta ibu ku." Kata Liem beranjak lalu mengulurkan tangannya, meminta untuk berjabat tangan.!


"Insyaallah........ Setiap langkah kaki seorang mahluk yang sedang berikhtiar akan selalu di berikan kemudahan oleh sang pencipta." Jawab Awan seraya menyambut uluran tangan wanita tersebut.!


Kini mereka berdua pun beranjak dari meja ruangan khusus menuju keluar... Awan pun langsung menuju kasir tapi sudah di bayar semua nya oleh wanita tersebut.


Waktu menunjukkan pukul 23:00 Hampir dua jam lamanya Awan mengobrol dengan Nona Muda dari perusahaan Tang Tang Group........ Setelah berpisah dengan nya, Awan pun langsung berjalan menuju mobil yang di parkir di area Kafe tersebut..


Dalam mobil Ia merenung... Apakah pulang menuju rumah neneknya atau pulang ke perumahan Leles Residance yang biasa Ia tempati... Karna untuk pulang ke rumah Bunda yang ada di kampung Situhiang sedang tahap renovasi..!


"Sebaiknya aku menemui Abah Aden Haruman." Kata hati Awan... Lalu ia menghidupkan mobil nya.!!


Mobil mewah Marcedez Benz e-class pun keluar dari area parkir Kafe tersebut..... Tiba tiba Ia berhenti sejenak dan mengirim pesan kepada pengawal bayangan untuk tidak mengikuti nya.. Karna malam ini mau menemui gurunya.


Tak lama kemudian setelah menerima balasan dari Akang satu dan Sutisna.. Awan pun mulai memecut laju kendaraan kearah jalan provinsi labuan Cianjur menuju jalan puncak Bogor di keheningan malam itu.


Hanya butuh tiga puluh menit saja Mobil Mewah Marcedez Benz itu telah tiba di sebuah prapatan pangkalan ojeg Citamiang Puncak Bogor. Sejenak mobil itu berhenti dan pengemudi nya turun lalu melangkah menuju warung untuk membeli rokok dan makanan ringan untuk mengemil dalam obrolan malam bersama Abah Aden Haruman.


Selang beberapa menit kemudian Muhammad Awan Pratama pun sudah berada di teras halaman rumah Bu Sri tetangga nya Abah Aden Haruman... Seperti biasa mobil pun di parkir kan di area tersebut.... Awan sendiri langsung melangkah menuju rumah lelaki paruh baya yang sudah menjadi orang tua nya.


"Tok........ "Tok........ "Tok .......... Abah...... Awan datang mengunjungi mu." Kata pemuda itu seraya mengetuk pintu.


"Masuk Awan pintu gak di kunci." Jawab Suara dari dalam.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2