
"Ingat Kang Syarif dan Kalian semua, bila musuh bertindak duluan menyerang orang orang kita......... Kalian langsung bergerak dan.........................." Awan memberikan kode kepada mereka berenam dengan kedipan mata nya.. Mereka pun mengetahui kedipan dari majikannya.
Ketua dari Murid Mama Sepuh pun langsung meninggalkan ruangan tersebut dan akan langsung menuju restoran tempat ketiga sahabatnya dan Nona Muda Friska yang menjadi target orang orang dari Holding Company Group.
Kini di ruangan itu hanya tersisa beberapa orang saja... Boyen dan Juna serta tiga Murid Mama Sepuh pun sudah berangkat untuk menghadapi para pengawal dari Ketua Preman pasar induk yang tak lain Kang Dayat...
"Hendra dan Hendri........ Seperti biasa bagian penyelamatan... Ketika Nona Muda Friska atau pun ketiga sahabat ku di tangkap oleh mereka dan di kurung di Vila yang berjarak beberapa meter dan hanya terhalang dua bangunan rumah... Ketika Asep Sunandar dan Iyus Saputra berkelahi dengan Kang Dayat yang mempunyai ilmu kebal anti bacok... Maka kalian berdua langsung membawa mereka ke tempat yang aman." Kata Awan memberi perintah.
"Asiiiiaaap..........." Kata Mereka berdua bersamaan dengan gaya nya seperti perempuan.
"Hahahahahahahah.... Seserius apapun aku tidak bisa menyembunyikan rasa ingin ketawa bila sudah bertemu dengan dua orang ini, dari waktu kita sedang berjualan di pasar sampai saat ini." Kata Awan sambil tertawa terbahak bahak.
"Alahhh........ Tuan Muda bisa aja.." Manja Hendra dengan sedikit bercanda.
"Tapi awas....... Kalau sampai kaya waktu itu ketika menyelamatkan Nyonya Agista di Tawan oleh Agus Ferdiansyah.." Ancam Awan dengan mata melotot.. Hingga mereka berdua ketakutan.
"Aduhhh tak berani kaya dulu lagi Tuan Muda... Lagian jangan melotot begitu..'' Jawab Hendra dan anggukan kepala dari Hendri.
"Serius dong... Kang Hendra dan Hendri.." Keluh Awan.
"Siap Bos.." Jawab mereka berdua bersamaan kini.. Suaranya seperti lelaki berotot dan bertenaga.
"Asep dan Iyus..... Ini untuk berjaga jaga...... Sebelum kau arahkan senjata ini kepada Ketua preman itu... Sebaiknya kau beri kiriman surat alfatihah kepada Abah Aden Haruman.." Kata Awan memberikan sepasang senjata pusaka Kujang Kembar itu.
"Siap Tuan Muda.." Jawab Mereka berdua bersamaan seraya menerima pusaka Kujang Kembar tersebut.
"Saya tidak percaya Ilmu kebal yang di punya oleh Kang Dayat tidak ada penangkalnya... Dan saya yakin kalian berdua bisa menyelesaikan tugas yang aku berikan.." Awan berkata dengan mengepalkan erat tangan nya.
__ADS_1
"Mudah mudahan Tuan Muda.. Kita semua hanya bisa berserah dan meminta pertolongan dari sang maha esa." Jawab Asep Sunandar..!
"Amiin Yaa Robball Allamiin..." Serentak mereka mengucapkan nya.
"Baiklah..... Kalian berempat segera meninggalkan tempat ini dan lakukan tugas dengan keberhasilan.. Orang orang yang menumpas kejahatan selalu dalam lindungan Allah SWT.." Kata Awan untuk segera keluar.
"Siap Tuan Muda.!!
Lalu mereka berempat di antara nya Hendra dan Hendri serta Asep dan Iyus pun meninggalkan ruangan itu, bergerak dengan tugas nya masing masing.
Sementara Awan dan Nabil masih di posisi ruangan tersebut... Awan sibuk dengan dunia ponselnya, untuk mengirim pesan kepada orang orang yang akan terlibat dalam perkelahian malam ini.. Di antaranya Kanit Subadra dan Kanit Diki pun Ia kerahkan untuk bagian pembersihan nya saja.
"Nabil ayo kita berangkat menuju restoran.." Ajak Awan mengulurkan tangannya.
"Ayo Kak......" Nabil tampak bersemangat menyambut uluran tangan dari Awan.
Ketika mobil Marcedez Benz C-Class itu tiba di restoran mewah, tampak di sana sudah ada Bu Dewi, Pak Kohar, Nona Muda Friska dan Tuan muda Excel dan beberapa bawahan lainnya yang entah sebagian adalah pihak penyusup orang orang dari Kang Dayat atau pun Tuan Jamil.
"Terima Kasih Bu Direktur dan Pak Kohar serta Kak Friska dan Kak Excel.." Kata Awan sambil tersenyum.
"Apakah ketiga sahabat ku dan teh Lisa serta Aa sandi sudah datang dan di persiapkan segalanya.?" Tanya Awan.
"Sudah Tuan Muda.. Mari kami antar ke lantai diamond box." Kata Bu Direktur mempersilahkan.
"Mari Bu.... Kita akan makan bersama, tidak ada yang namanya bawahan atau majikan.. Kita semua sama.. Tidak ada kata tuan muda dan Nona Muda segala." Ucap Awan.
"Mari anakku..... Bu Dewi mempersilahkan majikan nya yang masih memegang erat tangan gadis cantik di sampingnya.
__ADS_1
"Amazing...... Bu Dewi.... Restoran ini baru beberapa hari beroperasi tapi sudah banyak yang makan dan tak tanggung tanggung yang makan juga ada beberapa orang bule." Kata Awan... Sekilas menatap kearah meja tengah dan ada enam warga negara asing sedang duduk.
"Alhamdulillah anakku.... Benar benar restoran ini membawa hoky bagi kita semua dengan ada nya orang orang bule yang mau datang dan mencicipi makanan yang ada di restoran ini." Jawab Bu Dewi tersenyum. Bu Dewi menyadari bahwa majikan nya itu sedang berakting.
"Hmmmmmm.. Alhamdulillah..... Baiklah Bu Dewi ayo kita naik ke atas......." Ajak Awan tetapi sorot matanya menatap kearah ke enam warga negara asing itu.
Jelas mereka berenam yang duduk di meja tengah itu menyadari bahwa sedang di tatap oleh buruan di kandang nya sendiri. Tetapi salah satu dari mereka yang menjadi Ketua nya untuk menahan diri terlebih dahulu bukan saat nya kita melawan tapi sebentar lagi, ketika suara terdengar kata PERANG maka mereka berenam pun langsung bergerak.
Awan pun lalu bersama sama berjalan beriringan menuju sebuah arah lifs yang akan mengantar mereka ke lantai atas yang sudah di tunggu oleh ketiga sahabatnya dan pasangan kekasih Lisa dan Sandi.
Sesampainya di atas lantai ruangan diamond box.. Mira dan Irma serta Kiara bersama Amel dan pasangan kekasih itu, sedang berdiri menatap kota Cipanas di malam hari dari ketinggian lantai empat..
Pintu ruangan khusus itu pun di buka dan mereka yang menikmati keindahan malam mingguan di restoran dengan konsep internasional pun langsung membalikkan badannya serentak seraya senyuman terukir kearah orang orang yang baru masuk itu.
"Irma...... Kiara........ Dan Mira..........." Kata Awan dengan nada sedikit tinggi seraya berjalan ke arah ketiga sahabatnya... Hal serupa oleh mereka bertiga berjalan menghampiri Muhammad Awan Pratama sahabatnya itu.
Awan meregangkan kedua tangannya... Senyuman terukir oleh nya...!!
"Sarwan............! Wan............. ! Wan............! Kita bertiga kangen..." Ucap nya bersamaan..
"Gue juga kangen loe pada." Ucap Awan dalam pelukannya kepada ketiga gadis satu kampung itu..
"I'm sorry my friends, I'm sorry I forgot the three of you." Lirih Awan kepada mereka bertiga.
The three of us understand and today we we are very happy today to meet you." Jawab Irma dan anggukan kedua sahabat nya..
"Ayo kita duduk........" Ajak Awan..!
__ADS_1
"Yoi.... Sarwan.." Balas Irma dan senyuman manis Kiara dan Mira.
Bersambung.