Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Betmen dan Kawan Kawan Menemui Preman Pasar


__ADS_3

Di salah satu bangunan berlantai tiga yang menjadi pusat perbelanjaan di kawasan kota kecil Jawa Barat, dengan di kelilingi lapak lapak pedagang kaki lima dan tampak terlihat lalu lalang orang yang berjalan di siang hari itu.


Dua unit mobil yang berbeda merk dan tipe memasuki area parkir bangunan tersebut, bergerak perlahan dan berhenti tepat di depan toko bernama rumah makan sederhana.


Dari dalam dua mobil tersebut empat orang lelaki yang berbeda usia pun turun dan berjalan kearah kiri melewati mobil mobil yang telah terparkir di area tersebut, kebanyakan mobil mobil yang terparkir pemiliknya untuk sekedar berbelanja atau pun menjaga dagangan nya.


Salah satu pria berusia 38 tahun dengan memakai masker berjalan paling depan menuju pojok bangunan yang menjadi pusat perbelanjaan terbesar di kota kecil itu dengan di ikuti tiga pria lainnya.


Setelah sampai di salah satu bangunan 4x4 yang bermarkas kan tempat beristirahat nya para pengemudi ojeg itu, lelaki bermasker pun langsung masuk bersama ketiga lelaki yang berjalan dari belakang mengikuti nya.


"Siang Pak. Apakah kang Dayat nya ada.?" Tanya lelaki bermasker kepada seorang pemuda yang sedang duduk bersila dengan secangkir kopi hitam di hadapannya.


"Ohk. Anda mencari Kang Dayat. Kalau jam segini dia pulang dulu. Sore baru balik lagi." Jawab Pemuda itu menelisik kearah mereka.


"Bisakah saya meminta alamat rumah nya atau tolong di telepon Kang Dayat nya, ada sesuatu hal penting yang harus di bahas dengan Kang Dayat." Pinta lelaki bermasker itu.


"Kalau boleh tahu dengan siapa saya berbicara.! Karna saya belum bisa memberikan alamat Ketua saya bila tidak mengetahui nama dan tujuan." Kata Pemuda itu bertanya.


"Saya sahabat lama nya ketua Anda. Bilang saja Betmen.!!


"Siap sebentar akan saya telepon terlebih dahulu Ketua saya. Silahkan Bapak Bapak untuk duduk menunggu." Titah Pemuda itu mempersilahkan.


Betmen mengangguk.' Terima kasih Pak.! Balas Betmen. Pemuda itu lalu berjalan keluar untuk menelepon Kang Dayat.


Tak lama kemudian setelah menunggu sepuluh menit, pemuda itu telah selesai menelepon dengan orang yang di cari oleh Betmen dan ketiga yang mengikuti dari belakang yaitu Holik Simatupang dan Dika serta Iwan.


"Pak Betmen kata Ketua saya, suruh menunggu, setengah jam lagi dia akan datang." Kata pemuda itu memberitahu kan.


"Ohk Iya, baiklah saya bersama dengan teman teman ku akan menunggu." Jawab Betmen.


"Apakah mau di pesan kan kopi. Pak.?" Tanya pemuda itu tersenyum.!! Orang ini sahabat nya ketua harus di hormati dan di layani baik." Ucap Pemuda itu dalam hati.


"Boleh Pak. Sekalian titip beli rokok, kalau tidak keberatan." Pinta Betmen.

__ADS_1


"Tidak Pak Betmen. Sama sekali tidak keberatan." Kata pemuda itu dengan cepat menjawab nya.


Betmen memberikan uang berwarna biru tiga lembar kepada pemuda itu. Sampoerna mild empat bungkus sekalian sama Anda rokoknya." Kata Betmen.


"Siap Pak." Balas pemuda itu menerima uang dari Betmen dan langsung bergegas menuju keluar markas tersebut.


*****************


Sementara di ruangan VIP rumah sakit rakyat seorang pemuda yang sedang duduk di bahu ranjang dengan di temani oleh seorang gadis cantik yang terpaut usia beberapa bulan, sedang asyik bercerita di siang menuju sore itu.


Setelah obrolan panjang, antara keluarga Tedi Ferdiansyah dan ketiga wanita hebat di samping pemuda itu, kembali ke aktivitas nya masing masing, Sementara Bunda Azzahra dan Bunda Lisnawati sedang mengurus administrasi untuk kepulangan Muhammad Awan Pratama.


Ponsel pemuda itu berdering dan bergetar, Nabil pun langsung mengambil ponsel itu yang di simpan di atas meja samping ranjang.


"Kriiiiing''........ "Kriiiiing''........... "Kriiiiing''.........


"Kak. Ini angkat telepon masuk nya." Titah Nabil.


"Hmmmmmmmmm''. Siapa ini." Gumam Awan.!! Lalu menggeser layar ponsel nya dari bawah keatas.!!


"Assalamualaikum.!! Kata suara terdengar jelas di telinga pemuda itu, suara tampak seorang lelaki setengah tua.


"WaallAikum Salam.!! Dengan siapa ini.?" Tanya Awan menjawab telepon masuk.


"Perkenalkan. Nama saya, Irsyad Maulana dari kota Jakarta. Apakah saya sedang berbicara dengan seorang pemuda yang bernama Muhammad Awan Pratama.?"


"Iya..... Saya sendiri Pak. Ada perlu apa ya.?" Tanya Awan penasaran dengan penelepon ini.


"Sebelumnya saya meminta maap mengganggu waktu istrahat anda, Saya mendapatkan nomor anda dari guru saya yaitu, Abah Aden Haruman. Apakah malam ini bisa ketemu kebetulan saya sedang berada di kota anda." Kata lelaki yang memperkenalkan diri nya Irsyad Maulana.


"Ohk. Iya baru ingat, sebelumnya Abah Aden Haruman, pernah memberitahukan kepada saya, tentang seseorang yang akan menelepon dan meminta untuk bertatap muka." Kata Awan.


"Iya...... Anak Muda.!! Keberangkatan ku ke kota ini selain ada urusan pribadi, sekaligus atas permintaan dari Abah Aden Haruman menemui mu. Bila anda tidak sedang sibuk malam ini kita bertemu." Pinta Irsyad dari sebrang telepon.

__ADS_1


"Bisa.......... Dimana tempat nya kita kira.?" Tanya Awan setuju untuk bertemu.!!


"Sebrang Hotel Pusaka Mulya. Kebetulan ada Kafe yang terlihat suasana nya cukup adem dan sejuk.?" Tanya Irsyad meminta pendapat.


"Baik. Pak. Cocok sangat cocok.!! Pukul delapan malam saya akan meluncur ke Kafe tersebut." Kata Awan dengan senyuman mengarah kepada Nabil.


"Siap. Saya akan menunggu nya.!!


"Baiklah. Pak kalau begitu saya akhiri panggilan telepon nya. Silahkan anda sibuk dengan aktivitas nya." Kata Awan mengakhiri panggilan telepon nya.


"Siapa Kak. Yang barusan nelepon?. Kakak tidak boleh keluar dulu malam ini.!! Kakak harus beristirahat. Pokok nya titik tak pake koma.?" Nabil bertanya dengan sangat cerewet. Hal itu membuat Awan tak bisa menjawab.


"Hmmmmm.! Anu.... Itu teman lama.! Tapi Kakak sudah berjanji akan menemuinya.?" Jawab Awan tergugup.


"Pokoknya Kak Awan tidak boleh keluar titik." Kata Nabil kukuh dengan penolakan nya.!


"Aduh.!! Bagaimana ya.!! Awan bingung di depannya seekor singa sedang cemberut, bila sudah berkata tidak ya tidak.!!


"Awas...... Kalau sampai keluar.!! Ancam Nabil.!


"Hehehehe. Awan terkekeh.!!


Pintu ruangan rawat inap terbuka, muncul dua sosok berpakaian Dokter berjalan kearah pemuda itu, di ikuti oleh Lisnawati dan Azzahra.! Awan tersenyum kearah mereka.!!


Dua Dokter tersebut datang untuk memeriksa kondisi pemuda itu, sebelum mengijinkan nya pulang.! Nabil bergeser dan berbisik kearah Bunda Lisnawati. Awan mengetahui bisikan dari Nabil.


Lisnawati melotot, kearah pemuda itu yang sedang di periksa oleh Sang Dokter.


Tak lama setelah itu Dokter pun mengijinkan pemuda itu untuk pulang dan di nyatakan sudah sembuh seratus persen.!!


Awan bingung saat ini, pikiran nya melayang kosong, bagaimana cara nya membujuk mereka bertiga agar bisa keluar malam ini, menemui seorang lelaki yang memperkenalkan dirinya Irsyad Maulana, murid dari Aden Haruman.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2