
Sementara Awan yang terus menerus menahan serangan demi serangan yang di arah kan oleh Haikal dengan kecepatan tinggi. Memang di awal Awan sempat kewalahan dengan serangan yang di berikan oleh Haikal. Mungkin karna paktor pengalaman. Namun siapa menduga pemuda itu, ketika satu suara berbisik kearah telinga nya tampa ada wujudnya.
"Hei Anak Jin Kuya. Abah datang segera hajar lelaki busuk itu. Bisikan ghaib ke telinga pemuda bernama Awan dan Ia pun tersenyum.
Haikal mulai merasakan kelelahan dan napasnya kembang kempis saat ini. Pukulan dan serangannya tidak ada yang mengenai pemuda itu, seolah olah dia hanya menyerang angin yang tak terlihat.
Awan yang mengetahui bahwa bos Preman itu mulai putus asa dengan serangan nya. Seketika mengambil kesempatan dengan mempersempit jarak dan mulai menekan Haikal dengan pertarungan ala gulat.
Berkali kali Awan menghantam paha Haikal membuat dia merasakan pegal dan linu di sekitar paha nya.
!! Perut bos Awan.!! Pukul Perutnya bos Awan.!! Kata Hendra jingkrak jingkrak kaki nya dan berteriak-teriak.
Awan yang sabar mencari celah akhirnya dapat menemukan ketika Haikal lengah dan dengan cepat mengirim tendangan kearah perut membuat Haikal merasa mual.
Begitu dia terbungkuk. Awan kembali mengirim sepakan keras yang tepat menghantam dagu Haikal membuat dia terdungak dan jatuh terduduk.
Agus Ferdiansyah dan Bob Hidayat, yang melihat perkelahian antara pemuda dan bos Preman itu. Mengetahui bahwa Haikal akan kalah segera berteriak dengan sangat keras.
"BERHENTI. Ucap lelaki Paruh baya itu. Agus Ferdiansyah. Awan menyadari bahwa lelaki paruh baya itu berjalan menghampiri Nyonya Agista dengan memegang senjata.
Awan sendiri terkejut. Tapi dia tetap bersikap tenang. Perlahan dia membalikkan badannya. Menatap kearah Lelaki paruh baya itu yang sedang menodongkan pistol tepat di arah kepala Nyonya Agista.
"Sial Hendra dan Hendri hanya diam saja. Tuan Muda sendiri bukan nya mulai bergerak malah nonton pertarungan gue." Rutuk Awan dalam hati.
"Bob. Seret kemari bocah tengik itu. Akan ku bunuh dengan timah ini. Agus memberi perintah.
"Baik Tuan Besar. Lalu berjalan kearah Awan dengan senyuman sinis dan tatapan mata yang sangat tajam.
Awan mengacuhkan tatapan dari Bob Hidayat yang berjalan kearah nya, Ia menatap Hendra dan Hendri serta Excel dan berkedip tersenyum.
"Hait..................!!
__ADS_1
"Wuzzz...............!!
"Plataaaakkkkkk................!!
"Arghhhhhhhhhhhhhh................!!
"Tampak sebilah pusaka kujang kembar yang di berikan oleh Opan anak dari Aden Haruman, melesat dengan cepat dan mengenai lima jari tangan Agus Ferdiansyah yang sedang menodongkan senjata api nya ke arah kepala Nyonya Agista.
Awan pun langsung berteriak dengan keras. Ketika lemparan pusaka kujang kembar itu tepat mengenai sasaran nya. Masuk dan serang bangsat bangsat ini. Satu pun jangan biarkan mereka hidup.
Asep dan Iyus Saputra serta Robi dan murid murid Aden Haruman yang mendengar teriakan dari pemuda yang di percayakan oleh Tuan Besar Tedi Ferdiansyah untuk segera menyerang. Mereka berlompatan dan mulai menyerang anak buah Agus Ferdiansyah dan bos Preman sedang menonton dari arah jendela dan pintu utama.
Seketika pertarungan itu pecah. Anak buahnya yang tidak menduga akan ada serangan mendadak dari arah belakang berhamburan pontang panting akibat serangan tiba tiba.
Dalam berkecamuk perkelahian itu. Tampak Hendra dan Hendri berusaha melepaskan Nyonya Agista dari ikatan talinya dan membawa tubuh Agista dari ruangan itu.
"Opan........ Lindungi Tuan Muda Excel. Teriak Awan yang sedang bertarung dengan salah satu anak buah Agus Ferdiansyah.
Excel sendiri perhatian nya kearah Agus Ferdiansyah. Sementara Bob Hidayat berlari kearah keluar bergabung dengan Betmen melawan anak buah Robi atau pun murid murid Aden Haruman. Atau jangan jangan dia akan melarikan diri.
Awan yang tidak ingin membuang-buang waktu nya. Segera menyeluruh ke seluruh tubuh belakang Haikal yang sudah tak berdaya. Ia mencengkram rambut jambul milik Haikal. Dia menekan bawah dagu Haikal dengan tangan kiri dan menekan kening dengan tangan kanan lalu.............
"Kraaaakkkkkkkk.................!!
Terdengar suara tulang leher patah di ikuti dengan ambruk nya sesosok tubuh di lantai Vila mewah itu.
Excel sendiri dengan di lindungi oleh Opan anak Aden Haruman, seperti orang kesurupan memukul Paman Agus Ferdiansyah tanpa henti.
Sudah tidak terhitung lagi jumlah pukulan yang bersarang di tubuh Agus Ferdiansyah membuat adik tirinya Tedi Ferdiansyah jatuh terjerembab mencium lantai di ruangan itu.
"Paman Andri. Lihat lah kau di sana. Excel sudah membalaskan dendam mu.! Kata Excel menginjak punggung Agus Ferdiansyah yang jatuh tertelungkup dan menarik rambutnya dengan keras.
__ADS_1
"Tuan Muda sudahhhhhhhhhhhhhhh." Teriak Asisten Ayah nya yaitu Robi. Jangan kau bunuh lelaki bajingan itu. Biarkan pihak penegak hukum yang menyelesaikan nya." Ucap Robi berlari menghampiri anak majikan nya itu.
"Tapi.......... Dia............... Aku Harus membalasnya." Bentak Excel dengan sorot mata penuh amarah.
"Sudah.......... Tuan Muda........! Biarkan pihak kepolisian yang akan menghukum nya. Saya yakin Tuan Andri Setiawan sudah tenang di alam nya." Ucap Robi menenangkan amarah Excel.
Excel pun melepaskan cengkraman rambut Agus Ferdiansyah dengan kasar. Ia menuruti perkataan dari Robi Asisten ayahnya.
Mana Bob Hidayat orang dari PT Bina Sakinah Group. Aku belum puas bila tidak memberi pelajaran kepada nya." Kata Excel.
"Tadi di luar sedang berkelahi dengan anak buah kita." Jawab Robi.
"Ayo kita keluar dan memberi pelajaran kepada nya." Ajak Excel memberi perintah.
Mendengar ajakan dari Excel. Robi dan Opan segera bergegas kearah dimana Bob Hidayat melawan anak buahnya di halaman Vila mewah itu.
"Ayo. Cepet Bob. Kita harus segera menjauh dari vila ini. Aku tahu daerah ini. Agar kita tidak terlacak kita harus menorobos hutan gunung batu ini." Kata Betmen.
Mereka berdua langsung berlari sejauh mungkin meninggalkan tempat itu. Menyusuri jalan setapak di perkampungan yang menuju hutan gunung batu tersebut.
Excel. Robi dan Opan langsung berjalan keluar pintu utama perkelahian masih terjadi di halaman Vila itu walaupun majikan dan bos preman sudah di kalahkan oleh Excel dan Awan tetapi mereka berlima dan beberapa anak buahnya tidak mengetahui nya.
"Kalian Semua menyerah lah. Majikan kalian dan bos Preman sudah saya lumpuhkan." Teriak Excel. Seketika orang orang yang sedang berkelahi berhenti dan membalikkan badan nya kearah suara yang berteriak.
"Pengawal ikat semuanya dan kumpulkan semua manusia manusia iblis dengan majikan nya." Titah Excel memberi perintah.
"Siap Tuan Muda." Ucap Para pengawal dan murid murid Aden Haruman menjawab serentak.
"Sialan Tuan Muda. Bob Hidayat melarikan diri." Ucap Robi dari tadi celingukan kesana kesini mencari tapi tidak ketemu.
"Biarkan saja. Biar pihak kepolisian yang akan memburunya dan menjadi buronan. Sebentar lagi Tuan Arianto dan pihak pihak kepolisian akan datang." Kata Awan dari arah belakang.
__ADS_1
Bersambung.