Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Sekilas Asal Muasal sepuluh pengawal bayangan


__ADS_3

Bila malam, malam Minggu tiba.


Anak muda mengatur rencana.


Pacar yang mana.


Yang mana, mana giliran jumpa?


Bila malam, malam Minggu tiba


Anak muda mengatur rencana.


Pacar yang mana


Yang mana, mana giliran jumpa?


Wakuncar, waktu kunjung pacar


Wakuncar, cari-cari pacar


Wakuncar, waktu kunjung pacar


Wakuncar, cari-cari pacar.


"Geboy. Asyik Tarik Mang...........!! Aksey. Geboy." Teriak Sutisna.


Kebersamaan mereka di malam Minggu itu sangat indah bagi para jomblo yang tak mempunyai pacar.!!


Bukan mereka tak punya pacar atau pun berani mendekati wanita. Tapi paktor ekonomi yang mengharuskan mereka enggan berurusan dengan namanya wanita.


Mereka sepuluh orang yang sangat mumpuni dalam ilmu agama dan beladiri terkahir dari keluarga yang tidak mampu dan sangat kekurangan. Ikut tinggal di pondok pesantren Darul Hikmah. Dari usia tujuh tahun sampai sekarang berusia 25 tahun suatu anugrah buat mereka, karna meringankan beban hidup Orang Tua nya.


Jauh jauh Hari, sebelum pemuda bernama Awan itu datang. Guru Besar Mama Sepuh memanggil sepuluh orang yang sudah delapan belas tahun belajar di pondok pesantren Darul Hikmah itu.


"Assalamualaikum. Mama. Anda memanggil kita bersama.?" Kata Akang satu .

__ADS_1


"Iyaa. Ayo kalian semua masuk ada yang Mama bicarakan." Jawab Lelaki paruh baya itu.


Mereka pun langsung masuk dan duduk bersila di hadapan Guru besar yang telah mendidik dengan keras selama delapan belas tahun.


"Syarif.!! Komarudin.!! Syamsuddin.!! Sukmaji.!! Ujang.!! Bahar.!! Cecep.!! Boyen.!! Edi.!! Dan Jujun.!!


Mama memanggil kalian kemari ada hal penting untuk di bicarakan dan ini juga untuk kehidupan kalian ke depannya mengenal dunia luar.!! Tidak ada yang harus di ajarkan lagi kepada kalian semua, ilmu agama dan ilmu beladiri sudah semua nya Mama ajarkan kepada kalian. Tinggal kalian Dakwah kan dalam kehidupan sehari hari." Kata Mama sepuh terdiam sejenak.


Mereka semua tertunduk wajahnya. Mereka menyadari bahwa sudah saat nya berpisah dari Mama Sepuh dan meninggalkan tempat ini untuk memulai perjalanan hidup yang baru. Apakah arti sebuah Ilmu bila tidak di siarkan dan tidak di manfaatkan kepada orang lain.


"Sebelum Waktu nya tiba. Sebelum pemuda itu datang ke Pondok ini. Apakah boleh Mama meminta satu permintaan dari kalian semua.?" Kata lelaki paruh Baya itu bertanya.


"Menjawab Anda Mama Sepuh." Kata Syarif akang satu julukannya.!!


"Silahkan Mama sepuh. Meminta apa dari kami semua. Kami sebagai murid akan mengabulkan permintaan dari Mama Sepuh, sebatas kemampuan seorang manusia.!!


"Anak Anakku. Nanti akan ada pemuda dari kota datang ke Pondok Pesantren Darul Hikmah, Atas suruhan dari sahabat ku Aden Haruman penguasa seluruh alam ghaib. Kedatangan pemuda itu meminta pertolongan untuk menjadi pengawal bayangan dari dirinya. Karna pemuda itu sangat spesial di kalangan orang orang yang mempunyai dunia di tangannya. Mama akan merekomendasikan kalian semua untuk menjadi pengawal pemuda itu dengan menjaga keselamatan walaupun nyawa kalian menjadi taruhannya. Apakah kalian bersedia." Kata Lelaki dengan sebutan Guru Besar itu.


"Insyaallah. Mama kami semua bersedia dan akan mengikuti perintah dari majikan yang akan di jaga oleh kita semua, dengan satu syarat majikan tersebut tidak keluar dari aturan agama dan pemerintah." Kata mereka serentak.


"Begitu lah sekilas tentang asal muasal para pengawal bayangan menjaga pemuda bernama Awan itu, semua peranan perjalanan pemuda itu sudah di atur oleh gurunya yaitu Aden Haruman.


Disaat mereka sedang asyik asyik nya bernyanyi sambil di temani kopi dan rokok, serta satu gitar tua yang ada di rumah milik Bu Dewi. Tiba tiba satu unit mobil Honda Brio RS berhenti tepat di samping pagar.


Mereka pun berhenti bernyanyi dan langsung bangkit dan menghampiri pemilik mobil tersebut yang kutahu adalah Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa.


"Selamat Malam Nyonya Besar dan Tuan Besar serta tuan Muda dan Nona Muda." Ucap mereka membungkuk hormat.


"Akang. Akang. Tak usah membungkuk begitu, ayo kita masuk ada yang mau ibu bicarakan kepada kalian semua." Titah Bu Dewi.


"Mari. Nyonya Besar. Silahkan." Kata Sutisna.!!


Setelah mereka masuk dan duduk di ruangan tengah dengan cara bersila, Bu Dewi pun memulai pembicaraan nya.


"Anakku semuanya.!! Tadi ada perintah dari majikan kalian yaitu Muhammad Awan Pratama. Bahwa besok siang suruh menghadap ke rumah nya Pak Arianto, untuk di data nama nama kalian dan akan di bikinkan SIM motor. Karna hari Senin kalian semua akan di beri motor satu orang satu unit sesuai perintah dari majikan.

__ADS_1


"Bukan SIM saja yang akan Pak Arianto bikinkan, tetapi nomor rekening dan kartu ATM serta bbpjs kesehatan dan ketenekerjaan, untuk jaminan perjalanan kalian ke depannya.


"Jadi intinya. Setelah beres dengan misi kalian menjaga keselamatan Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani. Kalian akan di tempatkan di beberapa kota kota lain dalam bidang perdagangan seperti supermarket atau pun gudang makanan.


"Apakah Kalian semua anak anakku bersedia.?" Tanya Bu Dewi meminta jawaban dari Murid Mama Sepuh pemilik pondok pesantren Darul Hikmah.


Mereka saling pandang dan tersenyum di bibir mereka semua, suatu anugrah yang di berikan oleh tuhan dari perantara guru nya.


"Nyonya Besar. Kami bersedia ditempatkan dimana pun sesuai arahan dari Tuan Muda Awan." Jawab mereka serentak.


"Bagus...... Bagus....... Bila kalian semua bersedia. Kalau begitu kita sudahi obrolan malam ini. Karna waktu semakin larut. Sebelum Saya dan suami saya pergi.


"Ibu ingin memperkenalkan kepada kalian anak ibu nomor satu yang baru pulang dari kota Jogja. Nanti dia akan di tempatkan di salah satu cabang perusahaan yang ada di kota Bogor bersama dengan Iyus Saputra." Kata Bu Dewi.


"Akang. Akang.! Salam kenal dari saya. Muhammad Aris Kohar." Ucap Pemuda berusia 22 tahun Ia berdiri dan membungkuk hormat.


"Salam Kenal kembali. Tuan Muda Aris." Ucap mereka bersamaan.!!


####################


"Kak Awan berati setuju dengan perjodohan tersebut.? Tanya Nabil.


"Hmmmmmm. Awan mengangguk.!!


Hatinya gadis itu berbunga bunga. Walaupun kata cinta belum terucap dari seorang pemuda yang duduk di samping mobil yang sedang melaju ke salah satu jalan menuju kawasan Cipanas.


Tak lama kemudian, mobil pun berbelok kearah salah satu restoran mewah kota kecil dengan berjejer vila vila di samping nya.


"Ayo. Sayang kita udah sampai." Ajak pemuda itu.


"Iyaa. Kak.!!


Mereka berdua pun melangkah masuk menuju restoran tersebut dengan bergandengan tangan. Hati Nabil berbunga bunga saat ini. Karna cinta nya tidak bertolak sebelah tangan.!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2