Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Boneka Santet Untuk Ustadz Jay


__ADS_3

Satu unit Mobil Honda br-v melesat dari arah Bandung Menuju jalan labuan Cianjur tepat berhenti di depan Tukang Bakso urat pukul satu dini hari.


"Men...... Men...... Betmen bangun sudah sampai...... loe mau pulang nggak...." Ucap Bob membangkitkan kan Betmen yang sedang tertidur pulas.


Lelaki itu menggeliat bangun serta melihat kearah jendela, dan langsung membukanya kan pintu mobil nya.


"Brother gue pulang duluan." Ucapnya seraya mengucek ngucek mata nya.


"Ok....... besok siang ketemu di kantor." Jawab Bob. Dan di anggukan oleh Betmen.


Mobil pun langsung melaju lagi meninggalkan jalan labuan menuju jln raya Manggala untuk mengantarkan pegawai CV Hansel Mandiri yang ikut dalam perjalanan jauh itu.


Tak lama setelah itu sekitar pukul 01:30 Mobil Honda br-v yang di kemudikan oleh Holik Simatupang pun sampai di salah satu lapangan bola dan berhenti, untuk menurunkan Dika yang posisi rumah nya tidak jauh dari lapangan bola itu.


Setelah kepulangan Dika Bob Hidayat dan Holik Simatupang pun melajukan kembali mobil menuju jalan Desa kearah Cipelang dimana ustadz Jay panggilan dari Zaenuddin itu bertempat tinggal bersama istri dan anak anak nya.


Hanya tiga puluh menit mereka berdua sampai di kampung Citalang mobil pun berhenti tepat di halaman kontrakan milik bandar beras itu.


"Bob, ngapain berhenti di sini." Ucap Holik.


"Gue sementara ngontrak di sini, sambil memantau posisi Jay." Jawab Bob lalu turun dari mobil nya menuju pintu masuk kontrakan rumah bertingkat dua.


Bob Hidayat langsung membuka kunci pintu rumah dan masuk kedalam kamar menyala kan dupa dan membaca mantra mantra yang tertulis di kain kafan yang terlihat lusuh itu. ditulis nya nama Zaenudin di boneka yang akan di gunakan sebagai perantara santet, setelah membungkus boneka santet menggunakan kain kafan Bob Hidayat terlihat seperti orang kesetanan menusuk nusuk tiap bagian yang ada di bagian boneka tersebut. Kemudian Bob Marley lalu keluar dan mengajak Holik Simatupang untuk menuju rumah Ustadz Jay.


"Brow...... ayo kita ke halaman Zaenudin, kau awasi sekitarnya gue mau menaburkan tanah yang sudah di baca mantra oleh Mbah Sardjito di depan halaman rumah Ustadz Jay.


Holik sempat menolak permintaan dari Bob Hidayat, tapi karna tidak melihat Bob terus menerus memohon, akhirnya dengan terpaksa Holik menyetujui nya.


Dengan sangat terpaksa Holik berjalan mengikuti rekan kerja nya itu perlahan menuju rumah Zaenudin, kebetulan di malam itu tidak ada orang orang yang sedang melakukan ronda di malam hari itu. Sehingga mereka berdua bisa dengan bebas menabur kan tanah itu kesetiap sudut halaman rumah Ustadz Jay.


Tapi tiba tiba di saat tanah yang terakhir di taburkan tepat di halaman depan teras pintu rumah orang yang di santet terbuka dan muncul sosok wanita berusia 38 tahun langsung bertanya.

__ADS_1


"Pak, Holik Pak Bob, suami saya belum pulang katanya sedang bersama dengan kalian berdua.?" Tanya Bu Rika Istri nya Zaenudin.


"Oalah....... Bu Rika justru saya kesini mencari suami anda, yang dari pagi di tunggu di kantor tidak ada." Jawab Bob berbohong serta kaget.


"Kemana yaa Pak suamiku, tadi pagi bilang nya mau kerumah Pak Bob." Ucap Bu Rika penasaran.


"Apakah sudah di telepon sama Bu Rika.? Tanya Holik ikut bertanya.


"Sudah tapi nomornya tidak aktip." Jawab nya lesu.


"Pak Bob dan Pak Holik masuk dulu." Ucap Bu Rika, dari tadi cuma ngobrol di luar.


"Terima Kasih banyak, Bu Rika atas tawaran nya, tapi saya gak enak takut nya akan terjadi pitnah omongan tetangga kalau Suami Ibu tidak ada," Tolak halus Bob dan di angguki senyuman oleh Holik Simatupang.


"Tetangga sudah pada tahu kok, tak usah sungkan begitu." Ucap Bu Rika.


"Tapi tetap Bu, kami berdua tidak enak, kalau begitu kami pamit pulang Bu bilang sama suami Bu Rika, kami berdua kesini." Ucap Bob tersenyum manis.


Setelah selesai dengan tujuan mereka berdua Bob Hidayat dan Holik Simatupang kembali langsung ke kontrakan rumahnya yang tidak jauh dari rumah Zaenuddin orang yang jadi target santet Bob Hidayat itu.


"Brow......... Kalau loe penasaran sekarang juga kau pergi ke rumah gue, dan lihat dengan mata loe sendiri. Zaenuddin sedang tidur bersama istri gue.' Kata Bob, membuat Holik Simatupang menganga dan mata nya melotot.


"Bob........... Loe sedang tidak bercanda kan, coba jelaskan awal mula nya kenapa bisa sampai istri loe selingkuh dengan lelaki yang saya tahu dia taat ibadahnya.


"Brow......... Gue ceritakan yang sebenarnya terjadi tapi nanti nya terserah loe, mau menganggap gue jahat atau pun loe mau masukin gue ke penjara itu hak loe." Ucap Bob Hidayat.


"Coba ceritakan semuanya kepada gue, dan loe harus percaya gue bukan tipe teman yang memanfaatkan sesuatu demi kepentingan pribadi gue." Ucap Holik Simatupang.


#Plasbacinfas#


"Kriiiiing.................!

__ADS_1


"Kriiiiing..................!


"Kriiiiing..................!


"Hmmmmmm." Zaenudin. Mau ngapain dia telepon sore sore begini." Gumam Bob Hidayat.


"Halo.........." Loe ngapain telepon gue hah....! Bentak Bob menjawab telepon masuk.


"Hahahaha.........." Hahahaha........." Loe dimana temuin gue sekarang, kalau sampai tidak menit ini juga gue laporkan loe kepada pihak kepolisian, atas suruhan membunuh Direktur keuangan dan pemilik perusahaan Future Nugraha Company." Ucap Jay dengan tertawa terbahak-bahak.


Bob Hidayat seketika langsung kaget dan tercengang, kenapa dia tahu rencana yang saya simpan rapat rapat.


"Hahahaha. Bob........ Bob........ Bob....... apakah kau kaget kenapa saya bisa mengetahui akal busuk dan otak licik mu itu.? Tanya Ustadz Jay dalam sambungan telepon nya itu.


"Sekarang loe dimana? Gue akan menghampiri mu.?" Tanya Bob dengan keringat panas dingin.


"Malam ini gue tunggu di Kafe cahaya, dan loe awas kalau macam macam sampai membawa orang orang, saya pastikan bukti rencana pembunuhan mu ada di tangan gue." Ancam Zaenudin.


"Baiklah, gue akan datang seorang diri." Kata Bob, lalu mematikan telepon nya itu, dengan pikiran yang tidak tenang.


Beberapa jam kemudian malam pun tiba Bob Hidayat pun lalu pergi meninggalkan rumah nya menuju Kafe cahaya untuk menemui rekan kerja yang sering berselisih itu, dan mengetahui rencana yang di suruh oleh Tuan Agus Ferdiansyah, untuk membunuh Andri Setiawan dan Tedi Ferdiansyah itu.


"Huh........ Bajingan, bangsat........ Geram Bob serta memukul setir nya di saat posisi mobil nya berhenti di lampu merah.


Setelah lampu merah itu berubah menjadi hijau Mobil Honda br-v pun lalu melaju kembali dengan kecepatan 60 km perjam di malam itu.


Bob Hidayat pun langsung membelokkan setir nya dan masuk di halaman Kafe Cahaya yang ada di pinggiran kota kecil tersebut.


"Pluit.............. Suara seorang Tukang parkir di halaman itu menandakan mobil br-v yang di kemudikan oleh Bob sudah terparkir pas.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2