Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Ketua Singa Putih Menghampiri Jabar


__ADS_3

"Wiw....... Wiw....... Wiw.......... Suara mobil ambulance membelah jalanan di malam itu..


Sesampainya di area jalan bypass mobil ambulance pun langsung berbelok dan menuju ke sebuah bangunan bertuliskan intalasi unit gawat darurat.


Beberapa staf dan perawat telah siap siaga di luar menyambut kedatangan mobil ambulance itu yang sebelum nya sudah di beritahu oleh Bu Dewi selaku Direktur utama perusahaan Anugrah Awan Sentosa kepada pihak rumah sakit.


"Semua nya mohon minggir, pasien dalam keadaan kritis.." Ucap Suster meminta jalan kepada orang yang ada di area lobi rumah sakit rakyat itu.


Begitu mereka sampai di depan pintu Unit gawat darurat, para staf medis itu segera menghentikan seorang wanita muda dan dua lelaki yang berusia sama untuk tidak ikut serta masuk kedalam ruangan tersebut.


"Maaf Nona muda dan Tuan Tuan muda.. Anda tidak boleh ikut kedalam." Kata seorang perawat.


"Baik buk. tolong lakukan yang terbaik untuk kakak saya." Kata gadis cantik itu.


Ruangan gawat darurat pun langsung di tutup.. Para staf medis dan dokter dokter ahli sudah di dalam sedang berjibaku menyelamatkan seorang pasien wanita yang banyak mengeluarkan darah.


Ketika mereka bertiga sedang menunggu hasil dari pemeriksaan pasien yang di bawa... Tampak dari halaman parkir beberapa orang berjalan masuk menghampiri mereka yang sedang kalut dalam kesedihan di malam itu.


"Anakku... Nabil dan Asep serta Iyus.." Tegur wanita setengah tua dengan wajah yang pias..!!


"Nyonya Besar... " Kata dua pemuda bersamaan bangkit dari duduk nya dan membungkuk hormat.


"Bunda Dewi..." Lirih Nabil.. Ia bangkit lalu memeluk wanita paruh baya yang baru tiba itu..!


"Bunda... Dewi... Hiks..... Hiks.... Teh Lara... Mempertaruhkan nyawa nya demi Nabil.." Lirih Nabil dengan Isak tangis yang membuncah di malam itu.


"Sabar..... Teh Lara pasti baik baik saja.... Yang penting saat ini kita banyak banyak berdoa untuk kesembuhan nya.." Kata Dewi seraya mengelus ngelus punggung nya... Nabil hanya mengangguk..


Setelah cukup pelukan Nabil Nur Fadillah terhadap Bu Dewi dan Isak tangis pun terhenti... Bu Dewi pun langsung melepaskan pelukannya dan langsung duduk di kursi yang tersedia di area lobi unit gawat darurat itu.

__ADS_1


"Asep dan Iyus. Bagaimana yang lainnya.. Kenapa kalian berdua meninggalkan Tuan Muda Awan..?" Tandas Bu Dewi yang masih cemas dan bingung pikiran nya saat ini.


Dalam hati dan pikiran nya saat ini, hanya kepada anak angkatnya saja..!


"Menjawab anda Nyonya Besar...!


Asep pun langsung menjelaskan semua nya dari pertama datang nya pasukan khusus Ismail Group yang di pimpin oleh Tuan Abdul Nazib serta lengahnya pertahanan kepada Nona Muda Nabil Nur Fadillah, hingga Teh Siti Lara pun mempertaruhkan nyawa untuk melindungi majikannya itu.


Bu Dewi dan yang lainnya yang ikut dalam rombongannya untuk menjenguk Teh Siti Lara yang keadaan kritis akibat tusukan dari Moch Rojak hanya manggut manggut serta exfresi wajahnya penuh dengan kecemasan dan ketakutan yang amat dalam..


"Bu Dewi.. Setelah saya jelaskan semuanya, apakah ada perintah untuk kita berdua kembali ke Vila itu dan membantu Tuan Muda serta yang lainnya.." Kata Asep Sunandar menunggu jawaban dari sang Direktur itu.


"Ibu bingung Asep dan sangat sangat bingung untuk saat ini.. Di sisi lain majikan kalian menugaskan untuk terus mendampingi Lara dan Nabil.. Urusan di Vila melawan orang orang Moch Rojak itu urusan dirinya.." Keluh Bu Dewi.


Asep dan Iyus tak berkata lagi.. Prioritas saat ini memang Nabil dan Siti Lara yang di tugaskan oleh Awan, mereka semua hanya bisa diam.. Hingga suara telepon masuk pun mengagetkan mereka.


"Kriiiiing..........................!


"Kriiiiing..........................!


"Kriiiiing..........................!


"Halo........ Kak Awan.. Apakah baik baik saja.?" Kakak sekarang dimana.?" Nabil berada di rumah sakit bersama Kak Asep dan Kak Iyus Saputra." Kata Nabil dengan kata kata yang beruntun..


"Ehk.... Kak.. Bu Dewi dan Kak Amel serta ketiga sahabat kakak' juga ada.." Kata Nabil lagi.. Seolah olah sang penelepon yang ada di sebrang telepon tidak membiarkan bersuara...


"Sayang kakak Alhamdulillah baik baik saja.. Semua pertanyaan nya nanti di jawab nya setelah bertemu saja ya... Sekarang kau katakan dimana teh Siti Lara di rawat..?" Tanya Awan dalam panggilan telepon.


"Alhamdulillah Hirobbill Allamiin... Di RSUD rakyat di pusat kota Kak.. Teh Siti Lara di rawat dan masih dalam penanganan para staf medis.." Kata Nabil dengan perasaan yang sangat bahagia.

__ADS_1


"Yaa sudah kakak sekarang berangkat menuju RSUD.. Ingat jangan dulu telepon kesana kesini sebelum kakak dan yang lainnya tiba." Kata Awan memberi amanat.


"Baik... Kak.... Nabil tidak akan..' Ucap nya.. Lalu panggilan telepon pun berakhir.


########################


Sebelum perang itu di mulai di Vila mewah kawasan wisata Cibodas.. Tepat nya pukul 23:05 di daerah pondok indah Jakarta Selatan.. Seorang pemuda tampan keluar dari Mansion mewah itu dengan berjalan kaki bersama dua wanita cantik berusia dua puluh enam tahunan dengan sepuluh para bodyguard yang terus membuntuti dari belakang.


Tak menyadari oleh Jabar dan dua wanita yang pernah menjadi selir Moch Ismail, mereka sedang di intai oleh orang orang dari Organisasi Singa Putih yang di ketuai oleh Kang Usep...!


Kang Usep dan Sule serta Opan yang melihat buruan nya itu keluar sekedar menikmati suasana malam, karna di dalam Mansion itu sedang melakukan ritual pemanggil sosok makhluk ghaib untuk di kirimkan kepada Muhammad Awan Pratama dan orang orang nya.


"Lihatlah Ketua.. Buruan kita sedang berjalan kearah Utara mungkin sedang menikmati suasana malam di kota Jakarta, kemungkinan di dalam ritual akan segera di mulai.." Kata Opan menebak..


"Yaa sudah saat nya kita bertindak.." Kata Kang Usep sang ketua Singa Putih memberi perintah.


"Siap Ketua.." Jawab Sule dan Opan bersamaan.


"Opan kau bersama anggota Singa Putih langsung bergerak masuk ke dalam Mansion mewah itu dan lumpuhkan semua yang ada di dalam.. Sedangkan saya bersama Sule akan menghadapi Jabar dan sepuluh bodyguard nya.." Kata Ketua..


"Apakah ketua hanya berdua saja.. Saya khawatir sepuluh bodyguard itu ahli dalam segala bidang.?" Tanya Opan.


"Tentu tidak lah Opan... Orang dari Perusahaan Future Nugraha Company Group tempat kita bernaung akan ikut dalam barisan melawan sepuluh bodyguard Jabar.." Terang ketua.


"Mantap.." Ucap Opan sambil mengacungkan jempol nya kerah Ketua... Sang Ketua pun hanya tersenyum dan langsung bergerak memisahkan diri bersama Sule.. Sementara Opan sendiri bergerak kearah Mansion di ikuti oleh anggota organisasi Singa putih untuk mulai melakukan penyerangan malam ini.


####


Jabar dan Lastri serta Ayumi kini sudah berada di salah satu taman yang tak jauh di kawasan Mansion mewah itu... Ketua dan Sule berjalan mendekati nya.................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2