Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kecemasan Tiga Sahabat Muhammad Awan Pratama


__ADS_3

Disalah satu perumahan elit nomor tiga di kota Cianjur tepat nya di jln jeruk no 32 dengan perumahan tipe 54 di teras rumah itu seorang lelaki sedang mengobrol bersama teman teman nya.


"Aa, Bob kita naik keatas yu." Ajak Holik di sela obrolan malam itu.


"Ayo.......! Tapi Loe yang traktir." Kata Bob Hidayat


"Ahk......! Sue, perasaan dari kemarin gue yang bayar melulu." Keluh Holik.....!


"Hahahahaha." Loe kan dapat komisi nya lumayan besar." Kata Bob tertawa lepas.


"Sama aja kita kan di bagi rata." Sahut nya.


"Begini saja........! Loe beli minuman, gue yang bayar wanita nya.....! Kata Bob.


"Ok." Deal......! Kata Holik mengulurkan tangannya.


"Deal.....! Jawab Bob menerima uluran tangan nya dan berjabat tangan.


Holik........! Langsung berdiri dan Bob masuk kedalam rumah untuk berganti pakaian seraya ijin kepada istri nya karna ada sesuatu yang harus di kerjakan.


Tak lama setelah itu, Bob pun keluar dengan pakaian santai nya dan langsung masuk kedalam mobil untuk segera jalan.


"Bob........,! Kita jemput si betmen terlebih dahulu kemarin gue dah janji kalau mau naik keatas ajak ajak sekali kali." Kata Holik setelah mobil itu melaju.


"Terserah loe saja.!! Balas Bob singkat.


"Ok."


Hanya butuh lima menit mobil br-v pun sudah berhenti tepat di gang Barbara tepat dimana lelaki berusia 30 tahun tinggal bersama istri yang baru melahirkan nya itu.


Ketika Holik mau menelepon temannya, lelaki yang yang di tunggu pun terlihat berjalan dari arah gang kecil itu, dan berjalan menghampiri mobil yang terparkir di depan jalan tersebut.


"Panjang umur itu anak, mau di telepon ehk dah nonghol duluan." Kekeh Holik kepada dirinya sendiri.


"Betmen.........! Buruan masuk." Titah Holik.


"Siap Bos." jawab Betmen langsung masuk kedalam mobil tersebut.

__ADS_1


"Loe nggak di marahin sama bini, malam malam begini keluar? Tanya Bob.


"Sudah gue kasih uang dapur jadi aman." Jawab Betmen.


"Emang gak nanya mau kemana bini loe? Tanya bob setelah lelaki itu duduk di kursi belakang.


"Nanya, cuma gue tanya ada meeting bersama Haji Epen.! Kata Betmen.


"Hahahaha." Bisa aja loe, menjual nama orang lain demi tujuan nya tercapai." Jawab Bob tertawa lepas, sama hal dengan Holik Simatupang, tertawa seraya geleng-geleng kepala mendengar alasan Betmen kepada istrinya itu.


Malam itu pukul sepuluh satu unit mobil br-v pun meluncur dengan kecepatan 60 km perjam membelah jalanan pusat Cipanas Cianjur, hanya 40 menit lama nya mobil tersebut berbelok kearah jalan Gadog yang terdapat puluhan vila vila di kiri dan samping jalanan desa tersebut.


Hanya sepuluh menit kini mobil tersebut memasuki sebuah vila yang berlantai dua dan mempunyai tiga ruangan di bawah di atas tiga, mobil itu pun melaju dengan pelan dan berhenti tepat di belakang mobil Xenia all.


Salah satu penjaga Vila bernama cungkring itu menghampiri mobil yang baru tiba, dan langsung membuka kan pintu mobil tersebut.


"Bos............! Biasa!! Kata cungkring kepada satu dari mereka bertiga yang sudah turun dari mobil.


"Iya dong..........! Jawab Holik Simatupang, sambil merangkul bahu nya jalan menuju dalam vila tersebut.


"Brow..........! Beli 10 botol inti sari ya berikut dengan kacang dan Coca cola." Pinta Holik menyerahkan uang lima lembar berwarna merah.


"Siap Bos, sekalian nggak barang nya mau di kasih tahu.? Tanya cungkring mengedipkan mata sebelah kiri nya.


"Harus doang.............! Kita datang kesini kan mau hiburan.......! Jawab Holik dengan tersenyum cekikikan.


"Ok." Bos gue beli dulu minuman sekalian memberi tahukan kepada Mami." Tutur cungkring langsung pergi keluar ruangan vila itu.


********************************************************


Malam itu tepat nya di kampung Situhiang Desa Kertayasa tempat tinggal nya seorang pemuda berusia 15 tahun itu.


Disalah satu rumah yang cukup mewah di daerah kampung itu. Seorang gadis yang sangat Cantik dengan kulit yang putih dan rambut yang lurus berjalan bersama dua sahabat nya yang tak kalah cantik. Mereka bertiga selalu di sebut atau di panggil sama Muhammad Awan Pratama tiga bidadari yang turun dari sawah.


Irma dan Mira beserta Kiara kini berada dalam kamar milik seorang gadis yang mempunyai rambut yang begitu lurus yaitu Mira.


Irma, dan Kiara kemana yaa Sarwan? Sudah tiga hari belum pulang pulang? Tanya Mira setelah mereka bertiga di dalam kamar.

__ADS_1


Gue juga tidak tahu malah tadi sore Bunda Awan nanyain kemana pergi nya Awan.! Jawab Irma


"Kemana ya si kunyuk Sarwan itu.! Timpal Kiara yang bertanya tanya dalam hati nya.


"Mending besok kita kepasar yu mudah mudah Sarwan ada di pasar.? Tanya Mira memberikan saran.


"Tapi kita ke pasar kepada siapa.? Tanya Kiara.


"Yaa kita tanya kepada mereka yang sesama tukang kuli panggul atau pun kepada pedagang kantong plastik, pasti mereka tahu sosok seorang Awan.! Usul Mira.


Lalu mereka berdiam diri bergelut dengan pikiran masing masing entah apa yang di pikirkan oleh mereka bertiga yang mempunyai gelar Tiga Bidadari Cantik itu. Dan apa keistimewaan seorang Awan itu yang Bisa mereka bertiga itu mencemaskan seorang Muhammad Awan Pratama. Notabene nya pemuda miskin yang jauh dari kata mampu.


Salah satu dari mereka bertiga berteriak kearah mereka berdua di malam hari itu, hingga mereka kaget dan terkejut.


"Gue tahu dimana pemuda itu berada.! Teriak Irma.


"Biasa aja kali Irma, tak usah berteriak-teriak begitu." Sergah Kiara dan di pelototi oleh Mira dengan tatapan insten. Karna terkejut dan kaget.


"Aduh Kiara untung gue tidak jantungan,kalau punya penyakit jantungan besok sudah di kubur.! Kata Mira


"Ihk......! Amit Amit sing di jauhkan Mira. Dengan logat Sunda nya Kiara menjawab.


Coba loe katakan kalau tau dimna Awan bukannya dari tadi loe beritahu kami berdua." Kata Mira sambil nyerocos ngomongnya seakan ingin cepat cepat tahu keberadaan pemuda itu.


"Iya Irma cepat katakan dimana Muhammad Awan Pratama kalau loe tahu.? Timpal Kiara tidak kalah penasaran nya.


"Mira dan Kiara loe tahu kan guru pembimbing Awan? Tanya Irma.


"Iya.............! Iya.............! Iya............! kita berdua tahu." Jawab Mira antusias tersenyum bahagia, sama dengan Kiara merasakan nya.


"Bagaimana bila kita esok kerumah Bu Dewi guru pembimbing itu? Tanya Irma.


"Ayo.........! Tapi kita ajak ibu nya Awan, karna terlihat dia juga menghawatirkan dan mencari keberadaan anaknya.! Usul Irma.


"Ok." Baiklah kalau begitu kita sesudah adzan duhur kita ke rumah Bu Lisnawati terlebih dahulu." Jawab Mira.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2