
"Engkos Kosasih............. Bajingan....... Hiks....... Hiks..... Hiks........ Tangisan wanita itu setelah sampai di rumah seorang pemuda yang menolong nya dari amukan beberapa warga yang menyangka gila.
"Mbak.......... Siapa Engkos Kosasih. Apakah itu suami Mbak.?" Jangan menangis Tarmin mohon Mbak.....! Tarmin bingung dengan wanita yang Ia tolong.!!
Tangisan pun berhenti....... Tapi Lara tak bersuara. Dia masih kalut dengan pikiran nya. Meratapi nasibnya yang begitu sangat berat ini.
"Mbak....... Lara sebaiknya membersihkan dahulu badan yang kotor dan tunggu kedatangan Emak sama Abah yang sedang berada di hutan mencari kayu bakar. Untuk mengobati luka yang ada di seluruh tubuh Mbak." Titah Tarmin setelah wanita itu berhenti dari tangis nya.
Lara mengangguk.!!
"Yaaa sudah Mbak ayo kita masuk kedalam rumah. Aku akan menyiapkan Air panas untuk Mbak mandi. Dan Mbak tahan yaa bila terasa perih di sekujur tubuh nya akibat terkena Air mandi.
"Ia. Lara mengangguk dan tersenyum. Hati Tarmin lega saat itu ketika melihat senyuman dari seorang wanita yang di Tolong nya itu.
####
Satu unit Mobil Mewah sports bergerak dari perumahan Elit Leles Residance mengarah kearah jalan propinsi dengan kecepatan sedang di pagi menuju siang itu.
Tepat ketika terlihat perapatan yang menghubungkan jalan utama labuhan Cianjur Bandung. Mobil Mewah pun langsung bergerak kearah pinggir dan memberikan sen sebelah kanannya pertanda mobil tersebut akan berhenti.
Sesampai mobil tersebut di pinggir jalan tepatnya di depan kios warung yang sangat kecil seorang pemuda pun turun dari mobil mewah tersebut dan langsung melangkah kearah kios itu.
"Selamat pagi menjelang siang. Bunda Zahra." Sapa pemuda itu dengan senyuman manis kearah wanita berusia 40 tahun yang sedang menata rapi dagangan nya itu.
"Pagi juga anakku yang tampan dan gagah serta berkarisma." Jawab Azzahra dengan senyuman juga ia berikan kepada pemuda yang baru datang tersebut.
"Ahk........ Bunda kalau aku tampan, mungkin gak bakalan jomblo sampai saat ini." Kata Pemuda itu dengan memasang wajah yang sedih di buatnya.
"Hehehehe....... Masa sih....... Anakku yang tampan ini masih jomblo." Ledek Azzahra dengan terkekeh.
"Suwer wer wer........ !! Ucap pemuda itu dengan canda.
"Tak kewer kewer kewer.....!! Balas Azzahra dengan canda juga hingga mereka berdua sama sama tertawa.
Azzahra dan pemuda itu sudah tak aneh bila mereka bertemu. Apalagi keakraban mereka berdua bila Azzahra sedang berbelanja di kios yang ada di pasar induk kota itu. Pemuda itu yang selalu membantu dan mengantarkan segala barang belanjaan milik wanita beranak satu tersebut. Azzahra sudah menjadi langganan tetap di kios milik nya yang di kelola oleh Pak Kohar istrinya Bu Dewi. Buat pemuda itu sikap keibuan yang di tunjukkan dan nasehat nasehat dari wanita yang sudah menjadi langganan di kiosnya. Ia selalu di praktekkan dan di laksanakan dalam pedoman kehidupan yang di jalaninya.
__ADS_1
Azzahra sendiri percaya kepada pemuda yang menjadi pegawai di kios Pak Kohar dan berkat bantuan dari pemuda itu Ia bisa berjualan dan mengontrak rumah milik juragan batako tersebut.
"Ibu mertua apakah kesayangan ku Nabil Nur Fadillah. Sudah meminta ijin kepada Bunda." Ucap Awan dengan senyuman.
"Hehehehe.......... Belum Syah tak boleh panggil ibu mertua." Protes Azzahra.
"Hahahahah. Calon ibu mertua. Apakah kesayangan ku sudah meminta Ijin.?" Tanya Pemuda itu karna mendapatkan protes dari wanita yang masih terlihat kecantikan di usia empat puluh tahun itu.
"Sudah....... Calon menantu idaman. Sebentar Bunda panggilkan dulu." Jawab Azzahra.
"Tak usah Bunda. Biar Awan aja yang memanggil kan nya. Bunda duduk aja." Ucap pemuda itu.
"Yaa............ Sudah........! Jawab Azzahra kepada pemuda itu yang bernama Awan.
Ketika Awan beranjak melangkah menuju kontrakan rumah wanita yang menjadi langganan tetap di kios pasar induk tersebut. Tiba tiba dua wanita berbeda usia pun datang dari arah belakang kios kaki lima yang menjadi tempat mencari rejeki Azzahra.
"Kak. Awan sudah lama.! Sapa Nabil dengan senyuman.
"Belum Bil. Baru aja kakak mau memanggil mu. Tapi kamu sudah nonghol." Jawab Awan berkerut kearah wanita di samping nya itu.
"Kita pamitan dulu yu ke Bunda." Ajak Awan.
"Ayo. Kak. Nabil pun berjalan bersama wanita yang di sampingnya. Sementara Awan sendiri membalikkan badan nya dan mengikuti dua wanita berbeda usia itu.
"Bunda.............. Nabil sama Kak Awan mau berangkat dulu." Pinta Anaknya meminta Ijin.
"Iya..... Nak hati hati. Kak Awan jaga anak Bunda ya. Calon istrimu." Kekeh Azzahra. Hingga Nabil bibirnya kaya Tutut dan wajah nya bersemu merah.
"Apaan Sih Bunda." Keluh Nabil. Tak asyik ahk Bunda." Rengek Nabil sambil mendebrak kaki nya kelantai dua kali. Membuat dua wanita yang hanya selisih beberapa tahun itu tertawa.
"Dengan senang hati calon Ibu mertua." Kekeh Awan lalu mencium tangan Azzahra dan wanita di samping nya.
"Aww........ Sakit Bil. Terkena cubitan di kiri perut nya.
"Rasain.......... Lagian kompak banget Kak Awan sama Bunda ngejahili Nabil." Ucap Nabil dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Hehehehe. Maap kan hamba mu ini ohk bidadari ku." Rayu Awan.
"Uhk dasar gombal. Timpal Nabil........!!
"Sudah........... Sudah......... Sudah.........!! Nanti ketinggalan Bu Dewi sama yang lainnya." Ucap Azzahra melerai mereka berdua.
"Siap Bunda......... Ucap Awan. Nabil langsung mencium tangan Ibu kandungnya dan wanita di samping nya yaitu Pipit yang bekerja di supermarket milik Pemuda itu. Tapi Awan belum mengetahui nya. Pipit bekerja kebagian sif malam ia masuk dari pukul dua siang dan pulang pukul 21:00 malam hari.
Setelah mereka berdua berpamitan kepada Azzahra dan Pipit. Mobil Mewah Marcedez Benz e-class yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper dan knalpot racing pun langsung bergerak meninggalkan kios di jalan prapatan menuju kantor PT Anugrah Awan Sentosa.
Dalam perjalanan menuju dimana mereka semua sudah berkumpul, Awan pun bertanya ke gadis yang ikut bersama nya tentang siapa wanita itu, terlihat tidak asing oleh dirinya.
"Bil. Ucap Awan.
"Iya. Kak ada apa.?" Tanya Nabil.
"Setahu kakak'. Kamu sama Bunda hanya tinggal berdua. Yang tadi keluar sama kamu siapa.?" Tanya Awan.
"Ohk....... Itu namanya Mbak Pipit Kak." Jawab Nabil.
"Saudara Bunda............. Bukan.?" Tanya Awan.
"Bukan. Kak.........!
"Emang kenapa Kak.?" Tanya Nabil penasaran pemuda yang di sukai dan di cintai menanyakan Mbak Pipit.
"Terlihat Tak asing dan pernah melihatnya tapi dimana gitu." Ucap Awan .
"Yaaa...... Mungkin Kak Awan pernah melihatnya. Orang mbak Pipit kerja di supermarket milik Pak Kohar." Kata Nabil sesaat melirik kearah pemuda itu dan tatapannya beralih lagi kedepan.
"Mungkin kali ya Bil. Terka Awan.
Gadis itu tak menjawab hanya mengangguk.!!
Tak lama kemudian obrolan di dalam mobil pun sudah tidak ada di obrolkan lagi. Mobil yang di kemudikan oleh sepasang muda mudi itu pun telah sampai di penataran halaman kantor PT Anugrah Awan Sentosa.
__ADS_1
Bersambung.