Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Satu Jam menjelang Adzan Subuh


__ADS_3

Gelombang suara dahsyat keluar dari mulut bocah berusia 12 tahun itu menghantam kepala Sang Ketua.. Tetapi dalam jiwa nya itu bukan sosok Kang Usep yang hanya mempunyai Ilmu beladiri tingkat lemah.....


Dalam seluruh tubuhnya yang di kendali kan oleh Eyang Atas Angin.. Kang usep hanya terdiam tak bergerak sedikit pun...


"Serangan lemah seperti ini ingin menghancurkan jiwa murid dari pangeran saya hah..." Bentak Kang Usep, serangan yang di lancarkan oleh Nina Zatulini pun langsung menyerang balik ke arah nya hingga Ia pun membentur langit langit Mansion mewah itu dan seketika ambruk di lantai kamar.


Darah segar pun langsung keluar dari mulut bocah itu.. " Hmmmmmmm.. Tubuh nya mempunyai pertahanan yang bagus.. Tidak salah dengan ucapan dari pangeran Aden Haruman bahwa bocah ini mempunyai kekuatan yang amat dahsyat.. Bila terus menerus di ajarkan dengan perilaku jahat, jelas dia akan menjadi sekutu bangsa siluman.." Ucap Eyang atas Angin dalam hati.


"Bocah kecil aku tidak akan membunuhmu... Sebaiknya kau ikutlah ke alam ku.. Dan tinggallah bersamaku di istana kerajaan, aku akan mengajarkan beberapa ilmu agama dan ilmu Kanuragan.." Pinta Eyang Atas Angin dengan wujud aslinya kepada Nina Zatulini.


Sang bocah hanya bisa mengangguk dan langsung berdiri.... Sesaat tatapan mata nya menuju kepada dua lelaki paruh baya yang menjadi profesi seorang dukun di negaranya masing-masing.


Tatapan matanya langsung mementalkan kedua lelaki paruh baya itu hingga membanting kedua tubuh nya mengenai lemari baju yang ada di ruangan kamar... Lalu Nina Zatulini pun mengangguk kembali kepada penampakan wujud seorang prajurit kerajaan di alam tak kasat mata itu, sesudahnya menghilang dengan seiring waktu..


Selang dua menit kemudian Kang Usep yang lemah tak berdaya setelah mendatangkan Sukma sang prajurit kerajaan di alam ghaib pun bangkit di bantu Sule dan Opan.


"Alhamdulillah Hirobbill Allamiin semua nya sudah selesai Ketua.." Kata Sule membantu bangkit kang Usep.


"Syukur Alhamdulillah... Kita sudah selesai menjalankan tugas yang di berikan oleh majikan kita.." Jawab Kang Usep penuh Syukur..


"Ayo kita langsung kembali ke Markas... Untuk sisa nya serahkan kepada Tuan Radit untuk bagian pembersihan saja.." Kata Opan dengan senyuman kebahagiaan.


Mereka pun mengangguk dan ingin ingin cepat menuju markas besar Organisasi Singa Putih.. Untuk beristirahat penuh selepas sholat subuh yang tak lama lagi akan berkumandang di kota Jakarta.

__ADS_1


###############################


Satu jam sebelum adzan subuh berkumandang di bumi Pertiwi negri tercinta.. Di salah satu jalan labuan Cianjur, iring iringan mobil mewah berbagai tipe dan merk membelah jalan di malam dini hari itu..


Sesampainya di jalan yang mengarah ke arah Sukabumi sebelah kanan dan lurus ke pusat kota.. Iring iringan mobil itu berbelok ke arah kiri menuju jalan bypass dan hanya lima menit saja para rombongan mobil itu memberikan sen sen ke kiri tanda mobil yang di depan akan berbelok...


Sesampainya di gerbang masuk rumah sakit rakyat Mobil Mewah Marcedez Benz C-Class pun menjalankan mobil nya perlahan lahan dan langsung berhenti tepat di samping mobil Brio Satya.


Sepuluh Murid Mama Sepuh langsung membuka kan pintu mobil yang berhenti di samping mobil Brio yang tak lain Nyonya Besar Dewi Ayunda..


Seorang pemuda gagah dan tampan rupawan keluar dari mobilnya di ikuti yang lainnya dan langsung berjalan ke arah loby rumah sakit yang sudah di tunggu oleh Nabil, Asep Sunandar, Iyus Saputra dan Bu Dewi Ayunda beserta yang lainnya.


Ukiran senyum hangat dan rasa bahagia bagi mereka menatap ke arah pemuda yang sedang berjalan dengan di ikuti oleh orang orang yang mempunyai dunia di bawah kendali mereka... Bagi ketiga sahabat nya dan Anak dari Engkos Kosasih sungguh tak menyangka dan duga bahwa pemuda itu yang kini ada di hadapannya sedang memeluk seorang Guru pembimbing nya, adalah pemuda Hebat Seperti Dewa yang Ia kenal dan mengetahui nya bahwa pemuda miskin serta kekurangan dalam interen sehari harinya.


"Alhamdulillah Hirobbill Allamiin.. Kakak angkat mu saat ini sudah keluar dari masa kritis nya.. Saat ini Siti Lara sudah di pindahkan di ruangan VIP dan di temani oleh Istri dan anaknya Pak Arianto.." Jawab Bu Dewi.


"Syukur Alhamdulillah kalau begitu mah.. Awan jadi tenang dan tak khawatir lagi..." Ucap Awan penuh rasa syukur kehadirat illahi Robbi.


"Tuan Robi apakah ada kabar dari sang Ketua Singa Putih di daerah pondok Indah Jakarta..?" Tanya Awan.


"Menjawab anda Tuan Muda Awan.!


Baru saja Tuan Radit memberi kabar kepada Tuan Besar Tedi Ferdiansyah.. Bahwasannya permasalahan dan orang orang Moch Jabar sudah berhasil di lumpuhkan dan saat ini sedang berada di kantor kepolisian..!

__ADS_1


"Hmmmmmmmm...! Bagus......... Tinggal kita menunggu kabar dua lagi dari Abah Aden Haruman dan Nona Muda Tiara yang kemungkinan esok siang akan menemui ku bersama orang yang aku tunggu.." Kata Awan. Mereka semua hanya mengangguk.


"Bunda Dewi.... Karna urusan sudah selesai.. Dan kita kita belum beristirahat sejenak pun.. Untuk sementara ini penjagaan dan perawatan teh Siti Lara.. Awan serahkan kepada Bunda.." Pinta Awan.


"Tenang anakku... Untuk Siti Lara biar Ibu yang akan merawatnya... Kamu serta yang lainnya istrahat lah dan temui Bunda Azzahra serta Bunda mu, yang sedari tadi menelepon mencemaskan kalian berdua.." Titah Bu Dewi.. Awan dan Nabil mengangguk tersenyum.


"Mohon Ijin Tuan Muda Awan dan Nona Muda Nabil serta Nyonya Besar.. Ijin bicara.." Kata seorang pemuda yang berada dalam barisan tengah berjalan menghampiri majikan nya.


"Kang Tarmin silahkan bicara.." Ucap Awan tersenyum.


"Terima Kasih Tuan Muda.. Seandainya di ijinkan Tarmin ingin di sini menemani Siti Lara.." Ucap nya malu malu.. Awan serta Nabil dan Bu Dewi pun mengerti kepada pemuda yang baru dua bulan masuk dalam barisan Anugrah Awan Sentosa itu.


"Tentu saja, Kang Tarmin.. Saya mengijinkan nya, karna kamu adalah orang yang berarti bagi kakak' angkat ku.." Jawab Awan.


"Terima Kasih Banyak Tuan Muda.." Kata Tarmin membungkuk hormat dan Awan pun buru buru mencegahnya lalu memeluknya dengan pelukan hangat.


Setelah itu.. Awan pun bersama yang lainnya lalu kembali menuju mobil masing masing... Excel dan Friska bersama Tuan Asisten kembali menuju rumah yang ada di daerah Maleber.. Sementara sepuluh Murid Mama Sepuh dan Hendra Hendri kembali ke rumahnya yang ada di Senagar.


"Asep dan Iyus kau ikut aku ke kampung Situhiang bersama orang orang dari perusahaan Nona Muda Nabil Nur Fadillah.." Kata Awan.


"Siap Tuan Muda.." Ucap Asep dan Iyus bersamaan..


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2