Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Rapat Besar


__ADS_3

Liburan dan menikmati keindahan kota Jakarta malam hari yang penuh dengan sensasi kehidupan malamnya yang eksotis.


Di tengah hiruk pikuknya kehidupan Kota Jakarta, kota ini memiliki pemandangan lampu-lampu gedung dan jalan yang bisa kita nikmati. Apalagi Jakarta dikenal memiliki tempat wisata malam untuk mengisi hiburan dengan sajian bergama kuliner Indonesia yang beragam.


Dari kuliner pedagang kaki lima sampai dengan tempat tongkrongan di cafe-cafe mewah yang bergengsi yang bisa kita temukan di pusat Kota Jakarta.


Bila kita mengisi dan menghabiskan liburan di pusat Kota Jakarta, kita bisa menikmati salah satu kawasan yang bisa buat nongkrong asik di malam hari. Baik yang bernuansa alam terbuka, atau pun di tengah pusat perbelanjaan Kota Jakarta.


berupa taman kota yang luas dengan penyajian tempat wisata kuliner khas kuliner Nusantara. Di lokasi ini kita bisa mengajak main keluarga di taman yang aman dan nyaman. Dilengkapi fasilitas dan sarana menarik sebagai tempat liburan yang berada di pusat Kota Jakarta. Dari pemandangan lampu taman dan gedung perkantoran yang menghiasi taman Monas akan menjadi liburan kita menyenangkan.


Mobil mewah Marcedez Benz C-Class yang di kemudikan oleh Asep Sunandar anak dari Abah Kusuma kini sudah berada di area parkir Kafe mutiara itu..


Asep Sunandar dan Siti Lara keluar terlebih dahulu dan langsung masuk menuju dalam kafe dan duduk di meja paling ujung layak nya sepasang kekasih..


Tak lama selang beberapa menit kemudian sepasang kekasih turun dari mobil Marcedez Benz C-Class itu dan berjalan saling bergandeng tangan.


Sesampainya di pintu masuk kafe tersebut pemuda yang menggandeng tangan gadis cantik itu langsung bertanya kepada seorang pegawai yang berjaga di pintu masuk kafe bertarif internasional tersebut.


"Tuan apakah ada pesanan kursi meja atas nama Nona Tiara.?" Tanya Awan kepada pegawai Kafe Mutiara itu.

__ADS_1


"Ohk.... Ada Tuan.... Mari saya antar." Ajak pegawai Kafe itu tersenyum. Awan pun langsung mengangguk dan lalu berjalan mengikuti pegawai kafe.


Lara dan Asep sedari tadi terus memperhatikan gerak gerik majikan nya, mereka berdua tidak mau kecolongan karna keselamatan dua majikannya menjadi tanggung jawab mereka.


Selain mereka berdua Asep Sunandar dan Siti Lara yang memperhatikan Awan serta Nabil yang berjalan menuju salah satu meja yang sudah khusus di pesan oleh Nona Muda Tiara.. Empat orang pengawal bayangan pun yang di tugaskan oleh Bu Dewi membuntuti perjalanan Muhammad Awan Pratama ke kota Jakarta sudah standby dan tidak di sadari oleh Asep maupun Lara dan Nabil, hanya majikannya yang mengetahui keberadaan mereka berempat.. Yaitu. Sutisna, Bahar, Syarif, Cecep.


"Tuan dan Nona.. Silahkan duduk, ini meja khusus pesanan dari Nona Tiara.. Mungkin beberapa menit lagi akan tiba." Terang pegawai Kafe kepada Awan dan Nabil.


"Terima Kasih Tuan." Jawab Awan, lalu duduk begitu juga dengan Nabil Nur Fadillah.


"Sama sama Tuan.. Apakah Tuan dan Nona mau memesan minuman atau makanan sekarang, atau menunggu terlebih dahulu kedatangan dari Nona Muda Tiara.?" Tanya pegawai Kafe itu dengan ramah dan sopan.


"Nanti saja Tuan... Setelah datang Nona Tiara." Jawab Awan..


#########################


Sementara malam yang sama hanya berbeda tempat dan kota yang berbeda dengan Pemuda Hebat Seperti Dewa yang sedang berada di Kafe Mutiara Jakarta. Tepatnya di salah satu kawasan puncak Bogor di sebuah Vila megah dengan luas seribu meter persegi sedang ada pertemuan besar di malam itu.


Tampak terlihat beberapa mobil mewah berbagai tipe dan merk telah terparkir di area halaman vila bernuansa gaya Eropa itu.

__ADS_1


Di dalam vila mewah nan megah itu, puluhan kursi dengan masing masing kursi yang mengelilingi sebuah meja bundar, tampak terlihat seperti ruangan rapat antar parlemen di pemerintahan.


"Tes......... " Tes........... " Tes..................! Suara lelaki berusia 23 tahun itu mengetes alat pengeras suara yang ada di atas meja untuk memulai pertemuan malam itu.


Semua yang hadir di ruangan itu, segera mungkin mereka yang telah hadir di ruangan itu mempokuskan tatapan mata kearah suara lelaki muda yang menjadi motor pertemuan itu.


"Perhatian buat kita semua yang berada di sini. Salam hormat saya kepada para petinggi perusahaan Holding Company Group yaitu. Tuan Muda Jabar, Tuan Muda Rojak, Tuan Abu Bakr dan para petinggi perusahaan Holding Company Group yang tidak di sebutkan satu persatu tidak mengurangi rasa hormat saya kepada kalian semua yang hadir di ruangan ini.


"Saat ini, saya selaku motor dan sekaligus tuan rumah di pertemuan ini. Ingin mengucapkan selamat datang kepada Tuan Tuan dan mister mister yang telah datang atas undangan dari pemilik perusahaan Holding Company Group. Selamat datang buat Mister Brown dari negara Australia beserta para anak buahnya. Selamat datang di negara ini kepada Mister Jack Komboy dari Negara Inggris dengan membawa beberapa pasukan elit yang sangat handal dalam seni beladiri. Selamat datang kepada Tuan Tanaka dari negara Jepang beserta para ninja ninja yang siap mengemban tugas dari Tuan Muda Rojak untuk menghancurkan dan mengirim lawan ke dalam kematian tanpa ada jejak sama sekali. Dengan hormat, saya persilahkan untuk mengambil kursi masing masing.


Semua yang ada di ruangan itu kini mulai menduduki kursi masing masing dan mulai memusatkan perhatian mereka terhadap rapat yang akan berlangsung kali ini.


"Baiklah.... Untuk mempersingkat waktu malam ini. Untuk para master dan Tuan Tuan yang sudah datang dan siap mengemban tugas dari pemberi tugas. Untuk membuka map yang sudah tersedia di dalam meja anda semua." Kata lelaki yang menjadi motor dalam pertemuan itu yang tak lain adalah Firmansyah.


Sejenak semua pandangan para undangan yang hadir dalam rapat besar itu mulai membuka map masing masing yang sudah di persiapkan oleh tim Firmansyah selaku orang kepercayaan Tuan muda Rojak.


Setelah hampir sepuluh menit lamanya, mereka telah membuka map tersebut dan melihat di dalam map itu terdapat biodata dua calon korban dan beberapa Poto, Firmansyah pun langsung melanjutkan langkah langkah tugas yang akan di berikan kepada para pembunuh bayaran yang di datangkan oleh Tuan Muda Rojak.


"Cek.... Cek.... Cek..... Mohon perhatian dan untuk sementara pokus terlebih dahulu kepada dua Poto wanita yang memakai kerudung hitam dan seorang gadis yang memakai baju berwarna biru." Kata Firmansyah terdiam tatapannya kearah para peserta rapat lalu melanjutkan lagi perkataannya.

__ADS_1


"Baiklah... Target kalian semua yang hadir di rapat ini dan di undang oleh Tuan Muda Rojak, adalah untuk menangkap hidup atau mati nya kedua wanita itu yang berstatus Ibu dan anak.. Akan tetapi di balik kedua calon target tersebut ada seorang pemuda yang mempunyai dekengan yang sangat kuat dan sulit untuk di habisi dari sisi sebelah mana pun.


Bersambung.


__ADS_2