Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pertarungan Di alam tak kasat mata


__ADS_3

Di alam tak kasat mata pun tak kalah seru... Abah Aden Haruman dan Mangku Bumi dengan di bantu satu muridnya serta dua dukun Abah Suryana dan Ki Juned.. Tak bisa membantu kesusahan yang terjadi di perkelahian antara Muhammad Awan Pratama dkk melawan orang orang dari Moch Rojak.


Mereka berempat di sibukkan dengan dunia nya itu, melawan siluman siluman yang di datangkan oleh dukun dukun dari Duo Holding Company Group... Terutama seorang dukun cilik yang mempunyai pendukung yang sangat kuat....


Nina Zatulini bukan makhluk Suanggi saja yang dia datangkan untuk melawan Aden Haruman tetapi jin jin kafir pun ia datangkan dari pulau Jawa.. Hingga merepotkan empat sekawan yang sudah berumur....


"Wuzzzzzzzzzzzzz.........


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz...............


"Duarrrrrrrr.........................!


"Duarrrrrrrr........................!


"Duarrrrrrrr......................!


Hembusan angin di sertai kilatan kilatan cahaya petir dan setelah itu suara gledek pun terdengar keras oleh orang orang yang sedang berkelahi di halaman mau pun dalam Vila itu, yang di jadikan markas besar Moch Rojak.


"Kusuma dan Kau Suryana............. Kau pergi lah ke kampung Situhiang dan bantu Purnama Siddiq serta Jalaluddin, untuk menghadapi makhluk siluman malam yang telah di kirim oleh dukun laknat.." Teriak Aden Haruman memberi perintah..


"Tapi Eyang Guru......... Anda di sini... Kalimat nya terhenti... Ketika salah satu makhluk ghaib itu menyerang tiba tiba tetapi berhasil di tangkis oleh Abah Kusuma...


"Kau tak usah khawatir dan cemas. Sebaiknya kalian berdua segera pergi menuju kediaman nenek dari Cucuku dan membantu menghalangi santet yang akan di kirim kepada Nyonya Azzahra dan Lisnawati.." Kata Aden Haruman.


"Baik Eyang Guru.." Kata Kusuma dan anggukan dari Suryana yang sibuk melawan siluman siluman yang mirip seperti orang Negro...


Abah Kusuma dan Suryana pun langsung melesat pergi meninggalkan mereka.. Menuju perintah yang di ucapkan oleh sang pemimpin dalam misi perkelahian melawan bangsa ghaib..

__ADS_1


Aden Haruman kini berhadapan dengan lawan yang sebanding dengan ilmunya.. Sosok Mahluk yang di datangkan oleh bocah berusia 12 tahun itu, bukan hal mudah untuk di hadapi nya. Sedangkan Kiayi Mangku Bumi dan Abah Juned pun sedang berjibaku dengan senjata senjata pamungkasnya itu..


"Kanuragan tingkat pertama teriakan kematian.


Gelombang kejut keluar dari mulut Jin kafir yang bernama Tibbir berdiri di samping makhluk Suanggi. Meluncur mengarah tepat mengenai seluruh tubuh Abah Aden Haruman yang tengah terombang ambing di udara.. Aden Haruman pun hancur setengah tubuhnya, hanya menyisakan potongan kaki yang masih tegak berdiri.


Para mahluk ghaib yang mempunyai silang sengketa dengan Aden Haruman yang tadi berdiam tak bersuara menyaksikan para mahluk yang sakti mandraguna menghadapi sosok lelaki yang berwujud Sukma itu bertepuk tangan dan sumpah serapah pun terucap menghina Aden Haruman..


Kiayi Mangku Bumi dan Abah Juned hanya tersenyum manis sesaat melirik kearah Aden Haruman yang tubuh nya hancur, mereka berdua tidak akan semudah itu mengalahkan Eyang Prabu yang menjadi garis keturunan orang orang sakti.


Namun seketika teriakan dan cemoohan dari para mahluk ghaib yang menyaksikan perkelahian di alam tak kasat mata itu terhenti. Bagian tubuh Aden Haruman pun langsung kembali utuh ke bentuk semula. Hal itu pun membuat sontak Jin Tibbir dan Suanggi terkejut bukan kepalang.


"Siapa kau sebenarnya.?"


"Cara licik apa yang kau gunakan.?" Tanya Jin Tibbir. Ia masih tak percaya dengan apa yang di lihat di hadapannya.. Sekelas orang sakti di negara Mesir pun bisa hancur dan tidak kembali lagi ke bentuk semula setelah dirinya mengeluarkan ilmu gelombang kejut itu.


"Ajian bunga matahari.!!


Dari tangan Aden Haruman keluar cahaya yang sangat menyilaukan dan menghempaskan tubuh Jin Tibbir. Bahkan saking kencangnya serangan yang di lancarkan oleh Aden Haruman membuat Jin Tibbir pun terpental jauh.... Akan tetapi Aden Haruman dengan sigap mengeluarkan senjata pamungkasnya Pecut Amalasuri, lalu di cambukan Pecut itu kepada Jin Tibbir itu..


"Huzzzzzzzzzzzzzzzzz................!!


"Duarrrrrrrr...............................!!


"Duarrrrrrrr.................................!!


Bersamaan dengan suara yang menggelegar bagaikan gledek yang amat dahsyat... Jin Tibbir pun hancur tubuh nya berkeping-keping..

__ADS_1


Semua makhluk ghaib sekutu yang menonton pertarungan antara Aden Haruman melawan Jin Tibbir benar benar di buat terpaku apa yang barusan terjadi. Selain tubuh Aden Haruman yang kembali utuh setelah hancur akibat serangan yang di lancarkan oleh Jin Tibbir. Serangan balasan yang di lancarkan oleh Aden Haruman pun mampu membumi hanguskan Jin Tibbir dan takjub para penonton yang ikut melihatnya.


Tanpa di sadari oleh Aden Haruman.. Apalagi oleh Kiayi Mangku Bumi dan Abah Juned yang dari tadi di sibukkan oleh siluman siluman yang di datangkan dari negri jauh di ujung dunia.. Suanggi sedang memusatkan ilmu tingkat tinggi nya untuk melawan lelaki yang telah mengalahkan Jin Tibbir itu.


Hawa yang di keluarkan oleh Suanggi sungguh sangat berbeda dan tampak kasar. Hawa nya tampak berasa menekan yang seakan memaksa seseorang untuk tunduk di hadapannya.


"Mangku Bumi dan Juned bahaya... Segera kalian berdua keluarkan ilmu penahan serangan sekarang juga." Kata Aden Haruman memberi perintah melihat gelagat Suanggi yang akan mengeluarkan ilmu pamungkas nya itu.


Kiayi Mangku Bumi pun yang kini sudah selesai bertarung nya dengan para siluman siluman lemah itu pun langsung membaca mantra dan memusatkan ilmu tenaga dalamnya membentuk cangkang menyelimuti tubuhnya. Sementara Abah Juned lalu membuka ikat kain yang menempel di keningnya dan langsung menjulurkan kain tersebut kepada cangkang yang di buat oleh Kiayi Mangku Bumi.. Hingga Ia pun terdorong masuk ke dalamnya.


Di hadapan semua makhluk ghaib yang kini terlihat berdiri menatap kearah Aden Haruman Suanggi berkata dengan lantang.." Aku tidak tau siapa kau sebenarnya tapi terima lah akibat kau ikut campur dalam tugas yang di berikan oleh majikan ku.


"Akan ku buat seisi alam ghaib membenci mu.!!


Setelah mengatakan hal itu Suanggi pun mengangkat jari telunjuk nya ke langit.


"Kanuragan tingkat dua. Perintah mutlak." teriak Suanggi.


Cahaya menyilaukan keluar dari telunjuk jari Suanggi. Mungkin jika Kiayi Mangku Bumi tidak membuat cangkang penahan, kedua nya akan silau mata nya akibat cahaya yang keluar dari telunjuk jari Suanggi.


"Dengar wahai budak budak ku tunduk dan patuhilah ucapan ku.


Hancurkan musuh di hadapan ku sampai tak bersisa.." Tunjuk Suanggi pada Aden Haruman yang tampak terlihat menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya.


Semua para makhluk ghaib yang silau melihat cahaya dari telunjuk Suanggi lalu beranjak dan secara serempak maju untuk menyerang Aden Haruman, bagaikan hewan buas siap menerkam secara brutal. Kini mereka semua maju secara bersamaan, seakan Aden Haruman mangsa empuk bagi mereka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2