Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Azzahra Bersedia menerima permintaan Aidil


__ADS_3

"Terus..........." Terus............" Yap. Terima Kasih Bos." Ucap Tukang Parkir di saat Mobil Mewah Toyota Alphard mulai bergerak meninggalkan rumah makan rindu alam yang ada di kawasan puncak Bogor.


Excel yang berada di dalam mobil bersama Robi dan empat pegawai perusahaan Future Nugraha Company Group, sibuk dengan aktivitas nya masing.!!


"Tuan Muda. Jadi kita sekarang menuju kediaman Tuan Besar terlebih dahulu." Kata Robi di sela obrolan dalam mobil.


"Iya. Kak. Adikku. Juga ada di sana!


"Kak. Robi bagaimana kalau kita bagi bagi tugas.?" Tanya Excel.


"Maksud Tuan Muda.! Robi berkerut keningnya penasaran dengan pertanyaan dari Anak majikannya.!


"Begini. Kak, Robi.. Ayah datang ke kota ini bersama Tuan Aidil dan Tuan Ahmad. Untuk mencari keberadaan istri dan anaknya yang akan di bantu oleh adikku. Muhammad Awan Pratama. Sementara pihak perusahaan kita membutuhkan lahan itu untuk segera di realisasikan dan akan segera secepatnya di bangun pusat perbelanjaan terbesar di kota ini. Jadi Kak Robi bersama Bu Risma dan yang lainnya meninjau langsung lokasi lahan tersebut. Aku sendiri akan bergabung dengan ayah dan adikku serta yang lainnya. Bagaimana menurut Kak Robi.?" Tanya Excel memberi saran agar maksud tujuan datang ke kota ini tidak sia sia.


"Boleh Juga, saran dari anda Tuan Muda. Jadi pekerjaan dari perusahaan bisa terlaksana. Akan tetapi Tuan Muda. Bukan kah lahan tersebut sudah di kuasa kan kepada Tuan Muda Awan.?" Tanya Robi.


"Betul. Sekali Kak. Robi. Tapi aku sudah berkomunikasi dengan Awan melalui pesan singkat. Urusannya bisa langsung sama Bu Dewi, yang menjadi kaki tangan nya, sekaligus orang kepercayaan dari adik angkat ku." Jawab Excel.


"Baiklah. Itu lebih baik. Tuan Muda. Apakah kita akan langsung ke rumah nya Tuan Besar terlebih dahulu atau bagaimana.?" Tanya Robi.


"Nanti. Aku di jemput sama para pengawal di parapatan Pramuka. Kak Robi tinggal langsung ke lokasi lahan dan berkomunikasi dengan Bu Dewi." Jawab nya.


"Siap Tuan Muda.


Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai di pusat kota kecil tersebut. Excel pun langsung mengirim pesan chat singkat kepada para pengawal yang ada di kediaman Ayah nya.

__ADS_1


**


Sementara di kediaman Tuan Tedi Ferdiansyah. Isak tangis dan haru menyelimuti ruangan keluarga, di antaranya Azzahra Masika Fatharani dan Nabil Nur Fadillah telah bertemu dengan Adik Ipar nya dan Asisten almarhum Moch Ismail yaitu suaminya.


Azzahra meminta maap untuk semuanya, karna waktu Aidil menyuruh nya untuk pergi dari negaranya dan menemui sahabatnya yang ada di kota gudeg tersebut mengabaikan nya, karna satu alasan yang hanya Azzahra sendiri yang mengetahuinya.


"Aidil dan Ahmad, mohon maaf kan kami berdua. Aku dan Nabil tidak bisa kembali lagi ke negara di mana aku dan anakku merasakan pahit dan keji nya sebuah pitnah yang di terima oleh kita berdua." Ucap Azzahra mencoba tegar menghadapi nya. Walaupun dalam hati nya dia ingin kembali ke negaranya untuk sekedar ziarah ke makam suami nya dan bertemu dengan Kedua Orang Tua nya.


"Adik ipar. Aku mengerti dengan semua kepahitan dan rasa tidak percaya dalam hatimu saat ini.Tapi......?


"Tidak ada tapi tapian. Aidil." Ucap Azzahra memotong perkataan dari adik iparnya.


"Nyonya. Besar Ijin berbicara." Ucap Ahmad.


"Nyonya dan Nona Muda. Saya mengerti apa yang di alami oleh anda berdua masa itu. Sakit sungguh sakit. Perih pasti hati anda bagaikan tersayat pisau yang sangat tajam. Akan tetapi bila Nyonya dan Nona Muda tidak kembali, untuk menyelesaikan warisan dan amanat dari Tuan Besar, itu akan menjadi malapetaka buat Nona Muda sendiri. Keselamatan dari Putri anda, yang kami khawatirkan saat ini. Nyonya Muda tahu sendiri bagaimana kejamnya mereka, bersama orang orang yang telah mempitnah anda waktu itu." Kata Ahmad memberi pengertian panjang lebar.


Azzahra bagaikan makan buah simalakama, bila Ia dan anaknya menerima warisan dan perusahaan dari suaminya, tentu semua nyawa yang dekat dengan dirinya akan di pertaruhkan. Tetapi bila Ia dan anaknya menolak, maka dari pihak pihak orang orang anak tirinya juga akan memburu Nabil, hanya dengan anaknya meninggal maka semua warisan dan perusahaan ISMAIL GROUP akan menjadi milik Moch Rojak dan Jabar.


"Sayang Nabil Nur Fadillah. Tolong panggil kan Awan. Untuk ikut mengobrol bersama Bunda dan Paman Aidil serta Paman Ahmad." Pinta Azzahra Masika Fatharani kepada anaknya.


"Iya. Bunda. " Balas nya. Lalu ia beranjak pergi menuju keluar.


"Kak. Awan, di panggil sama Bunda." Kata Gadis cantik itu berpapasan dengan dua orang pemuda dan lelaki paruh baya yang akan berjalan masuk ke ruangan keluarga.


"Iya. Nabil. Ayo, kebetulan Kakak, dan Tuan Besar serta Tuan Muda Excel mau menuju mereka." Jawab Awan lalu menggandeng tangan gadis itu.

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan keluarga. Awan pun langsung duduk di samping Azzahra yang sebelumnya memperkenalkan terlebih dahulu Excel kepadanya.!


"Tuan Aidil dan Tuan Ahmad. Apakah sudah berbicara panjang lebar sama Nyonya Azzahra dan Nona Muda Nabil Nur Fadillah.?" Tanya Pemuda itu di sela obrolan mereka.


"Mereka berdua mengangguk.!!


"Bagaimana Bunda. Apakah sudah menyetujui permintaan dari Tuan Aidil.?" Kini pemuda itu bertanya kepada ibu nya Nabil.


Azzahra bergeming. Tangan nya memegang tangan pemuda yang bertanya secara erat erat. Permintaan dari mereka berdua untuk kembali ke kampung halamannya, bertolak belakang dengan pikirannya. Pemuda itu mengangguk seraya menatap. Jangan risau jangan takut, Awan akan bersama bunda dan Nabil. Mungkin itu dorongan yang ada dalam pikiran wanita setengah tua itu.


"Anakku. Muhammad Awan Pratama. Apakah kamu tidak akan mengingkari ucapan dan janji waktu itu.?" Tanya Azzahra sebelum mengambil keputusan yang akan di berikan kepada adik iparnya dan Asisten suami nya itu.


"Hmmmmmm. Awan menarik napasnya dalam dalam, Ia masih menatap wajah wanita yang sudah empat tahun Ia kenal waktu sedang di pasar.!!


"Bunda. Katanya. Ia lalu mengangguk.!! Awan tak pernah mengingkari ucapan yang telah keluar dari mulutku. Walaupun nyawa menjadi taruhannya.!!


"Terima Kasih anakku." Lirihnya lalu memeluk erat pemuda di sampingnya, penuh kasih sayang. Nabil sendiri terisak dalam tangis nya.


"Baiklah. Aidil. Ahmad. Aku dan Nabil. Akan ikut dengan kalian berdua ke tempat kelahiran ku, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam pihak keluarga dengan satu syarat." Jawab Nyonya Azzahra setelah melepas pelukan pemuda itu.


"Kakak. Ipar silahkan bicarakan, syarat apa yang ingin di minta oleh anda." Jawab Aidil bibirnya tersenyum.!!


"Begini Aidil dan Ahmad. Nabil akan menerima warisan dan saham perusahaan dari ayahnya. Tapi setelah semua urusannya selesai. Tetep perusahaan akan di jalankan oleh mu dan Ahmad. Karna kalian berdua tahu sendiri bahwa, Nabil masih terbilang kecil dan belum mengerti tentang Selak beluk perusahaan." Jawab Azzahra.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2