Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Obrolan Malam Awan dan Nabil serta Lara dan Asep


__ADS_3

"Kak romantis ya, seperti sepasang kekasih yang tak bisa di pisahkan." Kata Nabil tangannya memegang erat tangan pemuda itu. Awan hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kak.. Apakah kamu merasa terbebani tentang janji tempo dulu Kakak akan menjadi pelindung aku serta Bunda ku." Tanya Nabil. Hal itu membuat Awan seketika langsung menoleh kearah Nabil.


Ia menggelengkan kepalanya.." Nabil kamu tahu nggak sesuatu yang aku takutkan saat ini.?" Tanya Awan.


Nabil menggeleng." Tidak tahu.!


"Yang aku takutkan saat ini adalah keselamatan ketiga sahabat ku, dan orang orang terdekat ku yang menjadi incaran oleh orang orang yang memburu aku dan kamu serta Azzahra Masika Fatharani.


"Aku telah melihat semua nya, File yang di berikan oleh Nona muda Tiara, tampak terlihat jelas dalam pertemuan itu bagaimana, dua orang yang pernah berurusan dengan ku waktu itu di Vila bukit Gunung Batu waktu menyelamatkan Istri dari Tuan Besar Tedi, kini menargetkan Kiara, Irma dan Mira yang di bantu oleh Kang Dayat ketua preman yang aku kenal dan sempat memukuli Bunda Azzahra empat tahun ke belakang." Terang Awan terdiam sesaat kemudian melanjutkan lagi perkataannya.


"Bukan aku tak berani melawan dua anak buah Haikal yaitu Odeng dan Gundul Pacul Cul Cul serta para preman Kang Dayat.. Tetapi pikiran ku juga harus di sibukkan dengan menjadi perisai kamu serta Bunda Azzahra Masika Fatharani untuk diriku yang selalu ada di sisi mu dan sisi Bunda Azzahra... Belum lagi keselamatan dari Nyonya Friska anak dari Tedi Ferdiansyah yang menjadi target Jamil kaki tangan nya Firmansyah.." Kata Awan menjelaskan semua informasi yang di berikan oleh Tiara.


"Jad.... Jadi...... Semuanya sudah di atur sedemikian rupa agar Kak Awan tidak bisa bergerak dengan leluasa oleh pihak orang orang dari kakak tiri ku." Terka Nabil dengan ucapan yang baru saja keluar dari Muhammad Awan Pratama.


"Iya... Sayang.! Tujuan dari kakak tiri mu hanya kamu dan Bunda Azzahra Masika Fatharani, tetapi mereka bukan orang yang bodoh yang langsung menyerang dirimu dan Bunda.. Kedua Kakak tirimu orang yang sangat cerdas dan mempunyai wawasan yang sangat luas, rencana semua ini sudah di atur jauh jauh hari.!

__ADS_1


"Tuan Muda Ijin untuk ikut berpendapat dan memberi saran." Ucap Asep Sunandar, yang sedari tadi berdiri di belakang Nabil dan Awan.


"Silahkan Asep." Ucap Awan lalu membalikkan badannya, begitu juga dengan Nabil.


"Bukan kah dari pihak Nona Nabil dan Nyonya Azzahra Masika Fatharani ada dua kekuatan yang secara finansial bisa di andalkan untuk menghadang kekuatan lawan, belum di tambah lagi dari SDM Future Nugraha Company Group yang di ketuai oleh Tuan Robi dan Kang Usep Murid pertama dari Eyang Aden Haruman." Kata Asep memberi masukan.


"Iya Kak Awan.. Paman Ahmad dan Paman Aidil sebelumnya sudah menyiapkan orang orang untuk menghadapi pihak yang memburu aku dan Bunda." Timpal Nabil.


Awan langsung mengelus rambut Nabil.." Sebelum kamu dan Asep Sunandar memberikan saran dan masukan, aku sudah mengetahui mereka berdua, Aidil dan Ahmad.. Posisi mereka berdua sudah di sekap oleh orang orang Holding Company Group dengan bantuan seorang penghianat dari perusahaan ISMAIL GROUP yang tak lain Moch Ishaq....


"Kabar Moch Aidil dan Moch Ahmad saya dapatkan dari Pak Irsyad Maulana dan Asisten Tuan Besar Tedi Ferdiansyah yaitu Robi... Mereka sedang menyelidiki dan berusaha mencari tahu keberadaan mereka berdua sekaligus keluarganya yang kata nya di sekap masih di negara kita." Terang Awan, membuat Nabil syok dan kaget.


Mereka bertiga ternganga, diam tak bersuara pikirannya penuh dengan kekhawatiran, menyadari pihak yang akan di hadapi bukan kaleng kaleng.


"Asep dan Nabil Nur Fadillah serta Teh Siti Lara, itu baru serangan yang akan di lancarkan oleh lahiriah secara nyata, belum lagi secara ghaib atau tak kasat mata.. Perlu kalian bertiga tahu, Bedil yang menjadi kaki tangan Nyonya Sulastri yang suaminya Haikal telah aku kirim ke neraka, di beri tugas oleh Safir untuk mengirim guna guna kepada.. Ibu ku dan Ibu Nabil serta Bu Dewi orang kepercayaan dari perusahaan Anugrah Awan Sentosa.. Belum lagi Pak Irsyad Maulana dan Tuan Robi juga ikut dalam ancaman guna guna yang akan di lancarkan oleh pihak Bedil... " Terang Awan... Asep Sunandar dan Siti Lara langsung membekap mulutnya dan jantung nya berdebar kencang..


"Tuan Muda... Ini jangan di nantikan lagi kita harus bergerak sekarang.. Aku akan meminta pertolongan dari ayahku Abah Kusuma... Teh Lara sendiri harus meminta bantuan kepada Abah Juned ayahnya Tarmin, untuk memberikan perlawanan secara ghaib." Kata Asep terburu buru.

__ADS_1


Pemuda berusia 19 tahun itu langsung buru buru mengambil ponsel yang di simpan di atas meja, begitu juga dengan Teh Lara yang akan menelepon Tarmin untuk memberitahukan perkataan dari majikannya.


Awan sendiri hanya tertawa cekikikan melihat tingkah mereka berdua, bertindak gerusuk gerusuk, padahal diri nya belum semuanya di bicarakan..


"Kak.... Awan ada yang lucu.....?" Tandas Nabil.!


"Lucu aja mereka berdua.. Orang belum semua nya di ucapkan main panik aja hehehehe." Kata Awan sambil terkekeh.. Membuat Asep Sunandar dan Siti Lara yang mendengarkannya seraya memegang ponsel seketika menoleh kearah Awan.


"Asep dan Teh Lara... Mereka berdua sudah mengetahui tentang Bedil yang di tugaskan oleh Tuan Safir untuk mengirim guna guna kepada lima korban nya.. Aku sudah memberitahu kan kepada Opan anak dari Aden Haruman dan kebetulan Opan sendiri sedang berada di rumahnya langsung di beritahukan kepada ayahnya." Terang Awan..


"Lalu Tuan Muda." Timpal Lara dan anggukan Asep Sunandar.


"Untuk urusan ghaib itu menjadi urusan Aden Haruman dan Abah Kusuma.. Malahan Mama Sepuh dan Abah Juned pun ikut dalam memberantas dukun dukun santet yang di kirimkan oleh pihak perusahaan Duo Holding Company Group.. Aden Haruman berpesan kepada saya, pokuslah bagaimana cara nya mengikis kekuatan lawan dengan cara perang Sembunyi-sembunyi." Kata Awan..


"Alhamdulillah kalau para sesepuh, mau turun tangan hati Asep jadi tenang." Gumam pemuda yang berdiri di samping Siti Lara..


"Iyaa.. Asep.. Teteh juga tenang, tinggal bagaimana cara nya mengatur rencana untuk melumpuhkan orang orang dari perusahaan Holding Company Group." Kata Lara.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2