
Hujan menjadi sebuah cuaca sejuk yang banyak disukai, hal ini karena hujan memiliki cuaca sejuk dan nyaman bila berada di dalam rumah. Bahkan hujan juga menjadi sebuah inspirasi untuk mereka yang suka dengan sebuah kalimat puitis. Ada banyak sekali kata mutiara hujan yang menyentuh dan penuh akan makna.
Hujan memang bisa mempengaruhi suasana hati. Ketika hujan turun, hati bisa tiba-tiba merasa sedih lantaran terpengaruh kenangan sedih di masa lalu. Namun hujan juga bisa memberikan sebuah suasana romantis yang menyentuh untuk mereka para pasangan.
Kamu bagaikan hujan dan aku hanyalah rintik bumi yang gersang, yang kalau turun turun kamu sirami aku dengan rintik kebahagiaan.
"Ketika kau mencintainya dan kau hanya dapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangi mu.
"Aku sudah bosan mulai bosan menjadi penikmat hujan mu, bisakah kali ini kau tuntun aku menuju altar pelangi pelangi bahagia mu.
"Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu.
"Aku ingin kau tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu rintik hujan, dan aku berharap bahwa masa depanku ini ingin selalu bersamamu.
"Senang bisa mencintaimu seperti ini, yang sewajarnya pelangi di antara rintik hujan yang menari-nari.
"Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya.
Lamunan gadis cantik berusia 17 tahun itu buyar ketika seorang wanita paruh baya memanggil nya. Ia menyeka Air mata nya yang membanjiri pipi mulus nya malam itu.
"Amel. Amel. Sedang apa kamu berdiri di atas loteng menatap kearah turunnya hujan. Nanti kamu masuk angin Nak." Tegur wanita itu.
Gadis itu langsung membalikkan badannya. Ia tersenyum kepada seorang wanita setengah baya. Bunda aku hanya sedang melihat dan merasakan suasana malam ini ketika hujan turun." Sahut nya.
"Ada apa Nak.?" Kamu sedang memikirkan siapa.?" Ayo cepat turun ada yang mau bunda dan ayah obrolkan malam ini." Ajak wanita setengah Tua.
"Iya..Bunda, duluan saja. Amel mau ke kamar mandi dulu. Untuk buang air kecil." Jawab nya memberi alasan yang sulit masuk akal.
__ADS_1
"Hmmmmmmm. Ya. Sudah Bunda tunggu ya.!! Amel mengangguk. Wanita itu pergi meninggalkan nya.!!
"Bunda. Amel mana.?" Tanya seorang lelaki setengah tua, setelah melihat wanita yang telah menemani nya hampir 18 tahun itu menghampiri nya.
"Amel lagi ke kamar mandi dulu ayah." Jawab nya. Lalu duduk di samping lelaki yang menjadi suaminya.
"Pak Kohar mengangguk. Bun. Bagaimana tadi transaksi jual beli lahan untuk pembangunan Mall terbesar di kota kita.. Apakah lancar tak ada masalah.?" Tanya Suami nya itu.
"Alhamdulillah. Ayah. Semuanya aman dan lancar, tidak terjadi apa apa." Jawab istrinya.
"Syukurlah. Kapan rencana akan bertemu dengan pemilik lahan tersebut Bun.?" Tanya Kohar.
"Kemungkinan Bunda bersama dengan Pak Arianto hari Minggu akan menemui nya. Itu juga kalau anak kita Awan tidak ada kesibukan.'' Jawab nya. Tak lama gadis itu datang dan duduk di samping wanita setengah tua.
"Hmmmmmm. Anakku habis nangis Bun. Tuh mata nya bengkak dan merah." Tunjuk lelaki yang tak lain Orang Tua nya. Amel pun berkilah.
"Siapa yang nangis. Ayah mah sok tahu." Protes Gadis itu.
Amel bergeming. Diam tidak bisa menjawab. Dalam hati bergejolak, rasa suka dan cinta kepada seorang pemuda yang waktu pertama kalinya datang ke rumah makan itu, menggoyahkan hati nya kepada seorang lelaki berusia di bawah nya.
"Ayah. Bunda. Apakah aku salah mencintai seseorang yang sangat aku sukai dan cintai.?" Tanya Gadis itu, Mereka berdua menggeleng.
"Tidak salah anakku.!!
"Tapi. Ayah. Mencintai seseorang dalam diam itu, sungguh menyakitkan." Lirih Gadis itu.
"Siapa yang kamu cintai Nak.?" Tanya Kohar penasaran. Sementara Bu Dewi, hanya bisa menatap dengan iba karna mengetahui nya, siapa yang di cintai oleh anaknya itu.
__ADS_1
"Ayah. Bunda. Mohon maafkan anakmu ini, yang tak tahu diri. Tapi perasaan di hati ini tidak bisa di sembunyikan dan di tahan begitu saja. Pemuda yang Amel cintai itu, terlalu berharga untuk di katakan. Biar lah rasa ini. Amel simpan dalam hati." Ungkap Gadis cantik itu.
Bu Dewi langsung menyeka air mata yang menetes dari kelopak mata indah anaknya.
"Anakku. Bunda tahu, siapa pemuda yang kamu cintai. Bukan Bunda melarang kamu mencintai pemuda itu, tapi kita juga harus sadar diri dan tahu posisi kita. Kita mempunyai semua ini berkat tangan dan bantuan dari Nak Awan. Bunda takut. Seandainya rasa kamu itu di tolak oleh pemuda yang kamu cintai. Bunda takut, kedepan nya hubungan antara Bunda dan ayah retak gara gara cinta dan suka kamu tidak di terima oleh Muhammad Awan Pratama. Seandainya pemuda itu mempunyai rasa yang sama terhadap mu. Bunda dan ayah tidak akang melarang mu, tetapi bila rasa itu bertolak belakang. Apakah kamu akan menerimanya.?" Tanya wanita setengah tua dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi. Bunda. Rasa dalam hatiku tidak bisa di hilangkan begitu saja. Sakit. Bunda, di saat Awan membawa gadis yang bernama Nabil Nur Fadillah malam itu. Sakit sungguh sakit, Hiks Hiks Hiks." Lirih Amel dengan Isak tangis.
"Anakku. Silahkan ungkap kan hatimu.! Kepada Awan. Urusan di terima atau di tolak, kau harus menerima nya dengan lapang dada." Saran lelaki setengah tua itu.
"Iya. Bunda tidak akan melarang mu, untuk mengungkapkan perasaan yang tertanam dalam hatimu. Tapi bila kenyataan tidak sesuai harapan. Kamu jangan di jadikan dendam, jadikan lah pelajaran bahwa segala sesuatu yang mungkin menjadi milikku. Belum tentu baik untuk kehidupan dan perjalanan hidupmu." Nasehat wanita paruh baya itu memberi nasehat kepada anaknya.
"Terima Kasih Bunda. Terima Kasih Ayah. Mungkin bila hati ini sudah di ungkapkan, tidak akan sesakit, Bunda dan Ayah percaya sama Amel. Amel tidak akan menaruh dendam dan permusuhan kepada Awan bila jawaban tak sesuai dengan harapan yang Amel inginkan.
"Sama Sama sayang. Bunda percaya kok. Sama anakku yang cantik ini.'' Puji wanita paruh baya itu langsung memeluk erat anaknya. Hatinya teriris setelah anaknya mengungkapkan perasaan hatinya kepada seorang pemuda yang menjadi bos bagi mereka berdua.
"Besok. Amel mau ikut nggak.?" Tanya Kohar kepada anaknya.
"Mau kemana Ayah." Jawab Amel lalu melepaskan pelukannya dari Ibu nya.
"Ayah. Besok mau menjemput kakak, mu di bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Ikut. Ikut Ayah." Jawab Amel berjingkrak senang.!!
"Emang Kak Aris sudah selesai dengan kuliahnya.?" Tanya Amel penasaran.
"Sudah hampir tiga bulan yang lalu dia selesai. Tapi baru kali ini dia mau pulang, kata nya ada urusan penting yang harus di selesaikan.
__ADS_1
"Ohk. Begitu Yah.!!!
Bersambung.