
Dunia seakan runtuh, batu besar berada di pundak pemuda itu, ia berusaha untuk berjalan selangkah demi selangkah menghampiri seorang gadis yang berdecak pinggang dengan sorot mata tajam, seakan akan ingin menguliti pemuda tersebut.
"Ahk....... Lebay.!! Itu kata yang pantas dalam pikiran pemuda itu.
Dengan rasa percaya diri bibir cengengesan. Awan pun menghampiri gadis itu dengan sejuta akal bulus dalam pikirannya.
"Hay. Sayang ku. Bidadari ku. Cintaku. Manis ku. Gula ku. Madu Ku. Mohon Maapkan Kakanda. Yang datang tak tepat waktu." Ucap Awan merayu gadis yang kini di hadapannya.!!
"Bulysit. Apa yang di katakan dan di ucapkan oleh Kak Awan semua nya hanya bualan saja. Agar Nabil tidak marah marah." Teriak seorang wanita dari dalam warung.
"Hahahahaha. Hahahahaha. Tawa lepas dua wanita itu terdengar lepas oleh pemuda yang sedang merayu gadis pujaan hatinya.!!
",Anjir.........!! Bunda dan Mbak Pipit main ngomporin aja." Ucap pemuda itu dalam hati.
"Kak. Awan.!! Kebiasaan suka tidak tepat waktu." Kata Nabil dengan bibir monyong ke depan persis Tutut sawah yang siap di masak dengan memakai bumbu dapur.
"Maapkan. Kakak. Nabil. Tadi kakak, pas mau berangkat. Ada kang Mulyana, jadi ngobrol dulu tentang masalah rumah yang mau di renovasi oleh ku." Kata Awan menjelaskan.
"Bohong.!! Ucap Gadis itu tidak percaya dengan alasan yang di berikan oleh pemuda tersebut.!
"Sumpah. Demi na Oge." Kata Awan meyakinkan.!!
"Hmmmmmm.!!
"Kalau kamu tak percaya telepon Ibu aku atau yang ada di rumah kakak." Titah Awan.
"Percaya nggak ya. Apa aku harus percaya sama kak Awan." Kata Nabil dengan sedikit mengeluarkan senyuman nya.
"Suer.!!
"Tak kewer. Kewer. Kewer.!! Timpal seorang wanita setengah Tua menghampiri pemuda dan gadis itu yang sedang berdiri di teras rumah nya.
''Ibu Ratu laut kidul datang. Apakah mau mengompori, atau mau meredakan amarah anak nya yang sedang marahnya tingkat Nyi Brolorong. Hahahahaha." Ucap Pemuda itu.
"Bugh.!!
"Wadaw. Bunda.!! Sakit.!!
__ADS_1
"Rasain.!! Suruh siapa.! Meledek Bunda. Jelas Jelas Bunda datang mau tanya kenapa kamu datang pukul segini. Padahal sudah janji mau datang setelah magrib.?" Tanya Azzahra.
"Hehehehe. Ada acara keluarga. Mendadak. Tidak bisa di tinggalkan begitu saja." Jawab Awan.
"Ohk. Bagaimana kabar Ibu mu Nak.?" Apakah sehat.?" Tanya Azzahra sudah hampir tiga bulan lebih tak bertemu dengan Lisnawati.
"Alhamdulilah. Ibu saat ini, dalam keaadaan sehat wall a'fiat. Bun.!!
"Syukurlah. Kalau baik baik saja. Bunda dah lama tak berkunjung ke rumah Ibu mu." Kata nya sambil mengelus rambut pemuda itu.
"Tengoklah Bun. Kalian berdua adalah dua wanita hebat. Dua wanita yang sangat Awan hormati selama ini." Titah Pemuda itu.
"Insyaallah. Bunda. Besok rencana nya mau main kerumah Ibu mu. Sekalian mengobrol tentang perjodohan kamu dan Nabil." Kata Azzahra Masika Fatharani tersenyum manis.!!
"Hah. Apaaaaaaaaaa." Teriak mereka berdua kaget secara bersamaan.!!
"Kenapa.?"!! Tanya Azzahra melotot mata nya kearah Awan dan Nabil.!!
"Sayang.! Ucap Awan pelan sambil mencubit tangannya.!!
"Ngomong. Sama Bunda.!! Tentang barusan.! Titah Awan.!
"Nggak.! Ahk. Takut. Lihat tuh mata Bunda melotot dan senyuman nya seringai licik.!
"Hei. Kalian berdua ngapain bisik bisik.! Ngomongin Bunda jelek ya.!
"Hehehehe. Anu itu.....! Bunda. Nabil ingin segera malam mingguan." Kata Awan memberi alasan.!!
"Apakah. Iya. Nabil. Anakku?" Tanya Bunda.
"Ehk. Iya.! Anu Bunda. Takut kemalaman.! Ucap Nabil terbata bata.
"Yaa. Sudah sana pergi.! Pulang nya jangan larut larut. Kalian belum Syah." Usir Azzahra dengan mata melotot. Padahal dalam hatinya Ia tertawa lepas.!!
"Iyaa. Bunda. Kami berdua juga tahu diri dan punya batasan nya. Tak mungkin lah melakukan yang akan membuat kita berdua terjerumus dalam lubang kenistaan." Jawab Awan dengan wajah yang sayu.
"Bagus........!! Ucap Azzahra.
__ADS_1
Pasangan muda mudi itu pun setelah berpamitan dengan Azzahra ibunya Nabil. Lalu Ia melangkahkan kakinya menuju mobil Toyota Yaris.
Setelah mereka berdua pergi dan tidak terlihat lagi oleh kedua mata Azzahra. Wanita yang menjadi Ibu tunggal bagi seorang gadis berusia lima belas tahun itu lalu kembali menuju warung yang sedang di tungguin oleh Pipit.
"Mbak. Apakah Mbak serius yang barusan di katakan kepada mereka berdua.?" Tanya Pipit setelah Azzahra duduk di kursi yang ada di dalam warung itu.
"Hehehehe. Kalau Mbak sih berharap hubungan mereka sampai ke jenjang pernikahan. Tapi bila tidak berjodoh Mbak tidak akan memaksanya. Lagian saya hanya bercanda dan mereka berdua juga masih sekolah." Jawab Azzahra.!!
"Aku mendukung sih Mbak. Kalau mereka sampai menikah di kemudian hari. Pemuda itu mempunyai tanggung jawab besar dan pekerja keras serta rendah hati. Cocok buat Nabil. Tetapi kalau saat ini usia masih terbilang muda untuk di katakan kata menikah." Kata Pipit ikut memberi masukan.!!
"Benar apa yang kamu katakan Pipit. Malahan pemuda itu sangat spesial buat kita kita, perbedaan kasta bukan masalah bagiku. Tapi perbedaan sikap dan praktek kehidupan yang aku puji untuk pemuda yang telah membantu ku selama tinggal di negara ini." Puji Azzahra untuk Awan.
"Hanya. Untaian doa yang bisa kita berikan oleh mereka berdua. Kata orang Sunda Jodoh itu jorok. Mudah mudahan mereka berdua berjodoh.
"Amiin. Yaa robball allamiin.!! Ucap Azzahra Masika Fatharani.
Sementara malam Minggu itu dalam sebuah mobil Toyota Yaris sepasang muda mudi yang baru saja meninggalkan kediaman rumah gadis itu hanya bisa menatap kearah jalanan yang ramai di malam itu.
"Kak. Awan. Maapkan Bunda ya." Kata Gadis itu mencairkan suasana hening nya itu.
Awan Tersenyum. Tangannya mengelus rambut gadis cantik yang begitu sempurna luar dan dalamnya.!!
"Maap untuk apa.!!
"Tentang ucapan tadi. Bunda ingin bertemu dengan Ibu Kak. Awan mau membicarakan tentang perjodohan kita." Kata Nabil dengan menundukkan wajahnya.
Walau bagaimana pun. Itu yang di harapkan Nabil. Jodoh dan hidupnya ingin bersama dengan pemuda yang ada di sampingnya itu.
"Hmmmmmm. Tidak apa apa sayang.! Kita ikuti aja alur kehidupan yang sedang kita jalani. Toh kita masih terbilang muda untuk membahas tentang sesuatu perjodohan. Biarkan kedua wanita hebat itu berbicara dan merencanakan segala keiinginan nya. Bila kita di takdir kan berjodoh. Insyaallah kita akan hidup bersama." Jawab pemuda itu bijak dan tak ambil pusing.
"Deg......... Serrr......... Jantung Nabil berdetak kencang. Jawaban dari pemuda itu seolah olah menerima perjodohan itu. Buat Nabil perkataan dari Bunda nya itu Ia anggap serius.
"Jauh berbeda dengan pemikiran pemuda itu, apa yang tadi di katakan oleh Bunda Azzahra Masika Fatharani hanya, candaan saja. Ia anggapnya hanya angin yang melintas di saat itu. Masih terlalu dini untuk pemuda itu untuk berpikir tentang perjodohan, usia yang masih terbilang muda dan karir yang masih ingin Ia capai belum terpenuhi.
"Jadi...... Jadi Kak. Awan menerima perjodohan itu.?" Tanya Nabil.
Bersambung.!!
__ADS_1