
Hadiah Buat Amel.
"Nak.......! Awan......!
"Nak......! Nak......! Kok melamun........! Kenapa? Tanya Bu Dewi.
"Ehk....! Anu.....! Itu....! Bu.....! Jawab nya terbata dan tidak jelas karna melamun tentang tadi jalan bersama dengan sahabat nya itu.
Mungkin pemuda ini lagi memikirkan tentang tadi jalan jalan sama cewek sahabat nya huh. ucap hati Amel kesal.
"Kenapa Anakku kaya sedang ada yang di pikirkan?" Tanya Bu Guru Dewi lagi.
Awan tersenyum kepada Bu Dewi dan Pak Kohar. Lalu berkata kepada mereka berdua.
"Pak Kohar dan Bu Dewi Apakah sudah di persiapkan untuk obrolan yang kemarin malam kita obrolkan? Tanya Awan.
Bu Guru Dewi menjawab pertanyaan dari anda bos Besar.
"Ibu tadi sudah meninjau tiga kios yang ada di pasar kecamatan dan di kecamatan lain juga, Sudah di perhitungkan total semua nya bila kita mau cash tidak mengontrak dana yang harus di persiapkan dengan biaya renovasi kita harus mengeluarkan 250 juta standar kios tersebut.
Awan mengangguk tanda mengiyakan perkataan dari Bu Dewi dan kini bertanya kepada kepada Pak Kohar.
Pak Kohar. Untuk barang barang dan sales sales apakah sebagian sudah di bicarakan kepada para pengirim barang maupun sales sales tersebut.
"Bos Besar ada satu perusahaan meminta kerja sama kepada kita tapi dengan satu syarat setelah saya mengutarakan akan membuka tiga kios sekaligus satu ruko dengan kapasitas ruko yang besar.! Pak Kohar bertanya kepada Nak Awan.
"Syarat Apakah yang diminta oleh perusahaan yang mau kerjasama dengan kita.? Tanya Awan.
"Syarat nya dia ingin langsung bertemu dengan bos besar yaitu Muhammad Awan Pratama." Jawab Pak Kohar.
"Hmmmmm." di bidang Apakah barang yang mau dikirim kepada kita seandainya kerjasama.?" Tanya Awan lagi.
"Produk yang banyak di sukai oleh masyarakat yaitu perusahaan di bidang rokok yang sedang laris di pasaran." Jawab Pak Kohar.
Menarik........! Pak Kohar sungguh menarik tetapi saya minta untuk menahan dulu untuk berpikir terlebih dahulu dan akan menyelidiki terlebih dahulu perusahaan tersebut. Pak Kohar kirimkan nama perusahaan kepada pesan singkat ke nomor telepon saya.
"Baik." Bos Besar....! Balas Pak Kohar singkat.
"Bu Dewi.....! Untuk kios dan renovasi bayar langsung...! Ini saya ada uang 200 juta lebih jadi tinggal ngambil dari uang khas hanya 50 juta.'' Kata Awan seraya memberikan uang dari tas nya yang ia dapat dari Direktur CV Hansel Mandiri.
__ADS_1
"Siap.....! Nak Awan. " Balas Bu Dewi.
"Ada satu lagi sebentar aku ambil dulu di bawah jok motor.! Kata Awan seraya berjalan menghampiri motor yang di pakai nya. Setelah mengambil satu kardus kecil berwarna hitam. Lalu Awan pun kembali menuju saung yang ada di rumah makan nasi liwet ibu Sofiah itu.
"Ini buat Amel....!! Maap baru ngasih sekarang karna Orang Tua Amel tidak memberi tahu acara ulang tahun itu.! Kata ku menyerahkan satu kardus kecil.
"Kak Awan......! Ini beneran buat Amel." Antusias dia menerima ponsel terbaru harga lima jutaan yang dia inginkan sebulan lalu.
"Iya......! Maap kalau selera warna mu aku tidak tahu.! Kata pemuda itu seraya meminta Maap.
"Ini emang warna kesukaan Amel Kak Awan makasih ya cup....! Amel mencium pipi pemuda itu.....! seketika wajahnya memerah kaya kepiting rebus.
"Cie.......! Cie.......! Cie......! Goda Pak kohar ayah nya.
"Amel semakin malu di hadapan pemuda dan kedua Orang Tua. Dia tutup wajah nya dengan sangkur boboko yang ada di saung itu.
"Buat Ibu mana? Tanya Bu Dewi mencairkan suasana anaknya yang malu karna refleks mencium pemuda yang menjadi bos Orang Tua nya itu.
"Bu Dewi kan udah mobil yang di pakai oleh ibu itu Awan belikan atas nama Bu Dewi STNK dan BPKB nya.
"Siap Bos......." Terima Kasih.! Seraya mencium kening pemuda itu tanda seorang ibu kepada anak nya.
"Bas, Bis, Bus, Bos.......! Awan tidak suka bila kita sedang kumpul kecuali kalau sedang urusan kerjaan." Keluh Awan wajah cemberut.
"Anakku kalau lagi merajuk muka nya jelek.'' Ledek Bu Dewi.
"Huh......." Ibu Dewi kalau jahil tingkat 100 ampun.! Jawab acuh Awan.
"Kak Awan makasih ya sekali lagi." Ucap Amel.
"Iya......! Sama Sama Amel...!! Balas Awan.
"Pak, Kohar, Bu Dewi dan Amel. Ijin pamit....!! Ekh Bu...! Kalau ada yang mau kerja jadi ART kabari Awan secepatnya." Pinta pemuda tampan itu.
"Untuk siapa Nak Awan.......! Bu Dewi bertanya.
"Buat di perumahan yang baru Awan beli ada lima bulan yang lalu..!!
"Ohk ada tapi......... Cuma dia bingung punya anak tiga masih kecil kecil. Hidup nya prihatin di tinggalkan oleh suaminya sudah lama. Tak pulang pulang. " Bu Dewi menjelaskan dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Siapa gitu Bunda......! Timpal suaminya.
"Bu Ida ya Bun......! Tanya Amel yang pikirannya kesitu.
"Iya Amel kan tahu sendiri bagaimana hidupnya Bu Ida.! Lirih wanita usia 40 tahun.
Tidak apa apa Bu sekalian daptarin aja anak anak nya sekolah biar aku yang nanggung hidup nya. Itung itung ada yang jaga rumah dan untuk sekali kali kita adakan rapat di rumah itu jadi enak kalau ada pembantu kita tidak pusing." Kata Awan panjang lebar.
*
*
*
*
Disalah satu Hotel bintang tiga di kota Cipanas Cianjur tepatnya tidak jauh dari kota Cianjur. Satu unit mobil Pajero sports berwarna hitam masuk melaju sangat pelan dan berhenti tepat di parkiran mobil lain yang ada di halaman hotel tersebut.
Empat lelaki turun bersamaan menuju lobby Hotel bintang tiga itu.
"Andri Setiawan pesan empat kamar." Titah Tedi pemilik perusahaan Future Nugraha Company.
"Baik Tuan Besar. Jawab Andri langsung berjalan kearah bagian administrasi.
Tidak lama berselang pelayan Hotel tersebut membawa empat lelaki itu menuju kamar masing masing yang sudah di pesan oleh Direktur keuangan yaitu Andri Setiawan.
"Kriiiiing..........!
"Kriiiiing..........!
"Kriiiiing..........!
"Halo. Tuan Iwan sekarang posisinya lagi dimana? Tanya salah satu suara dari sebrang telepon.
"Tuan Bob Hidayat saya sudah berada di Cianjur bersama presiden perusahaan dan direktur keuangan serta supir. Apakah rencana untuk malam sudah di siapkan oleh anda dan kawan kawan.'' Tanya Iwan.
"Sudah Tuan tepat jam 00 : 00 kita akan segera eksekusi presiden beserta dengan presiden sekaligus." Kata Bob yakin.
"Bagus......! Bagus.....! Bagus.....! buktikan ucapan mu bila mau saham perusahaan Future Nugraha Company 30% milik Bob Hidayat. '' Kata Iwan nada serius.
__ADS_1
"Siap anda tunggu kabar baik dari saya esok pagi.! Kata Bob Hidayat dengan sombong.
"Baiklah kalau begitu silahkan anda sibuk di sana. Saya akan mengirim Serlock sesuai alamat dan kamar mereka berdua menginap di salah satu hotel di kawasan Cipanas Cianjur.