
"Sialan..............
"Bajingan..................
"Bangsat.....................
"Aku. Telah menganggap remeh anak si Lisnawati itu.
"Braak.!!
"Braaaaaaaaaakk!!
"Ahrkkkkkkkkkkk.!
"Teriak lelaki setengah tua dengan emosi yang meledak ledak di ruangan rumah megah yang ada di kampung Situ Babakan.
"Ayah. Sudah.. Redakan emosi mu.Tidak guna marah marah lebih baik mengatur rencana, untuk menghabisi Anak Lisnawati yang bernama Awan itu.
Seketika. Lelaki langsung menghampiri istrinya. Sayang. Apakah kamu mempunyai rencana.?' Tanya Engkos suaminya itu.
"Sudah di susun rapi oleh anak buah mu." Jawab nya.
"Maksudnya." Engkos Kosasih tidak mengerti dengan ucapan yang di arahkan oleh istrinya.
"Sayang ku. Cintaku. Bulan Ku. Pangeran Ku." Istrimu ini yang cantik dan cerdas sudah memberitahukan kepada Rantai Bumi dan anak buahnya. Untuk membunuh anak Lisnawati yang nomor tiga harus memakai umpan. Kamu tahu nggak umpannya siapa.?" Tanya Istrinya memuji diri sendiri dan suaminya.
"Tidak tahu." Jawabnya seraya menggeleng kan kepalanya.
"Sebentar. Suamiku tunggu di sini aku mau mengambil ponsel terlebih dahulu." Pinta Istri nya. Lalu berjalan kearah kamar tidur.
Tak lama setelah itu, Titin Kharisma pun kembali membawa ponsel dan memperlihatkan tiga Poto gadis cantik yang Ia kenal siapa Orang Tua nya.
__ADS_1
"Sayang. Ini umpan untuk membunuh dan menangkap pemuda anaknya Lisnawati itu. Ketiga sahabat itu sangat berarti bagi Awan." Kata Titin Kharisma seringai liciknya.
"Apakah. Kamu yakin sayang. Mereka bertiga adalah orang yang berarti bagi pemuda itu.?" Kamu tahu darimana.?" Tanya Engkos Kosasih penasaran.
"Sangat Yakin. Kamu tahu, anaknya Bu Salamah yang nomor satu. Aku tahu informasi semuanya dari dia. Kamu tahu sendiri kan Keluarga mereka yang menyebarkan informasi Awan menyantet ayahnya." Jawab Titin Kharisma.
"Si Ani. Istrinya si Edi, yang jualan mie ayam di pinggir jalan itu." Kata Engkos Kosasih kaget. Istrinya mengangguk.
"Jadi kapan rencana nya, akan segera di laksanakan.?" Tanya Engkos Kosasih tak sabaran.
"Santai suami ku. Nanti esok siang aku. Mau bertemu dulu dengan Ani. Untuk membicarakan rencana yang akan di jalani oleh kita. Karna yang mengetahui Selak beluk ketiga gadis itu, adalah dirinya.
"Baiklah. Aku ikut apa kata istriku yang paling cantik dan menggairahkan." Puji Lelaki setengah tua seraya mengedipkan matanya.
Kedipan dari lelaki yang tak lain suaminya. Titin pun langsung menarik nya ke kamar dan langsung membanting kan pintu nya, untuk menyelam ke lautan birahi di siang itu.
#########
"Kriiiiing''...................!!
"Kriiiiing''...................!!
"Tuan Besar. Tuan Tuan. Ijin mengangkat telepon masuk." Pinta pemuda itu yang sedang berada di ruangan keluarga.!!
"Mereka bertiga mengangguk.!!
"Halo. Kak. Excel sudah sampa mana.?" Tanya pemuda itu menjawab panggilan telepon itu.
"Kakak. Sudah sampai puncak Bogor. Istrahat dulu untuk menyantap makan siang.! Kamu sendiri posisi sedang berada dimana.?" Tanya Excel.
"Awan terdiam matanya menatap kearah Tuan Besar Tedi Ferdiansyah. Anggukan kepala di berikan oleh lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
"Kak. Aku sedang berada di kampung Maleber. Tiba tiba tadi sedang mengopi ada telepon masuk dari Tuan Besar untuk datang ke rumahnya di sini. Apakah kak Excel telah memberi tahukan kepada Tedi Ferdiansyah selaku ayah dari anda datang ke kota ini untuk urusan proyek pembangunan Mall?" Kata Awan bertanya balik kepada penelepon di sebrang.
"Hehehehe. Loadspeker teleponnya Awan. Biar ayah mendengarkan obrolan kita berdua." Pinta Excel.
"Baik. Sebentar." Kata nya. Lalu ponsel pun di simpan di tengah tengah meja. " Kak Excel sudah silahkan bicara.!
"Ayah. Curang kok. Sudah sampai duluan. Bukan malam ayah mau berangkat dari kota Jakarta sesudah duhur.?" Tanya seorang pemuda dari sebrang telepon.
"Hahahaha. Excel. Maapkan Ayah. Tapi ada hal yang penting yang harus di bahas oleh pemuda yang sedang di telepon sama kamu. Masalah yang malam itu sudah di bahas oleh kita kita. Sebaiknya kamu bersama para staf dan direksi PT Future Nugraha Company Group meluncur ke sini, jangan dulu langsung ke lokasi lahan yang akan di beli oleh perusahaan Ayah." Jawab Tedi Ferdiansyah dalam sambungan telepon.
"Baik. Baiklah. Bila pemilik dan pemegang kekuasaan penuh telah berkata begitu. Aku dan yang lainnya hanya bisa menuruti nya." Kekeh Pemuda yang di panggil Excel di sebrang telepon.
Aidil. Bersama Ahmad dan Awan serta Nabil hanya tersenyum mendengar percakapan ayah dan anak itu penuh dengan canda ria.
Panggilan telepon pun berakhir. Awan pun langsung bertanya kepada intinya. Tujuan nya memanggil kesini ada apa.?"
"Silahkan. Tuan Besar dan Tuan Tuan. Ada apakah gerangan, anda memanggil saya.?" Tanya pemuda itu.
"Hmmmmmm. Begini Nak Awan. Apakah kamu sudah mengetahui keberadaan Nyonya Azzahra Masika Fatharani dan putrinya Nabil Nur Fadillah.?" Tanya Aidil langsung pada intinya.!!
Nabil, bergetar dalam dirinya. Tapi Ia coba untuk tenang. Sesuai perintah dari pemuda yang duduk di sampingnya. Awan sendiri tersenyum manis sebelum menjawab pertanyaan dari pemegang kuasa perusahaan ISMAIL GROUP.
"Mohon maaf sebelumnya, Tuan Aidil, sebelum saya menjawab dan memberitahu kan keberadaan mereka berdua. Maksud tujuan anda mencari keberadaan Nyonya Azzahra dan Nona Muda Nabil, sebenarnya tujuan untuk apa.?" Tanya Awan.
"Tuan Awan. Tujuan dari kami berdua, tidak bermaksud jahat kepada istri dan anak Moch Ismail. Justru maksud mencari dan membawa mereka berdua ke negara asalnya karna ada yang harus di luruskan dan di bereskan dalam internal surat wasiat yang sudah di tulis secara langsung oleh Moch Ismail dan tidak bisa di kuasakan oleh orang lain.
Dalam surat wasiat bahwa Nabil Nur Fadillah sepenuh nya akan menerima saham 80% perusahaan ISMAIL GROUP. Sementara anak dari istri pertamanya hanya mendapatkan 20% saja. Tujuan kami mencari keberadaan mereka berdua, untuk mengajak berdialog dan duduk bersama dengan Kakak tirinya Nona muda Nabil Nur Fadillah. Agar tidak sampai ada permusuhan antar saudara di kemudian hari.
"Anak Muda. Tuan Awan Pratama. Saya mendapatkan kabar dari beberapa anak buah yang di susupkan oleh Ahmad. Bahwa tujuan kami berdua mencari keberadaan kakak' ipar yang sudah ada di tangan anda. Sudah di ketahui oleh Rojak dan Jabar kakak tirinya Nabil. Mereka telah mengerahkan beberapa orang orang yang ahli dalam seni beladiri dan taekwondo. Atas insiatif dari Tuan Tedi Ferdiansyah, untuk segera menemui mu dan membahas keamanan untuk keselamatan mereka berdua." Aidil memberi penjelasan panjang lebar kepada pemuda yang duduk di samping gadis cantik mirip dengan Moch Ismail tersebut.
"Anakku. Apa yang di katakan oleh Tuan Aidil. Benar bahwa orang yang di suruh oleh kedua kakak tirinya Nona Muda Nabil adalah Tuan Safir orang kepercayaan mereka berdua, Tuan Safir meminta bantuan kepada keponakan saya, yaitu Firmansyah anak dari Agus Ferdiansyah adik tirinya." Kata Tedi Ferdiansyah ikut memberikan informasi yang di dapat oleh anak buahnya.
__ADS_1
Bersambung.