
"Hmmmmmm." Ka Excel ponsel nya tak aktip, ceklis satu berarti dia sedang tidak aktif." Gumam Awan.
"Bu Ida............. Teriak Awan yang sudah mematikan laptop nya.
Wanita setengah tua itu lalu menghampiri dengan tergesa gesa dan lalu berkata.
"Iya.... Aden, ada apa? Tanya Bu Ida datang bersama satu anak yang Ia gendong.
"Bu saya mau pulang dulu, ini uang dua juta besok beli baju anak anak sekolah minta antar sama Pak Salim, sisa nya beli yang sudah habis di kulkas dan di dapur." Titah Awan.
"Apakah tidak merepotkan Aden, Ibu baru juga kerja satu hari, Aden udah baik banget sama ibu dan anak anak." Ucap Bu Ida tertunduk.
"Udah...... Ambil sekolah itu nomor satu Bu, pokoknya anak anak harus sekolah." Pesan Awan.
"Baiklah Aden, sekali lagi Ibu mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikan Aden." Ucap Bu Ida.
"Yaa..... Sama sama Bu Ida.......! Saya pulang dulu......" Ucap Awan.
"Silahkan Aden........!
Kini Awan pun sudah berada di jalan keluar dari perumahan Elit menuju jalan maleber, menggunakan sepeda motor Jupiter MX melesat dengan kecepatan 60 km per jam.
Setelah sampai di parapatan lampu merah yang menghubungkan empat jalan utama, motor yang di tumpangi oleh pemuda itu pun melaju dan membelokkan kearah jalan utama labuan Cianjur Bandung.
Tepat di salah satu pinggir jalan restoran itu motor Jupiter MX pun lalu lampu sen sen sebelah kanan berkedip kedip tanda dia mau menyebrang dan masuk ke salah satu jalan desa yang beraspal beton itu.
Hanya tiga menit setelah memasuki jalan desa pemuda yang mengemudikan motor Jupiter MX keluaran terbaru pun tiba tepat di salah satu rumah kecil berdinding bilik, tampak jauh berbeda dengan rumah rumah di kampung Situhiang Desa Kertayasa itu.
Dari sekian banyak nya rumah di kampung Lisnawati hanya rumah keluarga pasangan suami istri Hilman dan Lisnawati saja yang memprihatinkan dan tak layak untuk di tempati.
Untung keluarga nenek lampir tidak sedang berada di teras rumah nya, bila ada bisa di pastikan akan mendapatkan cibiran dan hinaan lagi." Ucap Awan dalam hati lalu masuk kedalam rumah nya.
Di dalam rumah hanya ada Nenek Romlah dan Teh Dena, sedangkan Bunda sama kedua adiknya tidak ada.
"Nek, dan Teh Dena......! Tegur Awan yang datang secara tiba tiba.
"Cucuku yang ganteng sudah pulang.? Tanya Nenek yang tadi pokus ke layar televisi.
Awan pun menghampiri lalu mencium tangannya wanita paruh baya itu, dan di teruskan kepada teh Dena wanita berusia 21 tahun istri kang Ujang.
"Bunda, sama kedua adikku, dan ponakan yang cantik pada kemana Teh Dena? Tanya Awan seraya melepaskan tas yang ia gendong.
__ADS_1
"Bunda kan sedang ke kota sama Rina dan Indri, intan juga di bawa." Jawab teh Dena kakak Ipar nya.
"Teteh gak ikut........! Tanyaku.
"Nggak di ajak sama Bunda, kata nya suruh jaga Nenek." Jawab teh Dena.
"Hahahaha." Kasihan deh loe......." Ledek Awan.
"Huh......... Adik Ipar super nyebelin." Ucap nya seraya bibir nya monyong.....!
"Woy, kakak' Ipar paling rese itu bibir apa Tutut...! Ledek pemuda itu lalu pergi keluar dari pintu belakang untuk menuju rumah mang Baban.
"Dasar Sarwan, adik iparnya tak punya akhlak." Gerutu Teh Dena, padahal orang nya sudah tidak, ada.
Nenek Romlah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Cucu nya yang tingkat jahil dan meledek nya kumat. Persis seperti mendiang ayah nya Mama haji Jalaludin bin Haji Sidiq.
"Mang Baban." Tegur Awan, melihat lelaki itu sedang duduk bersama istrinya di teras luar.
****
"Ehk...... Awan, ayo sini masuk, bagaimana jadi nggak yang beli rumah ini." Tanya Mang Baban antusias kedatangan Anak Lisnawati yang di tunggu tunggu oleh nya.
"Nak Awan kopi atau minuman yang dingin.?" Tanya Teh Lilis istri nya mang Baban.
"Kalau ada yang dingin dingin aja, baru saja ngopi." Pinta Awan dengan senyuman manis.
"Siap tunggu sebentar ya." Jawab teh Lilis.
"Siap santai aja Teh." Ucapku.
"Mana orang yang mau beli nya Awan.?" Tanya Mang Baban.
"Orang yang mau beli rumah mang Baban itu adalah bos saya, makanya dia memberi kuasa kepada saya semua nya." Ucap Awan berbohong untuk menutupi identitas bila seandainya rame di kampung tinggal di jawab karna punya bos yang baik.
"Alhamdulillah." Awan punya bos yang begitu baik dan mempercayakan kepada mu, harus di jaga sebuah kepercayaan itu." Pesan Mang Baban memberi nasehat.
"Syukur Alhamdulillah mang, Insyaallah pasti di jaga kepercayaan bos saya." Jawab Awan.
Tak lama setelah itu Teh Lilis datang dengan menyuguhkan minuman dingin dan beberapa roti yang ia beli di warung.!
"Aduhhh....... Teh tidak usah ngerepotin segala, jadi tidak enak." Ucap Awan.
__ADS_1
"Ahk......." Hanya roti dan minuman, saja tak usah sungkan begitu." Justru teteh dan Mang Baban, berterima kasih banyak ada yang mau beli rumah ini, " Ucap Istri Mang Baban itu.
"Emang rencana mau pindah kemana Mang dan Teh Lilis.?" Tanyaku.
"Kita Berdua dan anak anak di suruh tinggal di Cibalagung, supaya dekat dengan rumah Ibu nya teh Lilis, maklum mertuaku sudah paruh baya dan sering sakit sakitan, sedangkan rumah kalau di kosongkan akan rusak dengan sendirinya." Kata Mang Baban menjelaskan panjang lebar tujuan rumah mau di jual.
"Sekalian teteh mau buka warung jajanan anak anak, kan lumayan dari pada diam di rumah." Ucap Teh Lilis, melanjutkan perkataan dari suaminya.
"Ohk begitu, bagus itu Mang, karna teh Lilis bisa sekalian mengurus ibu kandung dan mencari tambahan uang." Kata Awan.
Basa basi obrolan di antara mereka bertiga pun kini berubah haluan kepada inti maksud jual beli rumah itu.
"Mang Baban dan teh Lilis saya kerumah dulu bawa uang nya, sekalian membawa teh Dena dan Bunda untuk menjadi saksi jual beli rumah ini." Ucap Awan.
"Silahkan Nak Awan, Sahut Teh Lilis
Muhammad Awan Pratama pun keluar dari rumah pasangan suami istri setengah baya itu menuju rumah Bunda.
"Bunda, sudah pulang dari kota nya.? Tegur Awan melihat Lisnawati sedang membereskan beberapa baju sekolah buat Rina dan Indri serta baju baju buat mereka berdua sehari hari.
"Ehk..... Anakku, sudah baru aja sekitar lima menit yang lalu." Ucap nya kaget.
"Anakku...... Coba ini Bunda beliin baju kaos siapa tahu kamu cocok di pakainya." Ucap nya lagi seraya menyodorkan tiga baju yang terbungkus oleh plastik kepada Awan.
"Makasih Bunda.......! Jawab ku seraya menerima kaos pemberian dari Bunda.
"Nenek sama teh Dena di beliin nggak Bunda." Ucap Awan.
"Kalau teh Dena sudah Bunda beliin baju sama baju tidur komplit malahan sampai daleman nya." Kekeh Bunda, membuat wanita berusia 21 tahun bersemu merah.
"Wow...... Amazing...... bisa bisa kakak gue tidak keluar dari kamar tiga hari tiga malam." Ledek Awan. Seraya tertawa terbahak bahak.
"Dasar......... Adik ipar gak punya akhlak...." Sergah Teh Dena.
"Kalau Nenek........? Tanyaku.
"Nenek di beliin kalung sama kurabu." Jawab Lisnawati ibu kandung nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1