Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Tetangga Awan. Bu Ani sudah kabur


__ADS_3

"Tok.......... !!


"Tok...........!!


"Tok...........!!


"Assalamualaikum............!!


"Permisi............!!


Tampak empat lelaki berbadan tegap dan memakai pakaian kaos oblong dan celana jins warna biru sedang berdiri di depan rumah kepala RT di kampung Situhiang.


Salah satu dari mereka berempat mengetuk pintu dan mengucapkan salam kepada pemilik rumah yang sedang berada di dalam.


"Ceklek...............!!


"Kreat.................!!


Pintu rumah pun terbuka dan muncul sosok wanita berusia tiga puluh tahunan itu sambil menjawab salam dari salah satu tamu di sore hari itu.


"WaallAikum Salam....!!


"Mau cari siapa ya.?" Tanya lelaki itu penasaran dengan ke empat tamu tersebut.!


"Ijin. Bu..... Apakah Pak RT nya ada.?" Tanya salah satu dari mereka berempat.


"Ada. Di belakang.... Ada perlu apa ya." Jawab wanita tersebut.


"Mohon maap sebelumnya bila mengganggu waktu Ibu.. Bisakah di panggilkan suami ibu, karna ada sesuatu yang harus di bahas dengan Pak RT." Pinta lelaki itu.


"Ohk.... Baiklah.... Akan saya panggilkan terlebih dahulu suami saya... Silahkan bapak bapak untuk masuk." Kata Istri Pak RT mempersilahkan..!


Terima Kasih banyak Bu." Jawab nya.... Lalu mereka berempat pun masuk dan duduk di ruangan tamu, sementara istri dari Pak RT langsung beranjak pergi menuju halaman belakang untuk memberitahukan suaminya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Pa RT pun sudah berada di ruangan tamu yang sebelumnya bersalaman dengan mereka berempat.....!!


"Pak RT.... Perkenalkan kami dari pihak kepolisian polres kota..... Saya Subadra bersama ketiga Kanit Reskrim tujuan nya datang kerumah anda untuk memanggil salah satu warga bapak yang ikut terlibat dalam perencanaan pembunuhan berencana terhadap korban." Kata Lelaki yang memperkenalkan diri Subadra dan memberikan satu lembar surat pemanggilan terhadap saudara Ani yang tak lain adalah tetangga nya Lisnawati.


Pak RT seketika tersentak kaget, setelah Kanit Reskrim Subadra memberitahu kan tujuannya dan melihat surat tugas serta surat panggilan kepada saudara Ani....


Lelaki sekitaran usia 35 tahun tersebut sungguh tak menyangka akan hal itu, walaupun ia sendiri sudah mengetahui ketidaksukaannya terhadap keluarga Lisnawati, tetapi yang membuatnya Ia sampai terkejut sampai berani ikut ikutan dalam misi pembunuhan terhadap saudara Muhammad Awan Pratama dengan cara menculik ketiga sahabatnya yaitu Mira dan Irma serta Kiara......


"Pak RT dik dik mohon kerja sama nya." Kata Subadra.!!


"Baik Pak Kanit... Saya pribadi tidak akan membela yang salah atau pun menyalahkan orang yang benar.... Mari saya antar ke rumah nya Bu Ani." Kata RT yang bernama Dik Dik itu.


"Terima Kasih atas kerjasama nya. Mari Pak anda duluan." Titah Kanit Subadra.!!


Ke empat Kanit tersebut langsung bangkit dan beranjak dari kursinya mengikuti pejabat RT setempat menuju rumah keluarga Syamsiah yang hanya beberapa ratus meter dari rumah RT Dik Dik...........!!


Sesampainya di rumah yang berhadapan dengan rumah nya Lisnawati..... Pak RT pun langsung masuk ke teras rumah Syamsiah, kebetulan wanita berusia 45 tahun pun sedang berada di teras rumah.!!


"WaallAikum Salam.. Silahkan masuk. Pak RT." Kata Wanita paruh baya.


"Terima Kasih. Bu...... Bapak bapak silahkan masuk.! Ucap pak Dik Dik mempersilahkan ke empat Kanit tersebut.!


Setelah para tamu yang di bawa oleh ketua RT duduk di ruangan tamu.... Tak lama suguhan air putih seadanya juga sudah di suguhkan oleh pemilik rumahnya. Lantas Bu Syamsiah yang hanya seorang diri pun menanyakan maksud dan tujuannya itu.


"Pak RT.. Ada apa ya.?" Lalu bapak bapak ini siapa.?" Tanya Pemilik rumah itu.


Pak Dik Dik yang telah menjabat dua periode di kampung Situhiang itu, tak langsung menjawab pertanyaan dari Bu Syamsiah.... Ia terlebih dahulu menatap kearah empat Kanit Reskrim kota tersebut..!


Anggukan yang di berikan oleh salah satu ke empat Kanit tersebut, tanda menyetujui saudara dik dik untuk menjelaskan semua nya.


"Begini Bu Syamsiah..... Perkenalkan mereka berempat dari polres kota, kedatangan mereka berempat untuk menjemput saudara Ani yang ikut terseret dalam kasus perencanaan pembunuhan saudara Muhammad Awan Pratama." Kata Pak dik dik lalu mengirimkan surat pemanggilan atas nama saudara Ani.


Wanita paruh baya itu tidak sedikit pun terkejut atau pun kaget dengan perkataan dari ketua RT itu, karna sudah mengetahui dengan tertangkapnya Titin Kharisma dan suaminya malam itu...... Syamsiah juga sudah di beritahu oleh anak nya yang saat ini sudah melarikan diri dan tidak tahu keberadaan nya dimna.!!

__ADS_1


"Mohon maap. Bapak Bapak.... Tetapi anak saya sudah dua hari tidak berada di sini.! Saya juga tidak tahu keberadaan nya di mana." Jawab Syamsiah dengan santai.!!


"Apakah... Ibu yakin tidak tahu keberadaan anak ibu sendiri.?" Tanya Subadra dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Sungguh. Pak.... Saya tidak tahu keberadaan Ani." Jawab Syamsiah.!


"Baiklah aku percaya... Tapi seandainya ibu berani menyembunyikan tersangka.. Saya jamin ibu juga akan terseret dan akan di tuntut atas membantu dan menyembunyikan tersangka." Kata Subadra penuh dengan intimidasi.


Wanita paruh baya itu hanya mengangguk dan tersenyum sinis kearah Pak Subadra..!! Setelah basa basi sejenak dengan pemilik rumah, empat Kanit Reskrim tersebut pun langsung ijin pamit.....!


######################


"Kriiiiing....................!!


"Kriiiiing....................!!


"Kriiiiing.....................!!


"Halo.......!! Sobat...... Ada apa? Tanya seorang lelaki yang menjawab telepon masuk.!!


"Arianto....... Tersangka sudah kabur dari dua hari yang lalu. Barusan saya bersama dengan anak buah menuju rumah tersangka.... Yang ada hanya ada ibu kandungnya." Terang si penelepon dari sebrang.!


"Jadi...... Kita harus bagaimana..?" Tanya lelaki bernama Arianto.


"Santai....... Sobat.!! Dia mau lari kemana juga, dari pihak kita akan mudah menemukan nya... Karna mempunyai alat alat yang sangat canggih untuk melacak keberadaan nya." Kata Subadra.


"Baiklah..... Aku percaya sama kamu sob. Kalau begitu saya akhiri telepon sore ini." Pinta Arianto.!


"Siap.!! Silahkan kau sibuk di sana.! Aku akan otw menuju kantor kepolisian untuk membereskan berkas berkas penyidikan karna gara gara mu aku di bikin sibuk hahahahaha." Tawa Subadra lepas.!


"Hehehehe.! Ok baiklah. Selamat bekerja.!! Arianto pun mengakhiri panggilan telepon bersama sahabat nya yang menangani kasus Engkos Kosasih dan keluarganya.!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2