Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
MENEBAR FITNAH


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian setelah Bram meyakini orangtuanya Elea, Acara fitting diulang dan berharap pernikahannya lancar. Begitupun Bram dan Elea yang terasa bahagia, ketika esok malam mereka akan ijab kabul di Mesjid Camii Tokyo. Terutama keluarga Elea yang diboyong ke negri tetangga, membuat acara pernikahan Bram dan Elea terasa berbeda, sekaligus berbulan madu.


Elea pun menurut, karena ia rasa Jepang adalah kota yang ditinggali papa mertuanya, terlebih cuaca ibukota yang tidak stabil untuk kesehatan papa Reksa Hartanto. Bram juga meyakini, jika Olive si utusan langit tidak akan mengganggunya lagi di acara sakral dan penting, menjalani pernikahan secara resmi dihadiri dua keluarga penting.


Hingga tepatlah waktu yang dinanti! Bram terpana, ketika melihat Elea yang telah menjadi ratu seharinya, janji suci dan pernikahan mereka berlangsung dalam beberapa jam, setelah itu memotong kue layaknya pengantin yang kini sah telah resmi, bahkan kedua orangtuanya Elea penuh haru bahagia mereka melepas putrinya, yang saat ini memilih pria yang sempat tak direstui.


"Papa titip putri papa ya, Bram! Tolong jangan sakiti dan tinggalkan Elea!"


"Bram berjanji pah, Mah. Terimakasih restunya." balas nya pada mertuanya itu.


"Putra sukses papa, putra jutawan papa, berbahagialah. Kelak banyak duri dan rintangan yang kalian hadapi setelah pernikahan, tetaplah saling percaya dan menguatkan." ucap Reksa Hartanto, yang memegang kepala Elea dan Bram, memberi restu.


"Terimakasih Pah, papa adalah yang terbaik." senyum pujian Bram, pada papanya.


Tak lupa kala itu Inggrid dan Hari sang adik, memberi ucapan selamat, meski kala itu hanya dihadiri kerabat terdekat saja. Acara kala itu begitu meriah, esok malamnya resepsi hingga dua hari dua malam, akan ada teman teman alumni juga yang datang pastinya, bahkan seluruh tiket dan akomodasi penginapan hotel ditanggung oleh Bram dan keluarga Bram ikut menanggung juga. Bagi keluarga kaya nomor satu itu kecil.


*Tepat Malam Pengantin tiba, Bram yang melingkari tangannya pada pinggang Elea, ia menyalakan AC full, lalu melihat berita* **di** *ibukota, jika semua markas penjahat telah habis tak tersisa, bahkan mereka yang berseragam ikut menyembunyikan di adili*.


"Kamu hebat suamiku, semua berita namamu Bram. Lalu gimana soal tawanan wanita yang kamu bicarakan ..?" mendongak Elea, kala Bram telah menelusuri sesuatu jenjang leher Elea.


"Euuummh! semua sudah diatasi si utusan langit, bagaimana aku menjelaskan nya setelah ini." menunjuk sesuatu benda kenyal, membuat Elea tertawa malu.


Alhasil mereka menjalani malam pertama dengan suasana indah, tebaran bunga, aroma membuat mereka saling mengisi satu sama lain, menumpahkan kerinduan yang mereka nantikan. Meski ini bukanlah yang pertama mereka bergumul, jujur Bram pernah melewati batas saat liburan bersama Elea pertama kalinya, dan Elea juga mengatakan jika dirinya ingin segera mengandung benih Bram. Saat itu juga Elea hampir Gila kala Bram kecelakaan, membuat Bram sedih mendengarnya.


Tapi bagi Bram menyentuh Elea saat ini adalah sakral tanpa satu kesalahan lagi, ia berbisik akan selalu membahagiakan Elea sampai nafasnya terhenti.


***


BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


Pesta Kantor :

__ADS_1


“Berhenti mengeluh dan ikuti saja aku Bram, kita harus datang meluruskan!” ucap Elea, yang kesal akan berita pernikahan mereka sudah diterpa gosip.


"Tenanglah El, kita pasti menemukan siapa orangnya, yang menebarkan berita itu!"


Bram tertunduk lemah mendengar perkataan istrinya yang dipenuhi dengan kemarahan tepat di hadapan banyak orang, menuju Aula pertemuan jamuan pesta.


Berita Bram yang merupakan keluarga Reksa Hartanto selingkuh dengan wanita asing sudah menyebar ke telinga setiap orang di kota B. Elea yang merupakan istri dari Bram, harus menanggung semua beban itu dan membuat jabatannya di pabrik timun Gold Company harus di copot dan digantikan oleh adik iparnya Hari, karena beberapa karyawan tidak lagi hormat.


Sebagai anggota dari keluarga Reksa Hartanto, Elea mau tidak mau harus datang ke pesta ini untuk mengucapkan selamat pada Hari, yang mendapatkan jabatan manager di Corp Gold Miror yang dikelola oleh keluarga Bram.


“Bukankah dia Bram, yang ada di berita?


"Bagaimana bisa dia memiliki muka untuk datang ke pesta ini setelah apa yang dia lakukan?”


“Padahal istrinya sangat cantik, kenapa dia masih berpikir untuk selingkuh? Apa mungkin kabar tentangnya sebagai menantu kaya playboy cap kampak itu benar?”


Wartawan yang di undang oleh Hari, dalam pesta ini mengkritik Bram dan Elea yang baru saja datang dengan tatapan sinis.


“Bukankah ini adik ipar Elea? Kenapa kamu masih mau datang bersama dengan si sampah ini?” ujar Ryan, yang datang di pesta perayaan, tiba dari arah lain.


Elea mengencangkan rahangnya dengan tatapan dingin dan berkata, “Dia itu masih suamiku, jadi jaga mulutmu itu!”


“Hahaha... suami? Setelah apa yang dia lakukan dan kamu masih memanggilnya suami? Apa otakmu sudah rusak Elea?”


Elea sangat tidak menyukai Ryan, yang sedang mencoba untuk menghinanya, tetapi dirinya saat ini tidak bisa melakukan apapun karena semakin marah, dirinya akan terlihat semakin rendah dirinya di mata orang-orang.


Bram memperhatikan wajah Elea yang menahan amarahnya pada Ryan dan secara tiba-tiba, Bram menarik kerah pakaian milik Ryan.


“Aku tahu kalau semua ini berita yang kau buat-buat untuk melengserkan jabatan Elea dari Corp Gold Miror. Kau pikir aku tidak tahu semua yang sudah kau perbuat itu? merusak kembalinya aku dan Elea yang bahagia?"


Ryan terkejut dengan tindakan secara tiba-tiba dari Bram. Dirinya ingin memberontak untuk melepaskan diri dari cengekeraman Bram, akan tetapi cengkeraman itu lebih kuat dari apa yang dia pikirkan sehingga dia menoleh ke arah teman-temannya yang ada di belakang.

__ADS_1


“Apa yang kalian lihat! Bantu aku lepas dari aan-jing sialan ini!” teriak Ryan.


Lima orang langsung berlari mendekat dan mengelilingi Bram.


“Huh... dengan orang-orang seperti ini ingin mengalahkanku?”


“Hentikan! Apa yang sedang kalian perbuat?” teriak Elea, melerai.


Mendengar teriakan dari Elea membuat Bram, tersadar dan melepaskan cengkeraman tangannya.


“Bram, aku mengajakmu kemari bukan untuk membuat sebuah keributan! Jika seperti ini aku sudah tidak mau lagi berada disini!” Elea berbalik dan meninggalkan tempat itu.


Bram langsung mengejar Elea, tanpa menghiraukan lagi orang-orang yang ada di tempat itu.


Ketika berada di luar Aula, Bram menarik tangan Elea.


"Maafkan aku El, aku lagi lagi mengecewakanmu!"


"Bram, aku percaya penuh. Gosip tentang mu aku yakin tidak benar, wanita yang kamu tolong itu benar buta dan Tuan Olive sudah menceritakan semuanya, bahkan setelah menolongnya kamu selalu denganku, dia ditolong Olive, bukan kamu. Masalahnya adalah, apakah kamu mempercayai ibu Inggrid, dan Hari. Bagaimana bisa Ryan bekerja sama dengan perusahaan timun emas yang sudah didirikan beberapa tahun ini, justru aku yang salah Bram. Tak bisa menjaganya dan nama baikmu setelah kembali harus memburuk." tangis Elea pecah.


Bram memeluk Elea.


"Harta itu hanya titipan, jika seseorang menginginkan pabrik Corp Gold Miror, aku masih tak kekurangan uang untuk kita bahagia, ke penjuru negara El, kita bisa menjauh dari orang orang toxic." jelas Bram, membuat Elea sedikit tenang.


Hingga dimana saat itu ia kembali ke jamuan pesta. Bram juga turut bergabung dengan para teman bisnis sang papa, terlihat teman sang papa dan putranya ikut hadir memberikan sambutan, sekaligus mencari tahu siapa yang telah membuat nama putranya buruk, ia harus membayar berlipat kerugian aset yang dimiliki kelurga Reksa Hartanto menurun.


Tentu saja kedatangan orang terkaya itu, membuat beberapa yang hadir pucat dan gemetar. Tak menyangka jika tuan Reksa Hartanto yang enggan berada di ibukota, ia ikut hadir menemui pesta beberapa gabungan perusahaan yang di hadiri Bram dan istrinya.


"Bram, papa juga datang. Kenapa aku tidak tahu, ...?" ucap Elea, yang kala itu Bram juga tak sangka, jika sang papa datang ikut turun tangan dari Jepang.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2