Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 KEHAMILAN SIMPATIK


__ADS_3

Di satu sudut meja dipenuhi lilin dan pernik untuk makan malam.


Siren menyiapkan ketika Damar pulang lelah bekerja, iya menyiapkan sesuatu ketika Siren membuka pintu kamar. Kebetulan papa mertua hari ini tak ada di mansion, karena iya terbang dadakan bertemu relasi butik di malaysia.


[ Hubby, apa kamu masih lama. Bahkan ini sudah pukul 08.00 malam, aku sepi tanpamu.] ucap Siren lewat pesan suara.


[ Sayang, aku akan terlambat. Aku sedang menunggu taksi, mobilku mogok dan sedang di urus oleh pak Supir. Apa Dady dan paman Alex tak di mansion hari ini? ]


[ Hubby, Dady sore tadi bertemu relasi di malaysia. Andai aku tak hamil muda, mungkin aku ikut karena tadi, mengajakku melihat villa baru. ]


[ Sayang, jangan macam macam pergi tanpa diriku. Jangan kamu tebar pesona lagi, aku sudah mengajukan pekerjaanmu dikerjakan dirumah. Dan paman Kenan menyetujuinya karena kehamilan muda mu, belum lagi iya sulit mencari pengganti gendral manager sepertimu! jangan beralasan sudah tak ada alasan, kamu harus melepas pekerjaan itu sayang! ] pesan suara Damar begitu intens.


[ Hubby, kamu terlalu! apa minggu depan aku boleh menghadiri perekrutan karyawan, untuk menggantikan posisiku. Bagaimanapun aku harus andil ikut serta? ] ucap Siren.


Hening, lama [ Sayang, kamu ingin ikut andil memilih atau melihat pria tampan, atau kehamilan mu kini, ingin tebar pesona? ] ucap Damar.


Siren tertegun, setelah lama menunggu balasan. Siren merasa suara itu bukan dari ponselnya, ia pun membalikkan tubuh tepat dibelakang. Siren syok, bahkan ia pun tersenyum, sudah ada Damar menatap dengan mata tajam di belakangnya. Benar benar suami rahasia.


"Ternyata, tuan tampanku sudah pulang?"


"Sayang, apa kamu sedang merencanakan sesuatu." langkah Damar, kala itu menghampiri istrinya dan merangkul erat tubuh istrinya.


Hubby, aku hanya membantu paman Kenan, bukankah masih aset milik Dady Bram juga,


tidak lebih aku ikut turut andil. Aku siapkan makan malam ya, kamu mandi dulu, sudah aku siapkan semua di kamar.


Siren pun tersenyum melepaskan eratan tangan suaminya, hingga ia pun berlalu.


"Baiklah, aku akan mandi dulu. Ingat obrolan kita belum berakhir, aku akan mendinginkan pikiran tubuhku dengan mandi sayang."


"Hahaha, kamu selalu aneh hubby. Cemburu mu 90º mood naik turun, harusnya aku hamil yang dimanja. Ini malah sebaliknya." gerutu Siren yang menyiapkan makanan, dibantu asisten rumah.

__ADS_1


Beberapa Jam Kemudian.


Langkah Damar menuju kamar, dan membukanya.


Satu lampu lilin berjajar ia menyusuri dibalik pintu kamar. Hingga ke arah kamar mandi, dengan tanda panah. Ruangan kamar yang gelap perlahan Damar menyalakan lampu.


Sebuah tulisan panah tanda petunjuk. Damar pun menghampiri dan melihat sebuah kotak. Perlahan iya buka pita dan membukanya.


( Hubby, maaf jika kamu marah karena aku menuruti kemauan mama, tapi ada kehidupan yang harus kita pikirkan. Menghirup udara segar lebih bagus di rumah Dady. Dengan taman yang segar dan rileks untuk ibu hamil, dibanding Apartment. Jangan merajuk lama dan cemburu, siapa yang mau denganku, yang hamil besar ini. Itu pun jika kamu mau anak kita berkurang ketampanan karena wajah ayahnya yang selalu masam. Hadiah kecil lembat foto usg anak kita berjenis kelamin laki - laki. Apa kamu bahagia dengan kejutan kecilku? )


Tak terasa mengalir air mata kebahagian jatuh begitu saja, Damar pun sadar jika menatap istrinya semakin cantik dan seksi. Belum lagi kesal akan masalah klien yang selalu iya temui. Selalu mengagumi dan memuji nama istrinya.


Terkenalnya Siren, membuat gusar hatinya, ingin rasanya ia mengunci istrinya selalu dirumah, tapi itu tidak mungkin.


Damar pun perlahan, menerima kejutan lain sebuah Dasi Dan arloji mewah. Ia menyusuri kamar mandi membersihkan dirinya, terkejut dengan bathup yang terisi air hangat dan kembang serta parfum tubuh maskulin laki laki, sungguh aroma membangkitkan gairah jiwa dan pikirannya tenang.


'Hubby, sudah selesai? lho kenapa pakai piyama seksi, tengah mu terbuka.' ucap Siren dimeja makan.


"Baiklah, tuan tampan ayo sekarang kita makan!"


Siren menyendok satu piring nasi dan lauk, tak luput Damar menghampiri memegang gagang sendok nasi yang digenggam tangan istrinya, dari belakang memeluknya ikut serta menyiapkan dan berbisik.


"Sayang terimakasih maafkan aku yang sering cemburu, aku akan memaafkan mu. Tapi setelah makan malam tugas permohonan maaf mu harus berlanjut."


"Hubby, ini dimeja makan! malu banyak asisten Dady, jika mereka melihat ini, aku tidak enak."


"Ayo kita makan, jangan seperti ini." ucap Siren kembali.


Namun ia paham sesuatu mengeras, sedikit menghentak kaget, tepat dibelakangnya ketika Damar memeluk.


"Kamu pesan gaun senada untuk kita ya, pastikan jas untukku sesuai dan paling tampan dari yang hadir. Dan kamu jangan terlalu cantik, baiknya natural seperti ini saja tidak masalah, itulah tugasmu nanti sayang." ucap Damar.

__ADS_1


Mana bisa seperti itu hubby? Siren memicik bibirnya kesal, baru saja manis sekarang dibuat lagi hal konyol cemburu buta suaminya.


Sayang, kamu sudah perfect? tapi aku akan membiarkan mu memoles, dan ingat ketika nanti jangan menjauh lima langkah dariku,


bagaimanapun ada Daru, si pria itu pasti datang, karena Dady mengundang papanya.


Siren hanya menggelengkan kepala, hingga selesai merekapun bersantai ria di kamar.


Damar kembali, menciumi jemari tangan istrinya, mengelus perut istrinya dan mendengarkan pergerakan dengan menempelkan kupingnya ke perut istrinya.


"Sayang, sedang apa anak kita?" ucap Damar.


"Sedang, mendengarkan papaku yang cemburu buta pada mama ayah." sindir Siren meniru suara anak anak.


Damar pun, tersenyum dan mendekatkan wajahnya. Sehingga ia menatap sangat dekat.


"Sayang, maaf. Aku juga tidak tahu kenapa akhir akhir ini mood ku sering berubah, terkadang sering mual ketika akan makan. Tapi ketika melihat foto istri cantik ku ini di ponsel. Aku semakin semangat untuk melahap hidangan makanan." ucap Damar menjelaskan.


"Apa, melihatku apa aku sekarang obat penafsu makan mu hubby?"


Aku mengerti, sekarang kita istirahat!


Slurp, kecupan mendarat, Damar meremas jemari tangan istrinya perlahan. Membuat mata itu saling menatap dan berkedip sesekali, dan membuka lalu menutup mata, mereka menikmati sebuah adegan panas hingga berlanjut.


Ah sudahlah tak perlu di jelaskan. Sudah pasti Damar menindas penuh nikmat.


Tiba pagi sekali, Siren membuka jendela kamar. Ia yang sudah cantik dan wangi, segera berlalu membuatkan jahe merah hangat.


Tak lama suara bel berbunyi sepagi ini, iya menatap pukul 06 pagi. Di hari sabtu siapa yang datang di mansion besar ini.


Siren melirik ketika asisten membukanya. Bahkan Siren pun segera berlalu menghampiri dengan piyama lingerie dibalut piyama terusan panjang, berbahan sutra berwarna navy, sekedar mengintip siapa yang datang.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2