Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
BERHARAP ABADI


__ADS_3

Kegilaan sang dokter sangat tak percaya, dimana setelah operasi dan donor, pasien dibawa langsung, meski sudah di larang. Tapi dokter Frank meyakinkan, jika pasien keluarga Hartanto memang berbeda, pada umumnya mereka mempunyai alat canggih yang mungkin tidak di miliki peralatan dokter, dan memang keterbatasan alat canggih mereka terbatas dan tertentu digunakan di saat kronis.


Alat canggih bantuan System juga di benarkan Eri, saat menjelaskan, dimana semua mereka tetap harus berdoa, dan semua diyakini alat secanggih apapun tidak ada yang mampu menandingi kekuatan semesta, tapi alat canggih system mereka, adalah kerikil anugerah semesta.


Hingga satu dan dua minggu Hari Hartanto dalam pemulihan di peti kulkas sebuah Sun System, dimana tubuhnya hanya memakai penutup bagian bawah, ia dibiarkan di dalam dengan batu es 50 kg, dan es balok di bawahnya dengan suhu membeku. Anehnya sebuah tangan Hari kembali seperti semula layaknya anak bayi beranjak balita.


Hingga tibalah saatnya, Hari kembali pulih dan berhasil di pindahkan ke kamar khusus perawatan, ia dalam keadaan semakin baik dan telah sadar.


Kedatangan kakak Bram, membuat Hari, cukup berterimakasih telah menjaga istrinya yang kini telah hamil enam bulan. Mereka bercengkrama dengan sesaat Mikha pun ikut bahagia, apalagi ia lewati mengurus Hari yang belum bisa berjalan, dibantu kursi roda electrik.


Sehingga beberapa minggu kemudian, Hari kembali ke rumahnya yang dulu. Hari juga aktif dan kini dibantu Eri, kembali mengurus banyak hal di kantor akan tumpuan kerjaan yang ringan. Tak sampai di situ, Mikha sang istri penyemangat Hari, yang selalu suport kesembuhan agar tidak menyerah.


Tepatlah perawatan dua bulan, Hari bisa kembali gagah seperti semula. Meski Mikha yakin, ada yang aneh dari sikap mas Hari, entahlah mungkin terkadang refleks trauma, masih mendalam dirasakan, yang Mikha sadari. Hingga kini mas Hari, masih memerlukan kursi roda, terkait pemulihan belum stabil, membuat jalan sedikit kaku dan masih terus harus berlatih.


***


Esok Harinya.


Mikha telah kembali keramas, hal yang tak habis pikir pada umumnya adalah. Pria sesakit apapun hanya tubuhnya, jadi tidak mungkin hasrat hilang, jika dia tak bisa tersalurkan itu mustahil. Jika ada celah dan kesempatan pasti terjadi.


Mikha yang awalnya menerima telepon dari Osin, ia cukup menghentikan kala sesuatu turun dan menancap kepemilikannya. Meski kala itu, Mikha cukup ekstra untuk membuat lelah dan dirinya yang aktif memainkan.


Hingga beberapa jam kemudian, Mikha meminta dokter Frank datang dengan dokter ahli bedah tulang untuk mengecek kondisi mas Hari saat ini, datang ke rumah. Ah! benar benar gila, kondisi pria masih sakit pun, hasratnya masih saja aktif tidak sakit.


"Mas, kamu terlalu bersemangat."

__ADS_1


"Sayang, bukan mas. Tapi kamu yang memainkannya. Mari duduk, mas ingin kamu menceritakan video ini. Siapa dia?" menepuk sofa duduk di ruang tamu.


Hingga Mikha ingat, Flashback sesaat dirinya yang terbuly dan di jahatin hampir jatuh keras. Bagus saja ia bisa menahannya, dan dengan sadar Mikha bicara.


"Semua karena Lena mas, dia juga banyak mengirim beberapa orang datang. Termasuk mencelakai kamu, karena kamu tidak kembali padanya, dan tidak men-cera-ikan aku." jelasnya.


Hingga di mana, Mikha menceritakan kisahnya saat ia benar benar membutuhkan dukungan tapi tak ada.


Isi percakapan Video itu :


Maaf ya Onah. Karena saya tak punya kuasa, apalagi cukup uang. Saya tak bisa berbuat apa apa, saat seperti ini. Saya ingin sekali bicara dan bertemu pada nya. Tapi saya malu, akan kejamnya anak dan kakak menantu saya. Saya tak punya muka bahkan meski untuk bertemu dan meminta maaf pada tuan Hari, padahal video itu aku tidak tahu sehingga nyonya Lena melabrak saya.


Penjelasan itu membuat Hari, sedikit ingat.


"Kamu tahu mas, kesedihan mama kamu, ia merasa sesak akan kehidupan yang seratus delapan puluh derajat berbalik. Apalagi di saat mama pulih, kami menutupi keadaanmu yang hilang." itu ucapan Mikha menjelaskan, pada Hari sambil menatap video berjalan.


Video di butik.


Mikha berada di butik Sun Mall, ia menatap beberapa pakaian kantor. Setelah itu ia melihat sebuah laptop di samping toko butik, ia berusaha melihat saldo rekening. Sungguh ia tak cukup banyak uang saat ini, ia harus benar benar berhemat. Kala ia belum mendapat gaji, tapi satu yang pasti. Ia harus mencari sampingan pekerjaan. Saat kehilangan mas Hari saat itu.


Di mana, aset rumah lamanya belum juga terjual. Belum lagi, ia telah mendeposit hotel selama beberapa minggu. Karena ia belum mendapat satu rumah sewa untuk ia tinggal. Dengan harga terjangkau.


[ Mbak. Proses cicilan laptop ini bagaimana ya? Cara dan syaratnya apa saja?] tanya Mikha. Pada promotor laptop G.


Baik bu. Sebentar saya ambil kursi, silahkan duduk menunggu. Saya akan buat rincian dan penjelasannya! jelas kasir promotor.

__ADS_1


Awalnya Mikha yang duduk, ia senyum dan mengangguk. Masih dalam mode menatap harga, dan spesifikasi model laptop yang ia inginkan.


Hingga beberapa saat, seseorang berbisik lantang dengan keras. Membuat Mikha cukup terkejut akan lontaran yang membuat dirinya sakit hati.


[ Maaf, lo bukan siapa siapa. Jadi pergilah dari sini! seseorang tiba saja datang membuat Mikha hampir terjatuh, karena di dorong dengan sengaja. Memakinya dan menyebut Mikha anak haram, yang telah merusak kehidupan rumah tangganya. ] itu adalah Lena pada saat itu, yang membuly Mikha lagi dan lagi di dalam video.


Dan Video Itu Berakhir, Hari Hartanto pause.


"Tega sekali mereka, mas sudah mengirim seseorang untuk membuat perhitungan padanya sayang. Dan hubungan mas dengan Lena, bukan karena kamu. Tapi Lena yang hanya cinta dengan kekayaan mas saja, dia selingkuh itu adalah hal yang fatal. Dan mas bertemu kamu juga awalnya kan enggak cinta." goda Hari.


"Ish, jangan di ungkit mas. Itu adalah perjuangan sakit hatiku yang patah, karena mas menghindar dariku. Tapi buktinya aku sabar menanti kan?" lirih Mikha, membuat Hari, semakin gemas.


Hingga di mana, Hari memeluk Mikha dan mengecup berkali kali. Karena ia tahu, jika saat itu Mikha sangat sulit tanpanya.


"Dani, Lena dan siapapun yang membuat kamu sulit, maka ia hancur hari ini juga. Mas tidak ingin ada lagi yang menginjak harga diri istri mas. Meskipun itu nanti keluarga mas, yang tak menyukai mu. Maka mas akan lebih tak menyukainya, dan pastinya akan memberi perhitungan." bisik Hari di telinga sang istri.


Hal itu benar benar membuat Mikha berada di atas awan, meski kecintaannya pada pria berumur, tapi kesabarannya benar benar membawa hasil, dimana ia kini berharap rumah tangganya bersama mas Hari, abadi selamanya dan tak pernah terpisahkan.


"Mas, aku bersyukur kamu selamat. Asal kamu tahu, aku hampir depresi, di setiap sudut manapun, aku tetap melihatmu. Tapi aku hampiri menghilang."


Deg.


Penjelasan Mikha, membuat Hari tersentuh dan memeluk, dimana perbedaan usia tidak pernah membuat seorang pasangan tidak bisa bersama yang konon kata orang banyak gunjingan dan tidak langgeng.


"Semoga umur mas panjang, kita selalu bersama ya!"

__ADS_1


"Amiin .. hanya saja, Sun System yang di miliki keluarga Hartanto, tidak dapat memanjangi umur. Hanya bisa membuat terlihat awet muda seumuran kamu yang berusia 28 tahun." bisik Hari, membuat Mikha menggigit jari, pasalnya jika Hari di usia tampilan seusianya, itu sangat membuat Mikha ketakutan.


Tbc.


__ADS_2