
Siren pun menatap dan menangis tersedu sedu memeluk asisten nya.
"Bi, Siren mimpi buruk."
"Tak apa non, semua itu hanya kembang tidur.
jika mimpi itu biasanya dari kebalikannya, ayo sekarang non istirahat tenangkan diri non di dalam. Ini paket yang non minta!"
"Makasih ya bi."
Hingga dimana, terkejut saat ingin menutup pintu. Terlihat dari arah samping, sebuah kecoa besar mengganggunya.
Hubby.
Teriakan Siren, menggema membuat Damar berlari ekstra. Dan menanyakan apa yang terjadi.
"Ada apa sayang?"
"Ke-kecoa hubby."
"Haish. Kecoa di rumah besar ini?" dengus Damar kesal, dan menendangnya begitu saja terlempar.
Damar terdiam, menatap istrinya yang phobia kecoa itu. Ia menggendong Siren untuk masuk ke dalam kamar, berlalu untuk istirahat saja.
***
Esok Harinya.
Di lokasi syuting. Mikha dan Ihsan sedang berakting. Tatapan diam terpana sang mata tak berkedip.
"Sudah cukup, tak sudi dengan kebohongan mu Anton." ucap Mikha.
"Aku mohon jangan pergi,"
"Sudah aku katakan, Aku terlalu mencintaimu. Kamu bagai permaisuri yang singgah. Meski ..Meski kamu seorang Biduan." ucap Ihsan.
Stop break.
Oke lanjut adegan berikutnya!! ucap seorang kru.
Dua jam berlalu Mikha kesal, ia memakan sepotong roti dan minum air jus.
"Kenapa wajahmu ditekuk begitu Mikha?" ucap Ihsan.
"Masih nanya, ga suka aja sesi ini masa alur ceritanya gue ilang ingatan trus reinkarnasi dahulu gue jadi biduan. Mana peran nya kaya begitu, jadi kebayang jangan sampe gue di takdirin.
Hup.
Bibir Mikha ditempelkan sebuah permen karet oleh Ihsan.
"Udah, jangan dipikirin habis ini kita selidiki orang yang kamu maksud Mikha, si wanita tidak jelas itu."
"Maksud kamu Ihsan?"
__ADS_1
"Itu, lihat cowo yang tadi di toko berlian tadikan?"
Mikha pun menatap, menoleh ke arah telunjuk Ihsan. Mikha kaget dan senang sekali melihat laki laki yang ia lihat bersama Sena, yang berpura pura dihamili Damar iparnya itu.
"Mau kita ke ...?"
Belum selesai Ihsan menawarkan untuk mau menghampirinya enggak, diam diam Mikha sudah melaju sepulu langkah.
'Ah, dasar wanita ga tau terimakasih. Jangan sampe kehidupan nyata gue dapet jodoh wanita model Mikha.' gerutu Ihsan mengekor menyusul Mikha, yang sedang menguping di balik dinding pot besar.
Beda Tempat.
Baiklah terimakasih atas kerjasamanya.
Seorang investor perusahaan besar berkerjasama pada Damar dan Alex, merekapun berjabat tangan. Kali ini Dady Bram tak bisa hadir dan diwakilkan oleh Alex dan Damar.
"Bagaimana kabar Siren, Damar?" ucap Alex.
"Baik, ia pasti dan akan selalu. Baiklah paman, aku permisi lebih dahulu karena banyak masalah akhir akhir ini."
Dan langkah Damar dihentikan Alex.
"Ini bukti rekaman cctv asli. Dan pastikan kamu menghapus rekaman palsu di Sena, bertemulah seorang Darwin, kamu akan mengetahuinya."
"Darwin perfilman itu?"
"Betul, ingat dengan hati hati teliti, lakukanlah selanjutnya, sebagai paman tak ingin kalian sakit hati berpisah kelit."
Damar terdiam, saat langkah Alex perlahan menghilang dari hadapannya. Damar pun segera berlalu dan pergi, dalam mobil pak Toh mengikuti arah lokasi dimana Darwin berada.
Sena, kamu teman kecil ku mengapa seperti ini terhadapku. Apa kesalahanku sehingga kamu berniat menghancurkan asmara rumah tanggaku.
Kepalan jemari Damar, membulat keras dengan kesal ketika Sena, mengelabui dan membohonginya. Membuat runyam rumah tangganya hampir di ujung tanduk perpisahan.
Di satu sudut lain. Mikha dan Ihsan sedang mendengarkan sutradara, berbicara dan yakin dengan wanita bernama Sena, karena ada foto disalah satu sudut ruangannya.
Hello, beby?
Oke beby tunggulah sejenak. Aku sedang mengontrol lokasi syuting. Cup cup ada apa, apakah bayi kita rewel? no problem, aku pasti akan datang tunggulah ditempat biasa. Aku akan melihat perkembangan hasil bayi kita, dan aku berharap bayi kita laki laki agar kita segera menikah.
Sutradara Darwin ketika menelepon.
"Siapa Dia?" ujar Tora di samping Darwin.
"Siapa lagi menurutmu, beby Sena pujaan ku. Tapi aku berharap janinnya laki laki agar keluarga ku merestui dan mempercayakan,
jika gen dari darah ku, akan ada jagoan penerus tahta papa, aku bisa menghandle project produksi ini padamu friend. Oke baiklah setelah ini beres aku akan pergi, kamu handle ya!"
"Baik, Mr Darwin." ucap kru dalam lokasi, sedang Tora, asisten mengekor dan membantu menyiapkan.
Mikha, terkejut dan apa aku ga salah dengar ya?! ia pun segera mengirim pesan pada sahabatnya itu. Tak lama kuping Mikha ditarik Ihsan.
"Ayo, sudah cukup buktinya. Orangnya juga udah pergi, sekarang waktu kita latihan kembali,"
__ADS_1
Ihsan menyodorkan tumpukan kertas untuk perannya bersama Mikha beberapa jam lagi, dan ia menariknya.
"Ah, bisa bisa lo jewer kuping gw. Emak bukan, babe bukan, abang gue juga bukan seenaknya aja, ga tau lo ya skincare gue lebih mahal, dari pada serum sunblock lo." ucap Mikha kesal dan pergi ke tempat semula di mana ia akan segera latihan.
Tak lama dari kejauhan, mata Mikha menatap seseorang yang membuatnya, tertegun.
"Siren, itu bukannya Damar ya? kenapa menemui laki laki itu." ucap Ihsan.
Ia, mungkin saja Ihsan. Tapi aku bukan terkejut dengan Damar, karena aku sudah tahu pembicaraan Mr Darwin tadi aku rekam.
Darwin?
Sebuah taman kosong hanya ada Damar dan Mr Darwin berbicara empat mata. Dalam banyak pembicaraan sesama pria.
"Tidak mungkin, Sena ku memperlakukan seperti itu di belakangku? aku yakin itu adalah bayiku, lantas bagaimana bisa dia ingin mempermainkan sebuah janji pernikahan bung." ucap Darwin.
"Bekerja samalah, karena Sena. Rumah tanggaku hancur!"
Hingga kesepakatan dan rencana pun tiba saling menguntungkan, dan project kerjasama, sungguh diluar exspetasi jika pekerjaan dicampuri dengan pribadi.
Namun mr Darwin bersedia menghapus rekaman palsu dan mencari tahu kebohongan wanita yang ia cintai kini. Terlebih ia tidak enak hati dengan Siren.
Siren adalah wanita yang pernah ia kagumi dalam diam, beberapa tahun silam, ia adalah sosok yang memotivasi dan membuatnya sesukses ini.
Namun tak terima ia diperlakukan dengan kebohongan seorang Sena wanita yang iya cintai kini.
Damar pun pulang, setelah pertemuan mereka sepakat.
***
Di Mansion.
Suara langkah.
Siren membuka mata, ketika mendengar suara memasuki kamar ruangannya, ia pun menatap dan tersenyum memeluk Damar sudah ada disampingnya.
"Hubby, kamu tidak apa apa? apa yang sakit, dimana, apa aku bisa melihat?"
Belum selesai kecemasan, dan kepanikan ia selesai bicara, wajah Damar sudah dekat di wajah sang istri.
"Sayang, aku tidak apa apa. Aku baik baik saja, kamu hanya mimpi buruk dan yakinlah itu kebalikan awal kebahagian kita."
Damar pun memegang wajah dan mengusap kening, pipi, hidung dan bibir dengan perlahan lembut halus, menyusuri wajah istrinya yang cemas dan natural cantik terbaring, membuatnya ingin menyentuh meski sebuah sentuhan hangat.
Perlahan Damar menghampiri sebuah bibir pink tipis itu, setelah lama menatap mengelus hiasan natural wajah pemilik istrinya. Ia mulai membuka bibir dan melihat istrinya memejamkan mata, Damar memulai menempelkan ranum bibir istrinya dengannya hingga lembut membuat on.
Tok .. Tok.
Mereka pun, terhenti dan diam. Ketika seseorang mengetuk kamar ruangan istirahatnya.
"Hubby, ada yang datang. Dady sudah tiba mungkin?"
"Baru saja aku ingin kita .." helaan nafas berat, di wajah Damar. Membuat Siren menahan tawa.
__ADS_1
"Ayolah sayang. Kita bisa lakukan nanti malam."
TBC.