Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
SYSTEM DI TURUNKAN


__ADS_3

Sejak kapan, kau dekat dengan keluarga Glows?!


Bram, yang amat marah, tak percaya Hari bisa merendahkan dirinya pada keluarga sombong. Hari, masih terdiam ada rasa bersalah atas apa yang dilakukannya. Tapi saat itu Hari merasa sungkan untuk bicara semua hal pada kakaknya itu.


"Kak, bagaimana dengan tanah sengketa?"


Brakk!


"Jangan mengalihkan, selama beberapa minggu aku mengabaikanmu. Apa yang kamu lakukan, darah Hartanto tidak pernah memalukan seperti itu, dia akan berusaha menjaga image orang nomor satu! Papa kita Hartawan, tidak lembek saat bertemu masalah kronis."


"Maafkan aku kak! Tapi aku cuma bilang, aku harus bekerja! Aku perlu biaya berobat untuk mama." ujar Hari, ia berlalu.


Bram, ia tahu harusnya Hari tak pernah tahu jika mereka tidak satu ibu, sehingga ada rasa minder saat bertemu.


Belum Bram ingin menjelaskan jika rumah sakit telah di depositkan, akan tetapi Hari, sudah masuk ke satu bank, padahal Bram ingin mengajak Hari menjadi bagian pengatur kurir delivery yang ia jalani.


Bram pun segera mengambil sesuatu, ia ingin melihat apakah adiknya menjadi karyawan bank! Lagi pula, ia ingin mengirim uang ke rekening Hari, tanpa dia tahu. Karena transaksi cukup banyak, maka Bram akan lakukan di teller lantai dua.


Butuh waktu antri dua puluh menit, Bram menyetor 500.000.000 juta, ke rekening Hari, rencananya setelah ini ia akan memberitahunya sampai di teller satu. Akan tetapi saat ia ingin menemui Hari, meminta bantuan oleh security mengantar ke tempat Hari. Pemandangan yang kembali membuat ia kesal, karena seseorang merendahkan adiknya. Dan Bram, hanya menyaksikan dari jarak jauh.


Dan saat itu, tanpa sadar Lamunan Hari buyar saat mendengar bunyi setumpuk dokumen diletakkan di meja teller di sebelahnya. Dia melirik seorang wanita yang baru saja muncul itu. Kebetulan wanita itu juga sedang melirik sinis ke arah Hari, dengan ekspresi seolah Hari adalah barang yang menjijikkan.


“Dasar pemalas! Bisa-bisanya meminjam uang ke calon mertua! Dasar pria tidak berguna! Sungguh memalukan!” ucap wanita itu, blak-blakan.


Hari tidak mengenal wanita tersebut. Dia hanya tahu kalau posisinya bukan teller melainkan setingkat manajer.


“Apakah dia mendengar percakapanku dengan calon mertuaku? Sesaat aku menghubunginya tadi pagi.” pikir Hari, semakin gusar karena mendengar umpatan wanita itu yang menyakitkan.


Hari mencoba membaca name tag yang terpasang di salah satu baju wanita itu untuk memastikan kalau dia tak salah nama, saat menyapanya, tetapi apa yang dilakukannya itu malah menimbulkan kesalahpahaman.


“Heh, apa maksud kamu melihat dibawah samping leherku? Punyaku ini memang besar, tapi bukan berarti kamu bisa memandangnya sesuka hatimu. Dasar cau-bul! Jauh-jauh kamu dariku!” kata wanita itu. Setelah itu dia berlalu dan pergi, kembali ke kubikelnya di ruangan lain.


Hari, sempat saling menatap dengan teller lain di sampingnya, tapi wanita itu pun lekas memalingkan muka dan bertingkah seolah-olah Hari, dia karyawan bawahannya begitu menjijikkan.


Hari, menghembuskan napas berat demi meringankan sedikit beban yang dirasakannya. Dia tersenyum pahit. Sebab jam kerja sudah dimulai, kini dia mencoba fokus menatap layar komputernya.

__ADS_1


Sialnya, entah apa yang terjadi, tiba-tiba layar komputernya itu padam. Hari, mengecek layar komputer rekan teller di sampingnya dan mendapati layar itu baik-baik saja. Karena panik, Hari mencoba menepuk-nepuk tabung monitor itu, tetapi sebuah percikan malah muncul di ujung monitor komputernya itu, membuat dia semakin panik. Setelah itu, lampu tiba-tiba padam.


“Loh, ada apa ini?”


“Mati lampu? Jam segini?”


“Tidak biasanya. Pak satpam, bisa tolong cek?”


Suara kaget karyawan-karyawan lain mulai terdengar. Hari, sendiri kini paniknya bukan main. Dia merasa tak melakukan apa pun, tapi dia khawatir jika percikan di monitor komputernya tadilah yang membuat lampu di ruangan ini tiba-tiba padam.


Hari, mengacak-acak rambutnya sambil menyandarkan kedua sikutnya di meja kerjanya, frustasi. Meski gelap, Hari bisa merasakan wanita di sampingnya sedang menoleh ke arahnya, dan tatapannya penuh rasa curiga. Di hari kerja pertamanya ini benar-benar berantakan!


“Bagaimana ini? Kalau sampai aku dipecat gara-gara ini, habislah aku!” pikir Hari.


Untunglah, lampu kemudian menyala. Semua orang di ruangan pun bernapas lega, tetapi Hari belum. Dia masih juga belum tenang ketika menekan tombol di CPU untuk menyalakan komputernya. Dia harus memastikan dulu bahwa monitor komputernya baik-baik saja.


Satu detik.


Tiga detik.


Hari, menunggu sesuatu muncul di layar monitor di hadapannya. Jantungnya berdegup tidak karuan.


40% ...


60% ...


Loading!


Dan Hari, terkejut saat melihat sesuatu muncul di layar monitor tersebut. Yang muncul itu adalah sebuah notifikasi berisi sebuah peringatan, dan sepertinya itu ditujukan kepadanya.


Hari, menoleh ke sampingnya untuk memastikan apakah layar monitor rekan kerjanya juga seperti itu. Tapi rupanya tidak. Hanya monitornya saja yang seperti itu.


Dengan jantung berdebar-debar, Hari kembali menatap layar monitornya, lalu muncullah tulisan-tulisan lain di sana, seperti sebuah informasi tentang misi rahasia.


System Delivery Ketampanan telah diaktifkan!

__ADS_1


Nama : Hari Hartanto


Umur : 24 Tahun


Keberuntungan : -8 poin


Karisma : 6 poin


Stamina : 6 poin


Skill : Tidak ada


Tugas : Mendapatkan kesan baik dari rekan kerja wanita dan membuat mereka tidak merendahkan.


Hadiah : 10 kali rebate dari uang transaksi hari ini, keberuntungan +13, stamina +0.6


“Apa ini?”


Hari, bingung, tidak mengerti apa maksud notifikasi itu. Matanya sibuk menelisik lebih jauh lagi. Lalu dia menyadari bahwa di bawah tulisan itu ada tulisan yang lebih kecil berwarna merah:


[Catatan: System ini harus dirahasiakan, tidak boleh ada yang mengetahuinya, tidak boleh mengganti komputer, tidak boleh berganti jabatan, atau sistem akan gagal dan semua yang diberikan oleh sistem akan diambil kembali.] pesan System.


Hari, semakin bingung. Jika ini prank, apa maksudnya? Siapa yang melakukannya? Apa itu System, apa dia alat canggih atau nama seseorang!


Hari, membaca tulisan-tulisan itu berkali-kali sampai akhirnya tulisan itu menghilang, dan setelah itu layar komputernya menyala normal kembali seperti biasa. Sejenak dia merasa lega, tapi dia masih kepikiran dengan apa yang dia lihat tadi.


“System Delivery? Apa maksudnya? Lelucon macam apa itu? Untuk apa juga aku pikirkan?” gumam Hari.


Tetapi dia kemudian teringat hadiah uang dalam jumlah besar yang akan didapat dalam notifikasi tadi. Jika dia mendapatkan uang tersebut, dia akan bisa membayar biaya perawatan ibunya. Lunas! Dan nyawa ibunya tidak akan berada dalam bahaya lagi.


Tanpa sadar Hari, tersenyum, membayangkan sistem delivery itu benar-benar nyata. Tapi… bagaimana jika memang itu nyata?!


Tling!


[ Sudah baca misi nya Hari! Bonus 500 juta, sudah masuk rekening. Ingat, akan ada tambahan jika kamu membaca semua syarat, dan melakukan misi dengan semestinya! Jadilah darah Hartanto yang dermawan rendah hati, dan penuh semangat! Kau bisa sukses juga! Aku merekomendasikan dirimu untuk bergabung dalam pekerjaan misi sebuah sistem unik yang menguntungkan! ] pesan Bram.

__ADS_1


Hari, merasa terharu. Niat hati tak ingin mengemis, meski ibunya selalu saja jahat pada Bram. Tapi kakaknya itu selalu merangkul, membuat Hari berjanji tidak akan menghianati kepercayaan sang kakak, demi ambisi sang ibu.


Tbc.


__ADS_2