Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 MASUK JURANG


__ADS_3

Damar pun memerintahkan Kepada Penjaga, Dan menghubungi Intel perusahaan Group dari perusahaan Dady Bram, yang menjamin akan keselamatan Siren jika terjadi sesuatu. Bahkan kini pemakaman kakek Reksa saja amat ketat, membuat privasi keluarga nomor satu itu, terjamin keselamatan, bahkan media tidak bisa melihatnya intens, dan hanya sebatas dari balik luar saja.


Setelah selesai acara pemakaman, dan Bram di kediaman sana dia berduka, bersama paman Hari. Damar memilih pulang ke ibu kota mengejar seseorang yang berharga untuknya.


Selang beberapa hari pemakaman, membuat Damar di telepon paman Alex, soal Siren yang hilang dari rumah, kemungkinan diculik paksa.


Kenan asisten Dady Bram, membantu Damar mengejar sebuah mobil navy doop, ia berpegang erat pada celah dinding kaca pegangan mobil. Terlihat Damar yang menyetir mengejar dengan kecepatan yang lumayan membuat jantung ingin terjatuh.


"Damar, berhati hatilah. Disana itu jurang, jangan biarkan bahaya menimpa. Dady Bram akan murka jika tahu hal ini, dari cctv pantauannya!"


"Ya, paman Kenan tetap lah berpegangan, aku tak bisa membiarkan kehilangan jejak Siren kelak, dia dalam bahaya." balas Damar.


Beberapa Mobil saling mengejar. Dua mobil Intel melaju dengan kecepatan merendah, karena sebuah truk dari arah berlawanan. Damar yang tak sabaran pun, ia pun menyelip tak ingin terjadi sesuatu pada Siren kekasihnya itu tanpa ingat bahaya menimpanya.


"Damar jangan nekat kita bisa ...."


Striith ...


Damar pun membantingkan setir tak terkendali. Sehingga celah Mobil Terjatuh pada Jurang. Kenan yang cekatan segera Melompat dan Menarik Damar dari setiran ke tepi jendela kaca yang sudah retak tak tersisa. Sehingga mereka pun terpental keluar.


Satu mobil intel berhenti, dan meminta mengirimkan bantuan ambulance dan pasukan orange. Sehingga jejak Pencarian dihentikan, nomor plat milik keluarga nomor satu itu dikenali.

__ADS_1


Bram yang menerima kabar, satu minggu setelah pemakaman sang papa. Ia mencari putranya, yang diyakini anak buahnya di celakakan oleh pria bernama Daru!


"Apa ...? Baiklah Pak, segera kirimkan bantuan untuk putra saya Damar. Saya segera mengerahkan orang kepercayaan dan tetaplah dalam pencarian. Mohon handle segala nya, Sampai saya tiba!"


Bram bagai dilema, ia yang kini sedang membuntuti orang dari keluarga Tjandra. Terkejut akan peristiwa yang menimpa Damar mengejar wanita pembawa masalah yang diculik. Dengan berat hati Bram meminta banyak anak buahnya, untuk mencari Damar, memisahkan dia dari Siren, dari keluarga musuhnya. Bram sendiri, hanya ingin yang terbaik untuk putra satu satunya itu.


Terlebih ia juga tahu, jika Alex orang yang berhasil memajukan system kekuatan semua bidang usahanya, adalah keluarga Tjandra, dia sendiri dikhianati keluarganya dan dimiskinkan, membuat Bram tetap memihak mempercayai Alex, karena Bram sudah tahu kelemahan setiap orang yang ia pekerjakan tidak akan bisa curang, bahkan setiap chip kelemahan yang Bram pernah buat perjanjian dari utusan langit, sudah ada ditangannya. Jadi kapanpun pekerjanya berniat jahat, sebuah kode akan sampai padanya dengan hitungan jari di lenyapkan.


"Cepatlah! kita harus segera sampai, putraku tidak boleh mati karena wanita." ujar Bram, yang tidak ingin anaknya itu berjuang mati matian karena cinta, membutakan segalanya dan impian kejayaan berlanjut terhambat.


"Baik bos, kita akan segera sampai bandara."


***


"Aku tidak akan pernah bisa bersamamu.


lebih baik aku mati jika aku hidup bersamamu Cih ... Aku jijik padamu Daru." teriak Siren.


Namun Zack mendekat kan tubuhnya. Meminta sang asisten sekretaris untuk membersihkan Siren, ia sudah tidak sabar ingin memiliki Siren seutuhnya.


"Jika kau ingin kembali pada Damar, setidaknya jejak ku ada dalam perutmu! agar kau di nikahi Damar, aku bisa rebut semua miliknya. Hahaha." tawa Daru, membuat Siren jijik, sementara tangannya benar benar di ikat paksa ke suatu ruangan lain.

__ADS_1


Siren menatap bola mata, apakah ada kamera cctv, atau alat yang bisa membuatnya kabur. Ia berharap saat ini juga, bisa terlepas dari kegilaan Daru.


Andai Siren tak pergi sendiri, mungkin saat itu ia tidak akan di paksa masuk kedalam mobil hitam, dengan cara menyakitkan seperti saat ini. Siren sendiri kepala matanya ditutup, seluruh tangan kakinya di ikat, sehingga ia tidak tahu saat ini berada dimana.


Beberapa saat kemudian, Siren berada di sebuah dalam ruangan pengap seperti gudang. Tak jauh dari keramaian dan terdengar jelas suara ombak pesisir pantai.


'Apa ini ditepi Pantai? Aku harus bisa melarikan diri dari sini!' batinnya, bergemuruh.


Siren memutar cara agar ia bisa lepas dari genggaman Daru dan antek anteknya. Tapi ia memutar cara dan berusaha melunakkan hati seorang Daru, dengan cara apa agar bisa lolos dan hal pahit tidak pernah terjadi.


Tak lama asisten wanita bernama Bels, datang, ia mengantarkan makanan.


"Jangan memberontak nona. Aku paham apa yang kamu rasakan. Setidaknya Makanlah agar kondisi mu fit, setelah ini saya akan Pergi. Tugas saya selesai. Saya akan memberikan jalan lokasi! jalan keluar untuk dirimu bisa lepas dari sini. Keluarlah Dari gudang villa ini sebelum menyesal." tuturnya membuat Siren tak percaya.


"Kau Ingin Menjebak ku, untuk apa berlaku baik tapi dirimu itu. Hanya orang Daru, kamu pasti dibayar mahal kan?" ketus Siren menatap.


"Tidak perduli pikiran mu buruk atau baik padaku Nona. Yang jelas aku hanya bisa memberi informasi. Jika kamu ingin Kembali pada keluargamu. Ingat Pukul dua dini hari pagi. Keadaan diluar Tidak Sebanyak biasanya. Para badan kekar yang menjaga, sedang bertugas untuk menikahkan dirimu dengan Daru sedang tidak ada." Bels pun keluar menutup pintu. Ia berbicara seperti itu, karena tidak ada alat yang bisa memastikan suara terekam, atau pun layar cctv.


Siren semakin lemah, ia teringat akan sosok Damar yang masih menghilang. Dan teringat akan sahabatnya yang mengalami penculik kan, penyekapan.


"Strong Siren, bersiaplah keluar kumpulkan tenaga kamu, dan kita cari Damar. Berita Damar masuk jurang, itu pasti bohong. Andai benar Damar mengikuti mobil Daru pagi tadi, aku berharap Damar selamat." lirih Siren penuh harap.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2