Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 PERCOBAAN DAMAR


__ADS_3

Bram sendiri tidak bisa menghalangi, ketika putra satu satunya menyukai seorang wanita, tapi andai dia tahu seberat apa ia mendirikan dan mempertahankan Pt Gold Corp Miror, dari timun emas berjualan dengan susah payah! hingga ia sukses pun, baru papa Reksa Hartanto memberikan wewenang agar Bram menekuni usahanya, tidak koleps! tetap menjadi orang nomor satu. Bisa membayar orang untuk mereka mencari nafkah.


Anehnya, Damar tidak bisa giat dalam warisan. Hingga kali ini, Bram menghubungi Hari, sang adik. Karena dirinya sudah letih tidak bisa membuat putranya mengerti sisi keluarganya saat ini, mungkin satu dari sepuluh. Damar sedang puber, sehingga menganggap remeh, jika mencintai keluarga yang pernah membuat keluarga Hartanto hancur, akan berjalan biasa saja dengan memaafkan.


Sementara Di Tempat Lain.


Damar sendiri masuk ke dalam ruangan system, dimana ia terhubung dengan mata dan pikiran yang bercampur saat mereka diam sekalipun, Damar bisa tahu akan musuh dan pikiran buruk seseorang. Damar sendiri datang, memasuki sebuah ruangan rahasia, karena paman Alex yang meminta Damar mencari tahu ratu queen bernama Syahnaz, jika dia bukan manusia biasa, yang bisa merubah keadaan dendam menjadi damai tanpa mengingat masa pahit kesulitan. Otomatis, permintaan Damar dan Siren yang bersatu pun kelak akan mudah bersatu, tanpa menoleh ke belakang.


"Aku, ratu Queen. Tamu perlu di hormati, hanya tamu seperti ku yang berhak menanyakan itu padamu!" Syahnaz dengan angkuh.


"Sayang, dia tamu berasal dari mana. Kenapa angkuh sekali. Jangan jangan dia tidak terdaftar di regu pesta ini!" bisik Cady.


Heh! tidak perlu bisik bisik, bahkan sekalipun kalian membicarakan aku di sudut gerbang luar. Aku bisa mendengar, ingat aku my Queen!! cetus Shahnaz tanpa menyebutkan identitas.


Orlando sangat kesal, baru kali ini ia melihat tamunya bisa selancang itu, lalu ia bicara pada assitennya untuk membuka gerbang dengan kunci rahasia. Orlando sendiri tak melihat teman baiknya yakni Siren, ah ia lupa jika Siren lahir tidak memiliki kekuatan aneh pada umumnya. Sudah pasti di tempat seperti ini tidak mungkin ditemukan.


"Buka gerbangya! kita kedatangan tamu istimewa!" ucap Orlando, melewati punggung Cady, yang saat ini mereka saling menatap tajam.


Bodyguard meminta my Queen segera pergi, tapi Syahnaz meminta pengawal setianya itu tetap tenang. Bagaimana pun ia menghindari raja, meski ia belum pernah sekalipun bertemu. Akan tetapi bertemu jika tetap di takdirkan.


"Aneh, kenapa aku tidak bisa membaca pikiran pria itu. Belum lagi generasi Hartanto yang desas desus kemampuannya. Tidak! tidak boleh seperti ini."


Syahnaz dengan julukan my queen pasti bisa mengalahkan mereka dan menaklukannya. Hanya saja belum sampai pada tingkat kelemahan mereka." senyumnya dengan lugas, dan ekspresi tenang.


Orlando sendiri tersenyum menjabat, kedatangan Damar saat itu, karena ia mau datang. Hal itu membuat mata Shanaz terpukau. Lagi lagi ia konsentrasi untuk tidak terpedaya, tapi meski ia membenci dua pria yang konon mempunyai kemampuan di dunia manusia biasa, Shanaz berusaha mendekati dan mencari tau kelemahan mereka.

__ADS_1


'Hanya aku yang terbaik, aku ditakdirkan untuk mewujudkan semua kelebihan yang tidak semua orang punya, termasuk kalian yang harusnya ada dibawahku.' batin Shanaz kesal.


Jiwa simpatinya berkurang, karena masa lalunya. Hidupnya yang sudah terlalu sendiri dan tidak butuh siapapun seorang yang mendukungnya. Membuat jiwa Shahnaz beku dan dingin. Terlebih keinginannya bagai petir yang mengalahkan emosi kegilaan manusia yang tidak pernah cukup dan tidak ada habisnya.


"Mr Damar. Kemarilah! apa kabarmu?" ucap Orlando.


"Baik, aku masih sama. Berada disisi bumi, dan menerapkan segala tekhnologi dengan kemampuanku. Hanya saja masih ada sedikit kekurangan yang aku cari, yakni cahaya kasih sayangku Siren. Entah kami masih mencoba mencarinya, apakah kami bisa bersatu kelak?" ujar Damar.


Di samping itu Shahnaz melirik, membuat kode agar pengawalnya tetap tenang.


"Tekhnologi apa yang kamu buat Damar?"


"Robot super. Namanya robot S, itu pengembangan kami yang akan segera rilis. Setelah boneka system yang mati bisa dihidupkan, meski dalam hitungan jam perhari." jelas Damar, memancing agar Syahnaz mengakui siapa dirinya, terlebih berharap Damar dibantu olehnya.


"Bisakah kau menjelaskannya Damar?"


Sekarang, pertarungan robot kontrol telah menjadi sebuah ajang hiburan paling populer, teratas, dan diminati oleh semua kalangan masyarakat. Dari anak anak, remaja, dewasa, hingga yang berusia lanjut.


Pertarungan robot kontrol telah diresmikan pemerintah Negara T sebagai harta nasional. Suatu ciri khas dan daya tarik dari negara itu yang tidak dimiliki negara lainnya.


"Maka dari itu, Kalian bergabunglah bersama kami!"


Shahnaz mundur tiga langkah, dengan menjentik jari saja. Shahnaz dan Cady telah pergi berada di gerbang pintu luar. Akan tetapi mereka terhenti ketika Damar telah ada menghadangnya.


"My Queen, jika kamu benar julukan namamu. Bergabunglah! ikut denganku ke dunia manusia, dengan skill manusia. Maukah kamu bergabung!" Damar menyalami, karena seperti inilah cakap Damar, yang di ajarkan paman Alex.

__ADS_1


"Aku manusia, kamu pikir aku setan? minggir, aku tidak mau bekerja sama dengan orang picik seperti kalian! pasti kalian ingin sesuatu dari kami kan?"


"Hahaha, jika picik harusnya tidak kabur. Kalau begitu, markas yang kamu tinggali akan lenyap, aku mudah meminta bantuan seluruh penghuni pesta di dalam, akan mengusirmu lagi!"


Shahnaz merasa tersentag, berusaha membaca pikiran Damar dengan menatap bola matanya. Tetap saja tak bisa, seolah ada energinya yang terserap. Shahnaz tak ingin kembali menjadi tumbuhan atau asap! ia berusaha menyepakati dengan mudah.


"Baik, sepakat!" ucap Shahnaz.


"Best, my Queen. Baiklah, akan ada surat robot mengantarkan perjanjiannya! segera bubuhi dengan tinta dari telunjuk kirimu, lalu kita bersama sama tinggal satu gedung!"


Wush! Damar menghilang, dengan kilat.


Shanaz tak mengerti, tapi ia tak mau menjadi dirinya yang dahulu. Orlando berusaha meminta my Queen kabur, tapi Shahnaz tersenyum dan berkata.


"Jika markas kita hancur, maka bukan segala cahaya bulan yang hilang. Tapi kamu akan kembali menjadi kucing kampung yang mengenaskan dan penyakitan. Tetaplah menjadi seperti ini, karena aku mempercayai kamu. Aku tidak masalah, my queen sudah terbiasa hidup mandiri ditemani saudara pelindung sepertimu!" senyum Shahnaz, yang ia serap energi Damar, jika mereka datang meminta bantuan, dan balasannya adalah kehidupan my queen lebih lama lagi, tidak musnah dibelahan bumi ini.


"Terimakasih Shahnaz."


DUAR!


Damar kembali membuka mata, dalam ruangan capsul di kamar khususnya. Saat itu, paman Alex menanyakan bagaimana keadaan Damar saat itu dan kini.


"Paman aku berhasil, maka selangkah lagi mereka pasti datang kan. Dengan aku memberitahu keadaan mama Elea, aku yakin dady Bram percaya, jika keadaan dendam tidak akan membuahkan hasil. Bukankah hidup damai adalah prioritas hidup, tidak lagi menomorsatukan popularitas?"


"True! kamu pintar Damar, misi kali ini kami harus buat Syahnaz si gadis langit yang bisa membantumu, jika dia datang ke bumi ini. Maka cahaya sumbernya paman akan mudah serap, membuat system kita semakin nomor satu. Bukan lagi bisa melihat yang mati seperti kita, kehidupannya akan sejajar. Tapi paman bisa melihat masa depan, tinggal klik identitas kita. Maka semuanya akan muncul." senyum Alex.

__ADS_1


"Realy? paman kau hebat sekali, kau pandai dalam membuat hal yang tidak bisa manusia lakukan." tawa renyah Damar, menatap monitor yang dikendalikan Alex, di satu sisi sesekali mengeluarkan cahaya kilat api.


Tbc.


__ADS_2