
Rumah Sakit Milioner.
Bram menghubungi Hari, aneh tak kunjung diangkat dan tersambung.
Dia mungkin bukan seorang putra yang baik, tapi dia tak pernah menginginkan untuk kehilangan keluarga satu-satunya itu. Bram hanya memiliki sang papa, bahkan Inggrid dan Hari adalah oranglain yang saat ini, ia tak percaya karena papanya sendirian dan terluka seorang diri tanpa pengawalan.
Bram, keluar rumah sakit dengan perasaan kacau. Menurut keterangan dokter, Ayahnya harus segera di operasi. Dan biaya operasinya berkisar 1,5 Triliun untuk deposit. Dia kini tampak kebingungan. Dia tak memiliki uang yang cukup untuk operasi ayahnya. Belum lagi masih ada biaya lainnya yang harus ia tanggung. Biaya perawatan lanjutan, kemoterapi, hingga biaya kontrakan rumah.
Dikala pikirannya kalut ia disadarkan setelah terdengar bunyi sebuah pesan di handphonenya. Pacarnya tengah menghubunginya.
"Sweet Bram, kita bisa ketemu nggak?" Isi pesan itu.
__ADS_1
Pikirannya yang tengah kacau membuatnya tak bersemangat menanggapi pesan tersebut.
"Aku sedang sedikit sibuk sekarang, maaf!" balas Bram, sambil memegang kepalanya yang sakit. Dia tak berniat untuk bersikap dingin kepada pacar terkasihnya itu.
Bram hanya tidak berkeinginan menceritakan masalahnya ini ke gadis tercintanya. Ia tak mau kekasihnya itu ikut mencemaskan keadaannya saat ini. Sudah berulang kali ia menyusahkan dia. Bram, sudah memutuskan bahwa dia kini harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Tidak ingin Elea merasa bersalah, karena kemarin ia melunasi hutang keluarga Elea, dari uang keluarganya. Bahkan Elea hanya tahu Bram, adalah kurir makanan biasa, bukan dari keluarga nomor satu diatas keluarga Ryan. Ia bisa melunasi hutang Elea karena ia mendapat pinjaman dan kuasa pemegang sementara lahan bisnis bibit timun emas yang ia geluti dari saudaranya yang kaya raya dan baik hati.
Bram, segera kembali ke rumah untuk memeriksa berapa uang yang dimilikinya saat ini. Beberapa kali ia menelfon kenalannya untuk meminta bantuan dan pinjaman. Namun, mereka enggan memberi tanggapan. Mengingat hutang-hutang Bram yang lalu belum juga rampung.
Bram, yang tak mendapatkan pinjaman dari teman-temannya semakin kebingungan. Dimana lagi ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.
Tak mau mengambil pusing berlarut-larut, Bram mencoba memikirkan cara lain untuk mendapatkan uang. Dia pusing tak karuan. Dia butuh uang. Dimana lagi dia harus mencarinya. Haruskah ia meminjam uang ke rentenir lagi? Tapi hutang nya kini masih menumpuk banyak. Sementara ia baru saja mendeposit dengan uang pribadinya sebesar 3 Miliar.
__ADS_1
Sampai ia ditempat kerjanya, ia mencoba menghubungi Kristal yang kini mengurus desa sengketa dengan puluhan petani. Bram menceritakan apa yang terjadi, lalu dengan. Jawaban Kristal bicara, jika uang kas hanya tersisa empat ratus juta.
Tling!
[ Bram, pergilah ke dasar muara jalan angkle selatan. Ada misi pekerjaan, yang bisa mengubah hidupmu! tetap awasi, dan jeli. Karena misi ini, tidaklah mudah seperti mengantar timun emas 24k seperti yang biasa kamu lakukan! ] pesan misi aplikasi delivery.
Bram segera ke lokasi itu dalam waktu dua puluh lima menit. Hingga sepi tak ada satupun, terlihat pandangan yang membuat Bram menatap dalam.
Ditengah ke gundahan hati nya itu, tiba-tiba seseorang membagikan brosur yang berisikan sebuah pengumuman dimana institut kesehatan sedang mencari sukarelawan untuk membantu pelaksanaan suatu penelitian, satu minggu penuh dengan bayaran yang besar. Meski pun tak disebutkan nominalnya berapa. Melihat bahwa dikatakan kerjaan seminggu akan dibayar tinggi, Bram pun penasaran. Dia dengan mantap memutuskan untuk paling tidak mencoba kerjaan yang disebutkan di brosur itu. Toh, dia hanya perlu datang dan memeriksa apakah yang tertulis di brosur itu benar atau hanya kebohongan belaka. Untung saja waktu wawancara yang diadakan ternyata adalah besok.
Tanpa Bram ketahui, si penyebar brosur yang melihat respon Bram tersebut malah dengan santainya menarik ujung bibirnya, tersenyum dengan puas. Entah apa yang direncanakannya atau sebuah jebakan.
__ADS_1
Bram, tak tau, bahwa keputusannya malam itu akan merubah kehidupannya di masa yang akan datang. Dan mungkin, saat itu Bram tak lagi memiliki pilihan.
Tbc.