
Alex memberitahu soal apa yang Damar lihat, sehingga Damar terkejut dan semakin penasaran. Namun di berbeda tempat dengan Siren teman kecil Damar, bagaimana bisa dua keluarga mereka bermusuhan, namun kedekatan mereka seolah takdir untuk menyudahi masa lalu.
Saat Siren terbangun, "Ah .... aku tertidur lagi gadis bodoh, bagus tugasku tak terkena tinta atau lemon fresh digelas ini! Tapi ini apa, hah mungkin cairan yang mengeces dari bibirku." secara gamblang gadis itu membangunkan nyawanya kembali, dari tidur.
'Andai, aku punya kekuatan super. Benda ajaib, bisa juga pajangan berubah menjadi diriku. Biar bisa ku jadikan penolongku, membuat tugas kuliahku di rumah, dan aku bisa diam diam bertemu Damar.' batin Siren.
Tak apalah hanya sedikit. Dosen pasti tak akan mencium lembar tugasku bukan?! Siren tertawa kecil menatap tugasnya, lalu segera bersiap- siap untuk ke kampus, dengan style modern setelan jeans yang menggulung robek dibagian paha dan lutut menggaris kecil. Serta kemeja bergaris ketat serta topi dan kacamata hitam nya yang melingkar di rambut.
"Oke .... perfect sudahlah biarkan seperti ini."
Siren menatap cermin gaya casual, lagi pula hari ini kan tidak sibuk hanya mengumpulkan dan pulang. Setelah ke kampus, setelah itu aku kemana ya?
"Mmmm ..... sudahlah ga usah dipikirkan sepertinya aku akan ke tempat Damar bilang, ya pantai tempat biasa. Damar bilang jika penat full, itu adalah tempatnya juga yang sering ia kunjungi."
Kita bisa gunakan menatap ombak dan berfikir jernih, ide briliant akan hadir disana dan pemandangan bule pasti antri dipantai. Siren pun membayangkan hal bodoh, ia pun segera berangkat dan tersenyum, lalu mencoba menarik nafas agar harinya kini lebih ringan.
Setibanya di kampus, mereka bergabung bersama teman teman lain, satu kampus dan jurusan, Siren makan bersama. Setelah itu Siren mengajak pulang pergi namun mereka ada acara
"Baiklah aku sendiri lagi." lirih Siren, yang ia harapkan Damar bisa ada di dekatnya. Akan tetapi tak lama dari kejauhan di jam makan ada sebuah kegaduhan.
"Ada apa sih, rame banget?"
"Tau tuh, kita juga pengen liat sih Sir," ucap seseorang pada Siren.
Namun Siren menggelengkan kepala karena tidak tau.
"Woy .. ada apa sih disana rame bener." ucap teman kampus pada seseorang di didepan meja kantin.
"Ya nih, apa kampus kita lagi ada antrian kupon sembako ya, seru pasti aku antri duluan lah buat emak dirumah." tambah seseorang menyambar.
Namun Siren masih santai dengan mie samyang super level gila, dan seteguk jeruk. Tapi makannya ia berhenti ketika seorang wanita ada di hadapannya.
"Dimana wanita yang bernama Siren jurusan Bioproses?" ucap seorang wanita. Siren yang makan pun terkejut.
"Ada apa lagi sih ini ganggu aja orang lagi makan." Siren, mencerna ucapan wanita itu, dia bilang Siren jurusan Bioproses. Siren pun menatap dan menoleh ke arah kedua temannya di sebelah.
"Kamu kenal dia Sir, ada urusan masalah apa?"
"Ya nih ada apa Siren cerita!"
"Aku, dia .... sama dia .... Aku aja ga kenal apalagi buat masalah." Siren membalas.
lalu ia pun menatap wanita itu yang terperangah menatap tajam padanya.
__ADS_1
"Apa nama mu benar Siren Tjandra Sasono?" ucap wanita itu.
"Iya benar, tapi anda siapa kenapa anda mencari saya, saya tidak mengenal anda loh mbak."
"Baiklah saya akan perkenalkan, nama saya Kalina Oktari. Aku ulangi perjelas Kalina Oktari, tunangan Daru Keyl !! Kami akan segera menikah, tapi karena anda datang kehidupan kami, calon suami saya, acara kami batal harusnya kemarin telah berlangsung. Dasar pelakor ulung, kau jual diri demi kuliahmu ya?"
Siren berdiri kaget, apa dia wanita yang di nikahi Daru, ia pun bingung harus berkata apa di depan banyak mahasiswa. Saat di kantin ramai, semua mata menatap penuh tajam.
Disekelilingnya pun bergunjing membicarakannya. Sementara Kalina masih dengan perkataan yang membabi buta sehingga Siren tak bisa berkata apapun.
"Maaf sepertinya anda salah orang, atau itu bukan karena saya, maaf Kalina apa kita bisa bicara dilain tempat."
Kedua teman Siren yang paham, mengelus punggung Siren agar bersabar. Sementara di sekitar membicarakan nama Siren dengan buruk.
'Gak nyangka ya, Siren pelakor kalau di laporin dia bakal hilang gelar di kampus ini, memalukan.' tutur mahasiswa bersebrangan.
Namun Siren seolah tak memperdulikannya. Ia pun pergi berlalu serta Kalina mengejar hingga di taman, jauh dari keramaian orang seperti dikantin.
"Maaf bagaimana mungkin saya bisa dikatakan perebut dan membuat masalahmu nona, kita bisa bicara baik!"
Plak .....
Kalina menampar Siren. Sehingga Siren terkejut menatap kembali dengan memegang pipi kanannya.
"Kenapa mau aku tambah lagi?"
Siren meneteskan air mata ketika Kalina bicara, jika ia adalah wanita rendahan murahan, model kw yang hanya bisa melebarkan kaki mulus. Sehingga bisa mendapatkan fasilitas dari seorang Daru Kyle.
"Anda salah sangka Kalina, aku dan Daru itu!"
Siren pun bingung menjelaskannya, sehingga membuat Kalina semakin meradang, melabrak Siren, namun di pisahkan oleh kedua teman Siren.
"Cukup! Sebaiknya anda tanya Daru, karena aku tak menganggapnya lebih apalagi kekasih!"
"Baiklah aku beri waktu satu minggu, cepat bujuk Daru segera menikahi aku atau aku sebar kau di kampus ini agar dikeluarkan. Dasar wanita obral, ingat janji mu aku tunggu!"
Kalina melempar foto kegiatan nya bersama Daru secara diam. Sehingga foto itu berhambur melayang di atas kepalanya.
Siren dipermalukan secara gamblang, ia pun menangis di taman selama lebih sepuluh menit, menjauh dari teman teman lainnya yang melihat.
***
"Apa, jadi dia dipermalukan. Bawa wanita bernama Kalina ke studio perekrutan artis! segera beri perhitungan, tidak ada yang boleh menyakiti teman kecilku, apalagi Siren." ujar Damar, memerintah Alex.
__ADS_1
"Tapi anda jangan lupa Tuan muda, hari ini meeting besar di s kontruksi. Tuan Bram sudah meminta saya agar anda datang!"
"Baiklah, dua jam lagi saya akan kesana." ucap Damar dan berlalu mengambil jaket, kunci motornya.
Sehingga tanpa alu lalang, dengan motor harley elegant! Damar menuju kampus di mana kampus mereka sama, tetapi berbeda jurusan dan skat kampus mereka di batasi khusus gender. Mereka bisa terlihat menyatu ketika hanya ada acara tertentu.
Pemandangan kampus tertuju pada pria yang mengendarai motor besar! Damar membuka helm dan melepas sarung jaketnya, menoleh keberadaan dimana Siren berada. Kedua teman Siren yang tadi menyaksikan tragedi tadi begitu sulit bernafas, ketika pria itu menatap mereka.
"Kau teman Siren kan? dimana dia sekarang?"
"Oh - gagahnya. Si- siren di taman itu, dia sedang .."
"Thanks." senyum tipis Damar, membuat kerumunan melihat cowo cool datang ke kampus area gender wanita. Tapi salah satu dari mereka sudah tahu, siapa pria itu.
'Astaga, dia itu pemilik kampus dari keluarga bramantyo. Wah, apa dia teman dekat Siren. Jika ya! rumor wanita tadi berarti salah paham, tidak boleh kita menyinggung Siren kalau begitu.' ucapan mahasiswi lain, yang terdengar oleh kedua teman Siren yang masih melongo.
Siren masih menangis sejadi jadinya, dan terlihat seseorang mengeluarkan sapu tangan memberikannya agar segera menghapus.
"Ayo hapus air mata mu."
"Damar kamu sedang apa disini?"
"Menurutmu, aku ke sini untuk apa?"
Damar pun memakaikan jaket hitam dan topi serta tas khusus Siren ia lipat kedalam jaketnya.
"Kau kuliah, kenapa tipis sekali tasmu?"
"Itu - aku simpan di loker."
Damar merangkul dan memegang tangan Siren, untuk pergi dari kampus. Damar membawanya ke tempat yang tenang.
"Damar kita mau kemana?" ucap Siren.
"Kuliah sudah selesai bukan, jadi ayo pakai jaket dengan benar!"
Sementara Siren melihat kedua temannya seperti sedang mencarinya, dan beberapa mahasiswi lain histeris melihat kedekatan Siren dan Damar.
"Ayo ikut aku ketempat yang nyaman, hanya ada aku dan kamu. Maafkan aku terlambat datang, kamu tidak apa kan?! sekarang ikut aku ya!"
Siren pun tak menolak, ia tersenyum dan bersandar di pundak sang Damar, seolah membuat panas mahasiswi lain, jika ia bukan pelakor pria lain, karena wanita tadi menyebabkan hampir tercoreng, adanya Damar membuat Siren kagum dan sedihnya terobati.
TBC.
__ADS_1